MEMBUAT STUDIO MUSIK DARI BAHAN BEKAS

Kamis, 05 Desember 2019

MEMBUAT STUDIO MUSIK DARI BAHAN BEKAS


Sekarang tiba waktunya saya ingin membuka rahasia bagaimana perjuangan saya yang punya mimpi punya studio musik, walaupun saya sadar saya tidak punya uang untuk mewujudkan mimpi saya itu. Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas yaitu:

A. Bahan cat bekas karena sisa dari pengecatan rumah saya yang rupanya kelebihan cukup banyak. Beruntungnya adalah pemborong yang saya minta tolong mengembalikan bekas cat itu kepada saya. B. Bahan lainnya adalah baja ringan yaitu galvalum di mana rumah saya yang lama menggunakan bahan galvalum. Bahan bekas galvalum tersebut saya minta kepada pemborongnya supaya disimpan rapi karena akan saya pergunakan kembali. 
C. Bahan ketiga adalah lagi-lagi ada bahan bekas gypsum yang tentu ada sisa namun tidak banyak, tapi sedikit mengurangi dana untuk pembelian gypsum untuk studio saya.
D. Sebenarnya ada satu lagi bahan bekas yaitu bahan-bahan kayu bekas dipakai untuk kuda-kuda rumah bagian belakang saya yang kebetulan menggunakan bahan-bahan kayu. 

Tapi bagi Anda yang mempunyai dana cukup dan memang membutuhkan sebuah studio profesional untuk rekaman atau untuk bisnis apapun yang berhubungan dengan studio, tentu jangan ikuti apa yang saya lakukan ini.

Mari sekarang kita lihat kegunaan bahan-bahan bekas tadi untuk kelangsungan pembuatan studi sederhana saya. Pertama, cat, karena studio saya menggunakan bahan egg tray untuk peredam suara, maka untuk tampilan kecantikan studio saya maka saya merasa egg tray itu perlu dicat supaya warnanya tidak monoton. Dalam hal ini saya sudah jelaskan di ARTIKEL PENGECATAN STUDIO ini.

bahan bekas lainnya yaitu baja ringan yang banyak menumpuk di halaman saya. Ketimbang saya jual ke tukang loak, atau saya membeli kayu lagi untuk membuat rangkanya maka bekas galvalum yang tidak digunakan lagi itu saya pergunakan untuk membuar rangka di mana rangka tersebut kita bentuk untuk menempelkan bahan gypsum di bagian atas dan samping. Untuk hal ini saya sudah jelaskan artikelnya DI SINI.

Bahan berikutnya adalah gypsum yang merupakan penutup bagian atas atau atap studio. Gypsum ini terus terang masih tersisa beberapa lembar dari bekas pembuatan rumah saya, tapi sisanya atau kekurangannya saya beli di toko bangunan. Cara Pasangnya sudah dijelaskan di sini.

Sementara bahan bekas lainnya dari bongkaran rumah lama saya yaitu berupa kayu. Sekarang kita punya gambaran jelas bahwa kita juga bisa menggunakan bahan-bahan yang bagi sebagian orang tidak berguna atau hanya dijual dengan harga murah seperti baja ringan bekas itu dan dijual ke tukang loak, lebih baik digunakan dan dimanfaatkan. Semoga ini juga bisa menjadi inspirasi bagi siapapun yang mengimpikan sebuah studio rekaman atau studio apapun.

0 komentar:

Posting Komentar