Yang Kesulitan Archlinux, Manjaro Juga Mantap

Selasa, 05 Januari 2021

Yang Kesulitan Archlinux, Manjaro Juga Mantap


Pengalaman melakukan install Linux Arch atau Arch Linux bagi awam mengenai ilmu komputer seperti saya memang membutuhkan semangat yang tangguh. Karena tingkat kerumitannya lebih ketimbang install Linux yang lain seperti Ubuntu, Linux Mint, Lubuntu, dan deretan Linux lainnya yang menggunakan ilmu 'NEXT' dan orang awam seperti saya juga bisa. Berbeda dengan Arch Linux yang benar-benar membutuhkan ketelitian dalam mengetik berbagai langkah-langkah terasa rumit. Sekali lagi, ini bagi orang awam seperti saya.

Pengalaman saya, kerumitan dimulai dengan pembagian ruang atau partisi sebagai langkah awal sebelum masuk ke deretan langkah-langkah selanjutnya. Bagi mereka yang mengerti pola pembagian ruang untuk penginstalan serasa gampang, tapi sulit nagi yang nol putul mengenai ilmu komputer. Karena pembagian ruang penginstalan tersebut bukan sekedar hanya membagi angka ruang di komputer kita, tapi ketika pembagian itu sendiri sudah membutuhkan langkah-langkah khusus.

Walaupun saya sudah berhasil pada tahap langkah pembagian ruang penginstalan tersebut, namun itu baru awal kesulitan. Langkah berikutnya adalah ketika melakukan penginstalan, inipun membutuhkan super ketelitian saat melakukan perintah-perintah pengaturan format dari partisi itu sendiri. Salah ketik sedikit saja mungkin kita akan kecewa karena gagal.


Kalau menginstall Linux lainnya itu hanya menggunakan ilmu Next termasuk seperti menentukan negara yang berhubungan dengan server maka Arch Linux harus menggunakan perintah yang harus diketik. Tindakan penginstallan Arch Linux sendiri bila berhasil bukan akhir dari perjuangan. Karena masih ada langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu melakukan konfigurasi sistem.

Konfigurasi sistem itu terasa mudah ketika install Linux semacam Ubuntu dan kawan-kawannya itu. Tapi di Arch Linux ini membutuhkan ketelitian dalam penulisan seperti kita install aplikasi melalui Terminal di Ubuntu dll. Jadi untuk menentukan password, waktu, lokasi, negara, nama user atau hostname semuanya dengan sebuah perintah. Beda kan dengan install Linux lainnya yang ditunjukkan dengan pilihan melalui gambar dan tulisan. Tapi sayang, saya sendiri gagal pada langkah konfigurasi ini yang memaksa saya pada akhirnya harus menyerah.


Nah, akhirnya saya memilih versi mudahnya dari Arch Linux itu yaitu Manjaro. Dan ternyata Manjaro juga mantap untuk dipakai karena banyak hal. Salah satunya adalah Manjaro langkah awal yang mudah sebelum kita masuk beralih ke Arch Linux.

0 komentar:

Posting Komentar