Seberapa Penting Saya Melihat Barang dari Sebuah Foto?

Kamis, 13 Agustus 2020

Seberapa Penting Saya Melihat Barang dari Sebuah Foto?


Ada dua perbedaan antara memilih barang karena kebutuhan dan keinginan untuk memiliki suatu barang. Keinginan terhadap sebuah barang adalah proses dari mendengar, melihat, dan merasakan akan barang yang dilaksud sampai ia mengingini. Tapi kalau kebutuhan berdasarkan kita butuh terhadap barang tersebut karena suatu hal. Contohnya kita membutuhkan laptop karena memang kita butuh untuk digunakan dalam suatu hal. Contohnya untuk kuliah kita butuh laptop untuk dijinjing ke kampus. Walaupun di rumah kita sudah punya PC tentu PC tersebut tidak bisa dibawa ke mana-mana. Makanya saya membutuhkan laptop supaya di kampus mudah mengerjakan tugas atau browsing berhubungan dengan perkuliahan. Walaupun terkadang keduanya bisa jadi tipis perbedaannya. 

Lalu bagaimana ketika kita ingin memenuhi baik keinginan dan kebutuhan itu? Bila obyek yang ingin dipenuhi itu berdasarkan keinginan itu salah satunya dengan cara mencarinya di toko online. Tapi bagaimana saya bisa dengan jelas, dan akurat, sesuai dengan keinginan maupun kebutuhan tersebut? Informasi yang saya cari bisa lewat tulisan, tapi juga lewat tampilan foto. Di sinilah pilihan dimulai.

Pengalaman saya, ketika saya melakukan perburuan untuk memenuhi keinginan saya, maka yang saya lakukan adalah membandingkan dengan apa yang pernah saya lihat. Kalau pemicu keinginan saya adalah karena melihat langsung, maka sayapun mencari di toko online seperti yang saya lihat. Kalau dipicu karena melihat foto maka sayapun mencari kemiripan seperti yang di foto. Artinya, betapa sebuah foto begitu penting bila hal tersebut ingin dipajang di toko online.

Seorang teman mengirimkan foto jualannya berupa tempat tissue untuk ditawarkan kepada saya. Saat saya melihat bentuk dari tempat tissue itu, sebenarnya menarik hati saya. Tapi sayang, saya merasa kesulitan untuk melihat detailnya dari barang tersebut karena fotonya yang cenderung kabur dan kurang fokus. Belum lagi background dari foto yang dikirimkan itu berupa rerumputan yang menjadikan tampilan foto tersebut sehingga membuyarkan fokus saya untuk melihat lebih lengkap mengenai tempat tissue tersebut. Pengalaman saya sebagai pembeli, biasanya mata saya akan terhenti ketika melihat barang yang tampilannya menarik dengan tanpa diganggu oleh barang lainnya. Kalau tidak, maka mata saya akan terus mencari dengan menyuruh secara reflek jari untuk terus melihat-lihat barang serupa. 

Memang sudah sewajarnya setiap kita itu tertarik dengan keindahan, fokus dan kejelasan sebuah barang ketika kita ingin membelinya. Jika tampilan foto kurang menarik maka otomatis akan dilewati begitu saja. Sebaliknya foto yang tampil menawan, terang dengan pencahayaan yang cukup serta menarik hati, maka itulah yang akan kita pilih. Tentu saja foto bukan segala-galanya, tapi foto salah satu penarik minat terhadap barang yang sedang kita cari. 


Memang berbeda dengan toko fisik di mana kita sebagai pembeli akan melihat langsung. Bila barangnya bagus, dan pas serta warnanya cocok, langsung kita ke kasir untuk membayarnya. Tapi kalau di toko online kitalah yang mewakilinya untuk menunjukkan bahwa barang kita itu baik, barang kita layak untuk dibeli. 

Menyadari hal ini ketika saya meminta seorang rekan membantu saya untuk berjualan online melalui toko online, saya menyuruh untuk membeli beberapa alat bantu untuk pengambilan gambar, seperti studio minibox, atau lampu-lampu untuk membantu pencahayaan ketika pengambilan gambar produk. Tujuan saya adalah memperjelas tampilan barang dalam foto. 

Memang walaupun kita tidak secara khusus sekolah di jurusan yang berhubungan dengan potret memotret, tapi naluri keindahan dalam diri akan selalu muncul untuk pengambilan gambar yang diambil rekan saya itu. 





0 komentar:

Posting Komentar