<!-- SEO Blogger Start --> <meta content='text/html; charset=UTF-8' http-equiv='Content-Type'/> <meta content='blogger' name='generator'/> <link href='https://www.makkellar.com/favicon.ico' rel='icon' type='image/x-icon'/> <link href='https://www.makkellar.com/2016/05/pemantapan-rencana-touring-chevrolet.html' rel='canonical'/> <link rel="alternate" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.makkellar.com/feeds/posts/default" /> <link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - RSS" href="https://www.makkellar.com/feeds/posts/default?alt=rss" /> <link rel="service.post" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.blogger.com/feeds/2646944499045113697/posts/default" /> <link rel="alternate" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.makkellar.com/feeds/4320657997186886203/comments/default" /> <!--Can't find substitution for tag [blog.ieCssRetrofitLinks]--> <link href='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhowO8Ukh0Tkq9eeYXjvPCSxC8pzwNtvdQm0HYQr0pOdF-GIs5e9kLKSVJB7TMGSB22HXUPHJzpCt6oBQxCiNX5GJrTeoxrsyzuticWA9OVnxKS8jPXgwVUqUJGV_DtYYgo0lgjuvi43Pw/s320/IMG-20160503-WA0046.jpg' rel='image_src'/> <meta content='Ingin touring liburan akhir tahun lebih aman dan nyaman? Simak tips persiapan kendaraan, pemeriksaan ban, rute, BBM, navigasi offline' name='description'/> <meta content='https://www.makkellar.com/2016/05/pemantapan-rencana-touring-chevrolet.html' property='og:url'/> <meta content='Komunitas Anda Ingin Touring? Persiapan Ini yang Perlu Dilakukan' property='og:title'/> <meta content='Ingin touring liburan akhir tahun lebih aman dan nyaman? Simak tips persiapan kendaraan, pemeriksaan ban, rute, BBM, navigasi offline' property='og:description'/> <meta content='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhowO8Ukh0Tkq9eeYXjvPCSxC8pzwNtvdQm0HYQr0pOdF-GIs5e9kLKSVJB7TMGSB22HXUPHJzpCt6oBQxCiNX5GJrTeoxrsyzuticWA9OVnxKS8jPXgwVUqUJGV_DtYYgo0lgjuvi43Pw/w1200-h630-p-k-no-nu/IMG-20160503-WA0046.jpg' property='og:image'/> <!-- Title --> <title> Bukan makelar tapi Menjadi peranta untuk kebaikan bersama Komunitas Anda Ingin Touring? Persiapan Ini yang Perlu Dilakukan - Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera Komunitas Anda Ingin Touring? Persiapan Ini yang Perlu Dilakukan - Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera

Komunitas Anda Ingin Touring? Persiapan Ini yang Perlu Dilakukan

Foto Chevrolet Family Jatim CFJ dalam Sebuah Acara Touring

Tips Touring Liburan Akhir Tahun: Persiapan Mobil, Rute, dan Keselamatan Perjalanan

Liburan akhir tahun sering menjadi momen yang paling ditunggu untuk meninggalkan rutinitas. Jalanan menuju tempat wisata mulai ramai, keluarga menyusun rencana perjalanan, sementara komunitas otomotif mulai membicarakan satu agenda yang selalu menarik: touring bersama.

Namun touring bukan sekadar mengumpulkan kendaraan, menentukan tujuan, lalu berangkat beriringan. Perjalanan jarak jauh membutuhkan persiapan yang lebih matang. Apalagi jika rutenya melewati jalan tol, jalur pegunungan, daerah yang minim fasilitas, atau kawasan wisata yang padat pada musim liburan.

Draf lama artikel ini ditulis ketika masyarakat masih menghadapi pembatasan akibat COVID-19. Kondisi tersebut sudah berubah. Kini perhatian peserta touring sebaiknya diarahkan pada hal yang lebih relevan: keselamatan kendaraan, kondisi fisik pengemudi, kesiapan rute, komunikasi, cuaca, serta kemampuan menghadapi keadaan darurat.

Touring Bukan Sekadar Konvoi


Touring bersama komunitas memang menyenangkan. Ada pengalaman bertemu teman, menikmati perjalanan, berbagi cerita, sampai mengunjungi tempat baru.

Komunitasnya pun beragam, mulai dari pemilik SUV, MPV, sedan, kendaraan diesel, kendaraan klasik, hingga komunitas merek tertentu seperti Chevrolet, Toyota, Honda, dan berbagai klub otomotif lainnya.

Tetapi semakin banyak kendaraan yang ikut, semakin besar pula kebutuhan untuk mengatur perjalanan. Karena itu, panitia sebaiknya tidak hanya menentukan tujuan dan waktu keberangkatan, tetapi juga membuat rencana perjalanan yang realistis.

Jangan membuat jadwal terlalu padat. Touring bukan perlombaan untuk menjadi kendaraan pertama yang sampai tujuan.

Korlantas Polri juga menekankan pentingnya manajemen waktu, istirahat, pemeriksaan kendaraan, serta kondisi fisik pengemudi dalam perjalanan jauh. (Korlantas Polri⁠)

1. Periksa Kendaraan Sebelum Touring


Mobil yang biasa digunakan untuk pergi ke kantor belum tentu otomatis siap menempuh perjalanan ratusan kilometer.

Sebelum touring, lakukan pemeriksaan menyeluruh. Jangan hanya mengandalkan hasil pemeriksaan visual.

Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain:

* Kondisi dan tekanan ban.
* Ban cadangan.
* Rem dan kampas rem.
* Oli mesin.
* Cairan pendingin mesin.
* Oli transmisi sesuai jenis kendaraan.
* Aki dan sistem kelistrikan.
* Lampu utama, lampu rem, lampu sein, dan lampu hazard.
* Wiper dan cairan pembersih kaca.
* Kondisi suspensi dan kemudi.
* Dongkrak dan kunci roda.

Kondisi ban menjadi perhatian penting untuk perjalanan jauh. Tekanan ban sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan, bukan sekadar perkiraan. Tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kestabilan, pengereman, konsumsi bahan bakar, dan keselamatan. (Toyota Astra⁠)

Jika kendaraan sudah mendekati jadwal servis berkala, lebih baik servis dilakukan sebelum touring daripada menunggu masalah muncul di tengah perjalanan.

2. Jangan Lupa Menghitung BBM


Salah satu kesalahan yang sering dilakukan peserta touring adalah menganggap SPBU selalu mudah ditemukan.

Padahal rute wisata tertentu dapat melewati kawasan yang jauh dari SPBU. Karena itu, panitia sebaiknya mengetahui lokasi pengisian bahan bakar sepanjang perjalanan.

Jangan membuat perhitungan berdasarkan kondisi ideal. Pertimbangkan kemacetan, tanjakan, penggunaan AC, beban kendaraan, dan kemungkinan harus memutar karena kondisi jalan.

Harga BBM juga dapat berubah sehingga biaya perjalanan sebaiknya dihitung mendekati hari keberangkatan. Sebagai contoh, harga BBM Pertamina pada Agustus 2026 mengalami penyesuaian untuk sejumlah produk nonsubsidi. (Detik⁠)

Untuk touring komunitas, informasi mengenai SPBU dan perkiraan jarak antar-pengisian sebaiknya dibagikan kepada seluruh peserta.

3. Rute Touring Jangan Hanya Mengandalkan Google Maps


Smartphone membuat perjalanan jauh jauh lebih mudah. Namun jangan sampai seluruh rencana perjalanan bergantung pada koneksi internet.

Sebelum berangkat, unduh peta offline untuk wilayah yang akan dilewati. Google Maps memungkinkan pengguna menyimpan area tertentu dan menggunakannya ketika koneksi internet lambat atau tidak tersedia. Namun ketika offline, informasi lalu lintas secara real-time dan rute alternatif tidak tersedia. (Google Support⁠)

Selain aplikasi navigasi, panitia sebaiknya memiliki:

* Rute utama.
* Rute alternatif.
* Lokasi SPBU.
* Rest area atau tempat istirahat.
* Rumah sakit atau fasilitas kesehatan penting.
* Bengkel yang berada di sepanjang rute.
* Titik kumpul jika rombongan terpisah.

Inilah salah satu perubahan penting dalam konsep touring modern: jangan hanya menentukan destination, tetapi juga menentukan contingency plan.

4. Tentukan Sistem Komunikasi Rombongan


WhatsApp tetap berguna untuk koordinasi sebelum perjalanan, tetapi ketika kendaraan sudah bergerak, komunikasi harus dibuat lebih sederhana.

Rombongan dapat menggunakan radio komunikasi atau perangkat komunikasi lain sesuai kebutuhan. Setiap peserta perlu mengetahui siapa pemimpin rombongan, siapa yang berada di posisi paling belakang, serta siapa yang bertanggung jawab apabila terjadi masalah.

Nomor telepon penting sebaiknya sudah tersimpan di ponsel.

Jangan membuat terlalu banyak aturan komunikasi. Gunakan kode atau istilah sederhana agar pesan mudah dipahami ketika kondisi jalan ramai.

5. Jangan Memaksakan Formasi Konvoi


Ini salah satu hal yang sering terlupakan.

Touring bersama tidak berarti seluruh kendaraan harus terus berada dalam satu barisan rapat. Kondisi lalu lintas, lampu merah, kendaraan lain, persimpangan, dan perbedaan kemampuan pengemudi dapat membuat rombongan terpisah.

Yang lebih penting adalah setiap kendaraan mengetahui rute dan titik pertemuan berikutnya.

Dengan sistem tersebut, peserta tidak perlu mengejar kendaraan di depannya hanya karena tertinggal.

Keselamatan harus lebih penting daripada mempertahankan formasi.

6. Kondisi Pengemudi Sama Pentingnya dengan Kondisi Mobil


Mobil sudah diperiksa, tetapi bagaimana dengan orang yang mengemudikannya?

Pengemudi yang mengantuk atau kelelahan tetap menjadi risiko meskipun kendaraannya dalam kondisi sempurna.

Karena itu, jadwal touring sebaiknya memberikan ruang untuk istirahat. Jangan membuat target perjalanan berdasarkan asumsi bahwa semua orang mampu mengemudi dengan durasi yang sama.

Jika sudah mengantuk, berhenti.

Jangan melawan rasa kantuk dengan menaikkan volume musik, membuka kaca, atau minum kopi lalu terus memaksakan perjalanan.

Korlantas juga mengingatkan agar perjalanan direncanakan sehingga pengemudi tidak mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk.  


7. Siapkan Perlengkapan Darurat


Perlengkapan touring sebaiknya tidak berhenti pada HT dan charger.

Minimal setiap kendaraan perlu mempertimbangkan membawa:

* Ponsel dan charger.
* Power bank.
* Jas hujan atau payung.
* Air minum.
* Obat pribadi.
* Kotak P3K.
* Dongkrak dan kunci roda.
* Segitiga pengaman.
* Senter.
* Kabel jumper bila diperlukan.
* Ban cadangan atau perangkat perbaikan ban sesuai kendaraan.
* Dokumen kendaraan dan identitas penting.

Untuk perjalanan bersama keluarga, bantal, jaket, selimut ringan, dan perlengkapan pribadi juga dapat meningkatkan kenyamanan.

8. Perhatikan Cuaca dan Kondisi Jalan


Touring akhir tahun memiliki tantangan tersendiri karena cuaca dapat berubah cepat.

Sebelum berangkat, periksa prakiraan cuaca dan kondisi rute. Jika perjalanan melewati daerah pegunungan, pantai, atau jalur yang rawan longsor dan banjir, jangan hanya menggunakan informasi dari satu sumber.

Jika kondisi alam memburuk, perubahan jadwal bukan berarti kegagalan touring.

Touring yang sukses adalah touring yang semua pesertanya pulang dengan selamat.

9. Buat Touring Lebih Humanis


Ada satu hal yang sering hilang dalam touring komunitas: peserta terlalu fokus pada kendaraan dan tujuan.

Padahal touring sebenarnya adalah perjalanan manusia.

Ada pengemudi yang baru pertama kali mengikuti perjalanan jauh. Ada peserta yang membawa anak kecil. Ada anggota yang memiliki kemampuan mengemudi berbeda. Ada pula kendaraan yang sudah berusia cukup tua dan membutuhkan perhatian lebih.

Karena itu, panitia sebaiknya membangun budaya saling membantu.

Jangan mempermalukan peserta yang tertinggal. Jangan memaksa pengemudi mengikuti kecepatan kendaraan yang lebih kuat. Dan jangan menganggap masalah kendaraan orang lain sebagai urusan pribadi.

Justru di situlah nilai komunitas otomotif terlihat.

Touring yang Baik Bukan yang Paling Cepat


Touring liburan akhir tahun dapat menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan jika dipersiapkan dengan baik.

Mulailah dari kendaraan yang sehat, pengemudi yang cukup istirahat, rute yang jelas, komunikasi yang sederhana, perlengkapan darurat yang memadai, serta jadwal yang tidak memaksa.

Teknologi seperti GPS dan smartphone memang membantu, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya andalan.

Pada akhirnya, touring bukan tentang berapa banyak kilometer yang berhasil ditempuh atau seberapa cepat rombongan sampai tujuan.

Touring terbaik adalah ketika semua kendaraan tiba, semua peserta menikmati perjalanan, dan semuanya dapat kembali ke rumah dengan selamat.
Komunitas Anda Ingin Touring? Persiapan Ini yang Perlu Dilakukan Komunitas Anda Ingin Touring? Persiapan Ini yang Perlu Dilakukan Reviewed by Admin Brinovmarinav on 22.55 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.