Kapan Perundungan di Dunia Pendidikan Ditangani Sebelum Kejadian?

Sabtu, 15 Februari 2020

Kapan Perundungan di Dunia Pendidikan Ditangani Sebelum Kejadian?


Berbarengan dengan berita mengenai Lucinta Luna yang menyedot banyak perhatian publik, berita terjadinya perundungan di dunia pendidikan juga menghentakkan banyak orang. Hanya saja kalau berita mengenai Lucinta Luna karena obat-obatan terlarang yang baru kali ini terjadi, tapi perundungan di dunia pendidikan bukan berita baru terjadi dan selalu berulang.

Seperti biasa, setiap kejadian perundungan yang terkuak, langsung dengan sigap ditangani dengan cepat dan bahkan Gubernur Ganjar Pranowo pun turun tangan karena peristiwanya masuk di wilayahnya yaitu Jawa Tengah. Pertanyaannya, sampai kapan perundungan ini akan berakhir? Ataukah ini hanya ibaratnya seperti gunung es yang semuanya tidak tahu karena itu hanya di permukaan, tapi mungkin ada kasus-kasus yang tidak sempat terekspos. Dan seperti biasa ketika muncul semuanya terperanjat. Tapi, tahukah Anda bahwa kekagetan itu hanyalah kekagetan yang terulang.

Kekagetan itu seringkali hanya sebuah keterperanjatan sesaat, karena hanya sampai dalam taraf emosi. Dan namanya emosi, seringkali sifatnya sementara, dan ketika peristiwa lainnya muncul dan menutupi emosi yang lama, maka kitapun melupakannya. Jadi, kalau polanya seperti ini, maka kita menjadi bangsa yang sering dipermainkan oleh emosi.

Jikalau hanya sebatas emosi, dan penanganannya sifatnya emosi, maka penanganan itu tidak akan tuntas. Besok atau lusa bila terjadi lagi peristiwa yang sama, kitapun terangkat emosi kita dan menutupi emosi yang sudah berlalu. Penanganan terhadap perundungan cenderunng dilakukan setelah terjadi. Kalau demikian kapankah perundungan ditangani sebelum perundungan itu sendiri akan berlangsung? 

Pencegahan lebih baik dari pada terlambat. Mencegah terjadinya perundungan akan menghentikan jatuhnya banyak korban bully. Apakah artikel ini akan memberi solusi? Tidak, artikel ini hanya mengingatkan kepada yang berwenang dalam hal ini dunia pendidikan, dunia yang mengedepankan daya pikir, mengedepankan logika dan hal yang masuk akal, wilayah di mana menjadi sumber ilmu mestinya lebih lihai, lebih menguasai, lebih pintar dalam menangani perundungan ini sebelum perundungan itu muncul. Atau duani pendidikan kita hanya mengandalkan target, membentuk anak-anak pintar, anak-anak cerdas?

Baca Juga: Membully Sama dengan Merusak Masa Depan Korbannya?

0 komentar:

Posting Komentar