Facebook Berubah Nama Meta, Bisa Jadi WFH Terus


Facebook berubah nama menjadi Meta Platform Inc. Tapi rupanya para kritikus yang 'ketakutan' dengan rencana tersebut. Bukan hanya pada perubahan nama itu saja rupanya yang membuat ketar-ketir banyak orang, tapi sepak terjang yang akan dilakukannya terhadap kehidupan kita mendatang itulah yang menjadi sorotan. 

Seperti diketahui bahwa Meta nama baru Facebook itu telah menggelontorkan miliaran dollar dalam proyek yang berhubungan dengan apa yang disebut sebagai Metaverse. Sebuah komunitas virtual yang saling terhubung satu dengan lainnya, di mana komunitas itu bisa bekerja bersama, bermain game, menggunakan audio musik yang sama dan seterusnya bersama, termasuk penggunaan headset realitas virtual, aplikasi smartphone dan seterusnya. Jadi dengan metaverse itu satu dengan yang lain saling terkoneksi melalui virtual seperti di dunia nyata.

Tapi bagi para kritikus dari awal sudah mengingatkan akan datangnya bahaya di mana metaverse menjadi ancaman bagi manusia, seperti privasi data, cyberbullying dan hilangnya antara dunia virtual dan dunia nyata. Beberapa ahli yang melontarkan kritik tersebut seperti datang dari Dr. David Reid, Profesor AI dan Spatial Computing di Liverpool Hope University seperti yang dikutip oleh inet.detik.com. Tentu saja metaverse ini akan menjadi sebuah terobosan yang melesat dari tekhnologi yang akan digunakan dalam banyak hal dalam metaverse yang digarap oleh bos Facebook tersebut. Dan berbicara masalah tekhnologi Erick Tohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merasa ketar-ketir dengan perkembangan tersebut berhubungan dengan lingkungan kerjanya dalam menghadapi kemunculan produk Artifisial Intellegence (AI) tersebut.

Sementara bos Microsoft Bill Gates bahkan meramalkan bahwa mulai tahun depan 2022 banyak orang akan melakukan kegiatan bekerja bersama ini melalui metaverse. Dan kalau ramalan Bill Gates ini benar maka tentu saja WFH bukan menjadi sesuatu yang baru lagi, tapi sudah menjadi kebiasaan. Karena orang sudah bisa melakukan pekerjaan dan banyak kegiatan termasuk kegiatan bisnis melalui metaverse.

WFH

Dengan demikian tidak ada lagi pertanyaan, bisakah Anda WFH terus? Penghasilan bisa datang dari rumah! Seandainya Covid-19 selesai dan Anda tetap tinggal di rumah dan bekerja di rumah apa bisa? Bisa! Tapi bisa jadi pertanyaan itu menjadi usang. Baik yang bekerja yang biasa kantoran, tapi kini bisa dilakukan melalui virtual dengan bekerja bersama seperti di kantor nyata.

Istilah Work from Home atau kita menyingkatnya dengan WFH menjadi sering diucapkan berkenaan dengan adanya Covid-19 di mana banyak perkantoran harus mengatur pekerja atau karyawannya supaya meminimalisir kontak satu dengan yang lain. Caranya adalah melakukan aktifitas pekerjaan di rumah. 

Kini perkembangan virus Corona di Indonesia sudah mulai menurun drastis, sehingga aktifitas perkantoran sedikit demi sedikit mulai dibuka dan WFH mulai ditinggalkan. Indikasinya sebenarnya mudah saja, pergilah ke jalan raya pada jam-jam masuk kantor bila Anda di kota besar akan sangat terasa di mana jalanan mulai macet dan aktifitas kendaraan mulai ramai. Artinya WFH mulai ditinggalkan.

Bagi sebagian orang bekerja di rumah mungkin dianggap lebih nyaman, lebih santai, lebih dekat dengan keluarga, dan lebih-lebih yang lain bila kita mau mendaftarnya. Kita bisa pakai sarung, atau celana pendek dan kaos oblong di depan komputer, sementara laporan ke kantor bisa dilakukan dengan lancar. 

Semua tugas dari bos bisa diselesaikan dengan baik. Tidak perlu buru-buru menuju ke kantor, yang terkadang kita mengumpat di jalan karena ada kendaraan lain memotong sembarangan. Tidak perlu mengisi bensin untuk kendaraan kita, tidak perlu minyak wangi, gincu, dan seterusnya untuk penampilan kita, wong bekerja di rumah kok.

Tapi supaya tidak salah sangka, terkadang justru ketika bekerja di rumah, perusahaan di mana kita bekerja memberikan tugas yang sangat berat yang bahkan lebih berat ketimbang berada di kantor. Karena tentu saja tidak ada perusahaan yang mau rugi mengeluarkan gaji kepada karyawan bila tidak menghasilkan sesuatu demi keuntungan perusahaan. 

Kembali kepada metaverse di mana melalui metaverse kita tidak lagi memiliki asumsi bahwa bekerja di rumah lebih berat karena pekerjaan justru lebih menumpuk. Seperti seorang teman di sebuah perusahaan justru sekarag sulit dihubungi karena menurutnya sangat sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk walaupun dirinya bekerja di kantor. Tapi tentu saja, banyak hal juga yang bisa dilakukan di rumah sambil melakukan tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan.

Kini ketika pihak perusahaan mewajibkan harus masuk kembali, maka semua faktor kelebihan bila WFH tadi harus dicabut. Dan rutinitas kembali harus dijalankan. Harus berangkat ke kantor dan waktunya sudah ditentukan, tidak boleh kurang dari yang ditentukan. Baju harus rapi, lengkap sepatu dan dasi. Makan siang boleh jadi ke kantin yang artinya pengeluaran untuk makan siang harus disediakan. Atau kalau memang ingin irit uang harus membuka rangsum yang dibawa dari rumah. Tapi dengan metaverse, bisa dilakukan di mana saja. Tentu saja bila semua pendukung baik itu tekhnologi, maupun jaringan sudah mumpuni.

Tambahan

Lebih Aman Usaha Sendiri.

Tapi bisakah bekerja dari rumah diteruskan walaupun Virus Corona berakhir? Tentu sangat bisa ketika kita mulai berpikir untuk membuka usaha pribadi dan mandiri. Atau kantor kita bekerja sudah mengadaptasi metaverse ini. Tapi bila belum siap, yang tentu saja masih menggunakan cara bertemu langsung di kantor dengan semua peraturan dan tata tertibnya. 

Nah, secara khusus yang berpikir untuk berkantor di rumah bukan karena metaverse tapi karena mau membuka usaha sendiri, juga bisa dipikirkan. Tentu saja tulisan ini juga mengingatkan penulis dengan seorang tetangga yang dahulu ketika baru-baru menempati rumah di sebuah perumahan, seperti biasanya bila pagi hari tetangga saya yang bekerja di sebuah bank swasta sering berpapasan ketika keluar pagar. Dengan pakaian rapi dengan lengkap sepatu dan baju yang licin ia berangkat ke kantor. Kini tetangga saya itu bekerja dengan tidak dibatasi oleh waktu. Biasanya ia berangkat jam 7.00 WIB tapi terkadang baru jam 9.00 ia keluar rumah. Dan jam 12.00 terkadang sudah terdengar kendaraannya di depan rumahnya.

Membuka usaha sendiri yang artinya bekerja di rumah memang impian banyak orang. Walaupun memulainya tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Kalau orang lain bisa, memangnya kita tidak bisa. Semuanya bisa. Artikel ini setidak-tidaknya memancing kita untuk berpikir, bagaimana kalau aku usaha dan bekerja dari rumah? 

Membuka usaha mandiri? Ia, tentu di dalamnya harus ada modal, setidak-tidaknya memiliki modal diri dulu, kesehatan yang prima. Jika sudah dimulai, maka dibutuhkan ketekunan dan kesungguhan dari apa yang kita usahakan. kerja keras bisa menjadi kuncinya. Tentu saja, jangan dimulai ketika kita masih buta dengan apa yang harus dilakukan. Tapi setidak-tidaknya ketika kita mulai meraba-rama untuk mencari usaha yang tepat, sesuai dengan bidang yang kita ketahui, dengan berbagai analisa awal sebelum membuka usaha, bisa menjadi modal yang baik.


Tapi tidak mungkin kita bisa bekerja dari rumah terus, walaupun Covid-19 berakhir nantinya, kecuali perusahaan kita bekerja sudah menggunakan metaverse sebagai alat pendukungnya untuk bertemu secara virtual seperti kita bekerja bertemu secara nyata. Tapi entah kapan di tempat kita bekerja, tentu kita yang tahu.

Facebook Berubah Nama Meta, Bisa Jadi WFH Terus Facebook Berubah Nama Meta, Bisa Jadi WFH Terus Reviewed by Hati Kita on 20.26 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.