Berakhirkah Kemunculan Kerajaan Baru di Sekitar Kita?

Senin, 10 Februari 2020

Berakhirkah Kemunculan Kerajaan Baru di Sekitar Kita?

                                                      Sumber Photo: www.flickr.com
Deretan peristiwa munculnya berbagai kelompok yang menamakan diri sebagai sebah kerajaan dengan berbagai nama seperti Sunda Empire, Keraton Sejagat, King of the King dan diikuti oleh kerajaan-kerajaan lainnya. Kita seperti tak henti dikejutkan deretan kemunculan orng yang mengaku sebagai penguasa dari kerajaan baru? Tidak tanggung-tanggung, pengakuannya bukan hanya menguasai daerah lokal, tapi seluruh dunia. Walaupun sudah banyak yang ditangkap para pentolannya oleh aparat yang berwenang, apakah akan berhenti munculnya kerajaan-kerajaan baru tersebut?

Kondisi ini memang menimbulkan banyak tafsiran mengenai kondisi sosial kehidupan kita. Bahkan dianggap kita ini berada di tengah-tengah masyarakat yang suka berhalusinasi. Berhausinasi ingin mendapatkan kekuasaan dengan cara yang mudah dan gampang tapi tidak mau melakukan atau mengusahakan yang sesuai dengan aturan-aturan yang sedang berlaku.

Tapi anehnya juga ada sebagian masyarakat yang menanggapinya dengan mengikuti dan menjadi pengikutnya. Bagi sebagian orang seperti tidak masuk akal, tapi ada orang-orang yang siap menjadi pengikutnya walaupun harus menggelontorkan uang untuk bergabung. Aneh, miris dan hampir tidak masuk akal.

Kekuasaan, ya sebenarnya tidak ada yang keliru bila kekuasaan itu dikejar dan kemudian dicapainya. Karena dalam suatu kelompok masyarakat tidak mungkin tidak memerlukan kekuasaan untuk menjaga stabilitas komunitas yang muncul, komunitas kecil maupun besar. Karena kekuasaan itu diperlukan untuk menyatukan masyarakat itu sendiri.

Begitupun bagi pihak yang ingin mendapatkan kekuasaan. Karena bukankah di keluarga ada kekuasaan, di tingkat RT ada kekuasaan, di sebuah komunitas ada kekuasaan. Dan saya berpikir, tidak ada yang keliru dengan keinginan untuk berkuasa,  

Artinya kekuasaan itu netral, dia menjadi baik bila pelakunya melakukannya dengan baik, mengusahakannya dengan baik, dan dilakukan kekuasaan itu juga baik. Namun akan menjadi buruk ketika kekuasaan itu ditempuh dan bahkan digunakan dengan tidak benar. Korupsi misalnya.

Keliru juga bila tidak ada orang yang ingin mengubah atau meraih kekuasaan bila penggunaan kekuasaan di dalam kelompok itu dirasa kurang baik. Makanya kekuasaan perlu diraih. Tentu dengan cara yang sesuai dengan aturan dan rel yang berlaku.

Tapi kembali kepada keinginan untuk berkuasa itu di mana sejarah dalam sejarah di dalam Alkitab misalnya jelas bahwa betapa kekuasaan itu dikejar oleh banyak orang. Tengok saja bagaimana setiap berakhirnya seorang raja di jaman Kerjaan Israel kita lihat dari Kerajaan Yehuda selalu menimbulkan gejolak karena memperebutkan kekuasaan.

Ketika Raja Saul wafat kita mengenal tokoh Isyboset. Padahal Tuhan sudah menetapkan pilihannya untuk meneruskan kekuasaan kerajaan Israel.

Ketika Daud bertakhta kita mengenal Absalom yang ingin mengadakan kudeta. Dan hal ini menimbulkan korban.

Apalagi setelah Salomo meninggal kerajaan Israel yang semula hanya satu kerajaan besar menjadi pecah jadi dua kerajaan. Kerajaan Utara dan Kerajaan Selatan. Tentu hal ini berhubungan dengan keinginan berkuasa.

Dalam sejarah kerajaan-kerajaan Hindu, Islam di Nusantara tidak pernah sepi dengan perebutan kekuasaan.

Sekali lagi ingin berkuasa itu sebuah sikap yang netral. Namun tentu saja meraih kekuasaan itu di jaman maju ini memiliki aturan dan undang-undangnya sendiri. Sehingga untuk meraihnya, siapapun kita berhak, saya dan Anda dan siapapun. Hanya saja harus melalui mekanisme yang sudah kita setujui bersama. Contohnya lewat PEMILU. Kalau di luar cara-cara yang sudah ditetukan, maka siap-siaplah kita akan kedatangan tamu yang tak diundang yaitu POLISI. 

Baca Juga: Cara Menangkal Virus Corona

0 komentar:

Posting Komentar