Betapa Pentingnya Getok Tular. Iklan Gratis

Kamis, 19 Maret 2020

Betapa Pentingnya Getok Tular. Iklan Gratis


Penulis pernah tinggal di Batu sekitar 8 tahun sehingga sedikit banyak tahu tempat-tempat yang menjadi tujuan wisatawan di kala itu. Salah satu makanan kesukaan saya adalah rujak cingur yang ada di dekat kelurahan Ngangglik, yang kala itu penjualnya seorang ibu yang sudah tua, namun masih bersemangat untuk mengulek (menghancurkan campuran bumbu di sebuah layah). Tempat penjual rujak itu sendiri sebenarnya berupa warung kecil yang kalau dimasuki orang 5 saja sudah sangat penuh. 

Pembelinya sendiri bukan orang Batu saja, tapi dari berbagai daerah khususnya dari Surabaya. Di depan tokonya sebenarnya tidak ada tanda kalau ada dijual rujak. Kalau kita ingin tahu kalau keramaian itu disebabkan apa? Kita bisa mengerti kalau bertanya, mereka sedang apa? Saya pernah bertanya kepada sang ibu ketika dia sedang melakukan penggerusan bumbu. Pertanyaan saya, mereka para pembeli itu tau dari mana rujak ibu? Dia menjawab dengan entengnya, yah, getok tular.

Getok tular adalah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya kurang lebih, dari mulut ke mulut. Getok tular pasti akan terjadi ketika sebuah produk, kalau kita berbicara masalah penjualan, dikenal cocok dan selalu membuat orang ketagihan. Kecocokan, takaran yang tepat dan produk yang memang memberi kepuasan kepada penggunanya, pastilah akan menjadi sebuah pengalaman. Pengalaman itu akan diceritakan kepada orang lain. Pengalaman yang pasti menjadi sebuah ingatan kuat dalam pikiran. Bukan menjadi sebuah produk yang kalau dipakai atau dinikmati sekali, orang langsung melupakannya.

Kalau sebuah produk ternyata tidak memberi kesan sama sekali kepada penggunanya atau penikmatnya, maka produk itu akan berhenti beritanya di orang pertama. Produk itu tidak akan bisa memberikan kesan yang mendalam. Getok tular akan menjadi sebuah iklan gratis di mana yang empunya produk tanpa perlu mengeluarkan biaya iklan sama sekali. Mungkin orang berkata, tapi getok tular itu biasanya lama. Benar, biasanya lama, tapi bila produk itu berhasil menembus kesan, maka hasilnya juga akan bertahan lama dan tidak akan cepat berlalu.

Sebenarnya tidak berbeda ketika kita sebagai pembeli online, pengalaman berbelanja yang menyenangkan akan menjadi bahan di mana hal tersebut akan menjadi bisik-bisik tetangga bagi orang lain, sehingga toko online, atau pelapak online akan mendapatkan imbasnya ketika produk yang dijual dan servis yang diberikan itu benar-benar baik itu akan memberi kesan yang dalam kepada pembeli.

Saya sendiri sebenarnya sebagai pembeli memiliki beberapa pengalaman ketika melakukan transaksi dengan berbagai toko online. Sebagai pembeli saya diperhadapkan dengan kurang lebih 10 toko online dalam negeri, belum lagi toko online luar negeri, begitu banyak yang membuat saya pasti bingung dalam memilih. Pengalaman dalam membeli tentu menjadi ingatan dan modal saya untuk bercerita kepada orang lain, entah itu tetangga, kolega, kerabat dan siapapun yang sama dengan saya ketika ingin membeli barang melalui online. Tanpa menyebut toko online apa yang memberi kepuasan, tapi yang pasti akan melakukan GETOK TULAR bagi saya untuk bisik-bisik tetangga dengan siapapun.

0 komentar:

Posting Komentar