Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Kamis, 12 Agustus 2021

Keluhan Bang Ojol dengan Titik Lokasi


Masih ingin mengeluh dengan titik lokasi dengan belanja di toko online (e-commerce) bila menggunakan ojek online. Karena ternyata di daerah saya Malang, keluhan saya sebagai pengguna tidak jauh berbeda dengan bang ojek itu sendiri yang sama-sama tidak mengerti mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi. Keluhannya adalah bila pemesanan menggunakan jasa ongkos kirim cepat di dalam satu kota yaitu ojek online, maka kendala yang mengganggu yaitu terkadang beda antara titik lokasi dengan alamat yang tertera. 

Pengalaman beberapa kali dan bahkan berkali-kali kalau tidak mau dibilang setiap kali berbelanja di toko online di satu wilayah menggunakan ojek online saya selalu was-was. Karena titik pengantaran jauh berbeda dengan alamat saya yang tertera di toko online tersebut. Berbeda kalau kita melakukan pemesanan secara langsung dengan ojek online, kita langsung saja menunggu tanpa ribet memberitahu kepada bang ojolnya. Makanya setiap berbelanja di toko lokal atau satu wilayah dengan menggunakan ojol karena ingin cepat, saya selalu berpesan, "Gan, tolong sampaikan kepada ojolnya supaya menggunakan panduan alamat, jangan menggunakan titik lokasi." Tapi terkadang penjual, entah mungkin lupa atau pesanan banyak sehingga kurang dipedulikan, atau juga tidak membuka pesan di chat toko online bersangkutan.

Tiga hari lalu saya memasan sebuah converter yang ingin cepat digunakan, maka saya mencoba untuk mencarinya lewat e-commerce dengan lebih spesifik kota Malang. Maka saya akhirnya menggunakan jasa pengiriman ojek online supaya dalam hitungan menit bisa saya dapatkan itu barang. Pemesanan saya lakukan dengan ngechat penjual dengan pesan jangan menggunakan titik lokasi rumah saya. Lebih enaknya lagi bang ojolnya minta share lokasi rumah tempat tinggal saya. Benar, penjual sangat responsif dan secepat kilat barang tersebut tiba di rumah.

Ketika saya menanyakan kepada bang ojolnya, dia mengatakan kalau dari titik lokasi diarahkan ke jalan Vinolia, yang kurang lebih 2-3 kilo meter dari rumah saya yang ada di jalan ikan-ikanan. Akhirnya bang ojol cerita, sering dirinya mengalami hal seperti ini bila memesan barang melalui toko online. Kalau si pembeli memberitahu seperti ini, saya bisa langsung telepon dan minta share lokasi. Keluhan ini sebenarnya disampaikan oleh beberapa tukang ojek online.

Tidak tahu sampai kapan ini akan diselesaikan? Siapa yan menyelesaikan, apakah pihak pengembang aplikasi lokasi, atau dari pihak toko online? Kalau hal ini terus berlanjut, tentu saja yang dirugikan adalah pembeli dan jasa pengiriman dalam hal ini ojek online.

Selasa, 10 Agustus 2021

Cara Menghentikan Munculnya Iklan di Komputer Kita


Rasanya menjengkelkan ketika enak-enak kerja tiba-tiba muncul iklan atau berita di bagian pojok komputer kita yang terkoneksi dengan internet. Karena otomatis hal tersebut akan membuyarkan konsentrasi kita dengan pekerjaan yang sedang digarap. Mengapa itu terjadi? Karena kita sudah memberi ijin pihak luar untuk memberi peringatan atau mempersilahkan iklan pop up, semacam itu menyelinap di komputer kita ketika posisi kita sedang online. 

Kapan kita memberi ijin? Ketika kita melakukan aktifitas browsing, download, atau membuka situs-situs apapun kita menyetujui ketika muncul kotak di tempat pencarian yang salah satunya biasanya tertulis begini: Allow download (nama situs) to send notofication) Kemudian di bawahnya kita diminta untuk memilih, Allow yang berarti menerima atau block yang artinya kita menutup atau mencegahnya. Celakanya, terkadang di situs-situs tertentu kotak peringatan tersebut terus muncul selama kita berselancar di website tersebut, sampai kita melakukan klik Allow atau menerima. Bila itu yang kita lakukan, maka yang terjadi kemudian kita akan dibombardir iklan-iklan tersebut.

Bagaimana Cara Menghentikannya? Berikut ini langkah-langkah menghentikan serbuan pop up dan semacamnya.

  • Buka setting di pojok pop up iklan yang muncul sampai ke pengaturan
  • Kita akan bertemu dengan Privacy & Security dari komputer kita
  • Centang PAUSE notofications
  • Kalau kita mau menghapus semua poo up yang muncul itu maka klik saja setting di notofications
  • Muncul kotak daftar pop up yang harus kita pilih. Kalau memang mau menghapus semua tinggal klik REMOVE ALL WEBSITE
  • Kalau mau sebagian entah karena kita butuh, contohnya kita ingin mendapatkan update berita, maka kita pilih saja yang ingin dihapur
  • Terakhir klik SAVE Changes

Senin, 09 Agustus 2021

Pengalaman Buruk dengan E-commerce


Jengkel bukan main dengan pengalaman saya melakukan belanja online di sebuah toko online terkenal ini. Penyebabnya adalah, ketika saya ingin mencari sebuah DAP (digital audio player) yang second tapi merk terkenal. Setelah mengetik di kolom pencarian di toko online tersebut muncul beberapa pilihan menarik. Sebuah DAP yang kalau harga baru sekitar 1,8 juta tapi karena ini second atau bekas pakai, barang yang terpampang seharga 750 ribu. Karena ini barang second yang langka tentu barangnya hanya satu. Tapi sebelumnya saya mencoba untuk menghubungi penjual lewat chat internal toko online tersebut. Tapi ternyata tidak ada balasan sama sekali dari penjual.

Barang memang terpampang dengan keterangan lengkap dan detail. Bahkan foto dipampang beberapa di tokonya atau di pelapaknya tersebut. Tapi tampaknya barang yang dijual itu tidak jelas ada apa tidak. Memang, bisa terjadi dan beberapa alasan ini bisa menjadi penyebabnya, yaitu:
  • Barang yang sama yaitu satu barang dijual di beberapa e-commerce. Mungkin ingin cepat laku
  • Barang dijual secara offline dan mungkin ada pembeli yang membelinya
  • Penjual berubah pikiran, ternyata barang yang sudah dipajang itu tidak jadi dijual karena masih sayang.
Namun apapun alasannya, sikap toko atau penjual seperti itu terus terang merugikan pembeli seperti saya. Mengapa? Karena ketika saya akhirnya melakukan pembayaran dengan pikiran, jangan-jangan nanti akan diambil oleh orang lain sehingga barang yang berkualitas dan murah itu tidak jadi menjadi milik saya. Setelah saya melakukan pembayaran, dan kembali saya menghubungi penjual, tampaknya penjual diam seribu bahasa, atau sudah melupakan toko online yang pernah dibukanya.

Sehari setelah melakukan pembayaran, saya hubungi lagi penjual dengan mengatakan, "Kalau memang barangnya tidak ada, tolong tolak saja pembelian saya, atau saya akan melakukan pembatalan pembelian, dan mohon dikonfirmasi." Tapi, sekali lagi, penjual tidak juga muncul dan melakukan tindakan apapun.

Apa akibat bagi saya? Akibatnya, saya harus menunggu konfirmasi pembatalan sampai batas waktu yang cukup lama yaitu tiga hari. Lama amat. Otomatis saya juga tidak bisa mencari barang lain, karena dana saya tidak bisa kembali ke account saya untuk saya belanjakan barang yang lain.

Pengalaman buruk lainnya di toko online yang sama di e-commerce yang lebih buruk lagi yaitu, ketika membeli sebuah barang, dan tertarik di sebuah pelapak. Saya menghubungi pertama dengan menanyakan ketersediaan barang. Penjual mengatakan, besok akan dicek di toko.

Esok harinya, saya kembali menanyakan, bagaimana ketersediaan barang, apakah memang siap atau tidak? Penjual mengatakan, ready. Begitu jawabannya, dan saya langsung melakukan pembayaran dan saya kasih tahu kepada penjual bahwa saya sudah melakukan transaksi. Namun, rupanya, pembelian saya tidak segera diproses untuk dikirim, tapi masih tetap menunggu konfirmasi dari penjual. 

Hari berikutnya saya kembali menanyakan kepada penjual, kenapa belum diproses? Tiba-tiba saya diberitahu bahwa barangnya habis, dan menawarkan produk serupa tapi beda tipe. Penjual minta supaya nanti melakukan komplain. Tapi saya menjawab, tidak mau, saya mencari barang yang dimaksud. Jadi saya minta kepada pembeli untuk melakukan penolakan saja atas pembelian saya. Penjual bersedia.

Namun, rupanya status pembelian saya masih belum ditolak. Makanya saya melakukan pembatalan dengan alasan barang tidak tersedia. Seperti biasa e-commerce di mana biasa saya berbelanja, mensyaratkan saya harus menunggu konfirmasi penjual supaya dana saya kembali.

Tapi last minute ketika konfirmasi otomatis berlangsung, penjual menghubungi saya dan mengatakan bahwa, barang akan tetap dikirim karena tersedia. Karena saya sudah frustasi, saya bilang, oklah dengan rasa berat. Bukan apa, tapi ribetnya berbelanja online seperti itu bukan hanya menguras pikiran tapi juga menjengkelkan.

Pertanyaan saya kepada e-commerce (saya tidak ingin menyebut), mengapa sistim lebih penting dan bernilai ketimbang deal antara penjual dan pembeli terjadi. Dan pengalaman ini benar-benar menjadi pengalaman buruk dengan e-commerce.


Inilah Pelapak yang Harus Dihindari untuk Dikunjungi


Pengalaman berbelanja melalui online di beberapa e-commerce akhirnya menjadi tahu toko atau pelapak seperti apa yang harus dihindari untuk dikunjungi dan jangan memutuskan untuk membeli darinya. Karena kalau tidak,maka kita akan menemui beberapa kesulitan, kehabisan waktu, tidak nyaman berbelanja dan bahkan dirugikan. Tentu saya tidak bicara mengenai Toko Besarnya seperti Shoope, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, JD, dan deretan toko online yang sekarang sedang naik daun. Tapi saya berbicara mengenai toko-toko yang mendaftar di e-commerce tersebut dan berjualan di dalamnya.

Kalau demikian,toko-toko atau pelapak semacam apa yang harus dihindari atau setidak-tidaknya berpikir sepuluh kali untuk melakukan transaksi.

  1. Toko atau pelapak yang tidak memberi respon sama sekali ketika calon pembeli bertanya keterediaan barang, atau kwalitas barang, dan informasi-informasi lainnya. Karena bagaimana kita tahu bahwa barang yang akan kita beli cukup bagus dan seterusnya.
  2. Bila kita minim informasi dari penjual atau pelapak dan kita memaksakan untuk membeli di pelapak yang enggan menjawab pembeli semacam ini, ada resiko yang harus ditanggung. Apa itu?  Resikonya adalah, ketidakjelasan barang yang akan kita beli itu tersedia atau tidak. Ini penting, karena bila barang ternyata tidak ada, sementara kita sudah melakukan pembayaran, maka siap-siap kita mengalami beberapa kemungkinan, yaitu duit kita akan ngendon di toko online bila tidak direspon oleh penjual sampai batas waktu direspon penjual habis. Ini bisa tiga hari. Belum lagi kalau kita ingin mencari barang serupa di tempat lain yang harus menunggu beberapa hari lagi, sampai uang kita kembali ke account kita.
  3. Penting untuk melihat respon pembeli yang lain yang memiliki pengalaman, entah baik atau buruk. Kalau baik dengan respon penjual yang ramah dan jujur, silahkan teruskan. Tapi bila respon penjual ada indikasi-indikasi yang tidak baik, silahkan tinggalkan pelapak semacam itu.
  4. Keramahan penjual akan menjadi penting bagi kita karena dengan keramahan penjual kita akan menjadi berani untuk sekedar bertanya mengenai produk, dan kita merasa nyaman dengan berbelanja di toko tersebut. Tapi bila bila penjual atau pelapak dengan pongah serta kasar dalam melayani pembeli, kenapa kita mempertahankan untuk berbelanja di toko tersebut.
  5. Toko yang menjual dengan harga yang tidak masuk di akal. Bisa jadi kita tergiur dengan penawaran barang dengan harga separo dari harga umum, entah itu berdalih dengan diskon dan lain-lain, mungkin ada baiknya dipertimbangkan. Kecuali di toko-toko resmi yang memang karena momen-momen tertentu memberikan diskon khusus. Contohnya bila ada penawaran ponsel ternama dengan kondisi baru yang di pasaran berkisar 7 juta, tapi di sebuah toko atau pelapak dilempar 2 juta, tentu saja harga tersebut ada udang di balik batu. Makanya biasakan dan budayakan untuk membaca diskripsi barang, karena diskripsi tersebut kita menjadi mengerti sebuah barang dijual murah dengan alasan-alasan tertentu. Entah karena tanpa garansi, barang second, atau refurbish (barang rekondisi) dan seterusnya. Jadi percayalah, sebuah barang menjadi murah karena memiliki alasan-alasan tertentu.
  6. Apabila ada pelapak atau toko online yang ngajak mojok melakukan transaksi di luar toko besarnya. Karena bila kita sudah berani melakukan transaksi di luar e-commercenya maka siapa yang menjamin bahwa itu dilakukan untuk menipuan dan seterusnya.

Kamis, 05 Agustus 2021

Mengapa Mereka Takut Divaksin?


Kesempatan untuk melakukan dialog dengan beberapa tukang yang berasal dari kampung, jauh dari perkotaan mengenai vaksin, membuat saya bertanya-tanya, informasi apa yang sudah diterima sehingga menolak vaksin Corona di masa pandemi COVID-19? Pertanyaan saya langsung kepada mereka, mengapa kok tidak mau divaksin? Jawabannya beragam. Tapi yang membuat saya kaget adalah, berdasarkan katanya, takut mati, karena katanya ada yang divaksin setelah itu mati. Karena saya masih punya anak dan istri, saya masih jadi tulang punggung keluarga.

Saya jawab, yang mati karena divaksin itu di mana? Kejadiannya kapan? Berapa orang yang meninggal karena vaksin. Dia sendiri tidak bisa menjawab, dan dia hanya menceritakan bahwa ia hanya mendengar dari kata orang. Barulah saya bercerita ibu saya di Surabaya yang sudah tua, tapi dia bisa lolos dari Corona walaupun kanan kirinya banyak yang kena virus.

Informasi yang saya sampaikan itu mungkin kedudukannya sama yaitu berdasarkan katanya. Sebagai orang yang menyetujui vaksin dan sudah divaksin, tentu saja saya berusaha untuk mempengaruhi orang lain supaya mau divaksin.

Tapi, rupanya menarik juga bahwa bukan hanya beberapa tukang yang saya temui yang 'emoh' untuk divaksin, seorang ibu yang saya kenal mengaku tidak mau divaksin. Alasannya berbeda dengan tukang tadi. Ia mengatakan, "Alah, mertua saya walaupun sudah divaksin bahkan sudah dua kali, tetap saja kena virus Corona dan sangat parah. Lalu apa gunanya vaksin." Demikian kira-kira argumennya. Menjawab alasan ibu tadi, saya hanya punya pengalaman yaitu ibu saya yang sudah divaksin dan dia sampai saat ini tidak terkena virus Corona walaupun di kanan kirinya terkena virus.

Saya menambahkan argumen saya supaya lebih kuat dengan mengatakan, "Kita ini kenapa alergi dengan vaksin, bukannya kalau kita punya anak dari lahir sudah dikenalkan dengan vaksin. Ada vaksin campak dan deteran vaksin-vaksin lainnya yang sudah biasa kita dengar dan anak kita tentu kita vaksin untuk mengantisipasi penyakit. Nah,vaksin Corona juga seperti itu, kenapa kita alergi vaksin Corona? Padahal vaksin itu sebagai cara untuk mengantisipasi bila kita terkena virus Corona.

Akhirnya, tugas pemerintah memang cukup berat untuk meyakinkan masyarakat betapa pentingnya vaksin beserta aman bila kita melakukan vaksin. Tapi di sisi lain ternyata ada persoalan juga dengan vaksin ini, yaitu, bagaimana masyarakat yang sudah sadar pentingnya vaksin harus berjuang untuk mendapatkannya. Hal ini menjadi sangat rentan bagi mereka yang apatis dengan vaksin karena kesulitan untuk berburu vaksin juga tidak mudah. Setidak-tidaknya ini juga yang dialami oleh seseorang yang karena dia harus sering ke luar kota, tapi dia sendiri ogah untuk vaksin. Dia khawatir nanti bukti sudah divaksin menjadi syarat perjalanannya dia.

Begitu rumitnya memang menghadapi virus Corona ini bagi semua orang.

Cara Melakukan Vaksin Tahap Dua


Melakukan vaksinasi tahap kedua tentu saja dimulai dari tahap pertama terdahulu. Kenapa saya harus menyebutkan tahap pertama, karena ketika kita divaksin pada tahap pertama itulah kita diberitahu kapan waktunya pemberian vaksin tahap kedua. Jadi yang paling penting kita perlu mengingat-ingat tanggal pemberian vaksin lanjutan tersebut. Tapi, kalaupun kita lupa,maka sebaiknya kita pergi ke tempat di mana kita melakukan vaksin yang pertama untuk mendapatkan informasi vaksinasi tahap kedua.

Bagaimana prosesnya? Ini pengalaman saya ketika mendapatkan vaksin tahap kedua. Saya berusaha untuk mengantisipasi waktu supaya saya mendapat giliran awal. Soalnya seorang ibu ngomel-ngomel di mana ia datang sekitar jam 9.30 dan dia mendapatkan giliran siang. Ibu tadi pantas ngomel karena ketika vaksin pertama ia diberitahu kalau nomor antrian vaksin pertama yang didapatkan sama dengan antrian vaksin kedua berikutnya. Tapi ternyata tidak. Justru ia harus menunggu cukup lama karena mendapatkan giliran terakhir.

Beruntung saya tidak mendapatkan informasi kalau nomor antrian vaksin pertama sama dengan giliran vaksin kedua. Sehingga pukul 6 pagi saya datang ke tempat vaksin pertama dan meminta nomor antrian. Dan saya mendapatkan antrian nomor 20. Nomor yang katagori awal. Supaya saya jelas,maka saya bertanya kepada petugas, kalau antrian nomor 20 kira-kira sebaknya jam berapa harus datang? Petugas mengatakan, Anda datang jam 8.00 WIB.

Ketika datang pukul 8.00 WIB tersebut orang sudah berjubel menunggu panggilan. Walaupun saat itu baru saja dimulai. Proses vaksin kedua hampir sama prosesnya dengan vaksin kedua. Di mana kita diperiksa terlebih dahulu tensi dan segala macamnya. Kemudian ditanya, apakah ada keluhan sakit atau ada gejala demam dan batuk? Tapi juga, pertanyaan, apakah selama waktu divaksin pertama sampai waktu akan vaksin kedua ini terkena virus Corona?

Saya mendapatkan suntikan vaksin Sinovac yang rentang waktunya antara vaksin pertama dan kedua  satu bulan.

 

Rabu, 04 Agustus 2021

Cara Sederhana Memerangi Penipuan di Toko Online


Saya harus menyebut satu toko online besar yang saya gunakan untuk mencurigai para penjahat online dengan memasang toko mereka. Toko online yang dimaksud adalah Shopee. Awalnya saya tidak sengaja memperhatikan ketika ingin mencari sebuah warkman Digital SONY NW-A55 di e-commerce tersebut. Setelah menuliskan kata SONY NW-A55 di kotak pencarian, maka muncullah toko-toko yang menjual alat tersebut lengkap dengan harganya. Seperti layaknya mencari kata di Google. Tapi tampaknya harganya sangat berfariasi. Standar harganya antara Rp. 2.500.000 - Rp. 3.000.000. Tapi tampaknya ada beberapa toko yang sedikit aneh dengan menjual hingga Rp. 1.300.000. Wow.

Setahu saya, berburu barang di toko online kan harus hati-hati, mencari yang murah, kwalitas yang bagus dan tentu ada garansi perusahaan dan garansi toko. Bila membeli dengan wajar, ya harganya memang seperti itu, tapi bila tidak wajar, ya justru kita harus memasang mata analisa supaya kita tidak tertipu. 

Hitung-hitungannya begini, produk sekelas Sony biasanya 'emoh' untuk menurunkan harga sampai jatuh, dan tentu banyak produk lainnya yang seperti itu juga. Tapi bila harganya jatuh maka perlu diselidiki, jangan asal tertarik dengan harga murah tapi nantinya akan ada masalah. Bila barang second dengan barang SONY NW-A55 jatuhnya paling-paling Rp. 2.000.000 dan penjual ogah menurunkan harga. Tapi bila harga second di bawah 2 jt, kemungkinan ada minusnya, seperti baret sana-sini, atau layarnya bermasalah atau hal-hal lainnya yang sifatnya memang sudah ada kerusakan. Tapi rupanya pengalaman yang saya temui ada beberapa toko yang menjual barang tersebut dengan harga 1,3 juta. Meminjam istilah pelawak Srimulat, Hil yang mustahal. 

Memang penjual rupanya memasang harga umum yaitu Rp. 2, 850.000 dengan diskon yang besar sampai menyentuh harga akhir 1,3 jt. Yang saya lakukan adalah, menyapa penjual seperti layaknya pembeli pada umumnya. Saat itu penjual memasang alamat tokonya di Sidoarjo. Maka saya berpura-pura, di mana tokonya, kok barangnya sangat murah? 

Pertanyaan saya rupanya tidak dijawabnya, hanya dibalas dengan memasang barang dagangannya tersebut? Saya tidak putus asa, saya coba mengorek lagi, dengan bertanya, kenapa barangnya harganya sangat jauh dari pasaran? Tidak ada jawaban. Lalu, yang ketiga, saya memberi pesan, "Hallo," dan rupanya hal ini mendapat perhatian dari pihak Shopee yang kemudian penjual diblokir.

Pengalaman kedua adalah ketika saya ingin membeli Xduoo XD05 yang tentu harga aslinya di kisaran 5 juta. Tapi di sebuah toko dengan menampilkan gambar tokonya seorang cewek yang berjilbab melempar barang tersebut seharga, 1,5 jutaan. Sebuah penurunan harga yang sangat fantastik. Saya menyapanya dengan sapaan, "Bener ni gan?" Rupanya saya dijawab dengan tulisan, "STOK READY KUSU HARI INI SAJA DIJAMIN 100% BARU ASLI (ORIGINAL) DAN BERGARANSI RESMI. UANG KEMBALI JIKA PALSU. SELAMAT BERBELANJA KAKAK.

Eh, tidak lama ternyata toko tersebut sudah diblokir oleh pihak Shopee.