OS: Mengapa Lebih Memilih Windows Bajakan Ketimbang yang Resmi?

Selasa, 17 Desember 2019

OS: Mengapa Lebih Memilih Windows Bajakan Ketimbang yang Resmi?


Tahun 2016 Business Software Alliance mengungkapkan laporan yanng sebenarnya tidak mengejutkan banyak orang mengenai penggunaan software bajakan mencapai 84 persen di Indonesia dari software yang beredar. Lalu pertengahan tahun 2019 lalu Microsoft melalui penelitian 39 Test Purchase Sweep 39 mengatakan bahwa 90% Komputer di Indonesia menggunakan berisi piranti lunak software bajakan. Dan hasil penelitian dan tersebut tentu gampang dibuktikan dengan melihat kanan dan kiri laptop atau komputer baik di sekolah maupun di berbagai tempat di Indonesia. Kita tidak tahu bagaimana caranya supaya, walaupun tidak hilang sama sekali tapi bisa berkurang sampai hanya 50% saja bajakannya. Ketimbang sampai mencapai 90%.

Padahal kalau mau, ada cara lain bagaimana pembajakan itu berkurang atau hilang sama sekali yaitu dengan beralih kepada menggunakan software gratisan yaitu LINUX. Tapi tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk berpindah ke Linux. Karena sihir Windows terlalu kuat untuk ditinggalkan, walaupun pada akhirnya menggunakan edisi bajakan. Berikut ini beberapa kemungkinan orang enggan untuk meninggalkan software bajakan itu:

Pertama, tentu hal ini berhubungan dengan terbatasnya para pengguna komputer dengan faktor ekonomis yaitu dana yang dimiliki mengingat harga software original bukanlah termasuk katagori murah. Walaupun alasan ini bukanlah alasan yang tepat, kalau kita memang ingin nyaman menggunakan komputer tanpa ada gangguan atau ada yang mengawasi.

Kedua, bagaimana kalau pindah menggunakan software yang gratis tapi legal yaitu OS Linux? Menurut saya sebenarnya yang ilegal atau bajakan itu sama-sama diperoleh dengan gratis, sama seperti kalau menggunakan OS Linux? Tapi karena sihir Windows itu begitu kuatnya yang akhirnya menguasai seluruh komputer, sehingga seperti ada yang aneh kalau menggunakan Linux.

Ketiga, kurangnya informasi mengenai Linux sebagai jalan keluar dari persoalan pembajakan software OS ini, sehingga orang seperti kurang tertarik untuk menggelutinya. Dahulu ada majalah Info Linux, sekarang entah ke mana.

Keempat, banyak orang membayangkan kalau menggunakan Linux nanti malah kesulitan untuk mengoperasikannya. Di sinilah sebenarnya kita kurang mau untuk belajar sesuatu yang baru. Belum lagi merasa takut nantinya tidak terintegrasi dengan OS lainnya. 

Padahal sebenarnya dengan menggunakan software bajakan banyak kerugian yang didapat yang akan dijelaskan dalam artikel lainnya.

Baca Juga: 2 Resiko Bila Anda Bertahan dengan Menggunakan Windows 7 Walau ORI

0 komentar:

Posting Komentar