Astaga! Makkellar Kena Tipu. Kok Bisa?

Senin, 24 Mei 2021

Astaga! Makkellar Kena Tipu. Kok Bisa?


Sebenarnya beberapa kali admin membahas masalah penipuan melalui dunia maya. Namun ternyata namanya penipuan tentu lebih mahir, lebih pintar, lebih strategis, lebih lihai dalam menjalankan penipuan. Karena walaupun admin sudah sering mengangkat masalah penipuan contohnya seperti pernah membahas penipuan yang mengatasnamakan artis Baim Wong. Tapi, akhirnya admin baru saja terkena tipu. Admin Makkellar kena tipu sebesar Rp. 950.000. Walaupun bukan penipuan inverstasi bodong, tapi setidaknya penipuan yang dialami oleh admin sangat menyakitkan.

Peristiwa penipuan terjadi pada malam hari raya idul fitri lalu tanggal 13 Mei 2019. Admin ingin membeli anjing peliharaan melalui online. Ketika mencoba mencari di pencarian Google, muncullah sebuah website yang menggunakan iklan Google sehingga muncul di halaman muka. Websitenya beralamat di brisliandogkennel.com. Sampai saat ini website ini masih bisa diakses. Kalau biasanya penipu menggunakan web blog gratisan, tapi rupanya kini lebih bermodal bahkan menggunakan domain segala. Ceritanya begini. 

Sebagai orang yang buta mengenai dunia anjing, mana yang murah dan mana yang mahal, lalu harga di pasaran berapa tentu membutuhkan penulusuran lanjutan. Padahal admin awalnya berpikir sederhana, ingin memelihara anjing lucu. Maka melihat penawaran yang menggiurkan akhirnya tertarik untuk membuka website brisliandogkennel.com. Dan akhirnya membuka nomor yang tersedia dengan mengarahkan ke whatsapp. 

Setelah masuk ke dalam diskusi yang akan saya tunjukkan berikut ini. Admin baru mengerti harga-harga di bawah ini sangat menggiurkan setelah admin mencoba berdiskusi dengan beberapa orang yang biasa berhubungan dengan masalah anjing piaraan.
Rupanya diskusi berlanjut bahwa anjing pilihan saya tersedia. Dan berikut hasil diskusinya di mana ia menunjukkan anjing yang akan siap dikirim. Sebenarnya admin masih sempat berpikir bahwa akan melakukan transaksi besok hari. Tapi si penipu mengatakan bahwa harga tersebut harga promosi di mana dua jam lagi harganya akan berubah.

Rupanya gambar yang dikirim kepada admin sangat menggiurkan di mana pilihan terhadap anjing Shih Tzu yang harganya sebenarnya buta bagi admin sendiri terasa menjanjikan. Makanya admin merasa sudah berada di jalan yang benar memesan anjing di tempat yang tepat. Makanya diskusi berlanjut ke rencana proses pembayaran

Karena saking inginnya untuk memiliki anjing piaraan karena ini merupakan baru pertama kalinya maka akhirnya tanpa ba bi bu admin langsung transfer malam itu juga ke nomor rekening yang diberikan oleh pihak penipu. Bahkan dia memberikan beberapa contoh transfer yang sudah dilakukan oleh orang lain di whatsapp tersebut.
Sang penipu rupanya masih sabar melayani admin dengan memberitahu bahwa paket anjing sudah dikirim dan dengan gembira admin menunggu sampai besok harinya. Bukti paket tersebut dikirim berupa foto seperti berikut.
Keesokan harinya admin bertanya bagaimana keadaan pengiriman anjing pesanan? Berikut diskusi esok harinya.
Keadaan menjadi berubah ketika sebuah telpon lain masuk ke nomor admin dengan nada keras sambil menanyakan apakah benar admin memesan anjing dengan jenis semuanya diungkap. Dan dengan nada membentak saya diminta untuk mempertanggungjawabkan pembelian anjing karena tidak stambung (entahlah, ini merupakan istilah pertama kali saya dengar)

Saya menjawab telpon tersebut dengan mengatakan, pembelian ini bukan urusan saya mengenai stambung, itu urusan pembeli. Dengan nyerocos penelpon tersebut mengaku dari kantor karantina bandara. Bagi saya agak aneh, dan saya menjawab, bagaimana mungkin pengiriman menggunakan pesawat, wong tempat penjual itu ada di Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan membentak lagi ia menganggap saya melawan petugas. Kemudian saya matikan hp karena sekarang menjadi sadar bahwa admin telah tertipu.

Admin kemudian mencoba menelpon penjual dan menanyakan mengenai stambung yang ditanyakan oleh penelpon yang mengaku dari kantor karantina hewan. Si penipu penjual tadi mengatakan, "Bapak tidak usah melawan, ikuti apa yang dikatakan oleh pihak penelpon tadi."

Saya kemudian menanyakan kembali, bagaimana bisa anjing pesanan itu dikatakan dari Banyuwangi, tapi katanya dikirim dari Surabaya? Penipu menjawab, "Memang tempat anjing-anjing yang dikembangkan itu ada di Banyuwangi, tapi kantornya di Surabaya." 

Lalu saya kembali disarankan untuk mengikuti saja apa kata penelpon yang mengaku dari karantina hewan itu. Tapi saya katakan, saya akan ke bandara dan saya akan bertanya langsung ke pihak karantina hewan. Dijawabnya, terserah bapak.  Tidak lama kemudian nomor HP saya diblokir dan tidak bisa menghubungi lagi. 

Tapi saya tunjukkan bahwa si penelpon yang mengaku dari pihak kantor karantina hewan itu memberikan pesan yang sudah saya copy berikut ini. 
Coba perhatikan gambar profil yang dipakai oleh orang yang mengaku dari pihak karantina hewan itu dari nomor +62 822-9769-7xxxxx. Isinya penuh dengan ancaman dengan mengatakan selamat bertemu di kantor polisi. Anehnya, nomor tersebut sekarang berubah gambar profilnya menjadi seperti ini 







0 komentar:

Posting Komentar