Dalam soal keamanan, Linux memang bisa diandalkan. Untuk memudahkan mengerti, ibaratnya, kalau diibaratkan rumah, keamanan Linux bukan karena pintunya diberi kunci. Keamanannya karena rumah itu memiliki pagar, kamera, sekat ruangan, akses terbatas, penjaga gerbang, dan prosedur masuk yang jelas. Kunci pintu hanyalah salah satu lapisan terakhir dari sistem keamanan tersebut.
Itulah sebabnya banyak server penting di dunia, mulai dari server web, cloud, hingga superkomputer, menggunakan Linux. Bukan karena Linux tidak bisa diretas, tetapi karena arsitektur dasarnya memang dirancang dengan prinsip keamanan yang kuat sejak awal.
Sebagian orang berpikir tentang Linux dengan terjebak pada dua ekstrem, Linux digambarkan seolah-olah sempurna. Atau pikiran sebaliknya, Linux digambarkan terlalu sulit sehingga tidak layak dicoba. Bagaimana melihat hal tersebut? Linux sebenarnya berada di tengah.
Linux memang menawarkan keamanan, fleksibilitas, dan kendali yang besar. Namun berpindah ke Linux bukan sekadar mengganti sistem operasi. Dalam banyak hal, itu adalah proses belajar cara berpikir yang berbeda tentang komputer.
Pindah Linux Tidak Seperti Pindah Kos
Kalau mau menggunakan analogi pindah ke Linux tidak semudah pindah kos. Ketika orang pindah kos, barang-barang yang kita miliki umumnya masih sama. Tempatnya saja yang berubah. Sedangkan ketika berpindah ke Linux, yang berubah bukan hanya tempat tinggalnya, tetapi juga sebagian cara hidupnya.
Mari kita lihat, apa yang berubah?
* Cara memasang aplikasi berbeda.
* Cara melakukan update berbeda.
* Cara mengatasi masalah berbeda.
* Cara mencari bantuan berbeda.
* Bahkan istilah-istilah yang digunakan juga berbeda.
Makanya tidak jarang pengguna baru mengalami situasi seperti:
* instalasi aplikasi gagal di tengah jalan,
* repository bermasalah,
* konflik dependensi,
* driver yang belum langsung berfungsi,
* update yang tertahan karena paket tertentu.
Bagi sebagian orang, pengalaman seperti ini menjadi alasan untuk kembali ke sistem operasi sebelumnya. Kalau kata orang Jawa, Balik Kucing.
Namun bagi sebagian yang lain, justru di situlah nilai Linux mulai terlihat.
- Karena setiap masalah hampir selalu memiliki solusi.
- Kadang solusinya ditemukan melalui dokumentasi resmi.
- Kadang melalui forum.
- Kadang melalui komunitas.
Kadang melalui pengalaman pengguna lain yang pernah mengalami masalah yang sama bertahun-tahun sebelumnya.
Karakter Menarik Dunia Linux yang Harus Diketahui
Jika satu pintu tidak terbuka, biasanya masih ada pintu lain yang bisa dicoba. Apa itu? Inilah salah satu karakter unik dunia Linux.
Banyak sistem dirancang agar pengguna tidak perlu mengetahui apa yang terjadi di balik layar. Ketika sesuatu berjalan normal, hal itu memang nyaman. Namun ketika terjadi masalah, pengguna sering kali tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu pihak lain memperbaikinya.
Linux berbeda. Linux sering kali menuntut pengguna untuk belajar, tetapi sebagai gantinya Linux memberi akses untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Karena itu, menurut saya orang yang paling menikmati Linux bukan selalu mereka yang paling ahli komputer.
- Melainkan mereka yang memiliki rasa ingin tahu dan kesediaan untuk belajar.
- Seseorang yang bersedia membaca error message.
- Seseorang yang mau mencoba solusi kedua ketika solusi pertama gagal.
- Seseorang yang melihat masalah bukan sebagai akhir perjalanan, tetapi sebagai bagian dari proses memahami sistem yang digunakan.
Pada akhirnya, alasan terbaik menggunakan Linux bukanlah karena Linux lebih aman, lebih cepat, atau bahkan gratis.
Kesimpulan
Alasan terbaik menggunakan Linux adalah karena Linux mengajak penggunanya bertumbuh dari sekadar “pemakai komputer” menjadi orang yang sedikit demi sedikit memahami alat yang digunakannya setiap hari.
Dan bagi banyak pengguna lama Linux, justru proses belajar itulah yang membuat mereka bertahan selama bertahun-tahun. Bukan karena Linux tidak pernah bermasalah, tetapi karena mereka belajar bahwa hampir selalu ada jalan keluar bagi setiap masalah yang muncul.
Reviewed by Admin Brinovmarinav
on
13.41
Rating:

Tidak ada komentar: