Barang Apa Saja yang Bisa Dijual di Toko Online?

Rabu, 12 Agustus 2020

Barang Apa Saja yang Bisa Dijual di Toko Online?


Yakinlah, selama kita tidak ingin berjualan di toko online, maka barang-barang yang ingin dijualpun seperti bersembunyi, tidak kelihatan di depan mata. Kalaupun ada barang berwujud di depan hidung, tapi barang tersebut bukan dianggap sebagai barang yang layak dijual. Baru setelah muncul dan tersedia jalan untuk berjualan melalui toko online, muncullah barang-barang tersebut. Barang yang sebelumnya dianggap sebagai barang biasa, bahkan barang yang dianggap tak ada guna, barang yang berserakan di dekat kita dan tidak kita perdulikan, kini menjadi barang yang berharga.

Cerita ini mungkin bisa mendekati kebenarannya. Tahukah Anda bahwa kelanceng bagi sebagian orang khususnya yang ada di kampung sebagai hewan yang keberadaannya kurang dianggap bila membuat rumah koloni di dekat kita. Hewan yang dalam bahasa kerennya disebut Trigona itu sering bersarang di tempat-tempat tersembunyi dan bahkan dianggap mengganggu saja. Ini saya buktikan ketika saya pulang kampung, kelanceng masih dianggap sebagai hewan liar yang tidak perlu diurus keberadannya. Sampai saya memberitahu bahwa madu kelanceng sangat mahal harganya bila kita bisa mengumpulkan. Bahkan kelancengnya sendiri dalam satu tempat bambu atau sudah dikotak bisa berharga ratusan ribu per koloni. Barulah mereka berpikir untuk mengumpulkan hewan terbang tersebut.

Berjualan barang di toko online memang bentuk barangnya tidak dibatasi selama tidak melanggar aturan-aturan hukum dan aturan-aturan dari toko online yang bersangkutan. Contohnya narkoba, minuman keras dan seterusnya. Lalu, hal penting bila ingin berjualan barang yang perlu dipikirkan adalah ketersediaan barang. Artinya bahan-bahan atau barang yang akan kita jual memang ada di dekat kita. Memang ada barang yang sifatnya insidentil seperti hp bekas, tv bekas, laptop bekas, dan bahkan barang-barang bekas yang ada di rumah yang tidak terpakai, tapi masih bisa digunakan, bisa menjadi barang yang bisa dijual.

Pikirkanlah bahwa, barang yang kita anggap tidak dipakai karena kita memiliki yang baru, atau sudah dianggap jadul, atau karena barang itu tidak bisa terpakai lagi, bisa dibutuhkan orang lain. Hp bekas yang ramnya masih 1gb mungkin bagi kita tak bisa dipertahankan lagi karena kita sudah punya yang 6gb. Tapi, tahukah Anda bahwa hp-hp bekas seperti itu masih diburu oleh mereka yang selama ini masih menggunakan hp jadul. 

Namun demikian ada kalanya kita punya barang yang keberadaannya cukup banyak. Seperti beras jagung umpamanya. Atau bahkan kotoran hewan yang mungkin oleh sebagian orang dianggap menjijikkan dan dihindari untuk dipegang, bisa menjadi barang yang bisa kita jual melalui online. Caranya bagaimana? Jadikan kotoran hewan, entah itu kambing, sapi atau apapun kemudian dicampur dengan tanah dan dijadikan pupuk organik. Dibungkus rapi dan diberi label yang baik lalu kita tawarkan di toko online.

Saya pernah diminta seseorang untuk mencari Bunga Lidah Mertua. Bunga tersebut sebenarnya mudah hidup dan tahan terhadap panas matahari serta dalam keadaan kering dia akan bertahan hidup. Bunga tersebut sebenarnya pernah hidup di halaman saya dan berkembang menjadi rimbunan. Karena terlalu banyak akhirnya saya cabut semuanya. Kini bunga tersebut justru dicari. Saya datang ke beberapa tetangga yang memiliki bunga tersebut untuk sekedar meminta sedikit 'nempil'. Tapi ternyata bunga tersebut biasanya hanya ditanam sedikit. Dan pelarian saya adalah toko online. Anda tahu dijual berapa bunga yang terkadang dibuang-buang oleh sebagian orang tersebut? Harganya beragam. Ada yang Rp. 4000-7000 per batang. Itulah yang terjadi dengan toko online. 

Jadi, kembali kepada pembuka artikel ini, ketika kita ingin jualan di toko online, maka barang itu akan terlihat banyak. Tapi ketika kita sedang tidak ingin berbisnis jualan di toko online, semuanya terlihat tidak laku.


0 komentar:

Posting Komentar