Oh, Wahai Google Maps, Mengapa Banyak Orang Kesasar ke Rumah Saya?

Jumat, 21 Februari 2020

Oh, Wahai Google Maps, Mengapa Banyak Orang Kesasar ke Rumah Saya?

Sumber Foto: Flickr.com

Entah sudah ke berapa kalinya seorang tukang ojek online kesasar salah arah karena mengikuti Google Maps menuju ke rumah saya. Petang tadi, saya memesan minuman melalui gofood, dan mas ojolnya ngasih tahu kalau ia menuju ke jalan melewati kuburan. Memang kuburan itu sendiri letaknya dekat rumah, hanya dipisahkan oleh satu rumah lalu sungai dan jalan menuju ke perkampungan, setelah itu kawasan kuburan luas. Tentu yang namanya kuburan, pastilah jalannya gelap bila malam hari. Memang namanya Cluster, maka perumahannya agak kecil, dan menuju rumah saya adalah jalan buntu.

Peristiwa serupa di mana tukang pengantar makanan sering mengalami hal yang sama. Bahkan bukan hanya pak ojol yang sering kesasar ketika mencari rumah saya, terkadang pengantar paket juga megalami hal yang sama yaitu kesasar. Kurang lebih dua minggu yang lalu, anak saya bercerita ketika dia dan teman-temannnya memesan makanan. Anak saya bilang, "Aku sampai menjemput makanan tersebut ke dekat kuburan, di mana pak ojolnya nunggu di sana," kata anak saya berkisah.

Supaya saya tidak dianggap ngarang, cobalah ketik alamat saya ini: Cluster Lumba-lumba B- (ketik nomor angka  3-11), Tunjungsekar, Lowokwaru, Malang Jawa Timur, Indonesia. Yang menarik dengan alamat saya ini adalah pengalaman ketika anak saya mendaftar ke sekolah tingkat atas di mana kami mengantar dan menjelaskan posisi rumah. Penerima pendaftaran kan langsung mengecek lokasi alamat saya di atas. Hasilnya? Dia kesulitan untuk menentukan titik lokasinya, dan justru menunjuk ke jalan menuju jalan tengah kuburan tadi.

Saya sendiri sebenarnya merasa heran juga, mengapa perumahan saya, atau supaya saya tidak melebihkan, rumah saya ini sebenarnya masih masuk kawasan Kota Malang, jadi maksudnya bukan wilayah kabupaten. Letaknya juga bukan di luar Jawa, tapi ini di Jawa yang dari segi keramaian, bukanlah kawasan yang jarang dilewati. Tapi wahai Google Maps, Mengapa Banyak orang yang kesasar ke rumah saya? Ada yang bisa memberi solusi?

Baca Juga: Google Maps Bermanfaat, Tapi Terkadang Membingungkan

0 komentar:

Posting Komentar