Mengapa Mereka Takut Divaksin?

Kamis, 05 Agustus 2021

Mengapa Mereka Takut Divaksin?


Kesempatan untuk melakukan dialog dengan beberapa tukang yang berasal dari kampung, jauh dari perkotaan mengenai vaksin, membuat saya bertanya-tanya, informasi apa yang sudah diterima sehingga menolak vaksin Corona di masa pandemi COVID-19? Pertanyaan saya langsung kepada mereka, mengapa kok tidak mau divaksin? Jawabannya beragam. Tapi yang membuat saya kaget adalah, berdasarkan katanya, takut mati, karena katanya ada yang divaksin setelah itu mati. Karena saya masih punya anak dan istri, saya masih jadi tulang punggung keluarga.

Saya jawab, yang mati karena divaksin itu di mana? Kejadiannya kapan? Berapa orang yang meninggal karena vaksin. Dia sendiri tidak bisa menjawab, dan dia hanya menceritakan bahwa ia hanya mendengar dari kata orang. Barulah saya bercerita ibu saya di Surabaya yang sudah tua, tapi dia bisa lolos dari Corona walaupun kanan kirinya banyak yang kena virus.

Informasi yang saya sampaikan itu mungkin kedudukannya sama yaitu berdasarkan katanya. Sebagai orang yang menyetujui vaksin dan sudah divaksin, tentu saja saya berusaha untuk mempengaruhi orang lain supaya mau divaksin.

Tapi, rupanya menarik juga bahwa bukan hanya beberapa tukang yang saya temui yang 'emoh' untuk divaksin, seorang ibu yang saya kenal mengaku tidak mau divaksin. Alasannya berbeda dengan tukang tadi. Ia mengatakan, "Alah, mertua saya walaupun sudah divaksin bahkan sudah dua kali, tetap saja kena virus Corona dan sangat parah. Lalu apa gunanya vaksin." Demikian kira-kira argumennya. Menjawab alasan ibu tadi, saya hanya punya pengalaman yaitu ibu saya yang sudah divaksin dan dia sampai saat ini tidak terkena virus Corona walaupun di kanan kirinya terkena virus.

Saya menambahkan argumen saya supaya lebih kuat dengan mengatakan, "Kita ini kenapa alergi dengan vaksin, bukannya kalau kita punya anak dari lahir sudah dikenalkan dengan vaksin. Ada vaksin campak dan deteran vaksin-vaksin lainnya yang sudah biasa kita dengar dan anak kita tentu kita vaksin untuk mengantisipasi penyakit. Nah,vaksin Corona juga seperti itu, kenapa kita alergi vaksin Corona? Padahal vaksin itu sebagai cara untuk mengantisipasi bila kita terkena virus Corona.

Akhirnya, tugas pemerintah memang cukup berat untuk meyakinkan masyarakat betapa pentingnya vaksin beserta aman bila kita melakukan vaksin. Tapi di sisi lain ternyata ada persoalan juga dengan vaksin ini, yaitu, bagaimana masyarakat yang sudah sadar pentingnya vaksin harus berjuang untuk mendapatkannya. Hal ini menjadi sangat rentan bagi mereka yang apatis dengan vaksin karena kesulitan untuk berburu vaksin juga tidak mudah. Setidak-tidaknya ini juga yang dialami oleh seseorang yang karena dia harus sering ke luar kota, tapi dia sendiri ogah untuk vaksin. Dia khawatir nanti bukti sudah divaksin menjadi syarat perjalanannya dia.

Begitu rumitnya memang menghadapi virus Corona ini bagi semua orang.

0 komentar:

Posting Komentar