<!-- SEO Blogger Start --> <meta content='text/html; charset=UTF-8' http-equiv='Content-Type'/> <meta content='blogger' name='generator'/> <link href='https://www.makkellar.com/favicon.ico' rel='icon' type='image/x-icon'/> <link href='https://www.makkellar.com/2026/01/hari-lingkungan-hidup-indonesia-menguji.html' rel='canonical'/> <link rel="alternate" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.makkellar.com/feeds/posts/default" /> <link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - RSS" href="https://www.makkellar.com/feeds/posts/default?alt=rss" /> <link rel="service.post" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.blogger.com/feeds/2646944499045113697/posts/default" /> <link rel="alternate" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.makkellar.com/feeds/2646899666150607221/comments/default" /> <!--Can't find substitution for tag [blog.ieCssRetrofitLinks]--> <link href='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8aOL682zl_gJKGr7KMJa0aJOuJABsMuCp9FRuK6CiXD-aZSdGdSi0_iqgdsbHhPTkKeApUfmDqKl3NQNAWCiyoyyQ66sARPrDllC_-5wQMDb2IBL2Kk-zxhsPk1yhijfIUO82fAh2iKSxoJC1Uv6_D22Col7uxD4yQEK6jU-M-UmzdT-m43kr8aUDTHM/w252-h189/Hutan%20yang%20Akan%20Kita%20babat%20dengan%20Menutup%20Mata.jpg' rel='image_src'/> <meta content='Hari Lingkungan Hidup Indonesia adalah momentum refleksi nasional agar pembangunan tidak mengorbankan alam. Mengingatkan pemimpin dan masyarakat' name='description'/> <meta content='https://www.makkellar.com/2026/01/hari-lingkungan-hidup-indonesia-menguji.html' property='og:url'/> <meta content='Hari Lingkungan Hidup Indonesia: Menguji Kesadaran Kita sebagai Bangsa' property='og:title'/> <meta content='Hari Lingkungan Hidup Indonesia adalah momentum refleksi nasional agar pembangunan tidak mengorbankan alam. Mengingatkan pemimpin dan masyarakat' property='og:description'/> <meta content='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8aOL682zl_gJKGr7KMJa0aJOuJABsMuCp9FRuK6CiXD-aZSdGdSi0_iqgdsbHhPTkKeApUfmDqKl3NQNAWCiyoyyQ66sARPrDllC_-5wQMDb2IBL2Kk-zxhsPk1yhijfIUO82fAh2iKSxoJC1Uv6_D22Col7uxD4yQEK6jU-M-UmzdT-m43kr8aUDTHM/w1200-h630-p-k-no-nu/Hutan%20yang%20Akan%20Kita%20babat%20dengan%20Menutup%20Mata.jpg' property='og:image'/> <!-- Title --> <title> Bukan makelar tapi Menjadi peranta untuk kebaikan bersama Hari Lingkungan Hidup Indonesia: Menguji Kesadaran Kita sebagai Bangsa - Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera Hari Lingkungan Hidup Indonesia: Menguji Kesadaran Kita sebagai Bangsa - Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera

Hari Lingkungan Hidup Indonesia: Menguji Kesadaran Kita sebagai Bangsa


Setiap 10 Januari, kita bangsa Indonesia seharusnya selalu ingat, yaitu memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia. Tentu tanggal ini bukan sekadar penanda di kalender nasional, melainkan jejak kesadaran para pemimpin masa lalu yang hebat, bahwa pembangunan tanpa kepedulian lingkungan adalah jalan menuju kehancuran perlahan.

Ironisnya, justru di tengah kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan kita hari ini, kepedulian terhadap lingkungan sering kali mundur dan bahkan bisa saja sudah tahap 'tidak peduli'. Kita semakin pintar menghitung keuntungan, tetapi semakin abai menghitung kerugian ekologis yang diwariskan. Pertanyaannya, kita ini semakin pintar, apa semakin bodoh ya?

Kesadaran Pemimpin Masa Lalu yang Tak Boleh Dikhianati

Penetapan Hari Lingkungan Hidup Indonesia lahir dari kesadaran bahwa, sumber daya alam tidak tak terbatas, pembangunan membawa dampak ekologis, dan negara memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam.

Para pemimpin masa lalu memahami satu hal penting, lingkungan hidup bukan penghambat pembangunan, melainkan penopangnya.

Maka menjadi pertanyaan besar hari ini, jika mereka yang hidup di masa dengan pengetahuan terbatas sudah sadar pentingnya lingkungan, mengapa kita yang lebih maju justru bersikap seolah tidak peduli?

Negara Butuh Anggaran, Tapi Alam Bukan Bank Tanpa Batas

Tidak ada yang menutup mata bahwa negara membutuhkan, pendapatan, anggaran pembangunan, dan pemanfaatan sumber daya alam. Namun persoalannya bukan apakah sumber daya boleh dimanfaatkan, melainkan bagaimana cara memanfaatkannya.

Eksploitasi yang:

menguras habis,

mengeruk tanpa perhitungan,

dan mengabaikan daya dukung lingkungan

merupakan bentuk pemikiran jangka pendek yang berbahaya. Keuntungan hari ini dibayar mahal oleh kerusakan puluhan tahun ke depan.

Kita Negara Indonesia ini Sedang Mewariskan Apa?

Setiap kerusakan lingkungan sesungguhnya adalah surat warisan yang kita tulis untuk anak cucu, udara yang tercemar, air yang kotor, tanah yang rusak, bencana yang semakin sering seperti yang terjadi di beberapa daerah.

Layakkah kita bangga mewariskan itu semua, hanya karena kita memilih kenyamanan dan keuntungan hari ini? Bangsa besar bukan hanya yang mampu membangun infasruktur yang bagus, gedung, jalan, dan industri, tetapi yang berani menahan diri demi keberlanjutan hidup generasi berikutnya.

Hari Lingkungan Hidup sebagai Cermin Moral Kepemimpinan

Hari Lingkungan Hidup Indonesia seharusnya menjadi, pengingat etis bagi para pemimpin, cermin kebijakan pembangunan, dan alarm nurani bangsa.

Setiap keputusan yang mengorbankan lingkungan demi kepentingan sesaat adalah pengingkaran terhadap semangat hari ini. Kepemimpinan sejati bukan sekadar mengelola anggaran, tetapi menjaga masa depan.

Berhenti Menguras, Mulai Menjaga

Sudah saatnya kita mengatakan:

cukup untuk eksploitasi tanpa batas,

cukup untuk kebijakan yang mengabaikan ekologi,

cukup untuk pembangunan yang memiskinkan alam.

Hari Lingkungan Hidup Indonesia bukan milik masa lalu. Ia adalah peringatan keras untuk hari ini dan tanggung jawab untuk esok hari. Jika tidak, kita bukan bangsa visioner, kita hanyalah bangsa yang sibuk memikirkan hari ini, kepentingan diri sendiri, sambil menutup mata terhadap penderitaan anak cucu di masa depan.

Baca Juga:

Menanam Pohon Jangan Hanya untuk Seremonial

Hari Lingkungan Hidup Indonesia: Menguji Kesadaran Kita sebagai Bangsa Hari Lingkungan Hidup Indonesia: Menguji Kesadaran Kita sebagai Bangsa Reviewed by Admin Brinovmarinav on 14.01 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.