Tips Dan Trik Pengalaman Masalah Hidup | Makkellar

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Kamis, 13 Agustus 2020

Seberapa Penting Saya Melihat Barang dari Sebuah Foto?


Ada dua perbedaan antara memilih barang karena kebutuhan dan keinginan untuk memiliki suatu barang. Keinginan terhadap sebuah barang adalah proses dari mendengar, melihat, dan merasakan akan barang yang dilaksud sampai ia mengingini. Tapi kalau kebutuhan berdasarkan kita butuh terhadap barang tersebut karena suatu hal. Contohnya kita membutuhkan laptop karena memang kita butuh untuk digunakan dalam suatu hal. Contohnya untuk kuliah kita butuh laptop untuk dijinjing ke kampus. Walaupun di rumah kita sudah punya PC tentu PC tersebut tidak bisa dibawa ke mana-mana. Makanya saya membutuhkan laptop supaya di kampus mudah mengerjakan tugas atau browsing berhubungan dengan perkuliahan. Walaupun terkadang keduanya bisa jadi tipis perbedaannya. 

Lalu bagaimana ketika kita ingin memenuhi baik keinginan dan kebutuhan itu? Bila obyek yang ingin dipenuhi itu berdasarkan keinginan itu salah satunya dengan cara mencarinya di toko online. Tapi bagaimana saya bisa dengan jelas, dan akurat, sesuai dengan keinginan maupun kebutuhan tersebut? Informasi yang saya cari bisa lewat tulisan, tapi juga lewat tampilan foto. Di sinilah pilihan dimulai.

Pengalaman saya, ketika saya melakukan perburuan untuk memenuhi keinginan saya, maka yang saya lakukan adalah membandingkan dengan apa yang pernah saya lihat. Kalau pemicu keinginan saya adalah karena melihat langsung, maka sayapun mencari di toko online seperti yang saya lihat. Kalau dipicu karena melihat foto maka sayapun mencari kemiripan seperti yang di foto. Artinya, betapa sebuah foto begitu penting bila hal tersebut ingin dipajang di toko online.

Seorang teman mengirimkan foto jualannya berupa tempat tissue untuk ditawarkan kepada saya. Saat saya melihat bentuk dari tempat tissue itu, sebenarnya menarik hati saya. Tapi sayang, saya merasa kesulitan untuk melihat detailnya dari barang tersebut karena fotonya yang cenderung kabur dan kurang fokus. Belum lagi background dari foto yang dikirimkan itu berupa rerumputan yang menjadikan tampilan foto tersebut sehingga membuyarkan fokus saya untuk melihat lebih lengkap mengenai tempat tissue tersebut. Pengalaman saya sebagai pembeli, biasanya mata saya akan terhenti ketika melihat barang yang tampilannya menarik dengan tanpa diganggu oleh barang lainnya. Kalau tidak, maka mata saya akan terus mencari dengan menyuruh secara reflek jari untuk terus melihat-lihat barang serupa. 

Memang sudah sewajarnya setiap kita itu tertarik dengan keindahan, fokus dan kejelasan sebuah barang ketika kita ingin membelinya. Jika tampilan foto kurang menarik maka otomatis akan dilewati begitu saja. Sebaliknya foto yang tampil menawan, terang dengan pencahayaan yang cukup serta menarik hati, maka itulah yang akan kita pilih. Tentu saja foto bukan segala-galanya, tapi foto salah satu penarik minat terhadap barang yang sedang kita cari. 


Memang berbeda dengan toko fisik di mana kita sebagai pembeli akan melihat langsung. Bila barangnya bagus, dan pas serta warnanya cocok, langsung kita ke kasir untuk membayarnya. Tapi kalau di toko online kitalah yang mewakilinya untuk menunjukkan bahwa barang kita itu baik, barang kita layak untuk dibeli. 

Menyadari hal ini ketika saya meminta seorang rekan membantu saya untuk berjualan online melalui toko online, saya menyuruh untuk membeli beberapa alat bantu untuk pengambilan gambar, seperti studio minibox, atau lampu-lampu untuk membantu pencahayaan ketika pengambilan gambar produk. Tujuan saya adalah memperjelas tampilan barang dalam foto. 

Memang walaupun kita tidak secara khusus sekolah di jurusan yang berhubungan dengan potret memotret, tapi naluri keindahan dalam diri akan selalu muncul untuk pengambilan gambar yang diambil rekan saya itu. 





Rabu, 12 Agustus 2020

Barang Apa Saja yang Bisa Dijual di Toko Online?


Yakinlah, selama kita tidak ingin berjualan di toko online, maka barang-barang yang ingin dijualpun seperti bersembunyi, tidak kelihatan di depan mata. Kalaupun ada barang berwujud di depan hidung, tapi barang tersebut bukan dianggap sebagai barang yang layak dijual. Baru setelah muncul dan tersedia jalan untuk berjualan melalui toko online, muncullah barang-barang tersebut. Barang yang sebelumnya dianggap sebagai barang biasa, bahkan barang yang dianggap tak ada guna, barang yang berserakan di dekat kita dan tidak kita perdulikan, kini menjadi barang yang berharga.

Cerita ini mungkin bisa mendekati kebenarannya. Tahukah Anda bahwa kelanceng bagi sebagian orang khususnya yang ada di kampung sebagai hewan yang keberadaannya kurang dianggap bila membuat rumah koloni di dekat kita. Hewan yang dalam bahasa kerennya disebut Trigona itu sering bersarang di tempat-tempat tersembunyi dan bahkan dianggap mengganggu saja. Ini saya buktikan ketika saya pulang kampung, kelanceng masih dianggap sebagai hewan liar yang tidak perlu diurus keberadannya. Sampai saya memberitahu bahwa madu kelanceng sangat mahal harganya bila kita bisa mengumpulkan. Bahkan kelancengnya sendiri dalam satu tempat bambu atau sudah dikotak bisa berharga ratusan ribu per koloni. Barulah mereka berpikir untuk mengumpulkan hewan terbang tersebut.

Berjualan barang di toko online memang bentuk barangnya tidak dibatasi selama tidak melanggar aturan-aturan hukum dan aturan-aturan dari toko online yang bersangkutan. Contohnya narkoba, minuman keras dan seterusnya. Lalu, hal penting bila ingin berjualan barang yang perlu dipikirkan adalah ketersediaan barang. Artinya bahan-bahan atau barang yang akan kita jual memang ada di dekat kita. Memang ada barang yang sifatnya insidentil seperti hp bekas, tv bekas, laptop bekas, dan bahkan barang-barang bekas yang ada di rumah yang tidak terpakai, tapi masih bisa digunakan, bisa menjadi barang yang bisa dijual.

Pikirkanlah bahwa, barang yang kita anggap tidak dipakai karena kita memiliki yang baru, atau sudah dianggap jadul, atau karena barang itu tidak bisa terpakai lagi, bisa dibutuhkan orang lain. Hp bekas yang ramnya masih 1gb mungkin bagi kita tak bisa dipertahankan lagi karena kita sudah punya yang 6gb. Tapi, tahukah Anda bahwa hp-hp bekas seperti itu masih diburu oleh mereka yang selama ini masih menggunakan hp jadul. 

Namun demikian ada kalanya kita punya barang yang keberadaannya cukup banyak. Seperti beras jagung umpamanya. Atau bahkan kotoran hewan yang mungkin oleh sebagian orang dianggap menjijikkan dan dihindari untuk dipegang, bisa menjadi barang yang bisa kita jual melalui online. Caranya bagaimana? Jadikan kotoran hewan, entah itu kambing, sapi atau apapun kemudian dicampur dengan tanah dan dijadikan pupuk organik. Dibungkus rapi dan diberi label yang baik lalu kita tawarkan di toko online.

Saya pernah diminta seseorang untuk mencari Bunga Lidah Mertua. Bunga tersebut sebenarnya mudah hidup dan tahan terhadap panas matahari serta dalam keadaan kering dia akan bertahan hidup. Bunga tersebut sebenarnya pernah hidup di halaman saya dan berkembang menjadi rimbunan. Karena terlalu banyak akhirnya saya cabut semuanya. Kini bunga tersebut justru dicari. Saya datang ke beberapa tetangga yang memiliki bunga tersebut untuk sekedar meminta sedikit 'nempil'. Tapi ternyata bunga tersebut biasanya hanya ditanam sedikit. Dan pelarian saya adalah toko online. Anda tahu dijual berapa bunga yang terkadang dibuang-buang oleh sebagian orang tersebut? Harganya beragam. Ada yang Rp. 4000-7000 per batang. Itulah yang terjadi dengan toko online. 

Jadi, kembali kepada pembuka artikel ini, ketika kita ingin jualan di toko online, maka barang itu akan terlihat banyak. Tapi ketika kita sedang tidak ingin berbisnis jualan di toko online, semuanya terlihat tidak laku.


Setelah Lama Menjadi Pembeli, Sekarang Ingin Menjadi Penjual


Pengalaman membeli beberapa barang di e-commerce dalam negeri dan baru membeli sebuah buku menarik mengenai jualan di toko online menantang juga untuk ikut meramaikan untuk menjual barang. Ikut meramaikan mengadu keberuntungan dengan ribuan penjual lainnya. Ingin seperti juragan-juragan tajir yang sudah berhasil membuka toko dan menjalankan bisnisnya dengan lancar melalui toko online. Hanya saya minta bantuan seseorang untuk melakukan semuanya dengan melakukan beberapa persiapan penting guna menyiapkan segala sesuatunya di antaranya:

  1. Nama Toko. Orang yang akan mengurus toko online saya ini berdiskusi dengan saya, nama sebaliknya bisa digunakan. Muncul ide, nama orang, nama tempat, nama alamat, nama keren yang umum digunakan. Saya memilih, karena barang-barang yang rencananya akan dijual di sekitaran barang-barang elektronik, maka saya mengusulkan untuk menggunakan nama-nama yang berhubungan dengan elektonik. Saya kira, nama toko memang bisa memberi gambaran apa yang akan dijual. Walaupun ada saja nama umum yang bisa dipakai seperti Subur Jaya yang sifatnya umum. Bisa menjual alat elektronik, bisa menjual pakaian, bisa menjual ponsel dan seterusnya. Apalagi kalau mau menggunakan nama orang atau penjual, atau karena kita sayang istri lalu menamakan nama istri atau sebaliknya, atau malah dinamakan nama anak karena saking cintanya terhadap anak sehingga mau dijadikan moment menamainya dengan nama anak yang kita sayangi.
  2. Diskripsi Toko. Diskripsi toko tidak kalah penting dari lainnya karena di sinilah tempat di mana kita bisa menjelaskan semua ide, gagasan dan bahkan apa yang ingin kita sampaikan dalam diskripsi ini. Contohnya, kita punya komitmen untuk melayani pelanggan dengan baik. Atau kita mengungkapkan prinsip-prinsip bisnis kita yang menghargai orang dll.. Tapi juga di dalamnya ada prinsip bahwa produk yang akita sediakan hanya menyediakan yang original. Juga kecepatan dalam melayani pelanggan dan bahkan promosi toko dengan segala kelebihannya.
  3. Menyediakan barang dipajang di toko. Tentu kalau di toko online barang-barang dipajang berjejer dengan rapi dan mudah dijangkau, tidak tersembunyi, maka demikian juga kalau kita menyediakan barang yang akan dijual harus dipajang dengan terang benderang serta tidak tersembunyi serta semenarik mungkin. Bagaimana kalau di toko online? Kita harus mengandalkan photo dan gambar sedetail mungkin, serta semenarik mungkin. Bayangkan, kalau tampilan photo yang kita tunjukkan kurang menarik, maka tentu orang juga tidak akan tertarik untuk membukanya. Makanya mengapa tampilan iklan apa saja yang kita saksikan, entah itu di baliho atau di koran atau di tv serta di photo-photo produk selalu cerah, menarik dan bahkan membuat kita ngiler untuk memilikinya, menikmatinya.
  4. Account email khusus. Ketika saya berdiskusi dengan teman yang akan mengurus toko online tersebut menganggap bahwa email khusus tersebut adalah email bisnis yang bila perlu berbeda dengan account email lainnya. Jadi, alamat email ini kalau bisa juga namanya sama dengan nama toko dan seterusnya.
  5. Nomor ponsel khusus. Tentu saja e-commerce dan toko online selalu meminta nomor ponsel, karena banyak hal. Seperti untuk berkomunikasi dengan toko online, tapi juga bisa menjadi alat untuk pengiriman pesan-pesan rahasia entara penyedia toko dan pemilik toko.
  6. Buku catatan yang khusus berhubungan dengan toko yang akan dibuka. Buku ini penting untuk mencatat semua data-data supaya suatu saat nantinya bila kelupaan, dengan mudah kita sudah punya catatannya.
Jadi itulah yang kami persiapkan untuk memulai membuka toko online di e-commerce. 

Selasa, 14 Juli 2020

Seberapa Penting Testimoni Pembeli?


Kalau Anda membeli barang melalui online shop dan ketika proses pembelian itu sudah selesai, kemudian Anda melupakannya begitu saja, maka hal tersebut mungkin kurang "disukai" oleh toko online. Walaupun demikian sebenarnya cukup banyak orang yang memiliki sikap seperti Anda. Ketika membeli barang dan kita sudah mendapatkan barang tersebut, urusannya sudah selesai. Saya yakin setiap online shop berharap setiap pembeli akan memberikan testimoni atau kesaksian bagaimana pengalaman berbelanjanya. Hal ini bisa diketahui dari iming-iming, point dan penghargaan dari online shop kepada siapapun yang mau memberikan testimoni tersebut.

Memang pemberian testimoni itu ditujukan kepada penjual atau pelapak. Walaupun kesaksian tersebut bisa berupa negatif ataupun positif. Tapi testimoni itu sendiri sangat bermanfaat untuk mengangkat nama baik pelapak tapi terlebih juga online shop itu sendiri. Misalnya saja, Tokopedia memberikan Rp.500 kepada mereka yang rela memberikan testimoni dengan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti harus berapa huruf dan juga lengkap dengan foto yang diupload dari barang yang dibeli. Demikian juga dengan online shop Shopee yang memberikan rewards bagi mereka yang rela menulis kesaksian dan pengalaman berbelanjanya serta disertai bukti foto dari barang yang diterima untuk memperkuat kesaksiannya.

Testimoni itu sendiri berisi bagaimana perasaan pembeli dengan pengalaman membeli. Ada tiga hal yang bisa disinggung dalam testimoni tersebut. 


  1. Barang yang diterima. Barang yang diterima itu menyangkut kwalitas barang, apakah sesuai dengan diskripsi produk. Diskripsi produk bisa jadi berhubungan dengan original barang atau barang tembaan (non ori). Kalau memberi kepuasan kepada pembeli maka dia tak akan segan-segan untuk memuji-muji bukan hanya barangnya, tapi juga penjual dan bahkan online shop itu sendiri. Sebaliknya bila barang yang dijual mengecewakan, maka tentu saja kesaksian pembeli bisa menjadi palu godam yang menghancurkan bukan hanya toko atau pelapak bahkan juga akan merusak reputasi online shop itu sendiri.
  2. Pelapak. Pelapak berhubungan dengan berbagai hal, seperti, kecepatan merespon pembeli, kecepatan melayani (dalam hal ini membungkus dan mengirim) tapi juga lebih dari pada itu kesopanan, kebaikan penjual ketika melakukan komunikasi dengan pembeli akan berpengaruh juga ketika menyampaikan testimoni. Jadi testimoni itu benar-benar mengungkap rasa (senang, tidak senang, kecewa, sakit hati, tersinggung dll) terhadap pengalaman yang dijumpainya ketika membeli kepada sebuah pelapak.
  3. Toko online. Testimoni yang baik akan memberikan ikatan yang dekat dengan toko online. Pembeli bisa menjadikan langganan di online shop tersebut. Dia bisa kembali bukan hanya kepada pelapak, tapi juga akan kembali kepada toko online tersebut. Bila pembeli sampai menyatakan KAPOK membeli di toko online yang dimaksud, maka inilah awal larinya pembeli dari online shop tersebut.
Jadi ternyata pengaruh dari sebuah testimoni itu tidak sederhana dan bahkan bisa jadi menjadi pemicu bagi orang lain untuk datang dan membeli, tapi juga menjadi palu godam yang akan menjadi momen jatuhnya sebuah toko online karena kekecewaan pembeli yang diungkap dalam testimoni atau kesaksian mereka.

Testimoni adalah tempat orang jujur mengungkapkan perasaan yang dialami oleh pembeli. Tetimoni yang disampaikan adalah hasil dari pengalaman nyata. Dan pengalaman itu tentu saja berhubungan dengan banyak hal seperti yang telah disinggung di atas.


Selasa, 07 Juli 2020

Kalau Ada Toko Terdekat, Kenapa Harus Pilih yang Jauh?


Memang online shop atau toko online memberikan banyak pilihan yang sangat beragam. Apa saja bisa dicari. Kalau tidak ada di toko online yang satu maka bisa memilih online shop yang lain dan bahkan bisa banyak pilihan. Kalau kita mau berbelanja sebuah jam tangan, dan kita menuliskan di pencaharian online shop yang kita pilih, maka akan muncul puluhan bahkan ratusan jam tangan sesuai dengan apa yang sedang kita cari. Banyaknya pilihan ini tentu saja sangat menguntungkan karena di sinilah kita bisa memilih dari segi, harga, originalitas, dan jarah toko dari rumah kita.

Saya menyebutkan jarak toko, karena inilah yang harus menjadi pertimbangan kita juga. Kalau ada flash sale sebuah barang murah, contohnya barang kebutuhan shampo misalnya. memang harganya yang dari Rp. 50.000 satu paket misalnya, menjadi Rp. 25.000 tapi ternyata sang lapaknya ada di Jakarta, sementara kita di Bali, maka harganya akan menjadi sama dengan toko kelontong sebelah rumah. Kenapa? Karena memang harga tersebut berdiskon 50% tapi ongkirnya bisa melebihi harga pasaran yang ada di wilayah kita.

Makanya, jarah toko seharusnya menjadi pertimbangan penting karena berhubungan dengan ongkos kirim. Makanya jangan senang dulu bila ada flash sale tapi barang diflash sale itu beratnya yang harus ditanggung ongkirnya melibihi dari harganya itu sendiri. Tapi kan ada ongkir gratis? Ongkir gratis akan berguna banyak bila berat barang yang kita beli tidak melibihi batas minimal pemberian ongkir gratis tersebut. Contohnya, biasanya yang ditanggung ongkir gratis itu sekitar Rp. 20.000, selebihnya, maaf ya say, ente harus membayar sendiri. 
Untuk menyiasati hal ini maka yang kita lakukan adalah mencari lokasi toko di online shop seperti di Shopee.com misalnya akan membantu biaya ongkos kirim. Contohnya, kalau lokasi rumah kita di Malang, bila ada barang yang kita cari di toko di satu daerah bersyukur, artinya sangat kecil ongkirnya. Tapi kalaupun tidak maka kita bisa mencari lokasi toko di Surabaya atau kalaupun tidak ada di Yogyakarta. Bagaimana mengetahui lokasi toko lapak di toko online tersebut? Tinggal membuka profil tokonya maka di situ akan tertera alamat daerah atau wilayah toko.

Makanya di sinilah kita bisa menimbang-nimbang antara yang paling murah tapi kalau jauh lokasinya, atau kita memilih yang tidak terlalu mahal tapi toko penjualnya tidak jauh dari lokasi kita.

Memang ongkos kirim ini memang menjadi biaya tambahan bagi para pembelanja online. Karena yang menanggung ongkirnya kita bukan penjual. Berbeda kalau kita membeli di toko fisik. Apalagi toko fisik itu sepelemparan batu saja, yaitu di tetangga kita. Tapi kan tidak semua apa yang kita butuhkan itu tersedia di sekitar kita. Makanya online shop menjadi solusi yang mantap. 

Terkadang saya juga berhitung, kalau kita ingin membeli sebuah barang dengan perhitungan kita keluar rumah, selain juga ada uang parkir, uang bensin. Berbada dengan online shop, kita hanya mengeluarkan ongkir, kita tinggal menunggu di rumah. Tapi, tentu saja kita juga mempertimbangkan segi sosialnya dalam pengertian, kalau kebutuhan itu menyangkut kebutuhan sehari-hari, seperti shampo, minyak goreng, mie, makanan ringan, maka alangkah baiknya kalau kita membeli di warung sebelah kiri dan kanan serta depan dan belakang rumah kita, samberi kita mengenal lebih dekat tetangga kita. Karena bagaimanapun tetangga itu adalah saudara yang paling dekat.

Senin, 06 Juli 2020

Bagaimana Kalau Barang Pesanan Online Kurang?


Kalau barang pesanan yang kita beli secara online di suatu online shop ternyata kurang? Pesan lima, tapi yang dikirim empat. Pesan dua barang ternyata yang dikirim hanya satu. Apa yang harus saya lakukan? 

Sebenarnya, ketidaksempurnaan memang menjadi milik manusia, kita dan kita. Jadi bisa saja penjual khilaf dengan mengirimkan barang yang ternyata jumlahnya kurang. Terus terang dalam setengah bulan ini saya mengalaminya sebanyak dua kali. Dan pengalaman tidak mengenakkan sekali yang terjadi beberapa tahun yang lalu. 
Pengalaman Pertama saya membeli sebuah mini photo studio di sebuah toko online. Membeli Mini Photo Studio ini kan berbentuk kotak dan sudah paket dengan lampu led dan juga sebuah background. Ketika barang datang sudah saya pasang semuanya, tinggal satu alat pendukung yaitu lampu LED. Tentu saja saya kembali mencari lampu tersebut ternyata tidak diketemukan.

Ini yang saya lakukan, untungnya saya belum memberi penilaian dengan barang tersebut sampai benar-benar berfungsi dengan baik. Makanya, secepatnya saya menghubungi pihak penjual dengan memberi keyakinan bahwa memang dalam paket tersebut tidak ada lampu LEDnya. Puji Tuhan, penjual dengan cepat minta diambil gambar paket beserta isinya. Setelah saya menunggu akhirnya pihak penjual sangat responsif meminta maaf atas ketidaknyamanan berbelanja saya. 

Sebenarnya pengalaman seorang dengan yang lain bisa jadi berbeda karena memang tidak mudah menyampaikan informasi yang tidak bisa kita lihat oleh penjual. Kalau penjual memang baik tentu saja akan ditanggapinya dengan mencari bukti-bukti. Sebab artinya, kalau memang kurang, karena kesalahan penjual, yah pihak penjuallah yang menanggung biaya keseluruhan, seperti pengepakan, pengiriman. 

Pengalaman kedua adalah ketima berbelanja di sebuah lapak toko online dengan melakukan pembelian portable light stand tripod sebanyak dua buah. Setelah menunggu tiga hari barang tersebut akhirnya datang juga. Tapi ketika saya terima paket tersebut sedikit bertanya-tanya, sebesar apakah tripod tersebut, kok bentuk paketnya kecil memanjang? Logikanya, kalau memang dua tripod yang dikirim pastilah akan lebih besar bentuknya. Nah, ketika kecurigaan awal muncul, saya siap-siap menggunakan kamera ponsel saya ketika melakukan pembongkaran paket. Benar saja, portable light stand tripod tersebut hanya satu. Maka tanpa ba bi bu saya langsung menghubungi penjual lewat chat pribadi dengan mengirimkan bukti foto paket yang saya terima.

Alhamdulillah penjual tidak melakukan pembelaan atas keteledoran tersebut. Hanya saja otomatis ada biaya tambahan bagi penjual yang harus ditanggung. Tampaknya penjual tidak mau rugi kehilangan uang untuk pengiriman. Sementara saya sendiri tentu angkat tangan karena bukan kesalahan saya. Solusi yang ditawarkan adalah saya diminta untuk membeli barang-barang yang sifatnya murah dan kecil di toko tersebut kemudian barang yang ketinggalan tersebut akan diikutsertakan.

Bagi saya ketimbang urusannya panjang, dan saya ingin mengerti si penjual, maka solusi yang diberikan itu saya terima. Akhirnya saya membeli sebuah tablet stand mini. Tentu saja akhirnya saya berterima kasih dengan respon yang baik dari penjual.

Ketiga, ini merupakan pengalaman yang tidak mengenakkan di mana saya membeli sebuah ponsel bekas, tapi penjual mungkin pemain baru dalam melakukan penjualan secara online. Setelah paket saya terima ternyata keadaan ponsel tersebut LCDnya pecah. Bagaimana tidak pecah, cara membungkusnya hanya dengan bungkus kardus bekas, kemudian diisolasi keliling sampai penuh. sementara ponselnya sendiri tergoncang ketika digerakkan.

Saya berusaha untuk bersikap tenang dan segera menghubungi penjual. Tapi penjual langsung reaktif dengan mengatakan, saya sudah berusaha untuk membungkusnya dengan baik. Kalau sudah seperti itu saya tidak bisa berbuat apa-apa. 

Senin, 29 Juni 2020

Cerdas Berburu Barang di Flash Sale


Berburu barang di momen flash sale di e-commerce atau di toko-toko online yang bertebaran di Indonesia memang mengasyikkan dan penuh dengan tantangan, apalagi diskon yang diberikan mencapai 90-95% dan ketersediaan barang tidak banyak atau limit stock (tentunya tidak diberitahu oleh penjual berapa barang yang tersedia). Penulis pernah berburu sebuah camera sport action dengan harga normal Rp. 750.000 dan dijual pada momen flash sale hanya Rp. 10.000. Bayangkan, berapa orang yang akan memperebutkan barang tersebut? Saya yakin pasti ratusan atau malah jutaan yang memperebutkan barang terbatas tersebut. Sayapun gagal. Dan bahkan banyak yang mengalami nasih yang sama dengan saya.

Hal tersebut saya ketehui dari respon di chatting terbuka di toko online tersebut yang melakukan "unjuk rasa" dengan menyampaikan omelan, gerutuan, kejengkelan, kekecewaan dan uangkapan-ungkapan ketidakpuasan yang disampaikan. Terkadang saya membacanya sangat lucu yang disampaikan dalam komentar-komentar yang muncul tersebut. Hampir semua yan gagal mempertanyakan kegagalannya. Coba perhatikan komentar berikut, "Masa ia sih, langsung habis?" Sementara yang lain berujar, "Kok, tiga detik langsung habis?" Seorang pemburu juga nimbrung, "Kok tiga detik, setengah detik langsung amblas." Bahkan ada yang curiga, "Kayaknya hanya satu barang." Beruntung seller berusaha menjawab dengan sabar semua gerutuan dan kecurigaan pembeli dengan memberitahu bahwa ada 10 pcs yang menjadi rebutan.

terus terang saya beberapa kali membeli barang hasil dari flash sale yang tentu murah dari harga normalnya. Tapi itu berhasil karena berbagai pengalaman gagal dalam berburu flash sale. Kegagalan itu dikarenakan tidak disiapkan dana yang tersedia di e-commerce tersebut yang disimpan di dompet elektronik, sehingga ketika memasukkan barang di keranjang dan kemudian ingin melakukan pembayaran, sudah keburu disabet orang lain. Karena prinsipnya, siapa cepat dia yang dapat dalam prosesi flash sale tersebut. Memang prakteknya berbeda dengan berburu flash sale secara offline di toko langsung. Ketika barang sudah dipegang, maka pembayaran bisa kemudian. Tapi di e-commerce, terkadang, pembayaran juga menjadi faktor kekalahan kita mendapatkan barang flash sale tersebut.

Makanya, sedikit tips bila ingin berburu barang pada masa-masa flash sale. Silahkan Anda isi dompet elektronik yang disediakan oleh toko online tersebut, sehingga ketika dilangsungkan flash sale, Anda tinggal melakukan klik beli, lalu bayar. Bayangkan, kalau Anda masih repot transfer dari elektronic banking apapun itu, maka akan kalah cepat dengan mereka yang sudah memasukkan uang untuk pembayaran. Tapi kalaupun ini gagal, artinya keburuntungan berburu flash sale tidak berpihak kepada Anda.

Flash sale memang momen di mana penjual menawarkan barangnya dengan harga yang sangat rendah dalam waktu yang dibatasi tapi juga barang yang sudah ditentukan. Biasanya flash sale mengikuti momen-momen tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan momen-momen khusus di mana momen tersebut istimewa. Walaupun saat ini flash sale bukan lagi di waktu-waktu tertentu lagi, bahkan setiap hari selalu ada flash sale. Promosinya, juga jangan ditanya. Setiap kita membuka aplikasi apapun terkadang muncul di sana. Membuka email muncul promosi flash sale, membaca berita, juga ada di sana, membuka aplikasi android, di sanapun terpampang.

Hanya saja terkadang kita sering terhipnotis dengan rayuan flash sale tersebut. Terhipnotisnya bagaimana? Terkadang barang yang muncul dan ditawarkan itu adalah barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sehingga yang terjadi adalah kita berburu barang bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan dan bahkan sekedar karena promosi yang lewat di muka kita. Kalau fulus banyak, tentu tidak jadi masalah kita berburu flash sale, tapi bila keinginan itu melebihi pikiran sehat di mana uang kita pas-pasan, maka flash sale seharusnya dihindari.