Tips dan Saran Sebelum Membeli Hewan Peliharaan

Rabu, 26 Mei 2021

Tips dan Saran Sebelum Membeli Hewan Peliharaan


Pengalaman kena tipu ketika admin Makkellar.com ingin membeli doggy, memang memberikan pelajaran yang berharga bagaimana menghadapi berbagai jebakan oleh para penipu yang mengatasnamakan penjual hewan peliharaan. Kejadiannya saya tulis DI SINI. Beberapa pelajaran yang saya dapat itu hasil analisa diri bagaimana supaya penipuan itu tidak terulang, tapi lebih dari itu penipuan tersebut tidak terjadi dengan orang lain. Keinginan tanpa kewaspadaan adalah asal mula peristiwa penipuan.

Keinginan untuk memiliki hewan peliharaan setelah memelihara kelinci  yang akhirnya bosan dan beralih ke hewan guk-guk atau anjing. Apalagi ketika anak merengek-rengek mengungkapkan keinginan yang sama maka akhirnya berniat untuk mencari anjing peliharaan. Merasa google menjadi tempat semua informasi termasuk hewan peliharaan, maka langkah pertama yang saya lakukan melakukan pencarian di google. Tapi juga lupa bahwa di google juga penyedia konten sebagai alat dan cara untuk menipu tentu tidak bisa hilang dari mesin pencarian tadi. Namanya semua tersedia. Tentu pihak google berangkat dari berpikir positif bahwa setiap pihak yang akan memberikan informasi itu bertujuan baik. Makanya, seharusnya, bukan hanya secara online kita mencari informasi, secara offline penting untuk kita telusuri.

Tips Pertama: Kumpulkan semua informasi mengenai barang yang kita ingini tersebut, baik jenis, harga, model, penjual, pemain dan bahkan situs-situs mengenai penipuan hewan peliharaan. Apalagi bila harga barang yang kita ingini itu harganya di atas Rp. 100.000. Sayang kan bila uang yang kita dapatkan dengan susah payah, raib oleh penipu. 

Tips Kedua: Carilah penjual hewan secara offline. Di mana lokasinya. Syukur-syukur bila punya kenalan yang biasa bermain di penjualan hewan peliharaan, itu lebih memberi kepastian. Ingatlah bahwa mereka yang menjadi pelaku penjualan langsung itu mengerti betul seluk beluk hewan yang kita ingini. Sementara, kita adalah orang yang buta sama sekali mengenai apa yang kita ingini tadi.

Tips Ketiga: Kumpulkan semua informasi mengenai hewan peliharaan yang kita cari dari penjual langsung. Ini penting sekali karena kita bisa juga menimbang harga yang sebenarnya di dunia perdagangan hewan peliharaan tadi. Bukan harga perkiraan atau harga yang kita sendiri tidak tahu pasarannya berapa?

Tips Keempat: Mencari penjual offline yang tepat (bila dapat) yang mengerti betul mengenai hewan peliharaan yang kita ingin miliki. Karena bila kita sudah melakukan transaksi maka tanggung jawab pemeliharaan, dan semua seluk-beluk mengenai mau dengan cara apa kita memeliharanya ada pada kita, bukan pada tetangga atau saudara lainnya, itu kita bisa dapatkan langsung dari penjual offline. Contohnya, berapa banyak makanan yang diberikan, perlu vaksin atau tidak, vitamin apa yang bisa diberikan kepada hewan dan seterusnya. Pengalaman saya, setelah terkena tipu, baru saya mengumpulkan dan mengingat-ingat siapa kenalan yang memiliki hewan peliharaan semacam yang kita ingini tadi.

Tips Kelima: Jangan mudah tawaran harga murah melalui online bila kita sudah tahu harga hewan yang dimaksud. Dan sebenarnya ini berlaku dengan berbagai penawaran murah yang tidak masuk di akal. Mengendalikan diri untuk berpikir obyektif sangat perlu supaya kita tidak terjebak dengan penipuan tadi.

Tips Keenam: Bila kita menggunakan pihak ketiga ketika ingin bertransaksi secara online seperti melalui tokopedia dan sejenisnya, maka bila konteks pembicaraan kita ini mengenai hewan, maka sekali lagi menggali informasi sebanyak mungkin mengenai hewan yang akan kita beli itu menjadi keharusan. Termasuk foto dan kondisi hewan. 

0 komentar:

Posting Komentar