Seberapa Penting Testimoni Pembeli?

Selasa, 14 Juli 2020

Seberapa Penting Testimoni Pembeli?


Kalau Anda membeli barang melalui online shop dan ketika proses pembelian itu sudah selesai, kemudian Anda melupakannya begitu saja, maka hal tersebut mungkin kurang "disukai" oleh toko online. Walaupun demikian sebenarnya cukup banyak orang yang memiliki sikap seperti Anda. Ketika membeli barang dan kita sudah mendapatkan barang tersebut, urusannya sudah selesai. Saya yakin setiap online shop berharap setiap pembeli akan memberikan testimoni atau kesaksian bagaimana pengalaman berbelanjanya. Hal ini bisa diketahui dari iming-iming, point dan penghargaan dari online shop kepada siapapun yang mau memberikan testimoni tersebut.

Memang pemberian testimoni itu ditujukan kepada penjual atau pelapak. Walaupun kesaksian tersebut bisa berupa negatif ataupun positif. Tapi testimoni itu sendiri sangat bermanfaat untuk mengangkat nama baik pelapak tapi terlebih juga online shop itu sendiri. Misalnya saja, Tokopedia memberikan Rp.500 kepada mereka yang rela memberikan testimoni dengan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti harus berapa huruf dan juga lengkap dengan foto yang diupload dari barang yang dibeli. Demikian juga dengan online shop Shopee yang memberikan rewards bagi mereka yang rela menulis kesaksian dan pengalaman berbelanjanya serta disertai bukti foto dari barang yang diterima untuk memperkuat kesaksiannya.

Testimoni itu sendiri berisi bagaimana perasaan pembeli dengan pengalaman membeli. Ada tiga hal yang bisa disinggung dalam testimoni tersebut. 


  1. Barang yang diterima. Barang yang diterima itu menyangkut kwalitas barang, apakah sesuai dengan diskripsi produk. Diskripsi produk bisa jadi berhubungan dengan original barang atau barang tembaan (non ori). Kalau memberi kepuasan kepada pembeli maka dia tak akan segan-segan untuk memuji-muji bukan hanya barangnya, tapi juga penjual dan bahkan online shop itu sendiri. Sebaliknya bila barang yang dijual mengecewakan, maka tentu saja kesaksian pembeli bisa menjadi palu godam yang menghancurkan bukan hanya toko atau pelapak bahkan juga akan merusak reputasi online shop itu sendiri.
  2. Pelapak. Pelapak berhubungan dengan berbagai hal, seperti, kecepatan merespon pembeli, kecepatan melayani (dalam hal ini membungkus dan mengirim) tapi juga lebih dari pada itu kesopanan, kebaikan penjual ketika melakukan komunikasi dengan pembeli akan berpengaruh juga ketika menyampaikan testimoni. Jadi testimoni itu benar-benar mengungkap rasa (senang, tidak senang, kecewa, sakit hati, tersinggung dll) terhadap pengalaman yang dijumpainya ketika membeli kepada sebuah pelapak.
  3. Toko online. Testimoni yang baik akan memberikan ikatan yang dekat dengan toko online. Pembeli bisa menjadikan langganan di online shop tersebut. Dia bisa kembali bukan hanya kepada pelapak, tapi juga akan kembali kepada toko online tersebut. Bila pembeli sampai menyatakan KAPOK membeli di toko online yang dimaksud, maka inilah awal larinya pembeli dari online shop tersebut.
Jadi ternyata pengaruh dari sebuah testimoni itu tidak sederhana dan bahkan bisa jadi menjadi pemicu bagi orang lain untuk datang dan membeli, tapi juga menjadi palu godam yang akan menjadi momen jatuhnya sebuah toko online karena kekecewaan pembeli yang diungkap dalam testimoni atau kesaksian mereka.

Testimoni adalah tempat orang jujur mengungkapkan perasaan yang dialami oleh pembeli. Tetimoni yang disampaikan adalah hasil dari pengalaman nyata. Dan pengalaman itu tentu saja berhubungan dengan banyak hal seperti yang telah disinggung di atas.


0 komentar:

Posting Komentar