Di Manakah Tukang Bangunan Kalau P*p*s Ketika Bekerja?

Sabtu, 27 Juni 2020

Di Manakah Tukang Bangunan Kalau P*p*s Ketika Bekerja?



Ke manakah tukang bangunan yang kita sewa untuk bekerja memperbaiki rumah kita kalau mau p*p*s atau malah buang air besar? Pertanyaan ini muncul ketika sekitar satu tahunan merenovasi rumah dan memperhatikan tukang-tukang yang bekerja itu dengan luar biasa. Jadi situasinya, tukang bangunan itu sedang merenovasi rumah yang mana si empunya rumah masih ada di rumah tersebut. Kamar mandi hanya dua dan itupun kamar mandi utama yang biasa dipakai oleh tuan rumah. Mereka enggan menggunakan kamar mandi karena dianggap tidak sopan dengan tuan rumah.

Kalau bangunan yang sedang dikerjakan masih berupa bangunan-bangunan yang tanpa penghuni, mereka bisa saja lanngsung di sela-sela rumah atau di belakang rumah yang tersembunyi tidak kelihatan orang. Tapi bagaimana kalau bangunan yang sedang dikerjakan itu bangunan sudah jadi dan sifatnya sudah tinggal finishing? Sementara yang empunya rumah sudah mulai menempati.

Ada kalanya mereka justeru pergi ke luar dan mencari tempat seperti sungai di sekitar bangunan tersebut. Tapi bagaimana kalau hal tersebut terjadi di kota-kota besar di mana sulit untuk mencari tempat yang sepi untuk membuang h*j*t? Tulisan ini justru ingin memancing siapapun untuk memikirkan sesuatu yang mungkin lepas dari pemikiran pemborong atau si empunya rumah atau siapapun.

Karena kebanyakan para tukang merasa tidak enak bila menggunakan kamar mandi utama dari si empunya rumah. Selain merasa tidak pantas, tapi juga keadaan mereka kan pastilah berdebu yang bila masuk ke kamar mandi otomatis akan mengotori jalan ke kamar mandi tersebut. Puji syukur bila ada kamar mandi luar di mana kamar mandi tersebut bersifat umum dipakai oleh banyak orang. Tapi kalau tidak tersedia kamar mandi seperti itu, ke manakah mereka akan p*p*s atau buang h*j*t?

Inilah yang perlu dipikirkan. Karena tidak baik juga bila mereka menahan keinginan untuk buang air itu? dari segi kesehatan pastilah itu sangat berbahaya bagi para tukang

0 komentar:

Posting Komentar