Ada komunitas otomotif yang dikenal karena mobil-mobilnya. Ada yang dikenal karena touring jarak jauhnya. Ada pula yang dikenang bukan karena seberapa banyak kendaraan yang berkumpul, tetapi karena apa yang dilakukan anggotanya ketika mereka berkumpul.
Chevrolet Family Jatim atau CFJ termasuk komunitas yang menarik dilihat dari sisi tersebut.
Lahir di Jawa Timur pada 2 Juni 2015, CFJ dibangun sebagai komunitas pengguna dan pencinta mobil Chevrolet tanpa membatasi jenis atau model kendaraan. Seiring waktu, anggotanya tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga berkembang ke daerah lain.
Namun, usia sebuah komunitas sebenarnya tidak hanya diukur dari lamanya berdiri atau jumlah anggota. Ukuran yang lebih penting adalah apakah hubungan antaranggotanya tetap hidup dan apakah keberadaan komunitas tersebut memberikan manfaat di luar lingkaran internalnya.
Di sinilah ungkapan “Seduluran Saklawase” menjadi menarik. Dalam bahasa Jawa, ungkapan tersebut berarti persaudaraan selamanya. Bagi komunitas otomotif, maknanya dapat diterjemahkan lebih jauh: mobil boleh berbeda, daerah boleh berjauhan, tetapi hubungan antarmanusia tetap dijaga.
Dari Komunitas Mobil Menjadi Komunitas Persaudaraan
CFJ bukan sekadar tempat berkumpulnya pemilik Chevrolet.
Dalam komunitas otomotif, seseorang mungkin awalnya bergabung karena memiliki kendaraan dengan merek yang sama. Namun setelah sering bertemu, melakukan touring, berdiskusi tentang kendaraan, atau saling membantu ketika mengalami masalah di perjalanan, hubungan tersebut dapat berkembang menjadi persahabatan.
Konsep inilah yang membuat komunitas otomotif memiliki kekuatan sosial.
Seorang anggota CFJ yang sedang bepergian ke kota lain, misalnya, dapat menghubungi anggota lain yang tinggal di daerah tersebut. Jika memungkinkan, pertemuan sederhana seperti kopi darat dapat dilakukan.
Tidak harus selalu ada acara besar.
Secangkir kopi, percakapan singkat, atau bantuan ketika kendaraan mengalami masalah dapat menjadi bentuk nyata dari “Seduluran Saklawase”.
Persaudaraan justru sering terlihat ketika tidak ada kamera dan tidak ada acara resmi.
Touring Bisa Menjadi Sarana Berbuat Baik
Touring biasanya identik dengan perjalanan, kendaraan, foto bersama, dan destinasi wisata.
Padahal sebuah perjalanan komunitas dapat dirancang dengan tujuan yang lebih luas.
Misalnya, setiap touring dapat memiliki satu agenda kecil yang memberikan manfaat bagi masyarakat di lokasi tujuan. Bentuknya bisa bermacam-macam:
* Membersihkan lingkungan wisata.
* Mengurangi sampah plastik.
* Membantu fasilitas umum.
* Berkunjung dan berbagi dengan komunitas lokal.
* Membeli produk UMKM setempat.
* Mengadakan edukasi sederhana tentang keselamatan berkendara.
* Menggalang bantuan ketika terjadi bencana.
* Mengadakan kegiatan sosial bersama warga.
Dengan cara seperti ini, touring tidak berhenti sebagai aktivitas rekreasi.
Perjalanan menjadi sarana membangun hubungan sekaligus memberikan manfaat.
Belajar dari Pantai Dalegan
Salah satu kegiatan sosial CFJ yang menarik untuk diangkat kembali adalah aksi bersih-bersih di kawasan wisata Pantai Pasir Putih Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Kegiatan tersebut awalnya merupakan bagian dari agenda sosial komunitas. Para anggota tidak hanya datang sebagai wisatawan, tetapi ikut membersihkan lingkungan, menyediakan tempat sampah, dan mengajak pengunjung memperhatikan kebersihan kawasan pantai.
Menariknya, persoalan tersebut masih sangat relevan hingga sekarang.
Pada 6 Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menggelar aksi bersih sampah laut di kawasan Pantai Dalegan. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, santri, komunitas, dan masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan bahwa kebersihan kawasan pesisir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Artinya, kegiatan yang pernah dilakukan komunitas otomotif bertahun-tahun lalu ternyata masih mempunyai relevansi kuat dengan persoalan lingkungan hari ini.
Sampah Pantai Bukan Sekadar Masalah Pemandangan
Sampah di kawasan wisata sering dianggap sebagai persoalan estetika.
Pantai kotor berarti pemandangan tidak enak dilihat.
Padahal persoalannya lebih besar.
Sampah yang masuk ke lingkungan pesisir dapat mengganggu ekosistem, mengurangi kenyamanan wisatawan, dan pada akhirnya memengaruhi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kawasan wisata.
Kajian mengenai Pantai Dalegan juga menunjukkan bahwa persoalan sampah merupakan salah satu tantangan pengelolaan kawasan tersebut. Penelitian mengenai timbulan dan komposisi sampah di kawasan Pantai Dalegan menunjukkan adanya sampah dari aktivitas pengunjung, pedagang, maupun material yang berasal dari laut.
Karena itu, kegiatan komunitas yang sederhana seperti memungut sampah sebenarnya mempunyai pesan yang jauh lebih besar:
wisata yang baik membutuhkan lingkungan yang baik.
Touring Sekaligus Menggerakkan Ekonomi Lokal
Ada manfaat lain yang sering terlupakan ketika komunitas otomotif melakukan perjalanan.
Peserta touring membutuhkan bahan bakar, makanan, tempat parkir, penginapan, bengkel, oleh-oleh, hingga jasa lokal lainnya.
Artinya, rombongan wisatawan sebenarnya dapat ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah tujuan.
Komunitas dapat membuat prinsip sederhana: datang sebagai wisatawan, pulang sebagai sahabat daerah yang dikunjungi.
Misalnya, jangan hanya membawa makanan dari kota asal. Berikan kesempatan kepada pedagang lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Jika membutuhkan konsumsi dalam jumlah banyak, pesan dari UMKM setempat.
Jika membutuhkan oleh-oleh, belilah produk masyarakat lokal.
Jika menggunakan jasa pemandu atau fasilitas lokal, bayarlah secara wajar.
Touring dengan demikian tidak hanya menghabiskan uang di destinasi, tetapi ikut membuat uang berputar di masyarakat.
“Seduluran Saklawase” Tidak Berhenti di Internal Komunitas
Makna persaudaraan juga dapat diperluas.
Jika dahulu “Seduluran Saklawase” terutama digunakan untuk menggambarkan hubungan antaranggotanya, sekarang semangat tersebut dapat diterapkan dalam hubungan komunitas dengan masyarakat.
Ketika CFJ berkunjung ke sebuah daerah, komunitas tidak harus tampil sebagai kelompok yang datang kemudian pergi.
Mereka dapat berinteraksi dengan warga.
Mereka dapat menghormati aturan lokal.
Mereka dapat menjaga kebersihan.
Mereka dapat membantu pedagang lokal.
Mereka dapat berbagi pengetahuan tentang keselamatan berkendara.
Dan yang paling sederhana, mereka dapat meninggalkan lokasi dalam keadaan lebih baik daripada ketika mereka datang.
Inilah ukuran sederhana sebuah komunitas yang memiliki kepedulian sosial.
Membuat Agenda Touring yang Lebih Bermanfaat
Komunitas otomotif lain dapat mengambil inspirasi dari pola tersebut.
Tidak perlu setiap touring menjadi kegiatan sosial besar. Justru kegiatan kecil yang dilakukan secara konsisten sering lebih realistis.
Sebelum berangkat, panitia dapat menentukan satu tema sosial atau lingkungan.
Contohnya:
Touring + Bersih Pantai
Rombongan membawa kantong sampah, sarung tangan, dan perlengkapan sederhana. Setelah sampai di lokasi, peserta menyisihkan waktu untuk membersihkan kawasan yang diperbolehkan.
Touring + UMKM Lokal
Peserta diarahkan membeli makanan atau produk lokal daripada membawa seluruh kebutuhan dari kota asal.
Touring + Edukasi Keselamatan
Komunitas dapat membagikan pengetahuan mengenai pemeriksaan kendaraan, etika berkendara, dan keselamatan perjalanan.
Touring + Donasi
Peserta mengumpulkan dana secara sukarela untuk membantu fasilitas sosial atau masyarakat yang membutuhkan.
Dengan konsep seperti ini, agenda touring menjadi lebih bermakna tanpa kehilangan unsur rekreasi.
Komunitas Otomotif Bisa Menjadi Contoh
Masyarakat sering melihat komunitas otomotif hanya dari jumlah mobil yang beriringan di jalan.
Padahal di balik kendaraan tersebut terdapat manusia dengan kemampuan, pekerjaan, pengalaman, dan kepedulian yang berbeda-beda.
Karena itu, komunitas mempunyai kesempatan untuk menunjukkan bahwa kecintaan terhadap kendaraan dapat berjalan bersama dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
CFJ dengan semangat “Seduluran Saklawase” dapat dilihat bukan hanya sebagai komunitas pemilik Chevrolet, tetapi sebagai contoh bagaimana hobi dapat menjadi pintu masuk menuju persaudaraan dan kegiatan sosial.
Pada akhirnya, touring yang paling berkesan bukan selalu touring dengan jarak paling jauh atau jumlah kendaraan paling banyak.
Touring yang lebih bermakna adalah perjalanan yang meninggalkan kenangan baik bagi anggotanya sekaligus meninggalkan manfaat bagi masyarakat yang mereka kunjungi.
Mobil membawa kita menuju suatu tempat. Persaudaraan membuat perjalanan itu berarti. Dan kepedulian membuat kehadiran kita berguna bagi orang lain.
Tempat :
Wisata Pantai Pasir Putih Dalegan, Kab Gresik, Jawa Timur

Touring Bukan Sekadar Jalan-Jalan: Ketika Komunitas Chevrolet Turut Menjaga Lingkungan
Reviewed by Admin Brinovmarinav
on
23.08
Rating:
Reviewed by Admin Brinovmarinav
on
23.08
Rating:

Tidak ada komentar: