Ojek Online Selalu Bermasalah dalam Pengantaran Barang E-commerce

Senin, 23 November 2020

Ojek Online Selalu Bermasalah dalam Pengantaran Barang E-commerce


Memang salah satu kendala berbelanja secara online dari sisi pengiriman adalah durasinya yang cukup panjang. Berbeda dengan berbelanja secara offline secara langsung pergi ke toko dan bila cocok langsung bayar dan bisa segera di tangan. Berbeda dengan berbelanja online. Maka harus sedikit bersabar karena melalui berbagai proses. Dari langkah pembayaran, kita masih menunggu ditanggapi dulu oleh penjual. Kemudian diproses yang bila barang yang mudah pecah maka harus dipacking dengan baik menggunakan bubble wrup sampai siap dikirim. Jadi setidaknya butuh dua hari sampai 5 hari kita diuji kesabarannya untuk menerima barang impian kita. Ada cara yang lebih cepat yaitu membeli di toko online yang satu kota. Bisa dalam hitungan menit atau jam maka barang bisa sudah di tangan. Caranya dengan menggunakan jasa pengiriman ojol atau ojek online. Tapi sekitar empat kali saya mengalami persoalan dengan menggunakan ojol ini ketika membeli barang lewat e-commerce.

Persoalan yang saya hadapi adalah pengiriman barang sering tidak sesuai dengan titik lokasi rumah saya. Jadi bang ojolnya sering merasa bingung dengan alamat yang direkomendasikan oleh pihak e-commercenya karena dibawa ke titik lokasi yang berbeda. Jauhnya hingga dua kilometer dari titik lokasi rumah saya. Kok bisa? Cerita runtutnya begini;

Ketika saya membeli obat di sebuah apotik melalui sebuah e-commerce dengan jasa pengiriman ojek online. Ketika pengiriman dilakukan, bang ojolnya telpon saya dan menanyakan, apakah titik lokasinya sesuai? Saya jawab, sesuai sambil menyebutkan alamat lengkap. Bang ojolnya kemudian minta share lokasi. Karena dia bingung, tidak ada alamat yang sesuai dengan yang ditunjukkan oleh google map. Dan saya lakukan sesuai dengan permintaan dengan share lokasi. Baru bang ojolnya menuju ke lokasi rumah saya. Untungnya bang ojolnya baik dan sabar mengantar obat saya.

Pengalaman kedua yang sangat miris bagi saya karena saya merasa kasihan dengan bang ojol yang mau marah tapi ditahan. Pasalnya seperti pengalaman pertama, bang ojol dibawa ke lokasi berbeda sekitar dua kilometer dari rumah saya. Ketika barang sampai, dia sedikit mengomel karena titik lokasinya tidak sesuai. Lalu, untungnya saya berusaha untuk membesarkan hatinya sampai ia bercerita, ia sering mengalami pengalaman serupa ketika seorang pelanggan menggunakan toko online (sambil menyebut sebuah e-commerce) dan dirinya merasa rugi. Bahkan ia menebak kalau saya menggunakan jasa ojek online karena gratis. Saya bilang benar.

Pengalaman ketika hampir sama dengan pengalaman pertama dan kedua dengan berbeda sifat dari bang ojolnya. Tapi intinya ketidakpuasan bang ojol dengan persoalan pelanggan yang menggunakan e-commerce dengan jasa pengiriman ojol. Begitupun dengan pengalaman keempat. 

Tapi intinya, ketika menggunakan jasa ojek online di satu kota khususnya di kota saya Malang, pengalamannya hampir tidak mengenakkan, yaitu harus mengurus perjalanan abang ojol yang telepon berkali-kali untuk memastikan titik lokasi rumah saya. Ketika sampai di rumahpun biasanya bang ojol menyampaikan pengeluhan di antaranya karena dia harus kembali ke titik yang direkomendasikan dan dia harus menyelesaikan kembali supaya transaksinya dianggap selesai. 

Apakah ada yang bisa menjawab apa yang menjadi pengalaman tidak mengenakkan berbelanja melalui penggunaan ojek online ini? Setidak-tidaknya dari pengalaman saya.

 

0 komentar:

Posting Komentar