Bagaimana Kalau Barang Pesanan Online Kurang?

Senin, 06 Juli 2020

Bagaimana Kalau Barang Pesanan Online Kurang?


Kalau barang pesanan yang kita beli secara online di suatu online shop ternyata kurang? Pesan lima, tapi yang dikirim empat. Pesan dua barang ternyata yang dikirim hanya satu. Apa yang harus saya lakukan? 

Sebenarnya, ketidaksempurnaan memang menjadi milik manusia, kita dan kita. Jadi bisa saja penjual khilaf dengan mengirimkan barang yang ternyata jumlahnya kurang. Terus terang dalam setengah bulan ini saya mengalaminya sebanyak dua kali. Dan pengalaman tidak mengenakkan sekali yang terjadi beberapa tahun yang lalu. 
Pengalaman Pertama saya membeli sebuah mini photo studio di sebuah toko online. Membeli Mini Photo Studio ini kan berbentuk kotak dan sudah paket dengan lampu led dan juga sebuah background. Ketika barang datang sudah saya pasang semuanya, tinggal satu alat pendukung yaitu lampu LED. Tentu saja saya kembali mencari lampu tersebut ternyata tidak diketemukan.

Ini yang saya lakukan, untungnya saya belum memberi penilaian dengan barang tersebut sampai benar-benar berfungsi dengan baik. Makanya, secepatnya saya menghubungi pihak penjual dengan memberi keyakinan bahwa memang dalam paket tersebut tidak ada lampu LEDnya. Puji Tuhan, penjual dengan cepat minta diambil gambar paket beserta isinya. Setelah saya menunggu akhirnya pihak penjual sangat responsif meminta maaf atas ketidaknyamanan berbelanja saya. 

Sebenarnya pengalaman seorang dengan yang lain bisa jadi berbeda karena memang tidak mudah menyampaikan informasi yang tidak bisa kita lihat oleh penjual. Kalau penjual memang baik tentu saja akan ditanggapinya dengan mencari bukti-bukti. Sebab artinya, kalau memang kurang, karena kesalahan penjual, yah pihak penjuallah yang menanggung biaya keseluruhan, seperti pengepakan, pengiriman. 

Pengalaman kedua adalah ketima berbelanja di sebuah lapak toko online dengan melakukan pembelian portable light stand tripod sebanyak dua buah. Setelah menunggu tiga hari barang tersebut akhirnya datang juga. Tapi ketika saya terima paket tersebut sedikit bertanya-tanya, sebesar apakah tripod tersebut, kok bentuk paketnya kecil memanjang? Logikanya, kalau memang dua tripod yang dikirim pastilah akan lebih besar bentuknya. Nah, ketika kecurigaan awal muncul, saya siap-siap menggunakan kamera ponsel saya ketika melakukan pembongkaran paket. Benar saja, portable light stand tripod tersebut hanya satu. Maka tanpa ba bi bu saya langsung menghubungi penjual lewat chat pribadi dengan mengirimkan bukti foto paket yang saya terima.

Alhamdulillah penjual tidak melakukan pembelaan atas keteledoran tersebut. Hanya saja otomatis ada biaya tambahan bagi penjual yang harus ditanggung. Tampaknya penjual tidak mau rugi kehilangan uang untuk pengiriman. Sementara saya sendiri tentu angkat tangan karena bukan kesalahan saya. Solusi yang ditawarkan adalah saya diminta untuk membeli barang-barang yang sifatnya murah dan kecil di toko tersebut kemudian barang yang ketinggalan tersebut akan diikutsertakan.

Bagi saya ketimbang urusannya panjang, dan saya ingin mengerti si penjual, maka solusi yang diberikan itu saya terima. Akhirnya saya membeli sebuah tablet stand mini. Tentu saja akhirnya saya berterima kasih dengan respon yang baik dari penjual.

Ketiga, ini merupakan pengalaman yang tidak mengenakkan di mana saya membeli sebuah ponsel bekas, tapi penjual mungkin pemain baru dalam melakukan penjualan secara online. Setelah paket saya terima ternyata keadaan ponsel tersebut LCDnya pecah. Bagaimana tidak pecah, cara membungkusnya hanya dengan bungkus kardus bekas, kemudian diisolasi keliling sampai penuh. sementara ponselnya sendiri tergoncang ketika digerakkan.

Saya berusaha untuk bersikap tenang dan segera menghubungi penjual. Tapi penjual langsung reaktif dengan mengatakan, saya sudah berusaha untuk membungkusnya dengan baik. Kalau sudah seperti itu saya tidak bisa berbuat apa-apa. 

0 komentar:

Posting Komentar