Diskripsi Barang, Seberapa Pentingkah?

Senin, 24 Agustus 2020

Diskripsi Barang, Seberapa Pentingkah?


Ketika seseorang mencari barang di supermarket, hypermarket, toko kelontong dan toko-toko tetangga, semua pancaindra kita akan bekerja. Mata akan mengawasi warna, corak, bentuk dan pola dari barang yang sedang diincar tersebut. Sementara rasa yang bisa diwakili oleh tangan, kulit dan seluruh badan akan mencoba sebenarap cocok dengan impian yang sedang diidam-idamkan? Kalau barang seperti headphone, earphone yang masih segel, tentu tidak bisa dicoba. Tapi terkadang ada toko yang menyediakan contoh untuk bisa dicoba. Kalau ponsel yang suka dengan suara keras akan mencobanya sambil memasang telinga baik-baik bagaimana merdu, enak, ngebas dan seterusnya dari suara yang keluar dari alat tersebut. 

Pokoknya, begitu sederhananya untuk memberitahu keadaan barang yang sedang ditimang-timang oleh calon pembeli. Tapi bagaimana dengan pembelian barang secara online? Semua informasi mengenai barang tersebut selain sudah pernah didengar sebelumnya oleh calon pembeli, tapi andalan kelebihan dari barang yang ditawarkan didapat dari diskripsi mengenai barang tersebut.

Kejelasan diskripsi atau penjelasan mengenai barang yang sedang dipajang itu sangat berarti bagi pembeli. Karena dari situlah pembeli nantinya bisa mengambil keputusan membeli atau mencari barang lainnya dan berpindah dari toko online kita. Bila diskripsi yang disampaikan di toko kita kurang jelas, maka saya sebagai pembeli bertambah tidak jelas. Karena diskripsi itu seperti menjadi panduan untuk membawa saya akhirnya mengeluarkan fulus untuk melakukan transaksi. 

Diskripsi itu ibarat mewakili kita untuk melihat barang yang sedang ditawarkan. Pembeli mempertaruhkan kepercayaan dengan penjual 1000 persen bahwa barang yang akan dikirim sesuai dengan apa yang sedang dilaporkan. Nah, kalau penjual tidak bisa memberikan diskripsi secara lengkap, maka saya tentu akan beralih ke toko lain untuk mencari kejelasan lebih lanjut. 

Tentu saja diskripsi itu harus jujur sejur-jujurnya. Karena kalau tidak, maka akan menjadi bumerang yang mencelakakan bisnis penjual. Mengapa? Kalau diskripsi kita yang sudah disertai foto lengkap dari barang yang ditawarkan, dengan pengambilan foto yang sangat bagus, tapi ketika barang diterima oleh ternyata tidak sesuai dengan diskripsi yang disampaikan, maka saya sebagai pembeli tentu akan melakukan unjuk rasa berupa protes. Caranya bagaimana? Dengan memberikan bintang 1, dan lebih dari itu juga akan disampaikan dengan protes yang bisa saja menjatuhkan toko.

Jadi, diskripsi barang rupanya harus berbanding lurus dengan keadaan barang yang sebenarnya. Kalau memang barang yang kita jual adalah barang bekas, sampaikan bahwa itu barang bekas. Kalau barang yang kita jual adalah barang cacat produksi, sampaikan bahwa keadaannya seperti itu dan seterusnya. Jadi diskripsi adalah keadaan real barang yang akan kita jual.

0 komentar:

Posting Komentar