Tips Belanja Secara Online

Jumat, 27 Desember 2019

Tips Belanja Secara Online


Berbelanja melalui online saat ini semakin marak dan orang tidak lagi merasa takut semenjak ada pihak ketiga yang bisa membantu antar penjual dan pembeli. Walaupun ada saja sebenarnya sebagian orang yang masih was-was melakukan belanja melalui online, apalagi kalau dilakukan dengan cara yang tidak semestinya. Pengertian tidak semestinya itu bisa berupa, pembeli hanya tertarik dengan penawaran seseorang karena barang yang ditawarkan begitu wah, sehingga tidak berpikir lagi kalau yang menjual itu adalah pribadi yang tidak jelas keberadaannya, identitasnya samar-samar dan bahkan harganya tidak masuk akal.

Makanya kita bersyukur dengan adanya toko online yang memajang berbagai toko-toko dengan menjual barang-barang khusus. Tapi tentu saja bukan berarti transaksi jual beli melalui toko online itu tidak punya resiko. Berikut ini pengalaman saya yang tentu tidak mengenakkan melakukan belanja melalui toko online.

Barang Rusak

Dua kali saya membeli smartphone, walaupun barang yang saya beli barang bekas, tapi ternyata smartphone yang dalam photonya utuh, mengkilap, kinyis-kinyis dan wah. Ketika tiba di rumah ternyata hancur. Ketika saya komplain, si penjual mengatakan itu dari jasa kurir. Mau ngurus ke jasa kurir ternyata di pengiriman tidak ada asuransi kerusakan. Akhirnya saya kecewa.

Pengalaman lain adalah ketika saya membeli hp juga dan karena pengalaman pertama tidak menggunakan asuransi, maka saya akhirnya menggunakan asuransi. Eh, ketika sampai di rumah hp yang saya beli, ternyata di bagian pojok atas bagian belakang sedikit retak. Saya akhirnya menghubungi penjual. Si penjual bilang dengan entengnya, tadi waktu dibungkus, terbentur pojok meja.  

Penipuan Melalui Pengiriman kode

Pengalaman membeli laptop dengan harga sangat murah membuat saya tergiur melalui toko online ternama. Setelah meyelesaikan transaksi akhirnya disebutkan bahwa pesanan laptop saya diproses. Tapi tidak lama saya dihubungi oleh si penjual supaya saya menyebutkan kode yang nantinya akan dikirim. Alasan si penjual karena ini dibutuhkan oleh pabrik untuk hadiah yang akan disertakan dalam proses pengiriman barang laptop tadi. 

Terus terang saya tidak tahu prosesnya kenapa saya diminta untuk menyebutkan kode angka yang dipandu oleh si penelpon yang mengatasnamakan penjual tadi. Jadi seperti kerbau dicucuk hidung saya menyebutkan kode yang dikirim oleh toko online tersebut, bahkan sampai dua kali. Ketika selesai menyebut kode yang memang benar dikirim oleh toko online tersebut, barulah saya sadar bahwa ada yang tidak beres. PERINGATAN INI memuat saya sadar: JANGAN MEMBERITAHU KODE RAHASIA INI KE SIAPAPUN Termasuk pihak ....... WASPADA TERHADAP KASUS PENIPUAN KODE RAHASIA. Dalam kasus saya ini ketika penelpon terus memburu kode yang saya kirim ternyata bagi si penipu ini suaranya tidak jelas. Karena kebetulan saya ada di sebuah keramaian.

Sebenarya saya sudah memberitahu kepada toko online fakta-fakta penipuan itu tapi sayangnya tidak ada respon. 

Nah, beberapa pengalaman belanja online yang saya alami itu bukan berarti saya berhenti untuk berbelanja melalui online, tapi justru kita menjadi tahu bahwa berbelanja melalui online aman selama kita mematuhi semua aturan dan peringatan yang tertera dari toko online yang bersangkutan. Contohnya, peringatan, jangan melakukan transaksi di luar prosesi toko online yang bersangkutan. Karena bisa saja kita melakukan transaksi lewat jalur pribadi misalnya itu akan menimbulkan resiko. Tips yang penting bagi kita untuk berbelanja melalui online adalah ikutilah aturan toko online yang bersangkutan, jangan keluar dari aturan-aturan yang ada. Selama itu dijalankan, maka tak perlu takut dengan belanja lewat toko online.

0 komentar:

Posting Komentar