Membully Sama dengan Merusak Masa Depan Korbannya

Kamis, 13 Februari 2020

Membully Sama dengan Merusak Masa Depan Korbannya

(Sumber Foto: flickr.com)

Tangisan gadis SMP yang duduk di bangku kelas tidak membuat tiga anak laki-laki itu menghentikan aksinya. Bahkan sambil menendang salah seorang pelaku mengenai badan perempuan berjilbab yang semakin terlihat ketakutan. Sementara pukulan tidak berhenti di situ, gagang sapu yang dipegang oleh pelaku dipukulkan ke arah gadis yang tak henti menangis sambil menahan badannya mendapat pukulan. Itulah yang disaksikan dalam video Youtube yang kini sedang viral. Berita terakhir, ketiga pelaku yang masih katagori remaja itu sedang berada di kantor polisi untuk dimintai keterangan dan bahkan dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Peristiwa yang sering muncul dengan pola yang sama yaitu pembullyan yang terjadi di sekolah, akhirnya tidak menimbulkan kekagetan lagi. Dan seharusnya hal ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan. Kenyataannya betapa sekolah-sekolah yang memiliki kasus-kasus pembullyan tidak bisa mengatasi munculnya pembullyan tersebut. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang paling aman ternyata menjadi tempat yang menimbulkan kesengsaraan bagi korban-korban bully. Artinya sistem keamanan sekolah-sekolah dengan kasus bully tidak berjalan dengan baik. 

Kita boleh punya 1001 macam alasan untuk berusaha melempar tanggungjawab kepada apapun. Entah itu alasannya, kekurangan guru, gaji gurunya yang kecil atau apapun, namun bukan berarti semua alasan tersebut memaklumkan terjadinya kasus bully di sekolah. Kalau Anda membuka Youtube dan melakukan pencarian soal bully, maka akan muncul deretan kasus-kasus bully yang terkadang menimbulkan korban nyawa. Memang bukan karena bully, tapi dampaknya akibat bullyan itu baik dalam jangka waktu cepat maupun di kemudian hari.

Bullying adalah aktifitas seseorang atau kelompok orang dengan tujuan untuk memojokkan orang atau kelompok lain di luar kelompoknya. Caranya dengan merendahkan, mengolok-olok dan bahkan dengan tindakan fisik. Dampak dari bully itu sendiri sangat mengerikan, yaitu bisa mengarah kepada gangguan mental seperti depresi, rendah diri, kecemasan, kesulitan tidur, menyakiti diri sendiri sampai bunuh diri. Kalau konteksnya di sekolah, bully bisa menurunkan semangat belajar, rasa tidak aman berada di sekolah, tentu berakibat juga dengan prestasi.

Jadi dampaknya yang dirasakan oleh korban bukan dampak sederhana. Memang, ada yang menyebutkan bahwa bullying punya dampak positif, seperti lebih tahan menghadapi masalah, menunjukkan motivasi yang lebih tinggi karena tidak mau direndahkan, dan introspeksi diri. Namun kalau dilihat sisi negatifnya, jelas lebih besar bahayanya bagi korban bullying. 

Siapa yang mau disalahkan? Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa tidak akan ada pihak dari kasus-kasus bully itu yang mau dipersalahkan. Tapi tentu saja, tulisan ini bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi bukankah deretan peristiwa mengenai bullying itu menjadi pelajaran yang berharga dari semua sekolah. Jangan sampai sekolah hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, tapi lupa bagaimana membina anak-anak kita dan membuat sistim bagaimana bully itu tidak terjadi. Ingat! Dampak bully itu merusak masa depan korbannya.

Baca Juga: Kapan Perundungan di Dunia Pendidikan Ditangani Sebelum Kejadian?

0 komentar:

Posting Komentar