Siapa Orang Pengecut Sebenarnya?

Senin, 24 Februari 2020

Siapa Orang Pengecut Sebenarnya?

Sumber Foto: Flickr.com


Kasus pembullyan terhadap orang laki-laki berkebutuhan khusus dengan deretan kata-kata yang menunjukkan bagaimana ketidaksukaan terhadap ras dan pribadi tertentu begitu nyata dilakukan oleh si pembully. Sebelumnya viral penolakan berdirinya tempat ibadah bukan barang baru untuk kita nikmati beritanya dalam keseharian kita. Sumpah serapah dan kebencian begitu jadi menu yang terkadang muncul untuk disajikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Ternyata kita ini seringkali menjadi orang yang sangat penakut. Takut dengan kehadiran orang lain, takut dengan orang yang berbeda, takut bertemu dan menikmati kebersamaan dengan mereka yang tidak sama dengan kita. Kalau tidak mau dikatakan kita sering menjadi pengecut.

Pasti kita pernah mendengar mantra sakti ini, "Tak Kenal Maka Tak Sayang." Sudah puluhan tahun kita sebenarnya pernah bertemu, pernah kenal, pernah berinteraksi dengan orang lain yang berbeda itu. Entah itu berbeda agama, berbeda suku, berbudaya budaya, berbeda jenis kelamin. Tapi apakah kenalnya kurang lama dan kita sebenarnya tidak kenal atau bagaimana? Kenapa kita ketika bertemu dengan yang berbeda itu kok nyalinya menjadi ciut, dan sebaliknya kita ingin berusaha untuk meniadakan yang berbeda itu.

Ciutnya nyali dari kita itu tampak nyata, ketika yang berbeda itu ada di sekitar kita. Memang bisa saja ciutnya nyali itu karena kita mungkin hanya mendengar kata orang mengenai yang berbeda itu. Atau memang ada yang menciptakan supaya kita memang disetting menjadi orang-orang pengecut.

Proses kenal dengan yang berbeda dengan kita itu sebenarnya bukan perkara mudah dan gampang. Biasanya proses kenal itu terkadang menyakitkan satu pihak atau kedua belah pihak. Yah, sama gambarannya dengan suami dan istri dalam rumah tangga. Sampai ada orangyang mengatakan, menikah itu menyakitkan. Tapi setelah saling mengenal, kata banyak orang tua, kalau sudah jadi kakek nenek itu seperti teman, seperti sahabat.

Sekarang sudah berapa tahun kita hidup berdampingan dengan yang berbeda itu? Kok sampai saat ini kita belum mengenal betul mereka? Atau kembali kepada pertanyaan di alinea sebelumnya, apakah ada pihak yang membuat kita menjadi pengecut? 

0 komentar:

Posting Komentar