Baca Dulu Sebelum Transaksi Jual Beli Online

Selasa, 09 Februari 2021

Baca Dulu Sebelum Transaksi Jual Beli Online


Sebenarnya dalam dunia online terkadang seorang pembeli minta barang dikirim dulu, baru transfer. Tapi amankah model begini? Tentu saja tidak aman. Tapi kalau dibalik, bagaimana kalau ditransfer dulu, eh ternyata barang tidak dikirim? Tentu saja dua logika bolak-balik tersebut mirip-mirip dengan, ayam dulu baru telor, atau telor dulu baru ayam? Transaksi online, apalagi tidak ada orang ketiga yang hadir di dalamnya sebagai 'penengah' terjadinya transaksi itu sama-sama memiliki resiko. jadi berbeda kalau kita menggunakan e-commerce misalnya, yang hadir sebagai pengatur transaksi yang terjadi. 

Persoalannya, ada prinsip, tidak ada orang yang mau dirugikan. Dalam dunia buku di mana redaksi biasa melakukan transaksi jual beli buku melalui www.idebuku.com melalui online, kejadiannya sama saja. Setiap orang ingin memiliki pertahanan diri supaya tidak rugi. Jadi dua logika bayar dulu barang baru dikirim yang dipegang teguh oleh penjual. Tapi bukan berarti logika, barang dikirim dulu baru transfer, seluruhnya salah, karena ada juga orang-orang yang punya niat tidak baik di mana ketika dilakukan transfer, setelah itu penjual hilang tanpa bekas. Tapi bukan hanya itu, bisa saja barang yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan diskripsi barang yang disampaikan. Kalau dalam dunia buku, bisa saja mau beli buku original, eh ternyata yang datang buku hasil foto copyan. Seperti yang diberitakan oleh Jatimnow di mana seorang warga Ponorogo ditipu oleh penjual yang interaksinya dimulai dari facebook.com

Memang kasus-kasus penipuan yang muncul di masyarakat adalah ketika transaksi jual beli tidak terlalu transparan dalam banyak hal. Makanya, kehati-hatian, kejelasan, track record penjual dan pengalaman orang lain ketika berbelanja di toko yang dimaksud semuanya harus menjadi daftar pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi secara online.

Bagi Penjual:

  • Lazimnya memang transfer dulu baru barang dikirim
  • Pastikan pembeli merasa dilayani dengan baik, seperti menjawab setiap pertanyaan
  • Yakinkan bahwa penjual akan mengirimkan barang dengan memberikan info dalam setiap proses, seperti pengepakan, pengiriman, dan bahkan posisi barang di tangan kurir
  • Bisnis penjualan tentu berpikir mengenai reputasi, sekali reputasi jatuh, maka untuk membangun kembali bukan perkara mudah
  • Bisnis memang seharusnya mendatangkan pelanggan, dan hal itu bisa dibangun. Apa yang sudah dibangun seharusnya dipertahankan. Benar kata orang, membangun sebuah bisnis itu sulit, tapi lebih sulit lagi adalah mempertahankan dalam jangka waktu lama itulah yang perlu perjuangan.
Bagi Pembeli

  • Pastikan bahwa penjual yang kita akan melakukan jual beli itu memang benar-benar bisa dipercaya. Memang keyakinan itu sendiri subyektif, tapi lebih baik mencari informasi tambahan mengenai pihak yang akan dijadikan mitra bisnis tersebut
  • Pastikan bahwa barang yang akan dibeli itu memang dijual oleh orang terpercaya dengan melihat pengalaman orang lain yang sudah melakukan transaksi. Lacak penjual yang sekarang sangat mudah dilakukan di google.com.
  • Cari pembanding barang yang akan dibeli dengan penjual-penjual lainnya, termasuk mereka yang memiliki toko online di e-commerce.
  • Jangan mudah tergiur dengan iming-iming murah dari harga yang ada di pasaran. Karena barang yang harganya lebih murah dari pasaran, bisa jadi, barang BM (black market yang tidak melalui pajak resmi), bukan original, atau palsu, atau tembaan dan lai-lain.
  • Kalau bisa COD Cash on Delevery itu akan lebih terjamin dari segi keamanan, kepastian barang, keoriginalannya dan bisa langsung memutuskan membeli atau tidak
  • Yakinlah bahwa uang yang Anda peroleh adalah hasil kerja keras dan keringat. Maka hargailah uang Anda supaya tidak keluar secara percuma.



0 komentar:

Posting Komentar