Kunci Keberhasilan Jualan Online Kecepatan Menangkap Peluang

Senin, 13 September 2021

Kunci Keberhasilan Jualan Online Kecepatan Menangkap Peluang


Tulisan ini berdasarkan pengalaman bukan sebagai penjual, tapi sebagai pembeli barang secara online, jadi penulis hadir sebagai buyer yang tentu ingin mendapatkan berbagai informasi mengenai kebutuhan yang ingin didapatkan. Sebagai pembeli secara online tentu bukan dengan tanpa perencanaan atau tanpa pertimbangan dengan banyak hal. Seperti, kalau saya ingin membeli ponsel premium, maka uang yang harus saya keluarkan bukan sedikit tapi lumayan banyak, karena namanya premium tentu yang ada dalam benak saya adalah ponsel yang akan saya terima adalah ponsel terbaik, original, bergaransi pasti, termurah, dan kalau bisa mendapatkan rekomendasi dari para buyer yang sudah memiliki barang tersebut dan berbelanja di sebuah lapak online.

Selain secara pasif saya mencari, seperti meneliti toko-toko penjual yang terpercaya, tidak harus di toko official, di toko cabang atau toko lapak biasa asalkan terpercaya, dan barangnya banyak membuat pembeli lainnya cukup puas dengan pelayanannya, tentu juga bisa menjadi pilihan. Tapi juga kalau bisa, selain terbaik, terpercaya dan seterusnya itu pertimbangan lainnya adalah termurah tapi bukan murahan. Itu bisa saya dapatkan dari pengalaman orang berbelanja. Tapi selain sikap pasif tadi, juga bisa saya lakukan dengan cara aktif yaitu bertanya terlebih dahulu sebagai cara mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai barang yang menjadi incaran tadi.

Bukankah sudah ada diskripsi secara lengkap mengenai barang dan spesifikasi serta semua informasi yang mengenai barang yang dimaksud? Benar, tapi seringkali sebagai buyer saya ingin mendapatkan informasi lebih lengkap yang tidak ada penjelasan di lapak. Makanya saya harus menghubungi penjual. 

Menghadapi penjual juga terkadang menjengkelkan. Ini terjadi ketika,

  • Penjual lama memberi respon
  • Penjual tidak mau repot untuk menjawab dengan akurat. Menjawab hanya sekedarnya
  • Penjual hanya mengatakan, sudah sesuai dengan diskripsi
  • Penjual ketus
  • Penjual tidak mengerti banyak mengenai barang yang dimaksud atau barang yang dijual
  • Penjual marah
  • Penjual tidak mau menjawab
Kalau daftar model penjual seperti di atas, tentu saja saya sebagai pembeli enggan untuk meneruskan transaksi di lapak tersebut. Karena apa? Artinya saya tidak akan mendapatkan informasi secara utuh mengenai barang yang akan saya beli. Kalau situasinya seperti itu, lebih baik saya akan mencari lapak lain, atau toko lain, walaupun di tempat tersebut barangnya bagus-bagus.

Jadi ternyata saya sebagai pembeli ingin membuka hubungan yang baik dengan penjual. Benar, kebutuhan dan kepentingan saya adalah membeli dan mendapatkan barang, tapi bukan berarti hubungan tidak penting dalam masalah jual beli ini. Kehadiran saya sebagai pembeli adalah sebuah peluang di mana saya akan membayar lebih yang sudah dimasukkan ke dalam keuntungan penjualan. Tapi bila peluang ini hanya disia-siakan, tentu saya akan mencari penjual yang sesuai dengan keinginan saya di mana sebuah hubungan juga menjadi bagian di dalam jual beli tadi.

0 komentar:

Posting Komentar