Google Maps Sangat Bermanfaat Tapi Terkadang Membingungkan

Senin, 16 Desember 2019

Google Maps Sangat Bermanfaat Tapi Terkadang Membingungkan


Tak dapat disangkal bahwa google maps sebagai alat canggih dengan menggunakan aplikasi play store dari Google ini harus diakui sangat memudahkan para pemakainya dalam mencari lokasi yang dituju. Kita tidak bisa menafikan betapa alat bantu penunjuk arah ini jutaan orang menemukan kemudahan dalam menentukan tempat yang masih samar. Walau demikian, alat secanggih apapun rupanya terkadang membuat kita kebingungan karena tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Padahal kita sudah memakainya gratis, ketika gagal masih saja menyalahkan aplikasinya. Setidaknya beberapa kali saya dibuat bingung dan bahkan kecewa dengan berbagai kasus. Tapi bukan berarti salah aplikasi besutan google ini, tapi terkadang faktor si pemakai juga bisa jadi menjadi penyebabnya.

Pertama, ketika saya ke Ngawi di mana saya mencari sebuah tujuan dengan posisi di tengah kota. Karena belum pernah ke tempat tersebut akhirnya mengandalkan google maps. Driver yang membantu saya sebenarnya sedikit ragu dengan arahan mbak cantik yang setia menuntun arah yang dituju. Hanya driver yang mengemudikan ternyata merasa tahu lokasi tersebut, tapi masih mendengar arahan mbak cantik google maps. Ternyata kami dibawa ke sebuah desa di pinggiran Ngawi dan dimasukkan ke gang Masjid. Analisa saya adalah, karena kita sudah melawan arahan dari mbak google.

Kedua, ketika saya mengantarkan anak saya mendaftarkan diri di sekolah negeri dengan sistim zonasi. Untuk memastikan rumah kami dan disesuaikan dengan alamat Kartu Keluarga serta dokumen-dokumen resmi kependudukan akhirnya dicarilah melalui google maps rumah saya. Wal hasil, google maps tidak berhasil menemukan alamat rumah saya. Padahal ini di Malang Kota. Kalau kebetulan ada pembaca mau mencobanya. silahkan tulis alamat Cluster Lumba-lumba dengan menentukan b berapa. Pasti kesulitan untuk menentukan titik lokasinya. Makanya seringkali juga pak ojol mengeluh ketika mengantar paket atau makanan. Bahkan sering mereka diarahkan ke kuburan yang tidak jauh dari rumah saya.

Ketiga, dua kali saya menuju ke sebuah desa di Blitar justru saya istilahnya "disasak-sasakkan" oleh google maps ke jalan-jalan yang berbatu dan benar-benar sulit dilewati roda empat. Dan akhirnya, saya harus mengalah dengan menggunakan cara manual yaitu bertanya ke penduduk setempat.

Nah, kita mau menyalahkan siapa? Tidak perlu karena memang kita menggunakan aplikasi gratisan tersebut tanpa ada paksaan. Namun mungkin ada baiknya analisa dari Mark Graham, seorang profesor dari Universitas Oxford yang membandingkan keakuratan google maps menuntun penggunanya di negara Barat dibandingkan dengan di negara-negara lainnya yaitu di negara-negara Barat ekosistim data geografis yang lebih luas dan berkualitas, sedangkan di negara-negara seperti kita yang lebih cenderung minim informasi.

Belum lagi kalau di desa-desa terpencil yang mungkin sinyalnya saja empot-empotan, atau juga kita mengandalkan ponsel yang daya tangkapnya kurang menjadi pelengkap kenapa terkadang kita dibawa ke tempat yang keliru oleh google maps. Jadi sabarlah kawan!

Baca Juga:Wahai Google Maps, Mengapa Banyak Orang Kesasar Ketika Menuju ke Rumah Saya?

0 komentar:

Posting Komentar