Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Senin, 24 Agustus 2020

Cara Mengembalikan Barang yang Bermasalah Ketika Belanja Online

Pernahkah Anda menerima barang pesanan Anda yang ternyata bermasalah? Bisa jadi barangnya jumlahnya kurang, atau penjual keliru dalam pengiriman dari segi salah barang? Setidaknya dalam dua minggu ini saya mengalaminya dua kali. Pertama saya membeli buku dan ternyata jumlahnya kurang. Sementara pengalaman yang waktunya tidak terlalu lama dari pengalaman pertama saya membeli busa peredam 10 lembar tapi ternyata hanya dikirim 5 lembar tapi justru malah dikirim barang lain yang walaupun harganya tidak terpaut jauh, tapi barang tersebut tidak saya butuhkan. Tentu kedua kasus tersebut memang beda perlakuan. Tapi yang penting, jangan panik, jangan takut dan jangan langsung emosi. Semuanya ada jalan keluarnya. Saya akan menceritakan pengalaman saya ini untuk menjadi contoh bagaimana saya menyelesaikan persoalan kesalahan barang yang diterima.

Dalam kasus pertama di mana saya membeli 20 eksemplar buku dengan beraneka ragam judul. Ada dua buku dengan judul yang sama tapi beda tahun terbitan. Setelah paket datang dan saya membukanya untuk menjadi laporan dan bukti kalau paket dari penjual sudah saya terima. Tapi ketika dihitung ternyata bukunya kurang satu judul. Harganya memang tidak terlalu besar yaitu Rp.35.000 tapi tentu saja ada sedikit kecewa. Namun karena toko yang saya beli di e-commerce tersebut merupakan toko langganan dan seringkali saya diberi bonus buku-buku lainnya yang tidak saya pesan, maka saya anggap selesai supaya duitnya bisa segera diserahkan kepada penjual. Namun demikian, saya segera menghubungi penjual lewat chating internal di tokonya untuk memberitahu kekurangan pesanan. Setelah saya mengirimkan foto dan bukti berupa gambar seluruh buku dengan minus buku yang belum dikirim maka akhirnya penjual mau mengirimkan segera buku yang kurang tersebut. Persoalan selesai.

Tapi, selang tidak lama dari kejadian kasus buku tersebut saya dikejutkan oleh paket yang ketika dibuka membuat saya sedikit emosi karena ketidaklengkapan pesanan saya di paket tersebut. Saya membeli 5 spon kedap suara untuk studio. Sebenarnya pesanan saya memang lima item spon, tapi per itemnya terdiri dari dua lembar. Jadi seharusnya yang saya terima sebanyak 10 lembar. Tapi ternyata yang datang hanya 5 lembar. Walaupun dalam paket itu ada dua gelondongan, tapi justru saya dikirimkan filter yang tidak saya pesan. Tentu saja saya tidak membutuhkan filter itu.

Saya kecewa sekali dengan kiriman yang salah ini, karena bukan hal sederhana cara penyelesaiannya. Perlu diketahui bahwa pengiriman busa kedap suara itu ketika dikirim oleh penjual sudah dipres hingga menjadi kecil. Tentu tujuannya supaya volumenya paket menjadi lebih kecil. Sekarang, saya komplain kepada penjual dengan sedikit emosi atas kesalahan ini. Karena selain barang itu segera akan dipakai, tapi juga ada proses di mana barang yang keliru itu harus dikembalikan supaya barang yang kurang segera dikirim kembali kepada saya.

Di penerimaan barang oleh pembeli saya melakukan komplain dengan berbagai alasan dan bukti-bukti paket. Pihak e-commerce ternyata berbaik hati menerima komplain saya dan saya berunding dengan pihak penjual. Pihak penjual sendiri juga melakukan penyelidikan ekspedisi dan karyawannya di bagian pengiriman dan dari fakta-faktanya memang ada kesalahan pengiriman. 

Saya sendiri sebenarnya putus asa karena kalau saya mengirimkan kembali ke pihak penjual maka tentu saya harus mengepak spon filter yang mengembang itu dengan cara dikecilkan. Kalau penjualnya punya alat lengkap untuk mengepres spon, sedangkan saya, harus manual dengan penuh perjuangan. Bayangkan ongkir ke Jakarta dari barang tersebut dengan menggunakan yang paling murah sebesar Rp. 70.000. Dengan sedikit memaksa supaya ongkir pengiriman karena kesalahan penjual itu ditanggung oleh penjual, akhirnya dalam diskusi tersebut disetujui.

Setelah selesai dikirimkan saya melaporkan ke pihak e-commerce bahwa pengiriman barang kembali sudah dilakukan dengan bukti resi pengiriman dan foto barang. Dan pihak e-commerce terus memantau perkembangan komplain tersebut. Sebelum penjual barangnya belum saya terima maka uang dari pembeli dalam status dikomplain dan belum bisa diserahkan kepada penjual. Sekarang, saya masih menunggu paket kedua dari kekurangan barang tersebut.


Diskripsi Barang, Seberapa Pentingkah?


Ketika seseorang mencari barang di supermarket, hypermarket, toko kelontong dan toko-toko tetangga, semua pancaindra kita akan bekerja. Mata akan mengawasi warna, corak, bentuk dan pola dari barang yang sedang diincar tersebut. Sementara rasa yang bisa diwakili oleh tangan, kulit dan seluruh badan akan mencoba sebenarap cocok dengan impian yang sedang diidam-idamkan? Kalau barang seperti headphone, earphone yang masih segel, tentu tidak bisa dicoba. Tapi terkadang ada toko yang menyediakan contoh untuk bisa dicoba. Kalau ponsel yang suka dengan suara keras akan mencobanya sambil memasang telinga baik-baik bagaimana merdu, enak, ngebas dan seterusnya dari suara yang keluar dari alat tersebut. 

Pokoknya, begitu sederhananya untuk memberitahu keadaan barang yang sedang ditimang-timang oleh calon pembeli. Tapi bagaimana dengan pembelian barang secara online? Semua informasi mengenai barang tersebut selain sudah pernah didengar sebelumnya oleh calon pembeli, tapi andalan kelebihan dari barang yang ditawarkan didapat dari diskripsi mengenai barang tersebut.

Kejelasan diskripsi atau penjelasan mengenai barang yang sedang dipajang itu sangat berarti bagi pembeli. Karena dari situlah pembeli nantinya bisa mengambil keputusan membeli atau mencari barang lainnya dan berpindah dari toko online kita. Bila diskripsi yang disampaikan di toko kita kurang jelas, maka saya sebagai pembeli bertambah tidak jelas. Karena diskripsi itu seperti menjadi panduan untuk membawa saya akhirnya mengeluarkan fulus untuk melakukan transaksi. 

Diskripsi itu ibarat mewakili kita untuk melihat barang yang sedang ditawarkan. Pembeli mempertaruhkan kepercayaan dengan penjual 1000 persen bahwa barang yang akan dikirim sesuai dengan apa yang sedang dilaporkan. Nah, kalau penjual tidak bisa memberikan diskripsi secara lengkap, maka saya tentu akan beralih ke toko lain untuk mencari kejelasan lebih lanjut. 

Tentu saja diskripsi itu harus jujur sejur-jujurnya. Karena kalau tidak, maka akan menjadi bumerang yang mencelakakan bisnis penjual. Mengapa? Kalau diskripsi kita yang sudah disertai foto lengkap dari barang yang ditawarkan, dengan pengambilan foto yang sangat bagus, tapi ketika barang diterima oleh ternyata tidak sesuai dengan diskripsi yang disampaikan, maka saya sebagai pembeli tentu akan melakukan unjuk rasa berupa protes. Caranya bagaimana? Dengan memberikan bintang 1, dan lebih dari itu juga akan disampaikan dengan protes yang bisa saja menjatuhkan toko.

Jadi, diskripsi barang rupanya harus berbanding lurus dengan keadaan barang yang sebenarnya. Kalau memang barang yang kita jual adalah barang bekas, sampaikan bahwa itu barang bekas. Kalau barang yang kita jual adalah barang cacat produksi, sampaikan bahwa keadaannya seperti itu dan seterusnya. Jadi diskripsi adalah keadaan real barang yang akan kita jual.

Kamis, 13 Agustus 2020

Seberapa Penting Saya Melihat Barang dari Sebuah Foto?


Ada dua perbedaan antara memilih barang karena kebutuhan dan keinginan untuk memiliki suatu barang. Keinginan terhadap sebuah barang adalah proses dari mendengar, melihat, dan merasakan akan barang yang dilaksud sampai ia mengingini. Tapi kalau kebutuhan berdasarkan kita butuh terhadap barang tersebut karena suatu hal. Contohnya kita membutuhkan laptop karena memang kita butuh untuk digunakan dalam suatu hal. Contohnya untuk kuliah kita butuh laptop untuk dijinjing ke kampus. Walaupun di rumah kita sudah punya PC tentu PC tersebut tidak bisa dibawa ke mana-mana. Makanya saya membutuhkan laptop supaya di kampus mudah mengerjakan tugas atau browsing berhubungan dengan perkuliahan. Walaupun terkadang keduanya bisa jadi tipis perbedaannya. 

Lalu bagaimana ketika kita ingin memenuhi baik keinginan dan kebutuhan itu? Bila obyek yang ingin dipenuhi itu berdasarkan keinginan itu salah satunya dengan cara mencarinya di toko online. Tapi bagaimana saya bisa dengan jelas, dan akurat, sesuai dengan keinginan maupun kebutuhan tersebut? Informasi yang saya cari bisa lewat tulisan, tapi juga lewat tampilan foto. Di sinilah pilihan dimulai.

Pengalaman saya, ketika saya melakukan perburuan untuk memenuhi keinginan saya, maka yang saya lakukan adalah membandingkan dengan apa yang pernah saya lihat. Kalau pemicu keinginan saya adalah karena melihat langsung, maka sayapun mencari di toko online seperti yang saya lihat. Kalau dipicu karena melihat foto maka sayapun mencari kemiripan seperti yang di foto. Artinya, betapa sebuah foto begitu penting bila hal tersebut ingin dipajang di toko online.

Seorang teman mengirimkan foto jualannya berupa tempat tissue untuk ditawarkan kepada saya. Saat saya melihat bentuk dari tempat tissue itu, sebenarnya menarik hati saya. Tapi sayang, saya merasa kesulitan untuk melihat detailnya dari barang tersebut karena fotonya yang cenderung kabur dan kurang fokus. Belum lagi background dari foto yang dikirimkan itu berupa rerumputan yang menjadikan tampilan foto tersebut sehingga membuyarkan fokus saya untuk melihat lebih lengkap mengenai tempat tissue tersebut. Pengalaman saya sebagai pembeli, biasanya mata saya akan terhenti ketika melihat barang yang tampilannya menarik dengan tanpa diganggu oleh barang lainnya. Kalau tidak, maka mata saya akan terus mencari dengan menyuruh secara reflek jari untuk terus melihat-lihat barang serupa. 

Memang sudah sewajarnya setiap kita itu tertarik dengan keindahan, fokus dan kejelasan sebuah barang ketika kita ingin membelinya. Jika tampilan foto kurang menarik maka otomatis akan dilewati begitu saja. Sebaliknya foto yang tampil menawan, terang dengan pencahayaan yang cukup serta menarik hati, maka itulah yang akan kita pilih. Tentu saja foto bukan segala-galanya, tapi foto salah satu penarik minat terhadap barang yang sedang kita cari. 


Memang berbeda dengan toko fisik di mana kita sebagai pembeli akan melihat langsung. Bila barangnya bagus, dan pas serta warnanya cocok, langsung kita ke kasir untuk membayarnya. Tapi kalau di toko online kitalah yang mewakilinya untuk menunjukkan bahwa barang kita itu baik, barang kita layak untuk dibeli. 

Menyadari hal ini ketika saya meminta seorang rekan membantu saya untuk berjualan online melalui toko online, saya menyuruh untuk membeli beberapa alat bantu untuk pengambilan gambar, seperti studio minibox, atau lampu-lampu untuk membantu pencahayaan ketika pengambilan gambar produk. Tujuan saya adalah memperjelas tampilan barang dalam foto. 

Memang walaupun kita tidak secara khusus sekolah di jurusan yang berhubungan dengan potret memotret, tapi naluri keindahan dalam diri akan selalu muncul untuk pengambilan gambar yang diambil rekan saya itu. 





Rabu, 12 Agustus 2020

Barang Apa Saja yang Bisa Dijual di Toko Online?


Yakinlah, selama kita tidak ingin berjualan di toko online, maka barang-barang yang ingin dijualpun seperti bersembunyi, tidak kelihatan di depan mata. Kalaupun ada barang berwujud di depan hidung, tapi barang tersebut bukan dianggap sebagai barang yang layak dijual. Baru setelah muncul dan tersedia jalan untuk berjualan melalui toko online, muncullah barang-barang tersebut. Barang yang sebelumnya dianggap sebagai barang biasa, bahkan barang yang dianggap tak ada guna, barang yang berserakan di dekat kita dan tidak kita perdulikan, kini menjadi barang yang berharga.

Cerita ini mungkin bisa mendekati kebenarannya. Tahukah Anda bahwa kelanceng bagi sebagian orang khususnya yang ada di kampung sebagai hewan yang keberadaannya kurang dianggap bila membuat rumah koloni di dekat kita. Hewan yang dalam bahasa kerennya disebut Trigona itu sering bersarang di tempat-tempat tersembunyi dan bahkan dianggap mengganggu saja. Ini saya buktikan ketika saya pulang kampung, kelanceng masih dianggap sebagai hewan liar yang tidak perlu diurus keberadannya. Sampai saya memberitahu bahwa madu kelanceng sangat mahal harganya bila kita bisa mengumpulkan. Bahkan kelancengnya sendiri dalam satu tempat bambu atau sudah dikotak bisa berharga ratusan ribu per koloni. Barulah mereka berpikir untuk mengumpulkan hewan terbang tersebut.

Berjualan barang di toko online memang bentuk barangnya tidak dibatasi selama tidak melanggar aturan-aturan hukum dan aturan-aturan dari toko online yang bersangkutan. Contohnya narkoba, minuman keras dan seterusnya. Lalu, hal penting bila ingin berjualan barang yang perlu dipikirkan adalah ketersediaan barang. Artinya bahan-bahan atau barang yang akan kita jual memang ada di dekat kita. Memang ada barang yang sifatnya insidentil seperti hp bekas, tv bekas, laptop bekas, dan bahkan barang-barang bekas yang ada di rumah yang tidak terpakai, tapi masih bisa digunakan, bisa menjadi barang yang bisa dijual.

Pikirkanlah bahwa, barang yang kita anggap tidak dipakai karena kita memiliki yang baru, atau sudah dianggap jadul, atau karena barang itu tidak bisa terpakai lagi, bisa dibutuhkan orang lain. Hp bekas yang ramnya masih 1gb mungkin bagi kita tak bisa dipertahankan lagi karena kita sudah punya yang 6gb. Tapi, tahukah Anda bahwa hp-hp bekas seperti itu masih diburu oleh mereka yang selama ini masih menggunakan hp jadul. 

Namun demikian ada kalanya kita punya barang yang keberadaannya cukup banyak. Seperti beras jagung umpamanya. Atau bahkan kotoran hewan yang mungkin oleh sebagian orang dianggap menjijikkan dan dihindari untuk dipegang, bisa menjadi barang yang bisa kita jual melalui online. Caranya bagaimana? Jadikan kotoran hewan, entah itu kambing, sapi atau apapun kemudian dicampur dengan tanah dan dijadikan pupuk organik. Dibungkus rapi dan diberi label yang baik lalu kita tawarkan di toko online.

Saya pernah diminta seseorang untuk mencari Bunga Lidah Mertua. Bunga tersebut sebenarnya mudah hidup dan tahan terhadap panas matahari serta dalam keadaan kering dia akan bertahan hidup. Bunga tersebut sebenarnya pernah hidup di halaman saya dan berkembang menjadi rimbunan. Karena terlalu banyak akhirnya saya cabut semuanya. Kini bunga tersebut justru dicari. Saya datang ke beberapa tetangga yang memiliki bunga tersebut untuk sekedar meminta sedikit 'nempil'. Tapi ternyata bunga tersebut biasanya hanya ditanam sedikit. Dan pelarian saya adalah toko online. Anda tahu dijual berapa bunga yang terkadang dibuang-buang oleh sebagian orang tersebut? Harganya beragam. Ada yang Rp. 4000-7000 per batang. Itulah yang terjadi dengan toko online. 

Jadi, kembali kepada pembuka artikel ini, ketika kita ingin jualan di toko online, maka barang itu akan terlihat banyak. Tapi ketika kita sedang tidak ingin berbisnis jualan di toko online, semuanya terlihat tidak laku.


Setelah Lama Menjadi Pembeli, Sekarang Ingin Menjadi Penjual


Pengalaman membeli beberapa barang di e-commerce dalam negeri dan baru membeli sebuah buku menarik mengenai jualan di toko online menantang juga untuk ikut meramaikan untuk menjual barang. Ikut meramaikan mengadu keberuntungan dengan ribuan penjual lainnya. Ingin seperti juragan-juragan tajir yang sudah berhasil membuka toko dan menjalankan bisnisnya dengan lancar melalui toko online. Hanya saya minta bantuan seseorang untuk melakukan semuanya dengan melakukan beberapa persiapan penting guna menyiapkan segala sesuatunya di antaranya:

  1. Nama Toko. Orang yang akan mengurus toko online saya ini berdiskusi dengan saya, nama sebaliknya bisa digunakan. Muncul ide, nama orang, nama tempat, nama alamat, nama keren yang umum digunakan. Saya memilih, karena barang-barang yang rencananya akan dijual di sekitaran barang-barang elektronik, maka saya mengusulkan untuk menggunakan nama-nama yang berhubungan dengan elektonik. Saya kira, nama toko memang bisa memberi gambaran apa yang akan dijual. Walaupun ada saja nama umum yang bisa dipakai seperti Subur Jaya yang sifatnya umum. Bisa menjual alat elektronik, bisa menjual pakaian, bisa menjual ponsel dan seterusnya. Apalagi kalau mau menggunakan nama orang atau penjual, atau karena kita sayang istri lalu menamakan nama istri atau sebaliknya, atau malah dinamakan nama anak karena saking cintanya terhadap anak sehingga mau dijadikan moment menamainya dengan nama anak yang kita sayangi.
  2. Diskripsi Toko. Diskripsi toko tidak kalah penting dari lainnya karena di sinilah tempat di mana kita bisa menjelaskan semua ide, gagasan dan bahkan apa yang ingin kita sampaikan dalam diskripsi ini. Contohnya, kita punya komitmen untuk melayani pelanggan dengan baik. Atau kita mengungkapkan prinsip-prinsip bisnis kita yang menghargai orang dll.. Tapi juga di dalamnya ada prinsip bahwa produk yang akita sediakan hanya menyediakan yang original. Juga kecepatan dalam melayani pelanggan dan bahkan promosi toko dengan segala kelebihannya.
  3. Menyediakan barang dipajang di toko. Tentu kalau di toko online barang-barang dipajang berjejer dengan rapi dan mudah dijangkau, tidak tersembunyi, maka demikian juga kalau kita menyediakan barang yang akan dijual harus dipajang dengan terang benderang serta tidak tersembunyi serta semenarik mungkin. Bagaimana kalau di toko online? Kita harus mengandalkan photo dan gambar sedetail mungkin, serta semenarik mungkin. Bayangkan, kalau tampilan photo yang kita tunjukkan kurang menarik, maka tentu orang juga tidak akan tertarik untuk membukanya. Makanya mengapa tampilan iklan apa saja yang kita saksikan, entah itu di baliho atau di koran atau di tv serta di photo-photo produk selalu cerah, menarik dan bahkan membuat kita ngiler untuk memilikinya, menikmatinya.
  4. Account email khusus. Ketika saya berdiskusi dengan teman yang akan mengurus toko online tersebut menganggap bahwa email khusus tersebut adalah email bisnis yang bila perlu berbeda dengan account email lainnya. Jadi, alamat email ini kalau bisa juga namanya sama dengan nama toko dan seterusnya.
  5. Nomor ponsel khusus. Tentu saja e-commerce dan toko online selalu meminta nomor ponsel, karena banyak hal. Seperti untuk berkomunikasi dengan toko online, tapi juga bisa menjadi alat untuk pengiriman pesan-pesan rahasia entara penyedia toko dan pemilik toko.
  6. Buku catatan yang khusus berhubungan dengan toko yang akan dibuka. Buku ini penting untuk mencatat semua data-data supaya suatu saat nantinya bila kelupaan, dengan mudah kita sudah punya catatannya.
Jadi itulah yang kami persiapkan untuk memulai membuka toko online di e-commerce.