DRUM ELEKTRIK ATAU AKUSTIK UNTUK STUDIO SEDERHANA SAYA?

Rabu, 04 Desember 2019

DRUM ELEKTRIK ATAU AKUSTIK UNTUK STUDIO SEDERHANA SAYA?


Sebaiknya kita mengkalkulasi dengan matang setiap apa yang akan kita beli berhubungan dengan studio yang sudah kita bangun. Pengalaman dengan studio sederhana yang saya bangun dengan tanpa pengetahuan yang mumpuni membuat saya harus berpikir alat musik drum apa yang seharusnya saya beli? Soalnya waktu saya bangun studio sederhana ini pikiran saya, nantinya yang akan memakai alat-alat musik di studio itu adalah anak-anak saya, keluarga besar saya yang kebanyakan bukan keluarga pemusik. Artinya kebanyakan mereka adalah orang-orang yang baru menggunakan alat-alat musik khususnya drum. Makanya saya lebih memilih drum akustik. alasan saya adalah namanya orang belajar maka alat-alat yang dipakai harus siap untuk dirusak dan hancur karena cara memukulnya yang tidak terkira atau digunakan dengan berlebihan. Sehingga saya menghindari drum elektrik.

Benar saja perkiraan saya bahwa drum yang saya beli walaupun boleh dibilang baru ketika membeli tapi kini sudah penuh dengan bekas-bekas pukulan yang tidak terukur. Tapi kembali tadi dengan perkiraan pemakai alat  musik drum saya tadi yaitu keluarga saya pribadi dan keluarga besar. Tapi rupanya anak-anak saya memanggil teman-temannya untuk bisa memainkan drum tersebut. makanya tepat bila saya lebih memilih drum akustik.

Namun ternyata pemilihan drum akustik ini dari segi bunyi getarannya sulit untuk diredam oleh studio sederhana saya itu khususnya ketika mereka yang menggunakan pukulan sangat keras. Beruntung studio saya berada di posisi tengah dari rumah, sehingga tidak sampai terasa ke tetangga kanan dan kiri. kalau soal kebocoran khususnya kebocoran drum saya akui ini masih menjadi permasalahan yang saya terus mencari solusinya. Khsuusnya kebocoran getarannya yang masih terasa. Termasuk masih terasa ke ruangan atas tepat di atasnya studio.

Nah, usaha untuk menutup kebocoran suara, kebocoran getaran dari pasukan drum ini awalnya berasal dari pintu studio yang terus saya benahi. Pengalaman menutup kebocoran suara ini akan saya jelaskan dalam artikel lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar