Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Selasa, 14 Juli 2020

Seberapa Penting Testimoni Pembeli?


Kalau Anda membeli barang melalui online shop dan ketika proses pembelian itu sudah selesai, kemudian Anda melupakannya begitu saja, maka hal tersebut mungkin kurang "disukai" oleh toko online. Walaupun demikian sebenarnya cukup banyak orang yang memiliki sikap seperti Anda. Ketika membeli barang dan kita sudah mendapatkan barang tersebut, urusannya sudah selesai. Saya yakin setiap online shop berharap setiap pembeli akan memberikan testimoni atau kesaksian bagaimana pengalaman berbelanjanya. Hal ini bisa diketahui dari iming-iming, point dan penghargaan dari online shop kepada siapapun yang mau memberikan testimoni tersebut.

Memang pemberian testimoni itu ditujukan kepada penjual atau pelapak. Walaupun kesaksian tersebut bisa berupa negatif ataupun positif. Tapi testimoni itu sendiri sangat bermanfaat untuk mengangkat nama baik pelapak tapi terlebih juga online shop itu sendiri. Misalnya saja, Tokopedia memberikan Rp.500 kepada mereka yang rela memberikan testimoni dengan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti harus berapa huruf dan juga lengkap dengan foto yang diupload dari barang yang dibeli. Demikian juga dengan online shop Shopee yang memberikan rewards bagi mereka yang rela menulis kesaksian dan pengalaman berbelanjanya serta disertai bukti foto dari barang yang diterima untuk memperkuat kesaksiannya.

Testimoni itu sendiri berisi bagaimana perasaan pembeli dengan pengalaman membeli. Ada tiga hal yang bisa disinggung dalam testimoni tersebut. 


  1. Barang yang diterima. Barang yang diterima itu menyangkut kwalitas barang, apakah sesuai dengan diskripsi produk. Diskripsi produk bisa jadi berhubungan dengan original barang atau barang tembaan (non ori). Kalau memberi kepuasan kepada pembeli maka dia tak akan segan-segan untuk memuji-muji bukan hanya barangnya, tapi juga penjual dan bahkan online shop itu sendiri. Sebaliknya bila barang yang dijual mengecewakan, maka tentu saja kesaksian pembeli bisa menjadi palu godam yang menghancurkan bukan hanya toko atau pelapak bahkan juga akan merusak reputasi online shop itu sendiri.
  2. Pelapak. Pelapak berhubungan dengan berbagai hal, seperti, kecepatan merespon pembeli, kecepatan melayani (dalam hal ini membungkus dan mengirim) tapi juga lebih dari pada itu kesopanan, kebaikan penjual ketika melakukan komunikasi dengan pembeli akan berpengaruh juga ketika menyampaikan testimoni. Jadi testimoni itu benar-benar mengungkap rasa (senang, tidak senang, kecewa, sakit hati, tersinggung dll) terhadap pengalaman yang dijumpainya ketika membeli kepada sebuah pelapak.
  3. Toko online. Testimoni yang baik akan memberikan ikatan yang dekat dengan toko online. Pembeli bisa menjadikan langganan di online shop tersebut. Dia bisa kembali bukan hanya kepada pelapak, tapi juga akan kembali kepada toko online tersebut. Bila pembeli sampai menyatakan KAPOK membeli di toko online yang dimaksud, maka inilah awal larinya pembeli dari online shop tersebut.
Jadi ternyata pengaruh dari sebuah testimoni itu tidak sederhana dan bahkan bisa jadi menjadi pemicu bagi orang lain untuk datang dan membeli, tapi juga menjadi palu godam yang akan menjadi momen jatuhnya sebuah toko online karena kekecewaan pembeli yang diungkap dalam testimoni atau kesaksian mereka.

Testimoni adalah tempat orang jujur mengungkapkan perasaan yang dialami oleh pembeli. Tetimoni yang disampaikan adalah hasil dari pengalaman nyata. Dan pengalaman itu tentu saja berhubungan dengan banyak hal seperti yang telah disinggung di atas.


Selasa, 07 Juli 2020

Kalau Ada Toko Terdekat, Kenapa Harus Pilih yang Jauh?


Memang online shop atau toko online memberikan banyak pilihan yang sangat beragam. Apa saja bisa dicari. Kalau tidak ada di toko online yang satu maka bisa memilih online shop yang lain dan bahkan bisa banyak pilihan. Kalau kita mau berbelanja sebuah jam tangan, dan kita menuliskan di pencaharian online shop yang kita pilih, maka akan muncul puluhan bahkan ratusan jam tangan sesuai dengan apa yang sedang kita cari. Banyaknya pilihan ini tentu saja sangat menguntungkan karena di sinilah kita bisa memilih dari segi, harga, originalitas, dan jarah toko dari rumah kita.

Saya menyebutkan jarak toko, karena inilah yang harus menjadi pertimbangan kita juga. Kalau ada flash sale sebuah barang murah, contohnya barang kebutuhan shampo misalnya. memang harganya yang dari Rp. 50.000 satu paket misalnya, menjadi Rp. 25.000 tapi ternyata sang lapaknya ada di Jakarta, sementara kita di Bali, maka harganya akan menjadi sama dengan toko kelontong sebelah rumah. Kenapa? Karena memang harga tersebut berdiskon 50% tapi ongkirnya bisa melebihi harga pasaran yang ada di wilayah kita.

Makanya, jarah toko seharusnya menjadi pertimbangan penting karena berhubungan dengan ongkos kirim. Makanya jangan senang dulu bila ada flash sale tapi barang diflash sale itu beratnya yang harus ditanggung ongkirnya melibihi dari harganya itu sendiri. Tapi kan ada ongkir gratis? Ongkir gratis akan berguna banyak bila berat barang yang kita beli tidak melibihi batas minimal pemberian ongkir gratis tersebut. Contohnya, biasanya yang ditanggung ongkir gratis itu sekitar Rp. 20.000, selebihnya, maaf ya say, ente harus membayar sendiri. 
Untuk menyiasati hal ini maka yang kita lakukan adalah mencari lokasi toko di online shop seperti di Shopee.com misalnya akan membantu biaya ongkos kirim. Contohnya, kalau lokasi rumah kita di Malang, bila ada barang yang kita cari di toko di satu daerah bersyukur, artinya sangat kecil ongkirnya. Tapi kalaupun tidak maka kita bisa mencari lokasi toko di Surabaya atau kalaupun tidak ada di Yogyakarta. Bagaimana mengetahui lokasi toko lapak di toko online tersebut? Tinggal membuka profil tokonya maka di situ akan tertera alamat daerah atau wilayah toko.

Makanya di sinilah kita bisa menimbang-nimbang antara yang paling murah tapi kalau jauh lokasinya, atau kita memilih yang tidak terlalu mahal tapi toko penjualnya tidak jauh dari lokasi kita.

Memang ongkos kirim ini memang menjadi biaya tambahan bagi para pembelanja online. Karena yang menanggung ongkirnya kita bukan penjual. Berbeda kalau kita membeli di toko fisik. Apalagi toko fisik itu sepelemparan batu saja, yaitu di tetangga kita. Tapi kan tidak semua apa yang kita butuhkan itu tersedia di sekitar kita. Makanya online shop menjadi solusi yang mantap. 

Terkadang saya juga berhitung, kalau kita ingin membeli sebuah barang dengan perhitungan kita keluar rumah, selain juga ada uang parkir, uang bensin. Berbada dengan online shop, kita hanya mengeluarkan ongkir, kita tinggal menunggu di rumah. Tapi, tentu saja kita juga mempertimbangkan segi sosialnya dalam pengertian, kalau kebutuhan itu menyangkut kebutuhan sehari-hari, seperti shampo, minyak goreng, mie, makanan ringan, maka alangkah baiknya kalau kita membeli di warung sebelah kiri dan kanan serta depan dan belakang rumah kita, samberi kita mengenal lebih dekat tetangga kita. Karena bagaimanapun tetangga itu adalah saudara yang paling dekat.

Senin, 06 Juli 2020

Bagaimana Kalau Barang Pesanan Online Kurang?


Kalau barang pesanan yang kita beli secara online di suatu online shop ternyata kurang? Pesan lima, tapi yang dikirim empat. Pesan dua barang ternyata yang dikirim hanya satu. Apa yang harus saya lakukan? 

Sebenarnya, ketidaksempurnaan memang menjadi milik manusia, kita dan kita. Jadi bisa saja penjual khilaf dengan mengirimkan barang yang ternyata jumlahnya kurang. Terus terang dalam setengah bulan ini saya mengalaminya sebanyak dua kali. Dan pengalaman tidak mengenakkan sekali yang terjadi beberapa tahun yang lalu. 
Pengalaman Pertama saya membeli sebuah mini photo studio di sebuah toko online. Membeli Mini Photo Studio ini kan berbentuk kotak dan sudah paket dengan lampu led dan juga sebuah background. Ketika barang datang sudah saya pasang semuanya, tinggal satu alat pendukung yaitu lampu LED. Tentu saja saya kembali mencari lampu tersebut ternyata tidak diketemukan.

Ini yang saya lakukan, untungnya saya belum memberi penilaian dengan barang tersebut sampai benar-benar berfungsi dengan baik. Makanya, secepatnya saya menghubungi pihak penjual dengan memberi keyakinan bahwa memang dalam paket tersebut tidak ada lampu LEDnya. Puji Tuhan, penjual dengan cepat minta diambil gambar paket beserta isinya. Setelah saya menunggu akhirnya pihak penjual sangat responsif meminta maaf atas ketidaknyamanan berbelanja saya. 

Sebenarnya pengalaman seorang dengan yang lain bisa jadi berbeda karena memang tidak mudah menyampaikan informasi yang tidak bisa kita lihat oleh penjual. Kalau penjual memang baik tentu saja akan ditanggapinya dengan mencari bukti-bukti. Sebab artinya, kalau memang kurang, karena kesalahan penjual, yah pihak penjuallah yang menanggung biaya keseluruhan, seperti pengepakan, pengiriman. 

Pengalaman kedua adalah ketima berbelanja di sebuah lapak toko online dengan melakukan pembelian portable light stand tripod sebanyak dua buah. Setelah menunggu tiga hari barang tersebut akhirnya datang juga. Tapi ketika saya terima paket tersebut sedikit bertanya-tanya, sebesar apakah tripod tersebut, kok bentuk paketnya kecil memanjang? Logikanya, kalau memang dua tripod yang dikirim pastilah akan lebih besar bentuknya. Nah, ketika kecurigaan awal muncul, saya siap-siap menggunakan kamera ponsel saya ketika melakukan pembongkaran paket. Benar saja, portable light stand tripod tersebut hanya satu. Maka tanpa ba bi bu saya langsung menghubungi penjual lewat chat pribadi dengan mengirimkan bukti foto paket yang saya terima.

Alhamdulillah penjual tidak melakukan pembelaan atas keteledoran tersebut. Hanya saja otomatis ada biaya tambahan bagi penjual yang harus ditanggung. Tampaknya penjual tidak mau rugi kehilangan uang untuk pengiriman. Sementara saya sendiri tentu angkat tangan karena bukan kesalahan saya. Solusi yang ditawarkan adalah saya diminta untuk membeli barang-barang yang sifatnya murah dan kecil di toko tersebut kemudian barang yang ketinggalan tersebut akan diikutsertakan.

Bagi saya ketimbang urusannya panjang, dan saya ingin mengerti si penjual, maka solusi yang diberikan itu saya terima. Akhirnya saya membeli sebuah tablet stand mini. Tentu saja akhirnya saya berterima kasih dengan respon yang baik dari penjual.

Ketiga, ini merupakan pengalaman yang tidak mengenakkan di mana saya membeli sebuah ponsel bekas, tapi penjual mungkin pemain baru dalam melakukan penjualan secara online. Setelah paket saya terima ternyata keadaan ponsel tersebut LCDnya pecah. Bagaimana tidak pecah, cara membungkusnya hanya dengan bungkus kardus bekas, kemudian diisolasi keliling sampai penuh. sementara ponselnya sendiri tergoncang ketika digerakkan.

Saya berusaha untuk bersikap tenang dan segera menghubungi penjual. Tapi penjual langsung reaktif dengan mengatakan, saya sudah berusaha untuk membungkusnya dengan baik. Kalau sudah seperti itu saya tidak bisa berbuat apa-apa.