Kenali Penipuan Melalui Group Media Sosial - Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera

Kenali Penipuan Melalui Group Media Sosial


Penipuan bisa terjadi di mana saja termasuk di grup media sosial termasuk facebook (Meta) dan grup-grup media sosial lainnya. Cek bentuk penipuan supaya kita tidak menjadi korban para penipu. 

Bisa digunakan cara melacak nomor Penipu yang menggunakan cara masuk ke dalam grup-grup di media sosial, entah itu nomor hp maupun rekening bank yang digunakan. Tentu ini sebagai langkah-langkah awal jika terjadi penipuan.

Kenyataannya bagaimanapun grup di media sosial lebih rentan terjadi adanya apabila jumlah peserta dalam grup tersebut tidak saling kenal satu dengan yang lain. Apalagi setiap orang bisa membuat akun palsu yang tampil sebagai anggota grup.

Juga bisa terjadi apabila jumlah peserta dalam grup tersebut cukup banyak. Apalagi bila masing-masing peserta hanya karena kesamaan hoby atau kesenangan lalu menciptakan sebuah kelompok dengan media sosial menjadi sarana untuk berbagi dan bercerita.

Bagaimana terjadinya penipuan dalam grup di media sosial? Dalam sebuah grup contohnya di facebook yang dengan gampang siapapun membentuk kelompok dengan satu kesamaan. Contohnya kelompok mobil, kelompok fotografi, kelompok bunga, kelompok penyuka binatang dan seterusnya.

Seperti yang terjadi dalam sebuah grup komunitas mobil Eropa beberapa waktu lalu di mana salah seorang anggota tampak kesal dengan menulis komentar, bahwa dirinya tertipu oleh salah seorang anggota kelompok ketika membeli sebuah barang. Begitu kesalnya korban penipuan tersebut sampai mengatakan, tutup saja grup ini, karena melalui grup ini saya tertipu.

Usut punya usut ternyata sang korban yang menjadi anggota di grup tersebut sedang mencari sebuah komponen melalui grup tersebut. Kemudian salah seorang anggota grup menawarkan sebuah komponen yang dimaksud dan bahkan komponen tersebut original karena copotan. Rupanya ada seorang lagi yang menimpali bahwa kalau orang yang menawarkan tersebut sangat terpercaya dan amanah. Penipu mulai mengajak korban untuk DM (direct message) yaitu menghubungi lewat pesan langsung bersifat pribadi secara online.

Setelah bertransaksi, akhirnya disepakati bahwa jadwal pengiriman akan dilakukan. Kemudian syarat pengiriman korban diminta membayar terlebih dahulu. Pelaku penipuan bahkan mencomot foto-foto yang seakan-akan barang memang ada dan siap untuk dikirim. Akhirnya korban penipuan itu melakukan transfer sejumlah uang dengan harapan barang akan segera dikirim secepatnya.    
Setelah ditungu tiga hari dari janji penipu bahwa barang akan segera tiba, ternyata barang tidak juga muncul. Awalnya pembeli merasa, mungkin barang telat di jalan. Tapi lewat dari batas waktu yang seharusnya tiba barangnya belum juga sampai, maka korban akhirnya menghubungi penipu. Namun seperti biasa seluruh media penyambung komunikasi mulai diputus. Baik melalui DM Facebook maupun nomor whatsapp yang semula digunakan juga tidak bisa dikontak.

Kalau demikian siapa yang bertanggung jawab bila terjadi penipuan di group-group yang kita ikuti? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan melakukan transaksi jual beli melalui grup.
  1. Grup, apapun itu bila satu dengan yang lain tidak terlalu dikenal, maka hindari untuk melakukan transaksi.
  2. Pastikan kita kenal atau pernah bertemu dengan orang yang akan diajak bertransaksi. Kalau hanya merasa dekat secara online, maka lebih baik hindari dulu melakukan transaksi
  3. Sebuah grub apalagi pesertanya cukup banyak tentu akan merepotkan untuk mengetahui satu per satu, makanya jangan cepat mempercayai apa yang dilihat dan disaksikan secara online terlebih dahulu.
  4. Bila memang merasa sakin untuk melakukan transaksi, bertanya dulu kepada diri sendiri, apakah orang yang akan diajak bertransaksi itu benar-benar sudah kenal atau setidaknya dari banyak orang, bukan hanya satu dua orang dalam grup.
  5. Jangan mudah terperdaya dengan harga murah sebuah barang, tapi masih gelap soal penjualnya.
  6. Bila rekomendasi tersebut memang sudah dikenal secara umum, karena mungkin penjual memang punya toko offline, jadi bukan hanya online, maka bila punya waktu dan jaraknya dekat lebih baik datang langsung ke tempat penjual.
  7. Lebih baik menggunakan jalur toko online yang sudah resmi seperti e-commerce yang memang ada pihak ketiga yang akan mengatur pembelian dan pembayaran.
Lalu bila terjadi penipuan di dalam grup, siapa yang bertanggung jawab? Bila grup yang dibangun itu adalah grup yang tidak memiliki aturan maupun ketentuan-ketentuan tersendiri maka tentu masing-masing pihak bertanggung jawab dengan dirinya sendiri. Pembuat grup atau admin dan juga pengelola grup tidak bisa dimintai pertanggung jawaban dalam kasus-kasus penipuan yang terjadi di grup. 
  
Kenali Penipuan Melalui Group Media Sosial Kenali Penipuan Melalui Group Media Sosial Reviewed by Hati Kita on 16.28 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.