Tips Dan Trik Pengalaman Masalah Hidup | Makkellar

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Senin, 29 Juni 2020

Cerdas Berburu Barang di Flash Sale


Berburu barang di momen flash sale di e-commerce atau di toko-toko online yang bertebaran di Indonesia memang mengasyikkan dan penuh dengan tantangan, apalagi diskon yang diberikan mencapai 90-95% dan ketersediaan barang tidak banyak atau limit stock (tentunya tidak diberitahu oleh penjual berapa barang yang tersedia). Penulis pernah berburu sebuah camera sport action dengan harga normal Rp. 750.000 dan dijual pada momen flash sale hanya Rp. 10.000. Bayangkan, berapa orang yang akan memperebutkan barang tersebut? Saya yakin pasti ratusan atau malah jutaan yang memperebutkan barang terbatas tersebut. Sayapun gagal. Dan bahkan banyak yang mengalami nasih yang sama dengan saya.

Hal tersebut saya ketehui dari respon di chatting terbuka di toko online tersebut yang melakukan "unjuk rasa" dengan menyampaikan omelan, gerutuan, kejengkelan, kekecewaan dan uangkapan-ungkapan ketidakpuasan yang disampaikan. Terkadang saya membacanya sangat lucu yang disampaikan dalam komentar-komentar yang muncul tersebut. Hampir semua yan gagal mempertanyakan kegagalannya. Coba perhatikan komentar berikut, "Masa ia sih, langsung habis?" Sementara yang lain berujar, "Kok, tiga detik langsung habis?" Seorang pemburu juga nimbrung, "Kok tiga detik, setengah detik langsung amblas." Bahkan ada yang curiga, "Kayaknya hanya satu barang." Beruntung seller berusaha menjawab dengan sabar semua gerutuan dan kecurigaan pembeli dengan memberitahu bahwa ada 10 pcs yang menjadi rebutan.

terus terang saya beberapa kali membeli barang hasil dari flash sale yang tentu murah dari harga normalnya. Tapi itu berhasil karena berbagai pengalaman gagal dalam berburu flash sale. Kegagalan itu dikarenakan tidak disiapkan dana yang tersedia di e-commerce tersebut yang disimpan di dompet elektronik, sehingga ketika memasukkan barang di keranjang dan kemudian ingin melakukan pembayaran, sudah keburu disabet orang lain. Karena prinsipnya, siapa cepat dia yang dapat dalam prosesi flash sale tersebut. Memang prakteknya berbeda dengan berburu flash sale secara offline di toko langsung. Ketika barang sudah dipegang, maka pembayaran bisa kemudian. Tapi di e-commerce, terkadang, pembayaran juga menjadi faktor kekalahan kita mendapatkan barang flash sale tersebut.

Makanya, sedikit tips bila ingin berburu barang pada masa-masa flash sale. Silahkan Anda isi dompet elektronik yang disediakan oleh toko online tersebut, sehingga ketika dilangsungkan flash sale, Anda tinggal melakukan klik beli, lalu bayar. Bayangkan, kalau Anda masih repot transfer dari elektronic banking apapun itu, maka akan kalah cepat dengan mereka yang sudah memasukkan uang untuk pembayaran. Tapi kalaupun ini gagal, artinya keburuntungan berburu flash sale tidak berpihak kepada Anda.

Flash sale memang momen di mana penjual menawarkan barangnya dengan harga yang sangat rendah dalam waktu yang dibatasi tapi juga barang yang sudah ditentukan. Biasanya flash sale mengikuti momen-momen tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan momen-momen khusus di mana momen tersebut istimewa. Walaupun saat ini flash sale bukan lagi di waktu-waktu tertentu lagi, bahkan setiap hari selalu ada flash sale. Promosinya, juga jangan ditanya. Setiap kita membuka aplikasi apapun terkadang muncul di sana. Membuka email muncul promosi flash sale, membaca berita, juga ada di sana, membuka aplikasi android, di sanapun terpampang.

Hanya saja terkadang kita sering terhipnotis dengan rayuan flash sale tersebut. Terhipnotisnya bagaimana? Terkadang barang yang muncul dan ditawarkan itu adalah barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sehingga yang terjadi adalah kita berburu barang bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan dan bahkan sekedar karena promosi yang lewat di muka kita. Kalau fulus banyak, tentu tidak jadi masalah kita berburu flash sale, tapi bila keinginan itu melebihi pikiran sehat di mana uang kita pas-pasan, maka flash sale seharusnya dihindari.

Tawaran Gratis Ongkir? Kenali Dulu Syarat-syaratnya


Promosi penawaran gratis ongkos kirim (ongkir) tentu menjadi daya tarik tersendiri karena hitung-hitung kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan ongkir dan hanya membayar harga barang saja. Toko-toko online besar yang sudah ternama pasti akan berusaha untuk menyediakan layanan ongkir gratis ini untuk menarik minat pembeli melalui toko onlinenya.  Mereka berlomba-lomba menyediakan ongkir gratis ini. Tentu saja yang diuntungkan adalah pembeli. Kalau selama ini pembeli yang melakukan transaksi melalui toko online harus dibebani dengan ongkos kirim, maka penawaran ongkir gratis itu seperti malaekat penolong memotong tambahan dana pengiriman.

Tapi tentu saja, ongkir gratis itu berita besarnya dan berita baiknya, tapi bukan berarti pihak toko online mau rugi dengan menanggung biaya ongkir, atau ada jasa pengiriman yang melakukan promosi dengan menawarkan penghantaran barang secara gratis. Karena merekapun punya beban biaya yang cukup besar untuk dikeluarkan dalam melakukan bisnisnya. Tentu saja bukan domain saya untuk menjelaskan skema yang dipakai oleh mereka dengan promosi ongkir gratis itu. 

Tapi yang ingin saya jelaskan adalah penawaran ongkir gratis itu memiliki syarat-syarat tertentu hingga diketemukan apa yang disebut dengan ongkos kirim gratis tersebut. Makanya saya menulis berdasarkan orang yang membeli barang melalui online dengan menggunakan ongkir gratis. Syukur-syukur kalau ada yang bisa menjelaskan detail di kolom komentar mengenai ongkir gratis oleh jasa pengiriman yang bekerjasama dengan toko online.

Ongkos kirim gratis tentu saja tidak berdiri sendiri di mana setiap pembeli di sebuah toko online akan secara otomatis akan mendapatkan layanan ongkos kirim gratis. Makanya jangan kecewa kalau awalnya kita tertarik dengan ongkir gratis, tapi ketika melakukan transaksi ternyata kita tetap kena biaya pengiriman. Makanya ongkos kirim gratis biasanya berhubungan dengan beberapa hal berikut ini:
  1. Mereka memberi syarat minimal pembelian. Maksudnya, ada toko online (kebanyakan) memberlakukan, kalau Anda ingin menggunakan ongkos kirim gratis tapi barang yang Anda beli hanya Rp. 20.000 saja, jangan harap Anda akan mendapatkan fasilitas tersebut. Biasanya ongkir gratis berlaku ketika pembeli mencapai pembelian Rp. 50.000 ke atas. Bahkan kalaupun Anda melakukan order pembelian sampai Rp. 49.950,- Anda tidak akan mendapatkan ongkir gratis itu. Tentu ini memancing kita untuk menambah barang pembelian sampai mencapai minimal order tersebut. Cilakanya, kita sering terpancing untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan hanya berburu ongkir gratis ini. 
  2. Ongkir gratis yang ditanggung biasanya dalam jumlah tertentu. Contohnya, kalau Anda membeli barang yang beratnya melebihi jumlah yang ditentukan, maka Anda harus menanggung lebihnya dari jumlah yang ditentukan. Misalnya, kalau jumlah ongkir gratis itu maksimal Rp. 20.000,- maka bila barang yang Anda beli itu melebihi jumlah tersebut, ya siap-siap saja Anda menambah ongkir. Contohnya ongkir yang harus dibayar Rp. 40.000 maka Anda harus membayar sejumlah Rp. 20.000 lagi.
  3. Kalau Anda membeli banyak item barang, di tempat toko berbeda, dalam satu transaksi tentu saja ongkir yang diberlakukan, misalnya ketetapannya Rp. 20.000 ya sejumlah itulah ongkir gratisnya. Selebihnya, silahkan Anda membayar.
  4. Ongkir gratis biasanya dibatasi dalam satu bulan beberapa kali saja sesuai dengan ketetapan toko online tersebut.
  5. Ada kalanya di beberapa toko online ongkir gratis menggunakan kode kupon yang disediakan oleh toko tersebut. Sementara toko lainnya hanya menggunakan tanda khusus dari toko pelapak.
  6. Terkadang ongkir gratis tidak berlaku bagi semua pelapak, hanya pelapak-pelapak tertentu yang bertanda khusus ONGKIR GRATIS yang tentu berhubungan dengan penggunaan jasa pengriman tertentu atau yang sudah bekerjasama dengan toko online yang dimaksud.
  7. Terkadang juga ongkir gratis berlaku dengan pembayaran tertentu, misalnya dari e-wallet atau dompet elektronik tertentu. Kalau kita punya banyak point di toko online tertentu, maka kalau mau menggunakan point itu sebagai pembayaran, maka terkadang kita tidak boleh berharap mendapatkan ongkir gratis.
Jadi, tawaran ongkos kirim gratis memang menggiurkan, hanya saja, jangan senang seratus persen dengan penawaran tersebut, karena Anda akan bertemu dengan banyak syarat berikutnya.



Sabtu, 27 Juni 2020

Menolak Pembeli Online Sama Dengan Merusak Reputasi Diri


Apakah Anda pernah ditolak pembeli karena berbagai alasan oleh penjual online? Kalau ia, kita pernah senasib sebab sayapun pernah dan bahkan bukan sekali dua kali, tapi sering. Bagi saya, penolakan itu mendatangkan konsekuensi yang rumit dalam mengurus banyak hal. Kerumitannya adalah, kita harus mencari barang lain yang serupa. Tapi kalau kita ogah untuk meneruskan ingin membeli barang tersebut, maka bukan dengan cara semudah Anda melakukan transfer uang bisa kembali. Uang tersebut bisa masuk ke saldo, atau apapun di toko online tersebut, jadi tidak otomatis kembal ke rekening kita dana tersebut. Apalagi kalau barang tersebut ternyata hanya beberapa yang langsung kita bandingkan dengan toko online yang lain, maka tidak semudah membalikkan tangan dana akan kembali.

Makanya kalau saya sebagai orang baru dalam berbelanja secara online maka bisa saja saya akan segera memberi cap kepada penjual sebagai orang yang tidak konsisten. Apalagi kita sulit untuk mencari alasannya kenapa ditolak. Kalau alasan yang masuk akal, tentu kita bisa memaklumi. Tapi kebanyakan tidak beralasan. Kalau saya ingin berada di pihak penjual maka diberikan label atau memberi cap kepada penjual oleh satu orang itu seperti mennghentikan satu pelanggan untuk bisa kembali kepada tokonya. Kalau sepuluh orang yang ditolak, maka 10 orang juga yang memberi cap tidak konsisten, tidak niat untuk berbisnis, dan segala macam cap yang harus disandangnya.

Penjual bisa saja beralasan, kita kan bukan Superman yang bisa siap kapan saja memenuhi apa yang menjadi permintaan pelanggan. Persoalannya, kalau secara online, tentu sistim mengatur semua keluar dan masuk barang, sehingga penjual tinggal melakukan pantauan saja, antara permintaan barang dengan ketersediaan di gudang. Kalau memang barangnya ada 10, tentu sistim di toko online tersebut akan memberitahu jumlah ketersediaan tersebut, dan bila ada yang sudah melakukan trannsaksi pembayaran, maka secara otomatis barang akan berkurang.

Mungkin tidak sesederhana itu, tapi penolakan terhadap pembeli dengan alasan-alasan tertentu akan mengecewakan. Makanya, banyak toko online memberi pesan di deskripsi barangnya dengan menulis, silahkan menanyakan dulu ketersediaan barang sebelum melakukan pembelian. Celakanya, saya punya pengalaman lebih menyakitkan lagi di mana, walaupun saya sudah menanyakan ketersediaan barang dengan chat yang disediakan, dan dijawab, masih tersedia, tapi setelah melakukan transaksi pembayaran, dan kemudian pembelian barang tidak segera diproses.

Saya tidak tahu apakah toko-toko online itu punya aturan tertentu kepada penjual yang beberapa kali melakukan penolakan terhadap pembeli yang sudah melakukan pembayaran. Tapi yang jelas, kalau hal tersebut sering dialami oleh pembeli maka jangan kaget bila akhirnya pembeli online mencari toko online yang banyak tersebar di beberapa tempat di Indonesia ini dan bahkan bisa memesan atau membeli di toko online luar negeri.

Memang beberapa faktor yang membuat pembelian kita mengalami penolakan. Bisa jadi karena memang ketersediaan barang terbatas, sehingga penjual tidak bisa melayani. Atau juga penjual tidak memiliki managemen yang baik di mana bisa saja dia membuka lapak di beberapa toko online, dan tidak diperhitungkan ketersediaannya. Ketersediaan barang itu juga beragam, bisa jadi barang yang ada tidak sesuai dengan yang direquest oleh pembeli dalam soal warna, atau tipe dan jenis dan seterusnya.

Benar, bahwa penjual memberi pesan besar-besar supaya sebelum melakukan pembelian, ditanyakan dulu. Tapi tidak semua orang memiliki kebiasaan bertanya dulu kepada penjual, tapi sebaliknya ia sudah memiliki keyakinan, bahwa apa yang terpampang lengkap dengan photo dan diskripsi yang jelas itu bentuk penjual menyediakan barangnya.

Jadi kalau terjadi penolakan dalam melakukan pembelian secara online, siapa yang harus disalahkan? Tidak ada. Tapi kembali bahwa pembeli adalah raja, dialah yang menentukan dan dia punya hak untuk pindah ke toko lain, atau bahkan memberi cap sebagai penjual yang tidak bisa dipercaya. Seperti halnya penjual yang punya hak untuk menolak pembelian dari customer atau bahkan pelanggannya. Masinng-masing ada resiko, seperti hidup ini juga penuh dengan resiko.

Di Manakah Tukang Bangunan Kalau P*p*s Ketika Bekerja?



Ke manakah tukang bangunan yang kita sewa untuk bekerja memperbaiki rumah kita kalau mau p*p*s atau malah buang air besar? Pertanyaan ini muncul ketika sekitar satu tahunan merenovasi rumah dan memperhatikan tukang-tukang yang bekerja itu dengan luar biasa. Jadi situasinya, tukang bangunan itu sedang merenovasi rumah yang mana si empunya rumah masih ada di rumah tersebut. Kamar mandi hanya dua dan itupun kamar mandi utama yang biasa dipakai oleh tuan rumah. Mereka enggan menggunakan kamar mandi karena dianggap tidak sopan dengan tuan rumah.

Kalau bangunan yang sedang dikerjakan masih berupa bangunan-bangunan yang tanpa penghuni, mereka bisa saja lanngsung di sela-sela rumah atau di belakang rumah yang tersembunyi tidak kelihatan orang. Tapi bagaimana kalau bangunan yang sedang dikerjakan itu bangunan sudah jadi dan sifatnya sudah tinggal finishing? Sementara yang empunya rumah sudah mulai menempati.

Ada kalanya mereka justeru pergi ke luar dan mencari tempat seperti sungai di sekitar bangunan tersebut. Tapi bagaimana kalau hal tersebut terjadi di kota-kota besar di mana sulit untuk mencari tempat yang sepi untuk membuang h*j*t? Tulisan ini justru ingin memancing siapapun untuk memikirkan sesuatu yang mungkin lepas dari pemikiran pemborong atau si empunya rumah atau siapapun.

Karena kebanyakan para tukang merasa tidak enak bila menggunakan kamar mandi utama dari si empunya rumah. Selain merasa tidak pantas, tapi juga keadaan mereka kan pastilah berdebu yang bila masuk ke kamar mandi otomatis akan mengotori jalan ke kamar mandi tersebut. Puji syukur bila ada kamar mandi luar di mana kamar mandi tersebut bersifat umum dipakai oleh banyak orang. Tapi kalau tidak tersedia kamar mandi seperti itu, ke manakah mereka akan p*p*s atau buang h*j*t?

Inilah yang perlu dipikirkan. Karena tidak baik juga bila mereka menahan keinginan untuk buang air itu? dari segi kesehatan pastilah itu sangat berbahaya bagi para tukang

Walau Ada 1000 Bintang Lima Tapi Bintang Satu Akan Dievaluasi


Memang karakter pembeli itu seperti raja yang menuntut yang TERbaik dan TERhebat, TERbagus serta yang WAH dalam pelayanan sebuah toko online. Makanya dalam pencarian semua yang TER tadi akan mengevaluasi sebuah toko untuk membeli sebuah barang. KAlau sebuah toko online berhasil mengumpulkan 1000 bintang lima, tapi dia akan mendalami 2 atau 3 BINTANG SATUnya. Kenapa? Karena faktor ingin meneliti, ingin mendapatkan barang terbaik, ingin mendapatkan barang yang memuaskan. Jadi, kalau bisa, sebuah toko online meminimalisir mendapatkan penilaian buruk walaupun itu hanya SATU saja.

Pengalaman ini tentu bukan pengalaman orang lain, tapi pengalaman pribadi di mana ketika kita ingin mengeluarkan duit untuk membeli sebuah barang, dan sudah menentukan barang tersebut, maka pertanyaan terakhir, seberapa puaskah orang dengan toko yang menjual barang tersebut? Boleh jadi banyak orang yang merasa puas dengan memberikan respon positif dari pengalaman berbelanja dan membeli barang di toko tersebut, tapi bukan berarti itu menjadi pongah. Sebab ternyata saya kalau mau menentukan barang dan melihat pengalaman orang membeli barang yang sama seberapa puaskah. 1000 orang mungkin merasa puas, tapi ternyata ada 5 orang yang memberikan pengalaman negatif, maka pengalaman negatif itu akan dilihat, mengapa dia memberikan pengalaman buruk tersebut?

Pembeli memberikan buruk itu tentu berangkat dari pengalaman tidak nyaman, kurang enak dan bahkan buruk, dan apa yang pernah menimpanya itu adalah sebuah kejujuran. Tentu saya tidak berbicara mengenai pesaing, atau kompetitor dengan barang yang sama. Tapi, tentu saja, bila barang yang diterima itu adalah baik dan memuaskan, maka hal tersebut akan terungkap dalam pemberian bintang. Makanya, terkadang kita menjumpai sebuah toko pelapak yang meminta kepada pembeli, ketika sudah menerima barang, difoto dan bahkan kalau perlu divideo. Karena jangan-jangan ada kekeliruan atau ada barang yang rusak dan seterusnya yang menjadi bukti yang bisa diklaim kepada pejual.

Tapi kembali kepada pembeli, yang walaupun banyak orang sudah memberikan bintang lima, maka bisa saja akan memperhatikan, kenapa ada orang yang memberikan bintang satu. Bisa jadi pengalaman buruk itu berupa, pengiriman agak lama, walaupun barangnya bagus. Bisa saja, dalam menanggapi pembeli yang bertanya-tanya mengenai barang dengan nada negatif lalu dibalas dengan emosi marah-marah, walaupun pelayanan penjual berusaha sebaik-baiknya. Bisa jadi cara pembungkusan atau packing yang serampangan dan kurang menarik, walaupun responnya cepat dan seterusnya.

Artinya, rupanya pelayanan yang prima terhadap pembeli akan menjadikan penjual merasa puas. Bila pembeli puas, rasanya tidak mungin pembeli akan memberikan bintang hanya satu. Jadi, walaupun sudah ada 1000 bintang, tapi hindarilah orang atau pembeli memberikan bintang 1. Karena bintang satu itulah yang akan ditelitinya, selain respon positif yang menjadi rekomendasi bagi pembeli memutuskan untuk mengeluarkan dananya.

Jumat, 19 Juni 2020

Menurunkan Kwalitas Pelayanan, Jadi Iklan Buruk


Kalau kita sudah masuk ke dalam tahap menjadi pelanggan, maka itu menjadi harapan dari para pelapak dan toko online serta jasa pengiriman. Karena jika seseorang memutuskan untuk menjadi pelanggan, artinya orang tersebut sudah merasakan ada nilai lebih dari tempat yang akan dijadikan langganan itu sendiri. Ini tidak terbatas kepada barang saja, tapi juga tempat atau toko online, dan juga tentu saja jasa. Makanya kalau kita ke toko fisik, seringkali kita berkata, sudah langganan bos!

Menjadi pelanggan itu seharusya menguntungkan kedua belah pihak. Pihak tempat yang dijadikan langganan di mana barangnya akan cepat habis, dan bahkan semakin tahu barang yang harus disediakan atau distok dan seterusnya. Semakin banyak barang yang berputar, tentu semakin banyak pula fulus yang masuk dari keuntungan perputaran barang ataupun jasa. Walaupun tetap memburu pembeli dadakan, dan biasanya kita melakukan servis dengan baik supaya dia bisa menjadi pelanggan tetap. Pembeli dadakan memang diharapkan, tapi pembeli yang berlangganan menjadi tujuan akhirnya.

Keuntungan yang didapatkan dari pelanggan tentu saja pelanggan yang menentukan jadi pelanggan itu karena bisa jadi pernah merasa senang sekali punya pengalaman berbelanja yang terpatri di hatinya. Entah itu karena banyak bonusnya, banyak mendapatkan keuntungan lainnya, baragnya luar biasa, pelayanannya ramah, dan seabrek kwalitas yang menjadikan orang akhirnya memutuskan untuk berlangganan tetap. Tapi ingat bahwa menjadi pelanggan juga adalah sifatnya bebas, tanpa ada yang mengikat. Yang mengikat adalah dirinya sendiri orang tersebut pada akhirnya. Tapi celakanya, semakin hari penawaran-penawaran dan promosi-promosi selalu hadir di setiap waktu yang menggoda supaya seseorang pindah menjadi pelanggannya.

Di sinilah sihir iklan dan magic promosi bisa mengubah seseorang yang semula menjadi pelanggan sebuah produk, atau toko online, atau penggunaan jasa pengiriman akhirnya "mengkhianati" tempat langgananannya dan beralih karena ada iming-iming baru datang. Makanya pelayanan yang berkwalitas sangat dituntut supaya orang menjadi "terikat" dengan pilihannya, kalau bisa seperti menjadi opium atau candu terhadap langganannya.

Setidak-tidaknya inilah yang pernah saya alami secara khusus ketika menggunakan jasa pengiriman tertentu. dua atau lima tahun lalu, kalau ingin mengirimkan sebuah barang, maka yang diingat adalah jasa pengiriman tertentu (tidak berani menyebut) karena selalu konsisten sesuai dengan perkiraan. Biasanya kalau dari jakarta ke Surabaya atau Malang, maka dua hari pasti akan muncul. Saya tidak perlu lagi untuk selalu mengecek tracking yang disediakan di website mereka. Karena saya yakin bahwa mereka akan berkerja dengan penuh kwalitas yang mumpuni. 

Sekarang, kalau saya membeli barang secara online, dan si penjual atau pelapak tidak menyediakan jasa pengiriman lainnya, maka setelah dua hari selalu mengecek tracking, sampai di mana barang saya. Yang biasanya dua atau tiga hari tiba, bisa-bisa sampai lima atau enam hari. Padahal ongkos kirimnya semakin meningkat harganya. Mengapa, karena kwalitasnya diturunkan. Kita tidak tahu apakah di managemen atau di bagian apa, tapi yang pasti kwalitas yang disodorkan bukan kwalitas yang terbaik lagi.

Kwalitas sebuah barang atau jasa, atau apapun, itu memang real menurun ketika keluhan itu bukan hanya diborong oleh saya pribadi. Tapi ternyata juga dirasakan oleh orang lain. Kalau orang lain juga megalami seperti apa yang saya alami, maka pastilah perusahaan atau toko atau apapun namanya sudah semuanya setuju, kwalitasnya turun. Padahal menurunkan kwalitas akan menjadi iklan buruk yang akan ditularkan dari mulut ke mulut. Komentarnya orang bisa jadi berupa:

  1. Sekarang tidak bisa diandalkan, walaupun kita memesan yang paling cepat
  2. Tidak seperti dulu, yang selalu tepat waktu.
  3. Barangnya kwalitasnya jelek.
  4. Kapok saya menggunakan jasa ini.
  5. Emoh saya belanja di tempat itu.
  6. Saya punya pengalaman buruk dengan toko online tersebut
  7. Toko online tersebut tidak bisa menyelesaikan persoalan yang saya hadapi
  8. dan seterusnya, dan seterusnya.

Rabu, 17 Juni 2020

Belanja Online itu Kayak Orang Jatuh Cinta


Percaya atau tidak kalau judul di atas diinspirasi oleh komentar seorang pembeli yang begitu penasaran terhadap barangnya  yang dipesan di sebuah toko online di Indonesia. Tapi komentar tersebut bernada negatif karena dia merasa kecewa terhadap dua hal dengan pengalaman belanja online orang tersebut. Pertama, kecewa dengan penjual, karena dianggap lelet dalam merespon transaksi yang dilakukan. Kedua kecewa dengan Jasa Pengiriman yang menambah jengkelnya orang tersebut karena menambah lebih lama tibanya barang yang dipesan itu.

Ibaratnya, kalau seseorang sedang jatuh cinta, maka yang ada adalah keinginan untuk segera bertemu dengan sang pujaan hatinya. Semua peristiwa akan dihitungnya. Dari hari, jam dan bahkan bayangan akan pujaan hatinya itu juga menjadi pertimbangan untuk tidak dilewatkan. Mungkin ini bombastis. Tapi ini nyata di mana orang yang berbelanja dan menentukan barang yang dipesannya itu bukannya tanpa perasaan suka terhadap barang tersebut. Justru karena dia suka dari pandangan pertamanya kemudian ditelitinya itulah yang akhirnya dia memutuskan untuk menyukainya.

Sekarang ketika barang pujaan hatinya itu sudah diputuskan untuk segera dimilikinya, maka dia akhirnya melakukan transaksi dengan harapan, barang itu segera ada di tangannya. Dia akan segera menghitung harinya. Kalau dia melakukan transaksi hari Senin, maka dihitunglah berapa lama barang itu akan sampai ke tangannya. Dia melakukan perhitungan melalui pengalaman sebelumnya. kalau dari Jakarta ke kotanya biasanya dua hari, maka itulah yag akan menjadi patokannya. Begitupun ketika tiba hari H yang biasanya paket akan tiba, tapi ternyata oleh penjual belum diproses, maka mulailah ia merasa dongkol dengan penjual.

Ingat biasanya pembeli berharap, dengan hitungan bim salabim, aba kadabra, barang langsug dibungkus, dan hari itu juga dikirim. Makanya, banyak orang yang akan memuji penjual yang sangat responsif dalam menangani pembeli. Pujiannya itu setinggi langit. Sebaliknya, pembeli akan merasa terganggu bila penjual lelet dalam menangani barang yang akan dikirim. Memang, sisi buruknya, terkadang pembeli tidak mau tahu berbagai halangan dan rintangan yang dialami oleh penjual. Yang saya tahu, saya ingin membeli, dan langsung dikirim.

Jangan Sampai Pembeli Memberi Tanda

Kalau pembeli yang ibaratnya seperti orang yang sedang jatuh cinta itu merasa terganggu dengan perasaannya untuk segera memegang dan menikmati barang yang sudah lama diidam-idamkan itu, entah itu karena penjual yang kurang rensposif, atau jasa pengiriman yang ngadat, maka beberapa hal ini bisa saja terjadi.

  1.  Aku akan menandai toko pelapak ini. Aku tidak akan kembali membeli barang-barangnya lagi apapun alasannya.
  2. Kalau bertemu dengan orang lain, aku akan bercerita pengalaman saya yang tidak mengenakkan, dan memberitahu jangan membeli di toko ini. Apalagi toko fisiknya juga jelas ini akan berdampak buruk.
  3. Aku akan memberikan respon dan komentar negatif mengenai toko pelapak ini berdasarkan pengalaman yang tidak mengenakkan yaitu menghalangi perasaan saya yang sedang jatuh cinta.
  4. Bila ditambah dengan jasa pengirimannya juga menambah runyam, yah akan diseret-seret ketidakpuasan
  5. Celakanya, kalau sudah gelap mata, bisa saja toko onlinenya menjadi catatan untuk tidak dikunjungi lagi.