Hidup Adalah Pilihan

Rabu, 27 April 2016

Hidup Adalah Pilihan


Memang benar, bahwa hidup ini adalah pilihan. Setiap orang bisa memilih dan menentukan apa saja yang ingin dilakukannya. Tapi sebelum melakukannya siapapun bisa memikirkannya. Soal berpikir ini lebih bebas lagi. Berpikir adalah tindakan yang paling bebas dari sikap manusia yang tidak memiliki aturan dan hukumnya. Kalau kita berada di tempat ibadah dan kita berpikir kita sedang di jalan atau sedang melakukan tindakan yang dianggap berdosa tapi itu masih dalam tahap berpikir, maka kitapun sah-sah saja melakukannya. Namun ketika pikiran itu diikuri oleh tindakan, maka mulailah ada hukum di sana.

Sekali lagi setiap bagian-bagian dari hidup kita itu adalah pilihan. Kita mau apa saja kita memiliki kebebasan untuk melakukannya. Namun demikian kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang tentu memiliki aturan dan pagar-pagar, maka mulai dari situlah kita bisa memilih. Tapi juga pilihan kita itupun ada akibat ada hal yang mesti kita akan terima DARI KEPUTUSAN YANG KITA LAKUKAN ITU selalu ada akibatnya.

Tulisan dalam blog ini bukan ingin menjadi polisi karena kita seharusnya menjadi polisi bagi diri sendiri. Kitalah yang memilih tapi juga kitalah yang akan menerimanya konsekwensi dari pilihan kita itu. Jadi, sekali lagi, kitalah penentu hidup kita ke depan. Tuhan memang punya takdirnya, tapi kita juga punya wilayah pelakunya.


1 komentar: