Benarkah Kecepatan Kendaraan Kita Dipantau di Jalan Tol?

Rabu, 07 Oktober 2020

Benarkah Kecepatan Kendaraan Kita Dipantau di Jalan Tol?


Sebagai pelanggan dan pengguna jalan tol yang sering melintas di beberapa jalan tol, waktu berkendara yang terlintas dalam pikiran dan menjadi pertanyaan, benarkah kecepatan kendaraan saya dipantau? Atau plang yang menunjukkan bawah 60 km/jam dan atas 80 km/jam atau bawah 60 km/jam dan atas 100 km/jam sebagai peringatan saja atau menjadi aturan hukum, yang bila dilanggar akan ada sanksi. Mengapa pertanyaan itu sering muncul ketika saya berkendara? Karena saya belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri, ada kendaraan yang dihentikan atau mendengar kendaraan yang terkena denda karena berkendara melebihi kecepatan yang sudah ditentukan. Sementara, di area bawah 60/km dan atas 80 km/jam seringkali saya menyaksikan, begitu banyak kendaraan yang bukan hanya di atas 80 km/jam tapi bahkan perkiraan saya mencapai 120 km/jam. Makanya jujur saja ketika banyak kendaraan yang melebihi 80 km/jam di area tersebut terkadang saya terpancing untuk berkendara melebihi km yang sudah ditentukan. Apalagi jalan dalam keadaan sepi. Sambil bertanya dalam hati, "Apakah sebenarnya kita dipantau di jalan tol?

Penulis hanya mendengar pengalaman orang bahwa sebenarnya ada alat pemantau yang memang memantau setiap kendaraan yang lewat. Bila sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan melebihi apa yang ditetapkan di lokasi tersebut, maka akan diberitahukan dengan sebuah sinar bahwa kendaraan tersebut kecepatan sudah melebihi dari yang seharusnya. Memang cerita tersebut membuat saya waspada dalam arti akan berusaha untuk mengikuti ketentuan. Namun ketika banyak kendaraan yang searah kecepatannya sangat tinggi dengan tanpa ada pemberitahuan, kemudian muncul pertanyaan di atas.

Memang ada kalanya kita melewati jalan tol yang kecepatan maksimalnya 80 km/jam tapi juga ada yang 100 km/jam. Sesuai dengan kondisi lokasi. Biasanya untuk yang 80 km/jam kondisi dalam kota atau kondisi jalan yang berkelok atau tidak stabil dan 100 km/jam biasanya untuk luar kota. Namun sama saja, baik yang 80 km/jam kendaraan yang lewat tidak sedikit mencapai 100 km/jam, sedangkan yang maksimal kecepatan 100 km/jam bisa mencapai 120 km/jam dan seterusnya.

Ketika membuka website bpjt.pu.go.id di sana sebuah artikel ditunjukkan mengenai sebuah alat yang disebut speed gun. Alat ini merupakan alat canggih untuk mengukur sebuah kecepatan kendaraan dengan menggunakan tekhnologi laser. Tapi biasanya, menurut artikel website pemerintah tadi digunakan ketika mengadakan operasi penertiban kendaraan kecepatan berlebih dan kapasitas beban kendaraan yang melintas. Operasi tersebut dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol, Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Lalu bagaimana dengan keseharian keadaan jalan tol yang dikendarai oleh para pengendara yang melebihi kecepatan dari batas yang sudah ditentukan? Kan ada CCTV atau kamera pengawas yang bisa memperhatikan kecepatan pengendara di jalan tol? Tentu saja saya tidak tahu di mana titik-titik kamera pengawas tersebut dipasang. Namun, kembali kepada pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul ketika berkendara, ada mobil-mobil yang kecepatannya melibih yang ditentukan di area tol tersebut, benarkah kecepatan kendaraan kita dipantau di setiap jalan tol?

Kalau memang tujuannya untuk keselatan setiap pengendara, tentu pengawas menjadi penting untuk mengingatkan setiap pengendara. Karena kalau tidak, jangan sampai setiap pengendara terpancing untuk berkendara cepat karena orang lain melakukannya, mengapa saya tidak. Semoga kita dilindungi oleh Tuhan dalam setiap berkendara di jalan.

0 komentar:

Posting Komentar