Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Rabu, 07 Oktober 2020

Benarkah Kecepatan Kendaraan Kita Dipantau di Jalan Tol?


Sebagai pelanggan dan pengguna jalan tol yang sering melintas di beberapa jalan tol, waktu berkendara yang terlintas dalam pikiran dan menjadi pertanyaan, benarkah kecepatan kendaraan saya dipantau? Atau plang yang menunjukkan bawah 60 km/jam dan atas 80 km/jam atau bawah 60 km/jam dan atas 100 km/jam sebagai peringatan saja atau menjadi aturan hukum, yang bila dilanggar akan ada sanksi. Mengapa pertanyaan itu sering muncul ketika saya berkendara? Karena saya belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri, ada kendaraan yang dihentikan atau mendengar kendaraan yang terkena denda karena berkendara melebihi kecepatan yang sudah ditentukan. Sementara, di area bawah 60/km dan atas 80 km/jam seringkali saya menyaksikan, begitu banyak kendaraan yang bukan hanya di atas 80 km/jam tapi bahkan perkiraan saya mencapai 120 km/jam. Makanya jujur saja ketika banyak kendaraan yang melebihi 80 km/jam di area tersebut terkadang saya terpancing untuk berkendara melebihi km yang sudah ditentukan. Apalagi jalan dalam keadaan sepi. Sambil bertanya dalam hati, "Apakah sebenarnya kita dipantau di jalan tol?

Penulis hanya mendengar pengalaman orang bahwa sebenarnya ada alat pemantau yang memang memantau setiap kendaraan yang lewat. Bila sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan melebihi apa yang ditetapkan di lokasi tersebut, maka akan diberitahukan dengan sebuah sinar bahwa kendaraan tersebut kecepatan sudah melebihi dari yang seharusnya. Memang cerita tersebut membuat saya waspada dalam arti akan berusaha untuk mengikuti ketentuan. Namun ketika banyak kendaraan yang searah kecepatannya sangat tinggi dengan tanpa ada pemberitahuan, kemudian muncul pertanyaan di atas.

Memang ada kalanya kita melewati jalan tol yang kecepatan maksimalnya 80 km/jam tapi juga ada yang 100 km/jam. Sesuai dengan kondisi lokasi. Biasanya untuk yang 80 km/jam kondisi dalam kota atau kondisi jalan yang berkelok atau tidak stabil dan 100 km/jam biasanya untuk luar kota. Namun sama saja, baik yang 80 km/jam kendaraan yang lewat tidak sedikit mencapai 100 km/jam, sedangkan yang maksimal kecepatan 100 km/jam bisa mencapai 120 km/jam dan seterusnya.

Ketika membuka website bpjt.pu.go.id di sana sebuah artikel ditunjukkan mengenai sebuah alat yang disebut speed gun. Alat ini merupakan alat canggih untuk mengukur sebuah kecepatan kendaraan dengan menggunakan tekhnologi laser. Tapi biasanya, menurut artikel website pemerintah tadi digunakan ketika mengadakan operasi penertiban kendaraan kecepatan berlebih dan kapasitas beban kendaraan yang melintas. Operasi tersebut dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol, Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Lalu bagaimana dengan keseharian keadaan jalan tol yang dikendarai oleh para pengendara yang melebihi kecepatan dari batas yang sudah ditentukan? Kan ada CCTV atau kamera pengawas yang bisa memperhatikan kecepatan pengendara di jalan tol? Tentu saja saya tidak tahu di mana titik-titik kamera pengawas tersebut dipasang. Namun, kembali kepada pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul ketika berkendara, ada mobil-mobil yang kecepatannya melibih yang ditentukan di area tol tersebut, benarkah kecepatan kendaraan kita dipantau di setiap jalan tol?

Kalau memang tujuannya untuk keselatan setiap pengendara, tentu pengawas menjadi penting untuk mengingatkan setiap pengendara. Karena kalau tidak, jangan sampai setiap pengendara terpancing untuk berkendara cepat karena orang lain melakukannya, mengapa saya tidak. Semoga kita dilindungi oleh Tuhan dalam setiap berkendara di jalan.

Saya Malas Mendatangi Usaha Anda Karena Ini


Didatangi banyak orang tentu menjadi idaman bagi mereka yang sedang membuka usaha apapun. Entah itu toko kelontong, mini market, rumah makan, warung kecil maupun tempat-tempat usaha lain, seperti tempat sablon, dan deretan usaha-usaha lainnya yang memang menunggu pelanggan untuk bisa muncul ke tempatnya. Walaupun alamat lengkap dan mudah dijangkau serta gampang didapatkan lokasinya tapi bila yang satu ini tidak ada maka jangan harap orang akan datang ke tempat usaha Anda. Apalagi kalau mau berharap orang yang datang itu kita proyeksikan menjadi pelanggan tetap, tapi bila yang satu ini sangat minim, maka tentu orang bisa menjadi kapok untuk kembali. Apa itu? Tempat Parkir.

Kalau memperhatikan minimarket-minimarket moderen, pastilah dia berusaha sedapat mungkin untuk menyediakan tempat parkir. Lebih baik memundurkan bentuk bangunan yang berakibat akan lebih kecil, ketimbang toko minimarketnya besar, tapi tidak ada tempat parkir bagi pengunjung. Tentu saja penulis bukan berdasarkan ilmu apapun, tapi berdasarkan pengalaman selama ini bila saya sebagai konsumen ingin mendatangi sebuah tempat usaha, pastilah yang saya pikirkan adalah, adakah tempat parkir bagi kendaraan saya?

Terus terang saya sering berselisih pendapat dengan pasangan saya di sekitar pilihan tempat makan. Bagi pasangan saya, pokoknya tempatnya kelihatan bagus, bersih dan mempesona, maka dia tinggal bilang, "Makan di situ saja." Sementara saya yang mengurusi kendaraan, maka yang saya pikirkan adalah, apakah ada tempat parkir yang nyaman, aman dan mudah dijangkau. Karena tentu saja, saya tidak mau diganggu kenyamanan makan saya hanya gara-gara saya harus mengatur lagi kendaraan saya. Acara makan menjadi terputus, maka tentu makanan yang saya tinggal tidak akan menarik lagi. Atau kalau saya berkendara roda dua, apakah kendaraan saya sudah aman, mudah dilihat dan tidak perlu dipindah ke sana kemari.

Tempat parkir juga bagi saya begitu penting karena saya tentu harus menjaga bagaimana kendaraan saya akan tetap kinclong di saat saya meninggalkan tempat tersebut. Makanya pengalaman mengunjungi entah tempat makan, minimarket atapu apapun, tentu yang menjadi pertimbangan berikutnya, apakah saya akan kembali ke tempat tersebut atau tidak, atau mau menjadi pelanggan atau tidak, salah satu faktor penentunya adalah tempat parkir.

Kalau seumpamanya tempat parkirnya cukup jauh, sementara tidak ada tukang parkir yang menjaga di situ, tentu ini akan menjadi persoalan lagi bagi saya karena saya akan melakukan aktifitas dengan ketidaktenangan. Jangan-jangan kendaraan saya lenyap, atau tergores atau juga kesenggol kendaraan lain. Sehingga bila kita mencari pelanggan, maka pemilik-pemilik usaha perlu memikirkan untuk tempat parkir.

Tapi bagaimana kalau tempat usaha saya di perumahan? Persoalan bisa bertambah karena bila pelanggan seperti saya tidak seenaknya untuk memarkir kendaraan saya. Bagaimana dengan pemilik rumah bila di depan rumahnya kita memarkir kendaraan dan seterusnya, dan seterusnya. Jadi, pikirkanlah, sebelum memulai usaha yang membutuhkan kunjungan para pelanggan Anda, tempat parkir, walaupun itu akan membuat sempit tempat usaha Anda. Yang membuat Anda mungkin tidak nyaman, tapi tentu jadikan pelanggan menjadi nyaman.

Selasa, 06 Oktober 2020

SJ88 Tempat Tersembunyi untuk Memancing Adrenalina


Bagi yang ingin memancing adrenalina ketinggian sambil berwisata untuk menghirup udara segar serasa di awan, maka SJ88 bisa menjadi tempat alternatif. Bukit yang indah yang terletak di Desa Sucopangepok kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember itu memang menawarkan pemandangan luas ke berbagai arah yang masih hijau itu bisa dilihat di sebuah batu besar di atas bukit. Makanya tempat tersebut dijuluki Pesona Bukit di Atas Awan. 

Memancing adrenalina mungkin bagi mereka yang takut dengan ketinggian. Karena untuk menuju ke paling puncak di atas batu besar tersebut harus melewati tangga tanah dengan bantuan tali rantai. Kemudian bila ingin menuju ke puncak batu maka ada bantuan tangga naik yang memang mudah untuk dilewati. Namun tentu saja, sekali lagi bagi mereka yang takut dengan ketinggian, ada baiknya batas akhir ketinggian sampai di bawahnya batu puncak tersebut. Karena di sana juga disediakan banyak tempat-tempat untuk mengambil gambar dengan pemandangan luas yang menghijau dan lepas pandangan mata sejauh memandang ke berbagai penjuru sekitar bukit.

Penulis ketika baru pertama kali menaiki SJ88 memang bertemu dengan beberapa orang tua muda yang berjalan menurun. Banyak dari antara mereka yang ingin bercerita dan memberikan pesan kepada saya dan teman-teman supaya hati-hati. Kebanyakan yang memberi pesan seperti itu mereka yang sudah berumur lebih dari 50 tahun. Mereka berpesan, kalau tidak siap, ya di bawahnya saja." Kata-kata tersebut tentu menimbulkan keingintahuan lebih, ada apa di atas SJ88 itu? "Terkadang kalau orang tidak siap bisa pusing ketika ada di atas sana, sambil menunjuk ke atas," ungkap seorang pendaki mengingatkan. 

Menambah penasaran saja para pendaki yang baru menyelesaikan pendakiannya ke atas batu yang paling puncak itu memberi semangat untuk segera sampai. Benar saja, setelah mendaki dengan menyusuri jalan setapak yang semakin lama semakin menanjak, akhirnya tibalah ke area bukit yang rindang oleh pohon-pohon. Lokasi area tersebut lebih menyerupai sebuah taman yang sejuk yang memang cocok untuk taman bermain anak-anak seusia SD dan SMP.


Untuk sekedar beristirahat sejenak di area taman tersebut tersedia beberapa balai di mana bukan saja kita bisa duduk-duduk santai, tapi juga bisa untuk sekedar rebahan sambil mengatus nafas akibat jalan yang mendaki semenjak dari perkampungan masyarakat yang ramah. Bila kebetulan Anda kehabisan air minum, di area tersebut berdiri sebuah warung kecil yang dijaga oleh penjaga bukit tersebut. Namanya Pak Is yang sehari-hari tinggal di bukit tersebut sambil menarik dana dari para pengunjung. Besaran yang harus kita serahkan kala itu Rp. 5.000 per orang. Dana tersebut tentu sangat diperlukan karena selain untuk kas desa, tapi juga untuk kebersihan area bukit yang indah tersebut. Karena terkadang pengunjung seenaknya membuang sampah plastik berupa botol air mineral maupun sampah plastik lainnya. Tentu ini akan mengurangi keindahan dari Bukit SJ88 itu sendiri. Pak Is bukan tidak bekerja, dengan bukti, di dekat gubuk rumahnya yang ditempatinya ada tumpukan botol plastik yang cukup banyak dari para pengunjung.

Nah, warung tersebut tentu satu-satunya warung di tempat itu yang menyediakan air botol mineral. Kalaupun Anda lapar setelah perjalanan menanjak Anda yang tenaganya terkuras, Anda bisa minta direbuskan mie rebus instan yang siap disediakan oleh penjaga warung tersebut.

                                           Seharusnya Sampah Tidak Dibuang Sembarangan

Setelah Anda siap untuk mendaki ke puncak bukit maka Anda tinggal melangkahkan kaki mungkin hanya butuh tiga menit saja dari area itu. Memang mendekati puncak bukit itu sebenarnya tersedia berbagai posisi di mana kita bisa mengambil gambar yang indah dengan pemandangan alam nan hijau. Beberapa peringatan di pampang di beberapa tempat di atas baru besar itu demi keamanan. Seperti pengunjung di tempat tertentu tidak boleh berdiri melebihi lima atau tujuh menit. Juga disediakan sebuah tempat berupa rumah panggung yang dicat berwarna-warni di mana kita bisa bergaya untuk mengambil gambar foto dengan background ketinggian.

Bila Anda belum puas juga maka puncak bukit di mana berdiri kokoh sebuah batu besar bisa kita gapai. Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa untuk sampai ke puncak bukit tersebut Anda harus menyusuri tanjakan yang kemiringannya cukup tajam. Tapi Anda jangan khawatir, karena Anda bisa berpegangan dengan tali rantai yang sengaja dipasang dari puncak. Tidak sampai di situ, bila adrenalina masih kuat dan Anda masih tertantang, maka Anda bisa naik ke puncak melewati tangga besi menuju ke paling puncak kenikmatan menghirup udara bebas tanpa penghambat. Itulah puncak tertinggi dari SJ88. 

Jadi kalau Anda pergi ke Jember, cobalah mampir ke SJ88. Oh ia, untuk menuju ke SJ88 sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda 4 apalagi roda 2. Dari Kota Jember kita menuju ke arah Bondowoso di mana kita melewati Kecamatan Arjasa, kemudian Kecamatan Jelbuk sampai ke Desa Suko. Pintu masuk ke SJ88 itu bisa ditandai dengan tanda 700m setelah Polsek Jelbuk ke jalan masuk ke kiri menuju Sucopangepok. Di sana banyak rambu-rambu yang menunjuk ke SJ88. Kita bisa parkir kendaraan kita di rumah penduduk yang sangat ramah.