PONSEL ADALAH BARANG MATI HARGAILAH YANG HIDUP

Rabu, 27 November 2019

PONSEL ADALAH BARANG MATI HARGAILAH YANG HIDUP


Judul di atas mungkin terlalu kasar untuk ditulis namun dalam kehidupan sehari-hari kekasaran-kekasaran sikap karena hadirnya "pihak ketiga" menjadikan kita menjadi makhluk yang sering lebih menghargai kehadiran ponsel pintar ketimbang pribadi-pribadi yang kehadirannya kurang dari 10 meter dari kita. Kita sering menjadi orang-orang penakut untuk sekedar, "Dari mana?", atau "Sedang apa" dan sapaan-sapaan pembuka pembicaraan. Sebaliknya kita malah sering tersenyum sendiri dengan gawai yang digenggam, dan bahkan tertawa terbahak-bahak dengan benda tak bernyawa bernama handphone.

Memang kita sedang masuk ke dalam era digital yang semuanya serba klik, semua urusan bisa tertangani. Banyak kemudahan yang kita dapatkan dengan sekali sentuh. Tapi ketika masuk ke dalam wilayah hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, kita menjadi orang-orang yang gagap. Dahulu ketika kita berada di area umum seperti di stasiun, terminal atau duduk di taman, bila ada orang di sekitar kita, begitu mudahnya kita membuat pola untuk bisa tersambung secara hubungan. Kita begitu kreatif dengan menyapa, bertanya, menegur orang-orang yang dekat dengan kita. Sekarang, kurang dari 1 meterpun kita tidak bisa konek dengan orang yang ada di sekitar itu.

Sebaliknya kita seperti punya 100 perusahaan yang terlalu sibuk untuk hanya sekedar menoleh ke kanan atau ke kiri terhadap orang yang hadir di sekitar kita. Mata, hati, pikiran dan bahkan jiwanya begitu fokus dengan layar ponsel yang sebenarnya itu adalah barang mati. Sementara orang yang ada di sekitar kita adalah pribadi yang hidup yang katanya makhluk sosial.

Celakanya, masing-masing orang memiliki kenyamanan seperti itu, sehingga dunia ini seperti hanya diisi oleh pribadi-pribadi yang hanya perduli dengan ponsel. Kita tidak tahu, sampai kapan situasi seperti ini akan terus terjadi? Atau dua dan beberapa tahun ke depan suasananya akan menjadi bertambah suram. Kita tunggu saja.

Berikut ini adalah Cara-cara atau Tips untuk memecahkan Kebekuan Suasana

0 komentar:

Posting Komentar