Tips Dan Trik Pengalaman Masalah Hidup | Makkellar

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Rabu, 07 Oktober 2020

Benarkah Kecepatan Kendaraan Kita Dipantau di Jalan Tol?


Sebagai pelanggan dan pengguna jalan tol yang sering melintas di beberapa jalan tol, waktu berkendara yang terlintas dalam pikiran dan menjadi pertanyaan, benarkah kecepatan kendaraan saya dipantau? Atau plang yang menunjukkan bawah 60 km/jam dan atas 80 km/jam atau bawah 60 km/jam dan atas 100 km/jam sebagai peringatan saja atau menjadi aturan hukum, yang bila dilanggar akan ada sanksi. Mengapa pertanyaan itu sering muncul ketika saya berkendara? Karena saya belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri, ada kendaraan yang dihentikan atau mendengar kendaraan yang terkena denda karena berkendara melebihi kecepatan yang sudah ditentukan. Sementara, di area bawah 60/km dan atas 80 km/jam seringkali saya menyaksikan, begitu banyak kendaraan yang bukan hanya di atas 80 km/jam tapi bahkan perkiraan saya mencapai 120 km/jam. Makanya jujur saja ketika banyak kendaraan yang melebihi 80 km/jam di area tersebut terkadang saya terpancing untuk berkendara melebihi km yang sudah ditentukan. Apalagi jalan dalam keadaan sepi. Sambil bertanya dalam hati, "Apakah sebenarnya kita dipantau di jalan tol?

Penulis hanya mendengar pengalaman orang bahwa sebenarnya ada alat pemantau yang memang memantau setiap kendaraan yang lewat. Bila sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan melebihi apa yang ditetapkan di lokasi tersebut, maka akan diberitahukan dengan sebuah sinar bahwa kendaraan tersebut kecepatan sudah melebihi dari yang seharusnya. Memang cerita tersebut membuat saya waspada dalam arti akan berusaha untuk mengikuti ketentuan. Namun ketika banyak kendaraan yang searah kecepatannya sangat tinggi dengan tanpa ada pemberitahuan, kemudian muncul pertanyaan di atas.

Memang ada kalanya kita melewati jalan tol yang kecepatan maksimalnya 80 km/jam tapi juga ada yang 100 km/jam. Sesuai dengan kondisi lokasi. Biasanya untuk yang 80 km/jam kondisi dalam kota atau kondisi jalan yang berkelok atau tidak stabil dan 100 km/jam biasanya untuk luar kota. Namun sama saja, baik yang 80 km/jam kendaraan yang lewat tidak sedikit mencapai 100 km/jam, sedangkan yang maksimal kecepatan 100 km/jam bisa mencapai 120 km/jam dan seterusnya.

Ketika membuka website bpjt.pu.go.id di sana sebuah artikel ditunjukkan mengenai sebuah alat yang disebut speed gun. Alat ini merupakan alat canggih untuk mengukur sebuah kecepatan kendaraan dengan menggunakan tekhnologi laser. Tapi biasanya, menurut artikel website pemerintah tadi digunakan ketika mengadakan operasi penertiban kendaraan kecepatan berlebih dan kapasitas beban kendaraan yang melintas. Operasi tersebut dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol, Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Lalu bagaimana dengan keseharian keadaan jalan tol yang dikendarai oleh para pengendara yang melebihi kecepatan dari batas yang sudah ditentukan? Kan ada CCTV atau kamera pengawas yang bisa memperhatikan kecepatan pengendara di jalan tol? Tentu saja saya tidak tahu di mana titik-titik kamera pengawas tersebut dipasang. Namun, kembali kepada pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul ketika berkendara, ada mobil-mobil yang kecepatannya melibih yang ditentukan di area tol tersebut, benarkah kecepatan kendaraan kita dipantau di setiap jalan tol?

Kalau memang tujuannya untuk keselatan setiap pengendara, tentu pengawas menjadi penting untuk mengingatkan setiap pengendara. Karena kalau tidak, jangan sampai setiap pengendara terpancing untuk berkendara cepat karena orang lain melakukannya, mengapa saya tidak. Semoga kita dilindungi oleh Tuhan dalam setiap berkendara di jalan.

Saya Malas Mendatangi Usaha Anda Karena Ini


Didatangi banyak orang tentu menjadi idaman bagi mereka yang sedang membuka usaha apapun. Entah itu toko kelontong, mini market, rumah makan, warung kecil maupun tempat-tempat usaha lain, seperti tempat sablon, dan deretan usaha-usaha lainnya yang memang menunggu pelanggan untuk bisa muncul ke tempatnya. Walaupun alamat lengkap dan mudah dijangkau serta gampang didapatkan lokasinya tapi bila yang satu ini tidak ada maka jangan harap orang akan datang ke tempat usaha Anda. Apalagi kalau mau berharap orang yang datang itu kita proyeksikan menjadi pelanggan tetap, tapi bila yang satu ini sangat minim, maka tentu orang bisa menjadi kapok untuk kembali. Apa itu? Tempat Parkir.

Kalau memperhatikan minimarket-minimarket moderen, pastilah dia berusaha sedapat mungkin untuk menyediakan tempat parkir. Lebih baik memundurkan bentuk bangunan yang berakibat akan lebih kecil, ketimbang toko minimarketnya besar, tapi tidak ada tempat parkir bagi pengunjung. Tentu saja penulis bukan berdasarkan ilmu apapun, tapi berdasarkan pengalaman selama ini bila saya sebagai konsumen ingin mendatangi sebuah tempat usaha, pastilah yang saya pikirkan adalah, adakah tempat parkir bagi kendaraan saya?

Terus terang saya sering berselisih pendapat dengan pasangan saya di sekitar pilihan tempat makan. Bagi pasangan saya, pokoknya tempatnya kelihatan bagus, bersih dan mempesona, maka dia tinggal bilang, "Makan di situ saja." Sementara saya yang mengurusi kendaraan, maka yang saya pikirkan adalah, apakah ada tempat parkir yang nyaman, aman dan mudah dijangkau. Karena tentu saja, saya tidak mau diganggu kenyamanan makan saya hanya gara-gara saya harus mengatur lagi kendaraan saya. Acara makan menjadi terputus, maka tentu makanan yang saya tinggal tidak akan menarik lagi. Atau kalau saya berkendara roda dua, apakah kendaraan saya sudah aman, mudah dilihat dan tidak perlu dipindah ke sana kemari.

Tempat parkir juga bagi saya begitu penting karena saya tentu harus menjaga bagaimana kendaraan saya akan tetap kinclong di saat saya meninggalkan tempat tersebut. Makanya pengalaman mengunjungi entah tempat makan, minimarket atapu apapun, tentu yang menjadi pertimbangan berikutnya, apakah saya akan kembali ke tempat tersebut atau tidak, atau mau menjadi pelanggan atau tidak, salah satu faktor penentunya adalah tempat parkir.

Kalau seumpamanya tempat parkirnya cukup jauh, sementara tidak ada tukang parkir yang menjaga di situ, tentu ini akan menjadi persoalan lagi bagi saya karena saya akan melakukan aktifitas dengan ketidaktenangan. Jangan-jangan kendaraan saya lenyap, atau tergores atau juga kesenggol kendaraan lain. Sehingga bila kita mencari pelanggan, maka pemilik-pemilik usaha perlu memikirkan untuk tempat parkir.

Tapi bagaimana kalau tempat usaha saya di perumahan? Persoalan bisa bertambah karena bila pelanggan seperti saya tidak seenaknya untuk memarkir kendaraan saya. Bagaimana dengan pemilik rumah bila di depan rumahnya kita memarkir kendaraan dan seterusnya, dan seterusnya. Jadi, pikirkanlah, sebelum memulai usaha yang membutuhkan kunjungan para pelanggan Anda, tempat parkir, walaupun itu akan membuat sempit tempat usaha Anda. Yang membuat Anda mungkin tidak nyaman, tapi tentu jadikan pelanggan menjadi nyaman.

Selasa, 06 Oktober 2020

SJ88 Tempat Tersembunyi untuk Memancing Adrenalina


Bagi yang ingin memancing adrenalina ketinggian sambil berwisata untuk menghirup udara segar serasa di awan, maka SJ88 bisa menjadi tempat alternatif. Bukit yang indah yang terletak di Desa Sucopangepok kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember itu memang menawarkan pemandangan luas ke berbagai arah yang masih hijau itu bisa dilihat di sebuah batu besar di atas bukit. Makanya tempat tersebut dijuluki Pesona Bukit di Atas Awan. 

Memancing adrenalina mungkin bagi mereka yang takut dengan ketinggian. Karena untuk menuju ke paling puncak di atas batu besar tersebut harus melewati tangga tanah dengan bantuan tali rantai. Kemudian bila ingin menuju ke puncak batu maka ada bantuan tangga naik yang memang mudah untuk dilewati. Namun tentu saja, sekali lagi bagi mereka yang takut dengan ketinggian, ada baiknya batas akhir ketinggian sampai di bawahnya batu puncak tersebut. Karena di sana juga disediakan banyak tempat-tempat untuk mengambil gambar dengan pemandangan luas yang menghijau dan lepas pandangan mata sejauh memandang ke berbagai penjuru sekitar bukit.

Penulis ketika baru pertama kali menaiki SJ88 memang bertemu dengan beberapa orang tua muda yang berjalan menurun. Banyak dari antara mereka yang ingin bercerita dan memberikan pesan kepada saya dan teman-teman supaya hati-hati. Kebanyakan yang memberi pesan seperti itu mereka yang sudah berumur lebih dari 50 tahun. Mereka berpesan, kalau tidak siap, ya di bawahnya saja." Kata-kata tersebut tentu menimbulkan keingintahuan lebih, ada apa di atas SJ88 itu? "Terkadang kalau orang tidak siap bisa pusing ketika ada di atas sana, sambil menunjuk ke atas," ungkap seorang pendaki mengingatkan. 

Menambah penasaran saja para pendaki yang baru menyelesaikan pendakiannya ke atas batu yang paling puncak itu memberi semangat untuk segera sampai. Benar saja, setelah mendaki dengan menyusuri jalan setapak yang semakin lama semakin menanjak, akhirnya tibalah ke area bukit yang rindang oleh pohon-pohon. Lokasi area tersebut lebih menyerupai sebuah taman yang sejuk yang memang cocok untuk taman bermain anak-anak seusia SD dan SMP.


Untuk sekedar beristirahat sejenak di area taman tersebut tersedia beberapa balai di mana bukan saja kita bisa duduk-duduk santai, tapi juga bisa untuk sekedar rebahan sambil mengatus nafas akibat jalan yang mendaki semenjak dari perkampungan masyarakat yang ramah. Bila kebetulan Anda kehabisan air minum, di area tersebut berdiri sebuah warung kecil yang dijaga oleh penjaga bukit tersebut. Namanya Pak Is yang sehari-hari tinggal di bukit tersebut sambil menarik dana dari para pengunjung. Besaran yang harus kita serahkan kala itu Rp. 5.000 per orang. Dana tersebut tentu sangat diperlukan karena selain untuk kas desa, tapi juga untuk kebersihan area bukit yang indah tersebut. Karena terkadang pengunjung seenaknya membuang sampah plastik berupa botol air mineral maupun sampah plastik lainnya. Tentu ini akan mengurangi keindahan dari Bukit SJ88 itu sendiri. Pak Is bukan tidak bekerja, dengan bukti, di dekat gubuk rumahnya yang ditempatinya ada tumpukan botol plastik yang cukup banyak dari para pengunjung.

Nah, warung tersebut tentu satu-satunya warung di tempat itu yang menyediakan air botol mineral. Kalaupun Anda lapar setelah perjalanan menanjak Anda yang tenaganya terkuras, Anda bisa minta direbuskan mie rebus instan yang siap disediakan oleh penjaga warung tersebut.

                                           Seharusnya Sampah Tidak Dibuang Sembarangan

Setelah Anda siap untuk mendaki ke puncak bukit maka Anda tinggal melangkahkan kaki mungkin hanya butuh tiga menit saja dari area itu. Memang mendekati puncak bukit itu sebenarnya tersedia berbagai posisi di mana kita bisa mengambil gambar yang indah dengan pemandangan alam nan hijau. Beberapa peringatan di pampang di beberapa tempat di atas baru besar itu demi keamanan. Seperti pengunjung di tempat tertentu tidak boleh berdiri melebihi lima atau tujuh menit. Juga disediakan sebuah tempat berupa rumah panggung yang dicat berwarna-warni di mana kita bisa bergaya untuk mengambil gambar foto dengan background ketinggian.

Bila Anda belum puas juga maka puncak bukit di mana berdiri kokoh sebuah batu besar bisa kita gapai. Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa untuk sampai ke puncak bukit tersebut Anda harus menyusuri tanjakan yang kemiringannya cukup tajam. Tapi Anda jangan khawatir, karena Anda bisa berpegangan dengan tali rantai yang sengaja dipasang dari puncak. Tidak sampai di situ, bila adrenalina masih kuat dan Anda masih tertantang, maka Anda bisa naik ke puncak melewati tangga besi menuju ke paling puncak kenikmatan menghirup udara bebas tanpa penghambat. Itulah puncak tertinggi dari SJ88. 

Jadi kalau Anda pergi ke Jember, cobalah mampir ke SJ88. Oh ia, untuk menuju ke SJ88 sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda 4 apalagi roda 2. Dari Kota Jember kita menuju ke arah Bondowoso di mana kita melewati Kecamatan Arjasa, kemudian Kecamatan Jelbuk sampai ke Desa Suko. Pintu masuk ke SJ88 itu bisa ditandai dengan tanda 700m setelah Polsek Jelbuk ke jalan masuk ke kiri menuju Sucopangepok. Di sana banyak rambu-rambu yang menunjuk ke SJ88. Kita bisa parkir kendaraan kita di rumah penduduk yang sangat ramah.

Selasa, 22 September 2020

Sukses Belanja Online, Kuncinya Bertanyalah Terlebih Dahulu


Belanja online yang dimaksud adalah belanja online di tempat-tempat yang memang sudah terpercaya, karena kalau tidak, tentu jangan mengambil resiko membeli barang di tempat-tempat yang tidak diketahui keberadaan penjualnya, dan tidak ada pihak yang mengatur bila ada persoalan ketika berbelanja. Yang dimaksud mengatur jual beli itu seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan seterusnya sebagai penyedia jasa mengatur antara kepentingan pembeli dan penjual. Bila ada masalah e-commerce itu memiliki aturan-aturan jelas bagaimana menyelesaikannya. Karena masing seringkali kita membaca berita seseorang tertipu belanja secara online tanpa kejelasan di mana alamat dan pengirimnya dari sang penjual. Karena harga yang sangat murah dan bujukan bonus yang berjibun, lalu kita melupakan siapa penjual barang tersebut. Kalaupun kita sudah mempeli di sebuah toko online ternama, bukan berarti semua barang yang ingin kita beli akan selalu tersedia. Makanya kunci untuk membeli yang berhasil adalah dengan bertanya terlebih dahulu barang yang akan kita inginkan untuk dibayar. Setiap toko online biasanya menyediakan berbagai media orang bisa berkomunikasi termasuk bertanya.

Adakalanya penjual di diskripsi barang-barangnya menyertakan kalimat, tidak perlu bertanya, barang selalu ready. Tapi tentu saja bertanya bukan hanya, apakah barangnya ada atau tidak tersedia. Namun lebih dari itu kita ingin barang yang akan kita beli itu adalah barang yang sesuai dengan spesifikasi, keadaan, warna dan seterusnya sesuai dengan apa yang kita bayangkan.

Adagium atau pepatah pengatakan, "malu bertanya sesat di jalan" sangat tepat juga untuk disematkan dengan perilaku kita dalam berbelanja. Memang ada sih penjual yang merasa terganggu bila pembeli yang mengirimkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada di keterangan diskripsi. Tapi, bila itu terjadi, lebih baik mencari toko lainnya yang penjualnya ramah. 

Keramahan dalam bertanya tentu juga akan menghasilkan barang yang pasti akan dikhususkan (semoga). Karena bila kita tidak ramah dalam bertanya, pasti hasilnya juga tidak baik. Apalagi bila jumpa dengan penjual yang sama-sama tidak ramah, maka jadilah suasana yang tidak baik. 

Sebenarnya kata netral dalam penyebutan atau sapaan atau panggilan dalam dunia jual beli secara online adalah GAN kependekan dari juragan. Panggilan ini memang mencairkan suasana dan mendekatkan antara pembeli dan penjual. Tentu saja panggilan tersebut ingin menjauhkan sikap formal dan kaku bila menggunakan panggilan bapak atau ibu. "Gan, barang ini ready berapa?" Dan jangan kaget juga bila sang penjual terkadang menjawab dengan panggilan yang sama yaitu, GAN. "Tinggal satu gan."

Kembali kepada adagium tadi, malu bertanya sesat di jalan itu memang akan berlaku ketika kita malu atau malas bertanya mengenai barang yang akan kita beli. Karena bila penjual mengira-mengira saja apa yang dikirim, tentu bila cocok, puji Tuhan, alhamdulilah, tapi bila tidak sesuai maka kita akan kecewa dalam berbelanja. Kalau belanja barang-barang yang harganya di bawa Rp. 50.000 mungkin tidak jadi kepikiran, tapi bila bila harganya mahal, itu memanng akan menyakitkan. Jadi bertanyalah dengan detail mengenai barang yang akan kita beli.

Seorang teman berkata, "tapi bertanya itu seperti menjadi pengikat harus beli." Tidak juga. Bertanya seperti kita berbelanja di toko-toko fisik yang membuka peluang orang bertanya. Berbeda dengan market-market moderen di mana kontak tanya jawab itu minim karena semuanya seperti sudah tersedia. Baru bila barang yang kita cari itu tidak ada, kita akan bertanya kepada SPGnya. Jadi bertanya ketika berbelanja online itu satu keharusan untuk mendapatkan kepuasan ketika kita berbelanja secara daring. Dan sekali lagi, kita tidak perlu takut, kalau nantinya kita tidak merasa cocok dengan barang yang tertera di toko tersebut. Kita tinggal pilih yang lain. Tapi setidaknya kita sudah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai barang apa yang kita akan beli.

Jumat, 18 September 2020

Wisata Petik Apel dengan Bebas Makan Sepuasnya, Hanya Ini Syaratnya!

Bagi sebagian orang yang pernah melakukan kunjungan wisata ke Kota Wisata andalan Jawa Timur yaitu Batu, Malang mungkin pernah mendengar wisata petik apel. Waktu booming pertama kali yang diselenggarakan oleh sebuah tempat wisata besar di Batu tahun 2000an orang begitu inginnya untuk merasakan bagaimana memetik apel langsung di kebun apelnya. Namun kemudian hal tersebut dibatasi, karena bisa jadi besarnya minat masyarakat yang tidak menampung keinginan banyak orang untuk praktek petik apel dari pohonnya. Tentu saat itu harus merogoh kocek yang tidak kecil. Di kemudian hari, wisata tersebut harus dibatasi.

Namun beberapa tahun belakangan ternyata wisata memetik apel langsung dari pohon ini kembali marak. Hanya sekarang penyelenggaranya pemilik lahan kebon apel itu sendiri, atau justru masyarakat yang mengadakan. Tulisan ini dibuat karena memang penulis baru pulang dari wisata memetik apel di perkebunan apel yang masuk wilayah Kota Batu.

Di Mana Lokasi Wisata Petik Apel di Batu?

Sebenarnya sudah beberapa kali saya mengunjungi petik apel di wilayah Batu ini, baik yang di sebuah tempat pariwisata besar maupun yang ada di masyarakat. Tapi saya akan bercerita mengenai yang ada di masyarakat. Lokasinya di daerah wilayah Selecta. Jadi kalau dari arah Malang atau Surabaya ke arah kanan menuju ke arah Selecta. Sebelum memasuki wilayah Selecta, di pinggir-pinggir jalan kita akan bertemu dengan tulisan yang dipampang di pinggir jalan Petik Apel. Silahkan Anda bertanya, maka mereka akan membawa Anda ke lokasi Petik Apel tersebut. Silahkan Anda tanya-tanya dengan detail, berapa karcis masuknya, dan bagaimana aturan mainnya.

Mereka akan membawa Anda ke lokasi di mana apel-apel bisa Anda petik dengan bebas. Saya sendiri sebenarnya sudah beberapa kali ke lokasi petik apel tersebut. Tapi lokasi-lokasi tersebut jangan jadi patokan karena setiap lokasi tidak selalu tersedia pohon apel yang sedang berbuah. Ini pengalaman saya hari ini. Saya pernah ke sebuah lokasi dua tahun lalu melakukan petik apel di sekitar Selecta, tapi ternyata setelah saya kunjungi sekarang, kebun apelnya sedang tidak berbuah. Makanya saya akhirnya mencari orang-orang yang bisa menunjukkan di mana kebun apel yang sedang siap dipanen.

Berapa Rupiah yang Harus Dibayar untuk Memetik Apel?

Dua tahun lalu saya membayar per orang untuk masuk ke kebun apel untuk memetik sebebasnya itu hanya Rp. 25.000/per orang. Hari ini ketika saya mengantar keluarga ke sebuah kebun apel, rupaya masih sama yaitu hanya membayar Rp. 25.000 saja per orang. Sebuah wisata yang tidak terlalu mahal kalau dibanding dengan kepuasan memasuki kebun apel yang sangat membuat riang gembira. Harga tersebut bahkan boleh dibilang murah ketika kita mengedukasi anak-anak mengenai tumbuhan apel dan bagaimana proses apel itu sendiri bisa sampai ke tangan kita dan ada di meja makan kita.

Tapi apakah tidak ada aturan lain mengenai wisata petik apel ini?

Begini, kita boleh memetik apel berapapun. Tentu saja yang harus diketahui adalah, apel yang kita petik itu adalah buah yang akan kita bawa pulang dengan membayar sesuai harga per kilonya. Jadi kalau kita karena semangat memetik lalu kita membawa sampai 10 kg, maka 10 kg itulah yang harus kita bayar dan kita bisa bawa pulang. Makanya, jangan lupa tanya terlebih dahulu kepada petugas penjaganya, berapa harga per kilo dari apel yang akan dipetik tersebut?


Seberapa Banyak yang Bisa kita Makan Apel yang Kita Petik?

Sepuasnya. Ia benar, Anda silahkan makan buah apel sesuka hati Anda, selama Anda berada di dalam kebun apel tersebut. Kalau Anda kuat bisa makan 1 kg, Anda tidak akan dihalang-halangi. Asalkan selama Anda di dalam kebun apel tersebut. Hanya untuk diperhatikan adalah, sebelum Anda menikmati buah apel yang bebas dimakan berapapun yang Anda suka, silahkan dicuci terlebih dahulu.


Senin, 07 September 2020

J*E YES, TAPI TIDAK YES


Tidak ingin bercerita dengan pengalaman-pengalaman kelam masa lalu yang dialami dalam menggunakan jasa pengiriman, tapi ingin mengungkapkan pengalaman yang benar-benar menjengkelkan, tidak mengenakkan yang baru saya alami ketika menggunakan jasa pengiriman J*E YES. Karena ingin segera menggunakan sebuah alat yaitu adaptor yang dibeli dari sebuah toko online di bawah salah satu e-commerce di Indonesia akhirnya saya memilih menggunakan jasa J*E YES. Alat itu sebenarnya akan digunakan untuk mengikuti sebuah kompetisi oleh pemesannya. 

Kisahnya dimulai oleh tiga orang yang minta dibelikan adaptor khusus dan setelah saya mencari sana-sini di sebuah e-commerce akhirnya menemukan sebuah toko yang harganya miring di Semarang. Karena yang memesan ingin segera sebagai uji coba untuk mengikuti sebuah kompetisi, maka saya ingin barang tersebut menggunakan jasa pengiriman yang cepat. Dan pilihan yang tersedia adalah J*E YES. Si penjual menyanggupi bahwa akan segera mengirimkan paket barang tersebut.

Saya melakukan pembayaran untuk transaksi tersebut pada tanggal 2 September pukul 9,41 WIB degan harapan paket tersebut segera dikirim pada hari itu juga. Dan benar, penjual rupanya mengerti betul dengan pilihan jasa pengiriman menggunakan J*E YES yang artinya butuh cepat. Maka di hari itu juga paket tersebut dikirim dan diterima pada pukul 23.41 sudah ada di Sorting Center J*E Semarang untuk siap dikirim ke alamat saya. Sebenarnya beberapa kali saya menggunakan jasa J*E YES ini dan saya tidak perlu menerangkan karena tentu saya tidak ada bukti-bukti lagi untuk menceritakan di sini. Singkat cerita sekarang saya tinggal menunggu tapi juga memantau di aplikasi di aplikasi toko online di mana saya memesan.

Pemantauan saya berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman yang memesan. "Apakah sudah datang?". Saya tidak terlalu berharap banyak paket tersebut akan datang esok paginya tanggal 3 September, tidak mungkin. Tapi harapan saya sore atau malam. Hal tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman beberapa kali menggunakan J*E YES ini. Setelah pemantauan menunjukkan pergerakan paket tidak beranjak dari Semarang hingga sore dan malam pada tanggal 3 September pukul 17.00 WIB sore hari membuat saya mulai tidak sabar mendapat pertanyaan pemesan. 


Semakin pesimis karena tanggal 3 pukul 21.00 ternyata masih transit di Surabaya, maka buyarlah harapan saya paket akan segera diterima di Malang dan saya harus menjelaskan kepada pemesan dengan alasan-alasan yang saya buat dan cenderung tidak jelas. Tapi untuk menghibur diri maka, saya cek lagi di mana sebenarnya batas pengiriman J*E YES sampai pukul 23.59 WIB, maka dengan gusar saya tidur dengan tidak tenang.

Maka saya menunggu paket dengan J*E YES pada pagi hari dengan harapan mereka pagi-pagi akan ke rumah dan mengantar di depan pintu pada tanggal 4 September itu. Bangun pagi saya langsung melakukan pengecekan pergerakan paket dengan J*E YES yang tidak lagi YES itu dan rupanya 00,08 tanggal 4 September baru tiba di Warehouse J*E Malang. Saya menunggu paket yang sudah telat itu, tapi benar-benar kekecewaan yang saya terima.

Tanggal 4 September pukul 02.09 paket tersebut dikirim ke J*E Pajajaran Malang dan entah paket tersebut statusnya tidak jelas lagi karena jam 11.04 barang yang saya harap tersebut penjelasannya ada di kurir. Penjelasan ini bagi saya membingungkan, karena sampai pukul 12.51 rupanya ada di Inbound Station Malang dan belum ada tanda-tanda sudah dibawa oleh kurir ke rumah.

Akhirnya kelalahan menunggu J*E YES yang sudah tidak YES itu membawa frustasi. Karena sampai pukul 15.00 paket itu belum datang dan sebenarnya saya sudah tidak perduli lagi dengan paket itu karena dikhianati oleh J*E. Tiba-tiba pukul 15.20, kurir J*E datang membawa paket tersebut dan seperti tanpa merasa bersalah dia menyampaikan paket tersebut kepada saya. Mungkin dia berharap saya ingin bilang terima kasih. Tapi buru-buru dia ingin cepat pergi, tapi secepat kilat saya mempertanyakan, kenapa paket ini terlambat?

Anda ingin tahu jawaban dari kurir sekelas J*E? Ia menjawab, "Waduh, saya tidak tahu." 

Saya sebenarnya tidak ingin mengejar jawabannya itu. Tapi saya tahu bahwa beginilah cara J*E mendidik kurirnya yang kelimpungan karena sebelum dia menyerahkan kepada saya, dia melihat dulu kalau paket tersebut merupakan paket prioritas, tapi ternyata menjadi paket dengan kelas regular. Tapi lebih dari itu tidak ada kata sedikitpun kata minta maaf. Kata maaf menunjukkan sebuah kesalahan, tetapi bila tidak ada kata itu, sama artinya kasus tersebut sebagai kasus biasa, yang di dalamnya tidak ada kesalahan sama sekali. Bagi saya pengalaman ini menjadi pengalaman yang berharga dalam mempertimbangkan kembali menggunakan J*E apalagi J*E YES.

Selasa, 01 September 2020

Maaf ya Kakak, atas Ketidaknyamanannya



Panggilan kakak tentu sudah tidak asing lagi kita dengar ketika kita berhubungan dengan pasar khususnya pasar melalui daring. Sering kali panggilan kakak itu menjadi panggilan netral oleh penjual kepada pembeli. Kalau kita panggil 'mas' ia kalau pembeli itu laki-laki, dipanggil 'mbak' juga demikian. Demikian juga bila dipanggil dengan penghormatan seperti 'bapak' atau 'ibu' oleh sebagian orang dianggap menjadikan usia tua seseorang. Jadi, sapaan 'kakak' benar-benar sapaan yang menjadikan komunikasi sangat lancar, tanpa ada hambatan dalam masalah presepsi mengenai seseorang.

Seorang ibu yang memesan makanan secara daring merasa senang ketika sang penjual menghubunginya untuk memastikan pesanan yang dipilih oleh sang ibu. Si penjual menyapanya, 'kakak' walaupun sang ibu tadi sudah berumur hampir kepala lima. Sang ibu bukannya merasa tersinggung dipanggil sapaan kakak, malahan ia merasa menjadi muda kembali. Sampai sebegitu besar pengaruhnya terhadap seseorang ketika panggilan kakak digunakan. Si ibu tadi hanya bercerita, "Aduh, saya dipanggil kakak, jadi kayak anak muda lagi ini."

Sebenarnya menarik juga kebiasaan baru ini di dunia perdagangan antara pembeli dan penjual khususnya di jual beli online. Padahal kalau kita mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di mana kata kakak itu bermakna; saudara tua, panggilan kepada orang (laki-laki atau perempuan) yang dianggap lebih tua; panggilan kepada suami. Namun dunia transaksi online dalam dialog untuk mencairkan suasana tentu saja tidak berpatokan dengan hal tersebut. Karena kakak telah menjadi ikon panggilan yang membuat semuanya merasa nyaman dan tidak canggung.


Kakak akhirnya bisa digunakan oleh mereka yang lebih tua kepada yang lebih muda, apalagi yang lebih mudah kepada yang lebih tua. Panggilan kakak merobohkan sekat-sekat perbedaan usia antara pembeli dan penjual, membuat nyaman baik yang menggunakannya maupun yang dipanggil. Semuanya menjadi tidak canggung.

Panggilan kakak benar-benar menjadi sebutan yang bisa digunakan dalam ruang gelap dalam arti dua pihak tidak mengerti sama sekali keadaan masing-masing, sehingga mereka menggunakan kata kakak untuk menjadi penyambung hubungan awal. Bila hal tersebut merasa nyaman di masing-masing pihak maka panggilan itu akan diteruskan.

Sebutan kakak yang secara makna bisa saja melangkahi adat kesopanan karena hal itu menghilangkan siapa yang lebih tua dan siapa yang lebih muda. Tapi karena ya itu tadi berada di ruang yang gelap maka panggilan kakak menjadi sapaan yang menyenangkan. Bahkan dalam situasi yang penuh emosi karena ada persoalan dalam hubungan jual beli dan hubungan bisnis tersebut akan menjadi reda karena sapaan ini. Penjual hanya bilang, Maaf ya kakak, atas ketidaknyamanannya.