Setelah Lama Menjadi Pembeli, Sekarang Ingin Menjadi Penjual

Rabu, 12 Agustus 2020

Setelah Lama Menjadi Pembeli, Sekarang Ingin Menjadi Penjual


Pengalaman membeli beberapa barang di e-commerce dalam negeri dan baru membeli sebuah buku menarik mengenai jualan di toko online menantang juga untuk ikut meramaikan untuk menjual barang. Ikut meramaikan mengadu keberuntungan dengan ribuan penjual lainnya. Ingin seperti juragan-juragan tajir yang sudah berhasil membuka toko dan menjalankan bisnisnya dengan lancar melalui toko online. Hanya saya minta bantuan seseorang untuk melakukan semuanya dengan melakukan beberapa persiapan penting guna menyiapkan segala sesuatunya di antaranya:

  1. Nama Toko. Orang yang akan mengurus toko online saya ini berdiskusi dengan saya, nama sebaliknya bisa digunakan. Muncul ide, nama orang, nama tempat, nama alamat, nama keren yang umum digunakan. Saya memilih, karena barang-barang yang rencananya akan dijual di sekitaran barang-barang elektronik, maka saya mengusulkan untuk menggunakan nama-nama yang berhubungan dengan elektonik. Saya kira, nama toko memang bisa memberi gambaran apa yang akan dijual. Walaupun ada saja nama umum yang bisa dipakai seperti Subur Jaya yang sifatnya umum. Bisa menjual alat elektronik, bisa menjual pakaian, bisa menjual ponsel dan seterusnya. Apalagi kalau mau menggunakan nama orang atau penjual, atau karena kita sayang istri lalu menamakan nama istri atau sebaliknya, atau malah dinamakan nama anak karena saking cintanya terhadap anak sehingga mau dijadikan moment menamainya dengan nama anak yang kita sayangi.
  2. Diskripsi Toko. Diskripsi toko tidak kalah penting dari lainnya karena di sinilah tempat di mana kita bisa menjelaskan semua ide, gagasan dan bahkan apa yang ingin kita sampaikan dalam diskripsi ini. Contohnya, kita punya komitmen untuk melayani pelanggan dengan baik. Atau kita mengungkapkan prinsip-prinsip bisnis kita yang menghargai orang dll.. Tapi juga di dalamnya ada prinsip bahwa produk yang akita sediakan hanya menyediakan yang original. Juga kecepatan dalam melayani pelanggan dan bahkan promosi toko dengan segala kelebihannya.
  3. Menyediakan barang dipajang di toko. Tentu kalau di toko online barang-barang dipajang berjejer dengan rapi dan mudah dijangkau, tidak tersembunyi, maka demikian juga kalau kita menyediakan barang yang akan dijual harus dipajang dengan terang benderang serta tidak tersembunyi serta semenarik mungkin. Bagaimana kalau di toko online? Kita harus mengandalkan photo dan gambar sedetail mungkin, serta semenarik mungkin. Bayangkan, kalau tampilan photo yang kita tunjukkan kurang menarik, maka tentu orang juga tidak akan tertarik untuk membukanya. Makanya mengapa tampilan iklan apa saja yang kita saksikan, entah itu di baliho atau di koran atau di tv serta di photo-photo produk selalu cerah, menarik dan bahkan membuat kita ngiler untuk memilikinya, menikmatinya.
  4. Account email khusus. Ketika saya berdiskusi dengan teman yang akan mengurus toko online tersebut menganggap bahwa email khusus tersebut adalah email bisnis yang bila perlu berbeda dengan account email lainnya. Jadi, alamat email ini kalau bisa juga namanya sama dengan nama toko dan seterusnya.
  5. Nomor ponsel khusus. Tentu saja e-commerce dan toko online selalu meminta nomor ponsel, karena banyak hal. Seperti untuk berkomunikasi dengan toko online, tapi juga bisa menjadi alat untuk pengiriman pesan-pesan rahasia entara penyedia toko dan pemilik toko.
  6. Buku catatan yang khusus berhubungan dengan toko yang akan dibuka. Buku ini penting untuk mencatat semua data-data supaya suatu saat nantinya bila kelupaan, dengan mudah kita sudah punya catatannya.
Jadi itulah yang kami persiapkan untuk memulai membuka toko online di e-commerce. 

0 komentar:

Posting Komentar