Menampilkan postingan dari April, 2016

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Rabu, 27 April 2016

PEMBOHONG ADALAH ORANG BODOH YANG MENGANGGGAP ORANG LAIN BODOH


Artikel ini tentu saja bukan hanya ditujukan kepada siapapun, tapi penulis ingin mengkritik diri sendiri di mana terkadang kita menjadi orang yang yang menganggap orang lain bodoh tapi sebenarnya kitalah yang bodoh.

Mari kita coba jabarkan dengan pelan-pelan yang menunjukkan bahwa PEMBOHONG itu adalah orang yang menganggap orang lain bodoh, tapi sebenarnya pelaku kebohongan itulah yang bodoh. Kalau kita berbicara mengenai perilaku orang yang berbohong, pastilah ketika dia salah satu contohnya ketika membohongi orang lain pastilah dia berpikir bahwa orang yang sudah dibohongi itu tidak akan tahu apa-apa mengenai kebohongannya itu, atau setidak-tidaknya dia berpikir, orang ini pastilah tidak mengerti hal yang sedang dibohongi itu. Suatu ketika saya datang ke sebuah daerah dan membeli buah mangga.

Saya mencoba bertanya, mangga yang mana yang paling manis? Sang pedagang menunjuk ke tumpukan mangga di depan saya. Sebagai orang yang buta mengenai jenis mangga mana yang masam atau kecut, dan yang manis, maka saya pun mengambilnya tawaran mangga yang sudah dibelahnya dan memang ketika saya coba memakannya, mangga tersebut begitu manisnya. Hal itu langsung memberi keyakinan kepada saya untuk membeli tumpukan mangga tersebut. Setelah melalui tawar menawar maka saya putuskan membeli sekitar 10 kilo gram karena mangga tersebut rencananya memang untuk oleh-oleh orang di kantor.

Setelah kami di rumah, seorang teman yang mendapat oleh-oleh dari saya itu melaporkan, mangganya sangat masam dan tidak layak untuk dimakan. Betapa kagetnya saya karena saya sudah dibohonginya dan tidak tanggung-tanggung, 10 kg mangga itu menjadi alat kebohongan. Sakit hati, pasti, kecewa, apalagi. Namun apakah si penjual mangga itu telah pintar membohongi saya? Untuk sementara saya yang dibohongi boleh dibilang menjadi orang bodoh. 

Tapi tahukah Anda bahwa sejarah pembelian mangga itu telah menjadi menanda bahwa tempat di mana saya membeli itu menjadi tempat haram untuk saya akan kembali. Bukan hanya itu, driver saya yang biasa membawa orang ke berbagai tempat termasuk kota di mana saya telah membeli mangga tersebut memberi aba-aba bahwa jangan pernah ke tempat di mana saya pernah berbelanja mangga tersebut karena sudah berhasil membohongi pembeli.

Siapakah yang bodoh pada akhirnya? Pembohong itulah yang menganggap orang lain (dalam hal ini saya dan driver) bodoh, tapi waktu yang akan datang pembohong itu adalah orang yang bodoh sebab telah menutup pintu rezekinya sendiri di kemudian hari.
Jadi, jangan jadi pembohong.

Hidup Adalah Pilihan


Memang benar, bahwa hidup ini adalah pilihan. Setiap orang bisa memilih dan menentukan apa saja yang ingin dilakukannya. Tapi sebelum melakukannya siapapun bisa memikirkannya. Soal berpikir ini lebih bebas lagi. Berpikir adalah tindakan yang paling bebas dari sikap manusia yang tidak memiliki aturan dan hukumnya. Kalau kita berada di tempat ibadah dan kita berpikir kita sedang di jalan atau sedang melakukan tindakan yang dianggap berdosa tapi itu masih dalam tahap berpikir, maka kitapun sah-sah saja melakukannya. Namun ketika pikiran itu diikuri oleh tindakan, maka mulailah ada hukum di sana.

Sekali lagi setiap bagian-bagian dari hidup kita itu adalah pilihan. Kita mau apa saja kita memiliki kebebasan untuk melakukannya. Namun demikian kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang tentu memiliki aturan dan pagar-pagar, maka mulai dari situlah kita bisa memilih. Tapi juga pilihan kita itupun ada akibat ada hal yang mesti kita akan terima DARI KEPUTUSAN YANG KITA LAKUKAN ITU selalu ada akibatnya.

Tulisan dalam blog ini bukan ingin menjadi polisi karena kita seharusnya menjadi polisi bagi diri sendiri. Kitalah yang memilih tapi juga kitalah yang akan menerimanya konsekwensi dari pilihan kita itu. Jadi, sekali lagi, kitalah penentu hidup kita ke depan. Tuhan memang punya takdirnya, tapi kita juga punya wilayah pelakunya.