Menolak Pembeli Online Sama Dengan Merusak Reputasi Diri

Sabtu, 27 Juni 2020

Menolak Pembeli Online Sama Dengan Merusak Reputasi Diri


Apakah Anda pernah ditolak pembeli karena berbagai alasan oleh penjual online? Kalau ia, kita pernah senasib sebab sayapun pernah dan bahkan bukan sekali dua kali, tapi sering. Bagi saya, penolakan itu mendatangkan konsekuensi yang rumit dalam mengurus banyak hal. Kerumitannya adalah, kita harus mencari barang lain yang serupa. Tapi kalau kita ogah untuk meneruskan ingin membeli barang tersebut, maka bukan dengan cara semudah Anda melakukan transfer uang bisa kembali. Uang tersebut bisa masuk ke saldo, atau apapun di toko online tersebut, jadi tidak otomatis kembal ke rekening kita dana tersebut. Apalagi kalau barang tersebut ternyata hanya beberapa yang langsung kita bandingkan dengan toko online yang lain, maka tidak semudah membalikkan tangan dana akan kembali.

Makanya kalau saya sebagai orang baru dalam berbelanja secara online maka bisa saja saya akan segera memberi cap kepada penjual sebagai orang yang tidak konsisten. Apalagi kita sulit untuk mencari alasannya kenapa ditolak. Kalau alasan yang masuk akal, tentu kita bisa memaklumi. Tapi kebanyakan tidak beralasan. Kalau saya ingin berada di pihak penjual maka diberikan label atau memberi cap kepada penjual oleh satu orang itu seperti mennghentikan satu pelanggan untuk bisa kembali kepada tokonya. Kalau sepuluh orang yang ditolak, maka 10 orang juga yang memberi cap tidak konsisten, tidak niat untuk berbisnis, dan segala macam cap yang harus disandangnya.

Penjual bisa saja beralasan, kita kan bukan Superman yang bisa siap kapan saja memenuhi apa yang menjadi permintaan pelanggan. Persoalannya, kalau secara online, tentu sistim mengatur semua keluar dan masuk barang, sehingga penjual tinggal melakukan pantauan saja, antara permintaan barang dengan ketersediaan di gudang. Kalau memang barangnya ada 10, tentu sistim di toko online tersebut akan memberitahu jumlah ketersediaan tersebut, dan bila ada yang sudah melakukan trannsaksi pembayaran, maka secara otomatis barang akan berkurang.

Mungkin tidak sesederhana itu, tapi penolakan terhadap pembeli dengan alasan-alasan tertentu akan mengecewakan. Makanya, banyak toko online memberi pesan di deskripsi barangnya dengan menulis, silahkan menanyakan dulu ketersediaan barang sebelum melakukan pembelian. Celakanya, saya punya pengalaman lebih menyakitkan lagi di mana, walaupun saya sudah menanyakan ketersediaan barang dengan chat yang disediakan, dan dijawab, masih tersedia, tapi setelah melakukan transaksi pembayaran, dan kemudian pembelian barang tidak segera diproses.

Saya tidak tahu apakah toko-toko online itu punya aturan tertentu kepada penjual yang beberapa kali melakukan penolakan terhadap pembeli yang sudah melakukan pembayaran. Tapi yang jelas, kalau hal tersebut sering dialami oleh pembeli maka jangan kaget bila akhirnya pembeli online mencari toko online yang banyak tersebar di beberapa tempat di Indonesia ini dan bahkan bisa memesan atau membeli di toko online luar negeri.

Memang beberapa faktor yang membuat pembelian kita mengalami penolakan. Bisa jadi karena memang ketersediaan barang terbatas, sehingga penjual tidak bisa melayani. Atau juga penjual tidak memiliki managemen yang baik di mana bisa saja dia membuka lapak di beberapa toko online, dan tidak diperhitungkan ketersediaannya. Ketersediaan barang itu juga beragam, bisa jadi barang yang ada tidak sesuai dengan yang direquest oleh pembeli dalam soal warna, atau tipe dan jenis dan seterusnya.

Benar, bahwa penjual memberi pesan besar-besar supaya sebelum melakukan pembelian, ditanyakan dulu. Tapi tidak semua orang memiliki kebiasaan bertanya dulu kepada penjual, tapi sebaliknya ia sudah memiliki keyakinan, bahwa apa yang terpampang lengkap dengan photo dan diskripsi yang jelas itu bentuk penjual menyediakan barangnya.

Jadi kalau terjadi penolakan dalam melakukan pembelian secara online, siapa yang harus disalahkan? Tidak ada. Tapi kembali bahwa pembeli adalah raja, dialah yang menentukan dan dia punya hak untuk pindah ke toko lain, atau bahkan memberi cap sebagai penjual yang tidak bisa dipercaya. Seperti halnya penjual yang punya hak untuk menolak pembelian dari customer atau bahkan pelanggannya. Masinng-masing ada resiko, seperti hidup ini juga penuh dengan resiko.

0 komentar:

Posting Komentar