Kunci Sakti Anda Tidak Stress dengan Media Sosial

Rabu, 03 Maret 2021

Kunci Sakti Anda Tidak Stress dengan Media Sosial


Sebuah hasil survei mengejutkan dirilis oleh Microsoft yaitu Digital Civility Index (DCI) yang menyebutkan indek ketidaksopanan netizen Indonesia berada di urutan 76 yang menunjukkan berada di paling bawah dengan tingkat ketidaksopanan paling tinggi di negara-negara se-Asia Tenggara. Hal ini seperti ditulis oleh Kompas. Sangat bertolak belakang dengan sebutan yang disematkan kepada kita sejak lama bahwa kita adalah negara dengan penduduk yang sangat ramah. Ketidaksopanan bisa dalam bentuk bulian, cacian, hardikan, cemoohan, hinaan dan hal-hal yang sifatnya menyerang orang lain dengan komentar-komentar pedas. Makanya tidak heran ketika Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu mempersilahkan untuk dikritik, dimaknai oleh sebagian orang dengan takutnya pengeritik terhadap buzzer. 

Memang bagi 'pemain baru' di dunia media sosial, mendapatkan bulian dari siapapun, apalagi bulian tersebut sangat tajam dan pedas, sontak akan mengagetkan. Apalagi menyangkut penyerangan secara pribadi, ide, gagasan, bahkan fisik, tentu bisa mengagetkan dan melukai. Namun demikian, yang harus diingat bahwa kitapun tidak bisa mengatur banyak jari-jari yang mengikuti perintah pikiran tersebut. Pada akhirnya kita harus belajar untuk melihat sisi-sisi kekurangan itu sebagai cara bagaimana kita memperbaikinya ataupun memikirkan bagian mana dari kelebihan kita yang perlu ditunjukkan. 

Memang pada akhirnya kita juga harus obyektif menilai komentar orang lain di dunia sosial dengan pikiran tenang dan mencerna setiap komen yang disampaikan. Kita harus bisa memilih dan memilah, apakah komentar yang datang itu sebagai kritik yang membangun atau komentar tersebut hanya sebuah lelucon yang tanpa isi, karena tidak diikuti oleh solusi. Bagi saya menarik juga apa yang dilaporkan oleh beberapa media yang memberitakan bagaimana bengisnya netizen Indonesia berkomentar dengan beberapa artis tanah air dan manca negara. Taruhlah artis Korea Selatan Han Soo He yang memainkan drama Korea yang terkenal itu "The World of the Merried" yang memerankan tokoh pelakor. Ia merasa sangat terganggu dengan komentar para netizen Indonesia yang sangat pedas. Lah, wong itu hanya sebagai acting, tapi rupanya dibawa perasaan oleh sebagian netizen dan emosi yang meluap-luar dengan ketidaksukaan itu diungkapkan dalam dunia nyata. 

Artinya apa? Artinya, bisa jadi ketika banyak orang yang bermain di media sosial dengan melontarkan berbagai cemoohan itu hanya karena mereka membawa perasaan yang diungkap dengan jari-jemari mereka dalam bentuk komentar. Jadi, kalau mereka para penyerang itu sudah bermain perasaan dalam melakukan bulian, kenapa kita juga membawa perasaan menerimanya? Padahal namanya perasaan itu berasal dari emosi, emosi terkadang bermain di luar nalar, di luar akal pikiran. Apa yang dolontarkan itu sifatnya sebentar.

Jadi kunci sakti supaya kita tidak menjadikan bulian, hinaan, bahkan omongan orang lain itu dimasukkan ke perasaan. Ambil nafas panjang, tenangkan diri dulu. Dengan kata lain, kuncinya adalah Jangan Bawa Perasaan atau yang kita kenal JANGAN BAPER. Santai SAJA, tenang dan jangan masukkan ke dalam hati dulu. 

0 komentar:

Posting Komentar