Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Kamis, 19 Maret 2020

Betapa Pentingnya Getok Tular. Iklan Gratis


Penulis pernah tinggal di Batu sekitar 8 tahun sehingga sedikit banyak tahu tempat-tempat yang menjadi tujuan wisatawan di kala itu. Salah satu makanan kesukaan saya adalah rujak cingur yang ada di dekat kelurahan Ngangglik, yang kala itu penjualnya seorang ibu yang sudah tua, namun masih bersemangat untuk mengulek (menghancurkan campuran bumbu di sebuah layah). Tempat penjual rujak itu sendiri sebenarnya berupa warung kecil yang kalau dimasuki orang 5 saja sudah sangat penuh. 

Pembelinya sendiri bukan orang Batu saja, tapi dari berbagai daerah khususnya dari Surabaya. Di depan tokonya sebenarnya tidak ada tanda kalau ada dijual rujak. Kalau kita ingin tahu kalau keramaian itu disebabkan apa? Kita bisa mengerti kalau bertanya, mereka sedang apa? Saya pernah bertanya kepada sang ibu ketika dia sedang melakukan penggerusan bumbu. Pertanyaan saya, mereka para pembeli itu tau dari mana rujak ibu? Dia menjawab dengan entengnya, yah, getok tular.

Getok tular adalah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya kurang lebih, dari mulut ke mulut. Getok tular pasti akan terjadi ketika sebuah produk, kalau kita berbicara masalah penjualan, dikenal cocok dan selalu membuat orang ketagihan. Kecocokan, takaran yang tepat dan produk yang memang memberi kepuasan kepada penggunanya, pastilah akan menjadi sebuah pengalaman. Pengalaman itu akan diceritakan kepada orang lain. Pengalaman yang pasti menjadi sebuah ingatan kuat dalam pikiran. Bukan menjadi sebuah produk yang kalau dipakai atau dinikmati sekali, orang langsung melupakannya.

Kalau sebuah produk ternyata tidak memberi kesan sama sekali kepada penggunanya atau penikmatnya, maka produk itu akan berhenti beritanya di orang pertama. Produk itu tidak akan bisa memberikan kesan yang mendalam. Getok tular akan menjadi sebuah iklan gratis di mana yang empunya produk tanpa perlu mengeluarkan biaya iklan sama sekali. Mungkin orang berkata, tapi getok tular itu biasanya lama. Benar, biasanya lama, tapi bila produk itu berhasil menembus kesan, maka hasilnya juga akan bertahan lama dan tidak akan cepat berlalu.

Sebenarnya tidak berbeda ketika kita sebagai pembeli online, pengalaman berbelanja yang menyenangkan akan menjadi bahan di mana hal tersebut akan menjadi bisik-bisik tetangga bagi orang lain, sehingga toko online, atau pelapak online akan mendapatkan imbasnya ketika produk yang dijual dan servis yang diberikan itu benar-benar baik itu akan memberi kesan yang dalam kepada pembeli.

Saya sendiri sebenarnya sebagai pembeli memiliki beberapa pengalaman ketika melakukan transaksi dengan berbagai toko online. Sebagai pembeli saya diperhadapkan dengan kurang lebih 10 toko online dalam negeri, belum lagi toko online luar negeri, begitu banyak yang membuat saya pasti bingung dalam memilih. Pengalaman dalam membeli tentu menjadi ingatan dan modal saya untuk bercerita kepada orang lain, entah itu tetangga, kolega, kerabat dan siapapun yang sama dengan saya ketika ingin membeli barang melalui online. Tanpa menyebut toko online apa yang memberi kepuasan, tapi yang pasti akan melakukan GETOK TULAR bagi saya untuk bisik-bisik tetangga dengan siapapun.

Mengintip Situs-situs Resmi Pemerintah Mengenai Virus Corona


Merebaknya berbagai berita mengenai Virus Corona atau COVID-19 satu sisi memberikan informasi yang bertambah lengkap bagi masyarakat mengenai pendemi yang temah menjangkiti ratusan warga negara Indonesia. Tapi sayang, ada-ada saja sebagian orang yang memunculkan berbagai kabar bohong mengenai virus ini dan berita tidak benar tentang informasi yang salah berhubungan dengan Virus Corona. 

Hoax terkadang muncul menyertai ketakutan warga negara yang tentu tidak mau dirinya menjadi orang yang terpapar. Supaya tidak terjadi disinformasi mengenai Virus Corona ini akhirnya beberapa situs dimunculkan baik oleh pemerintah daerah maupun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB. Mari kita coba untuk mengintip informasi apa saja yang disampaikan dalam website resmi tersebut?

BNPB

BNPB dalam websitenya www.covid19.go.id menampilan pendidikan kepada masyarakat bagaimana masyarakat bisa ikut mengurangi resiko terpapar Virus Corona ini. Disertai dengan pemberian pemahaman kepada masyarakat untuk mencari informasi yang benar mengenai COVID-19 ini. Edukasi yang diberikan website ini cukup mudah dimengerti bagaimana menghindari virus serta gejala-gejala sakit apa yang harus dilakukan? Informasi lengkap dan selalu update memang ditampilkan dalam situs tersebut baik perkembangan Virus Corona secara global maupun nasional.

Sebenarnya menarik juga website covid19.go.id ini karena di dalamnya juga mengungkapkan bagaimana menjawab berbagai isu-isu yang berkembang di masyarakat mengenai virus ini. Penjelasan mengenai social distancing sangat mudah dimengerti. Lebih dari pada itu situs ini memaparkan apa saja berita-berita tidak benar yang tidak perlu dipercayai alias hoax. Dan bagaimana informasi yang sebenarnya.

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Sementara Kementerian Kesehatan RI memiliki situs infeksiemerging.kemkes.go.id yang di dalamnya memuat banyak informasi mengenai penyakit infeksi emerging namun halaman berandanya lebih banyak dipenuhi dengan informasi mengenai perkembangan Virus Corona COVID-19 ini. Tapi sayang, situs ini sepertinya kurang mendapat perhatian secara detail khususnya dari Site Statistics di mana tidak banyak pengunjung yang datang untuk mencari informasi mengenai COVID-19 ini, padahal informasi yang ada di dalamnya sangat diperlukan. Atau juga ada masalah error di Site Statisics nya karena walaupun saya berkunjung ke situs ini, tapi User menunjukkan masih 0


Website Kota Surabaya

Sementara bagi warga Surabaya, rupanya Pemerintah Kota Surabaya dengan sigap meluncurkan Website Pemerintah Kta Surabaya dengan alamat https://lawancovid-19.surabaya.go.id yang berisi mengenai pemetaan serta penyebaran virus Corona di wilayah Surabay per wilayah. Di dalamnya lengkap dengan nomor telepon bebas pulsa bila warga Surabaya atau siapapun untuk bisa menghubungi nomor yang sudah disediakan di bagian bawah website. Kalau Anda baru membuka websitenya maka Anda akan ditanya di popup dengan pertanyaan ini: 

Apakah Anda ingin melakukan Deteksi Dini COVID-19 ?

Website Update Wilayah Jawa Timur

Berbeda dengan website untuk wilayah Kota Surabaya, maka Propinsi Jawa Timur juga memiliki website dengan alamat https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/ dengan memberikan banyak informasi seperti rujukan rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur apabila warga Jawa Timur ingin mendapatkan informasi lebih lanjut.

Website Update Virus Corona wilayah Yogyakarta

Tidak ketinggalan dengan kota-kota lain atau wilayah-wilayah lain yang ingin memberikan informasi warganya, Daerah Istimewa Yogyakarta juga memiliki website dengan alamat corona.jogjaprov.go.id dengan konten yang berisi berbagai informasi serta bagaimana menghadapi pendemi virus Corona ini. Ketika Anda membuka website tersebut Anda akan langsung disambut dengan ajakan, Jangan panik! Mari bersama lawan COVID-19. Hubungi layanan Yogyakarta Tanggap COVID-19.

Info Resmi COVID-19 Wilayah Jawa Tengah

Supaya hoax tidak mendapat tempat di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak lelah terjun langsung kepada masyarakat untuk memberikan edukasi khusus bagi mereka yang tidak memiliki akses melalui media online. Namun demikian Pemerintah Jawa Tengah juga memberikan keterangan mengenai informasi virus Corona ini melalui website mereka di https://corona.jatengprov.go.id.

Website Mengenai Virus Corona untuk Wilayah Jawa Barat

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoSemarang.com, dengan Judul Daftar 7 Situs Resmi Pantau Perkembangan Covid-19 di Indonesia, pada URL https://www.ayosemarang.com/read/2020/03/20/53960/daftar-7-situs-resmi-pantau-perkembangan-covid-19-di-indonesia

Penulis: Adib Auliawan Herlambang
Editor : Adib Auliawan Herlambang

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoSemarang.com, dengan Judul Daftar 7 Situs Resmi Pantau Perkembangan Covid-19 di Indonesia, pada URL https://www.ayosemarang.com/read/2020/03/20/53960/daftar-7-situs-resmi-pantau-perkembangan-covid-19-di-indonesia

Penulis: Adib Auliawan Herlambang
Editor : Adib Auliawan Herlambang

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoSemarang.com, dengan Judul Daftar 7 Situs Resmi Pantau Perkembangan Covid-19 di Indonesia, pada URL https://www.ayosemarang.com/read/2020/03/20/53960/daftar-7-situs-resmi-pantau-perkembangan-covid-19-di-indonesia

Penulis: Adib Auliawan Herlambang
Editor : Adib Auliawan Herlambang

Sementara untuk wilayah Jawa Barat website yang sudah diluncurkan yang berisi berbagai informasi mengenai virus Corona tersedia di https://pikobar.jabarprov.go.id.

Jakarta Memiliki Informasi Resmi Virus Corona

Sebagai wilayah yang memiki jumlah orang terpapar virus Corona terbanyak, maka pemerintah DKI Jakarta membuka informasi bagi warganya untuk bisa mengetahui perkembangan virus yang sudah menjadi perhatian banyak orang ini. Informasi yang disediakan oleh pemerintah DKI adalah, https://corona.jakarta.go.id 
Artikel ini sudah Terbit di AyoSemarang.com, dengan Judul Daftar 7 Situs Resmi Pantau Perkembangan Covid-19 di Indonesia, pada URL https://www.ayosemarang.com/read/2020/03/20/53960/daftar-7-situs-resmi-pantau-perkembangan-covid-19-di-indonesia

Penulis: Adib Auliawan Herlambang
Editor : Adib Auliawan Herlambang

Senin, 16 Maret 2020

Kegunaan Bintang Bagi Pembeli dan Penjual?


Bagi pembeli yang biasa melakukan transaksi melalui toko online pastilah mengerti apa makna pemberian bintang oleh pembeli di status barang yang dijual. Bintang berbicara mengenai proses akhir dari sebuah transaksi di mana apakah pembeli merasa puas, tidak puas, kecewa atau hanya melihat barang penjual biasa-biasa saja. Semuanya ditentukan oleh bintang. Jadi pemberian bintang yang dihitung dari banyak atau sedikitnya itulah yang membuat penjual bisa gembira atau malah sebaliknya malah panas dingin.

Bintang itu sendiri bukan hanya penghias yang diberikan oleh pembeli di toko online, tapi bintang itu merupakan ungkapan perasaan dari hati yang terdalam dari pembeli. Bintang bisa berbicara kegembiraan, kepuasan, kesenangan, tapi juga dia berarti hati yang sedang marah, kecewa, geram dan bahkan ungkapan yang memuncak dari sebuah emosi. Makanya begitu berartinya makna bintang di sebuah toko online dan di lapak online.

MERAIH BINTANG

Karena begitu pentingnya arti sebuah bintang bagi penjual dan toko online maka tentu saja mereka benar-benar berharap pembeli akan memberikan bintang yang terbaik, yang terbanyak. Bagi toko online, bila banyak dari customer memberikan bintang yang banyak maka hal tersebut akan memberikan nilai lebih di mana toko tersebut dianggap sebagai penjual yang terpercaya dan dipercaya oleh para pembeli online. Bagi pelapak, ini tidak perlu diperjelas lagi, mereka sangat berburu untuk meraih bintang sebanyak-banyaknya.

Mari kita lihat apa makna dari bintang-bintang yang diberikan oleh pembeli untuk para penjual itu? Gampangnya begini: Kalau orang atau pembeli hanya memberikan:

  • 1 Bintang saja ketika menyampaikan maksudnya kepada penjual, maka artinya pelapak tersebut MENGECEWAKAN
  • 2 Bintang maka artinya pelapak itu secara keseluruhan pelayanannya BURUK
  • 3 Bintang pelapak dianggap servisnya CUKUP
  • 4 Bintang memiliki makna bahwa penjual atau toko tersebut dianggap BAIK
  • 5 Bintang, merupakan penilaian puncak di mana penjual dianggap MEMUASKAN
Jadi jelas bahwa ketika pembeli memberikan BINTANG LIMA maka di situlah puncak kepuasan pembeli atau pelanggan, dan yakinlah bahwa besok atau lusa toko atau lapak Anda akan menjadi jujugan atau langganan dari pembeli. Makanya jangan heran kalau banyak orang ingin meraih bintang sebanyak-banyaknya.

Keinginan untuk mendapatkan bintang itu juga dilakukan oleh penjual dengan menghubungi pembeli yang lupa memberikan penilaian. Bahkan pembeli rela menghubungi pembeli dengan berbaik-baik supaya bisa memberikan BINTANG LIMA kepada barang yang dipesannya. Dan bahkan saya bari mendapatkan catatan dari pembelian hari ini di mana bila kita bisa memberikan LIMA BINTANG dan memberikan kesan yang positif serta memberikan foto hasil pembeliannya, maka mereka rela memberikan bonus pulsa Rp. 5.000. Artinya betapa berartinya BINTANG tersebut.

Baca Juga:



Jangan Sampai Menjadikan Pelanggan Apatis

Ilustrasi Foto: Flickr.com

Pelanggan seperti saya dan bisa dipastikan pelanggan lain yang biasa melakukan belanja online pastilah mencari barang yang sangat baik dan tanpa cacat serta awet serta memberi kepuasan. Lalu bagaimana kalau seumpamanya barang yang diterima ternyata barangnya cepat rusak, mudah patah, banyak cacatnya, dan tidak memberi kepuasan, maka pelanggan akan menyesal telah membeli barang tersebut. 

Memang informasi mengenai barang sangat penting untuk memberi penjelasan dengan gamblang apa yang akan dikirimkan. Tentu hal ini terjadi sebelum transaksi. Transaksi adalah masa akhir di mana semuanya ditentukan, puas atau menyesal ketika barang itu di tangan pembeli.

Coba perhatikan ungkapan pembeli di kolom tanggapan, "Barangnya baru diputar, lalu pegangannya patah. Menyesal saya membeli di toko ini." Kalau memang baranbg yang dimaksud itu disesuaikan dengan harga yang murah, tentu saja pembeli punya kewajiban untuk menerangkan bagaimana kelemahan barang tersebut. 

Tidak mudah memang, karena dengan menjelaskan sisi kelemahan dari barang yang kita jual akan menyurutkan pembeli untuk melakukan transaksi. Tapi pembeli seperti saya akan memperhitungkan uang yang akan dikeluarkan dengan barang yang akan diterima. Kalau uangnya pas-pasan, tentu tidak akan berpimpi yang paling tinggi.

Makanya mungkin sebaiknya yang harus dihindari adalah iklan bombastis yang sepertinya barang yang dijual adalah barang baik, tapi bila kenyataannya tidak baik, maka hal itu akan mengecewakan pembeli. Di sinilah, penjual dituntut untuk belajar realistis, bahwa memang barang yang dijual itu adalah barang dengan kondisi sesuai dengan kenyataan. Bukan barang yang secara penjelasan sangat tinggi, tapi dalam kenyataan membuat pembeli menyesal. Kalau menyesal mungkin barang itu akan dibuang begitu saja.

Ruang tanya jawab mengenai barang sebaiknya dipergunakan untuk meminimalisir kekecewaan pembeli itu. Saya pernah membeli sebuah Ipad yang dari segi harga sangat miring dan banyak pembeli yang memberi tanggapan positif berdasarkan pengalaman. Ketika saya melakukan transaksi, penjual tersebut tiba-tiba menghubungi melalui chat untuk apa Ipad itu akan digunakan? 

Kemudian penjual itu menyarankan barang yang lebih mahal dari jumlah rupiah yang saya keluarkan. Saya bilang bahwa Ipad dengan spek pas-pasan itu hanya akan dipergunakan untuk membaca teks running khususnya aplikasi Teleprompter. Penjual akhirnya mengerti. Ketika saya menerima Ipad tersebut saya puas dan tidak mengecewakan.

Baca Juga:


Selasa, 10 Maret 2020

Seberapa Penting Full Servis Pelanggan




Sebenarnya sikap care atau peduli dengan pelanggan bisa dilihat dan dirasakan oleh saya sebagai pelanggan ketika saya tertarik dengan barang incaran saya. Namanya barang baru, tentu saya tidak banyak tahu mengenai barang tersebut. Kalau saya mengajukan pertanyaan inginnya saya mendapat jawaban yang jelas, lugas dan tidak ada yang disembunyikan. Kalau saya bertanya lalu diabaikan, lebih baik saya pindah ke toko lain, atau pindak ke lapak lain. Satu kata yang saya inginkan adalah penjual peduli dengan saya, peduli dengan apa yang saya inginkan.

Setelah saya puas menentukan berkat penjelasan yang detail dan memuaskan sebagai akibat CARE yang diberikan kepada penjual atau pelapak, barulah saya akan melakukan transaksi. Melakukan transaksi artinya saya harus mengeluarkan uang untuk barang yang saya idam-idamkan. Saya berharap ada orang CARE dengan saya dari segi kecepatan. Memang terkadang saya tidak mengerti bagaimana proses pembungkusan. Tapi cara saya mengira-ngira adalah dengan membandingkan pengalaman berbelanja di tempat lain baik di satu toko online atau di lain toko online, baik di pelapak lain. Kalau sekiranya cara menanggapinya dan melakukan proses menuju pembungkusan itu lama, artinya saya menganggap bahwa mereka tidak CARE dengan perasaan saya. Jadi di sini adalah pembanding toko.

Baca Juga:

Produk Apple Watch Hanya Rp. 499999 Didiskon Lagi Hanya Rp. 177.000

Tidak Masuk Akal HP Spek Tinggi Dijual 500 Ribuan- 1 Jutaan

Oklah, sekarang penjual sudah menjawab, dan bahkan sudah melakukan proses pembungkusan. Kalau pembungkusan itu barang yang mudah pecah, seharusnya pembungkusan itu juga dilakukan dengan cepat. Maafkan saya sebagai pembeli terkadang tidak perduli, apakah ternyata banyak pembeli yang mengantri untuk dibungkuskan. Dalam soal ini, memang tidak adil. Saya butuh penjual CARE, tapi sebagai pembeli hanya menuntut dan minus CARE.

Sekarang ketika pembungkusan atau packing sudah selesai dan siap-siap untuk dikirim. Pembeli masih minta lebih untuk diperhatikan, yaitu kapan barang saya bisa saya lacak ditracking yang biasanya akan muncul di toko online yang menjelaskan bahwa barang sudah dikirim. CARE di sini bisa saja tidak ada masalah berarti. Namun ketika barang yang sudah dikirim, tapi ketika dilacak masih dalam status DALAM PROSES padahal sudah melebihi ketentuan. Kalau biasanya dua hari sudah berada dalam perjalanan, tapi statusnya masih proses pengiriman. Tentu kembali pembeli menuntut penjual untuk CARE supaya bisa menanyakan ke pihak kurir. 

Memangnya pembeli tidak bisa bertanya kepada kurir cabang setempat atau di kantor pusat? Pastilah, pembeli akan bertanya terlebih dahulu. Tapi rupanya terkadang pembeli itu masih minta servis CARE supaya penjual menanyakan juga mengenai nasib barang yang belum juga datang padahal sudah melebihi ketentuan di peraturan perusahaan jasa kurirnya.

Walau Mengerikan Jangan Panik dengan Virus Corona



Tidak dapat disangkal bahwa semenjak diumumkannya adanya warga Indonesia yang terinfeksi virus Corona atau yang sering disebut COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu sedikit banyak menimbulkan kegelisahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Kalau sebelumnya kita hanya mendengar kegelisahan banyak masyarakat dunia di berbagai negara lain yang bukan hanya warganya terinfeksi, tapi bahkan tidak sedikit mereka yang melaporkan kematian akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China tersebut, kini kitapun merasakan kegelisahan tersebut. Bersyukur bahwa Media Center Virus Corona COVID-19 seperti menjadi ruang di mana pemerintah terbuka dengan informasi mengenai Corona Virus ini. Sehingga hal tersebut memberi ketenangan kepada masyarakat walaupun sampai tulisan ini dibuat secara resmi pemerintah mengumumkan 19 orang positif terinfeksi Corona.

Kegelisahan itu sendiri ditandai dengan berbagai tindakan panik yang ditunjukkan oleh sebagian warga kita. Maklum, kalau soal keselamatan nyawa menjadi taruhan, kita tidak bisa berteori apapun, bahwa semua kita pasti takut. Ketakutan itu sendiri ditunjukkan dengan diburunya masker di berbagai toko dan apotek, sehingga harganya melambung. 

Bahkan celakanya kepanikan masyarakat ini oleh sebagian orang malah mencari keuntungan dengan melakukan tindakan-tindakan di luar hukum, seperti penimbunan masker yang sudah beberapa oknum ditangkap oleh aparat, pembuatan masker tanpa ijin resmi, menjual masker ke luar negeri dll.

Tanda kepanikan masyarakat juga ditandai dengan melakukan tindakan belanja yang berlebihan atau panic buying karena takut akan adanya situasi yang nantinya sampai ketakutan untuk melakukan kegiatan di luar rumah.  Beruntung pemerintah berhasil meyakinkan dan bisa menenangkan warga serta masyarakat Indonesia sehingga tindakan panic buying itu tidak berlanjut. Pemerintah seperti ingin mengatakan, semuanya akan baik-baik saja.

Walaupun perkembangan terakhir mengenai virus Corona yang diumumkan oleh pemerintah terus mengalami penambahan jumlah orang yang terpapar virus ini, namun bersyukur bahwa semuanya masih bisa dikendalikan dalam pengertian semuanya masih bisa ditangani dengan baik oleh para pemangku kepentingan negeri ini. Pemetaan dan kesigapan dalam penanganan terhadap orang yang terpapar virus Corona oleh pemerintah sedikit banyak kita mengerti bagaimana virus yang menghebohkan ini masih ditangani dengan baik. Saya mengamati bahwa, ketika negara bisa memberikan ketenangan dengan sebuah keyakinan dan jaminan bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat, maka tentu saja rakyat juga akan menanggapinya dengan rasa tenang.

Sebenarnya dari sisi kita sebagai masyarakat dan rakyat menyikapi adanya virus Corona tersebut? Beberapa hal sebenarnya bisa dilakukan supaya kita bisa terhindar dari paparan virus Corona ini. Untuk mencegah penularan virus COVID 19 ini disarankan kita selalu mencuci tangan dengan sabun,   kemudian menggunakan masker bagi yang sakit flu, pilek dan batuk, menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, serta berolah raga yang cukup dan tidak melakukan bepergian ke lokasi terjangkit.

Tapi ada satu hal yang mungkin perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kita menghindari kepanikan ketika mendengar mengenai virus Corona ini. Karena kepanikan itu sendiri seperti virus itu sendiri, yaitu menular. Kalau kalau kita menularkan kepanikan, maka sama saja kita menularkan ketidaknyamanan bagi orang lain. Waspada harus, jaga-jaga perlu. Tapi kepanikan berlebihan akan membuat kita dihantui oleh rasa takut. Karena kepanikan itu sendiri akan menimbulkan kegelisahan, dan bila kegelisahan itu berlebih maka bisa-bisa kita menjadi orang yang selalu takut dengan situasi yang terjadi.


UPDATE MENGENAI VIRUS CORONA


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-19 seperti yang disampaikan oleh Mensesneg Pratikno hari ini 14 Maret 2020

BELAJAR MELALUI ONLINE

Di beberapa wilayah beberapa kepala pemerintahan daerah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah-sekolah dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA dan bahkan perguruan tinggi untuk mencegah penularan Virus Corona (COVID-19). Walaupun tidak seragam di seluruh Indonesia namun tidak sedikit yang memberlakukan tutup sekolah tersebut untuk satu sampai dua minggu mendatang. Muncul istilah di mana sekolah memperlakukan belajar online di rumah. Sebuah istilah yang kedengarannya sangat keren tapi apakah hal tersebut hanya sebatas istilah keren atau memang dilaksanakan dengan benar Belajar Melalui Online tersebut.

Kalau memang hanya sebatas penyebutan bahwa belajar dilakukan secara online untuk mengatakan bahwa sekolah memang diliburkan, maka embel-embel belajar melalui online itu tidak perlu dimunculkan khususnya untuk tingkat SD-SMA. Kalau yang perguruan tinggi mungkin sudah bukan barang asing lagi belajar secara online. Bagaimana dengan yang masih duduk di bangku SD-SMA?


Tapi kalau hal tersebut memang ingin diberlakukan di mana belajar melalui jalur online akan diterapkan maka inipun bukan perkara gampang. Di samping ada sekolah-sekolah yang tidak biasa melakukan kegiatan secara onlie, tapi juga bila disamaratakan maka akan menambah pusing tujuh keliling para orang tua. Pasalnya, harus ada pengeluaran ekstra di mana mereka harus ada data internet. 

Saya baru mendengar ada seorang ibu yang pusing tujuh keliling karena anaknya bila ada kesempatan untuk libur selalu digunakan untuk bermain game online. Sama-sama online, belajar online, dan game online, bedanya sangat tipis dalam arti, sama-sama di depan meja tapi tidak semua anak yang bila ada di depan komputer langsung dia tertarik untuk belajar, tapi lebih banyak untuk bermain game. Dan itu merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri.


Senin, 09 Maret 2020

Saya Ingin, Pelapak itu Seperti Mesin Pencari


Ilustrasi Foto: Flickr

Menjadi bos itu sepertinya menjadi incaran banyak orang. Dengan menempati kedudukan yang tinggi dan penuh dengan fasilitas tapi juga bayangan saya berada di level top. Makanya banyak tukang parkir yang sebenarnya mengerti posisi bos itu di level tinggi, sehingga terkadang kita dipanggil dengan sebutan bos. Tapi tahukah kita bahwa menjadi bos itu bukan hanya mereka pemilik pabrik dan perusahaan besar, namun para pelapak di toko online itupun sebenarnya adalah bos. Hanya saja, kalau kita pemain tunggal, maka keberadaan lapak kita itu ada di tangan kita sendiri. Mati hidupnya lapak berada di kita, bukan di orang lain.

Kalau mati dan hidupnya lapak itu ditentukan oleh kita sendiri maka sekarang pertanyaannya adalah, apakah kita mau memajukan atau membuat stagnan lapak yang sudah kita bangun itu. Untuk menjadi pelapak terbaik di toko online atau malah mau membangun sendiri toko kita, tentu harus dengan bekerja keras. Yang dihadapi itu bukan melulu barang-barang yang harus diatur, difoto dengan bagus, atau mengupload dengan cantik serta mengatur semua hal yang berhubungan dengan penjualan, tapi faktor penentu lainnya adalah bagaimana pelanggan yang harus dihadapi dan ditemui.

Baca Juga:

Produk Apple Watch Hanya Rp. 499999 Didiskon Lagi Hanya Rp. 177.000

Tidak Masuk Akal HP Spek Tinggi Dijual 500 Ribuan- 1 Jutaa

Sebagai pelanggan, banyak pengalaman berurusan dengan pelapak, baik itu menyenangkan, menjengkelkan, dan membuat frustasi. Jujur saja, saya yang menjadi pelanggan banyak lapak punya sifat yang kurang baik juga. Tidak baiknya, kalau barangnya lancar sampai ke tangan saya, dengan entengnya saya melupakan, sampai diingatkan, tolong dong kasih tanggapan positif. Tapi kalau ada masalah sedikit saja, saya akan terus-menerus menghubungi sang penjual sampai merasa puas.

Pengalaman dengan banyak pelapak, memang akhirnya menjadi tahu bahwa menjadi penjual yang baik itu rupanya membutuhkan kesabaran tinggi, kesabaran ekstra. Betapa tidak, ketika pelapak salah sedikit, entah itu lambat merespon transaksi pelanggan, ketika bungkusnya ada sedikit cacat dalam pembungkusan, atau dengan tidak sengaja, memilihkan warna sesuai dengan yang direquest oleh palanggan, maka pelapak akan menjadi sasaran demo berjilid-jilid.
                                                                Ilustrasi Foto: Flickr

Maka apa ini yang dimaksud dengan pembeli adalah raja. Bagaimana tidak, kalau bagus, adem ayem tanpa memberi respon, atau tanda ada pujian, tapi kalau ada masalah sedikit saja, mungkin langsung dijadikan pengumuman  ke seluruh dunia. Inilah yang harus dihadapi oleh bos dari pelapak yang dibangun.

Tapi juga saya menjadi ingat di mana saya sering merasa pelapak itu berada di tingkatan ke 7 yang sulit untuk didekati. Mengapa? Karena pelapak punya tensi tinggi. Ditanya baik-baik terkadang menjawabnya cekak dan bahkan cenderung ketus. Ada lagi pelapak yang tidak ramah ketika saya yang ingin tahu banyak hal dari barang yang dijual itu. Yang lebih saya hindari adalah pelapak yang tidak sabar ketika pelanggan banyak bertanya. Kalau seperti ini untuk apa kita sebagai pelanggan bertanya, kalau dihadapi dengan tidak sabar, ketus, dianggap bodoh dll. 

Kalau menurut saya, bisa gak pelapak itu seperti google yang bila ditanya mengenai barangnya, dia akan menjawab dengan detail dan lengkap. Kalau pelanggan belum juga mengerti, sabarnya juga sama dengan google, yang sabar menunjukkan data-data yang sedang ditanya. Jadi menurut saya pelapak itu kalau bisa seperti mesin pencari yang siap menunjukkan data sampai terkecilpun.

Baca Juga:



Minggu, 08 Maret 2020

Awas! Betapa Mahalnya Sebuah Reputasi

Ilustrasi Foto: Flickr.com

Ada orang mengatakan reputasi itu sama dengan citra atau yang dikenal dengan mind of picture. Kalau pengertian itu benar maka sekarang kita mencoba untuk menelisik seberapa mahalnya sebuah reputasi. Perusahaan atau sebuah produk yang baru dikeluarkan tidak mungkin akan menjadi langsung booming dengan bendera berkibar. Dia harus selangkah demi selangkah membangun citra di mana produk yang dikenalkan itu akan menempel di kepala kita. Jadi kalau disebut produk Iphone, maka pastilah citranya bla, bla, bla.

Tapi sebenarnya bukan hanya produk-produk unggulan yang berhak mendapat citra atau reputasi yang baik, sebuah toko, baik itu toko fisik mauppun toko online akan terus membangun citra positif dengan berbagai cara. Makanya untuk membangun citra perusahaan berani menggelontorkan dana tak terhingga supaya citra itu akhirnya terbentuk. Sekarang kalau saya ingin membeli sebuah produk dan menentukan untuk membeli di sebuah toko online, dan lebih sempit lagi saya ingin belanja di sebuah lapak penjual, tentu saya akan memiliki pengalaman dengan toko tersebut. Positif atau negatif.

Baca Juga:

Produk Apple Watch Hanya Rp. 499999 Didiskon Lagi Hanya Rp. 177.000


Tidak Masuk Akal HP Spek Tinggi Dijual 500 Ribuan- 1 Jutaa

Makanya kalau kita membaca berbagai komentar di pengalaman yang ditulis oleh pembeli macam-macam ragamnya. Silahkan simak pengalaman ini:

"Wah, bisa jadi langganan ini."

"Terima kasih, penjualnya ramah sekali."

"Ini pembelian yang kedua," barangnya tetap kualitasnya, ok"

"Senang sekali berbelanja dengan agan satu ini."

"Gan, saya kasih bintang lima, karena saya puas sekali." 

Sebaliknya, bisa saja kita menjumpai komentar-komentar miring mengenai sebuah penjual di toko online yang pastilah akan dilihat oleh pelanggan-pelanggan lainnya.

"Ini penipuan, barangnya tidak sesuai dengan deskripsi"

"Jangan beli lagi dengan toko ini, saya kecewa."

"Penjualnya tidak bersahabat, malas mau balik lagi."

"Bungkusnya ala kadarnya. Untung tidak pecah."

"Seller care nya payah, tidak mau membantu, kapok"

"Barangnya ancur, lebih baik nambah sedikit sudah dapat yang ori."

Bayangkan bahwa ketika pembeli merasa kecewa, maka citra yang dibangun bertahun-tahun mungkin runtuh seketika. Makanya, ternyata membangun sebuah reputasi benar-benar sulit dan bahkan membutuhkan banyak pikiran, waktu dan tenaga serta bahkan dana. Tapi lebih sulit lagi ketika kita mempertahankan reputasi itu sendiri juga justru lebih sulit.

Sekarang saya ingin bercerita bagaimana citra seorang pedagang buah yang masih tersimpan dalam pikiran saya. Saat itu saya dalam perjalanan yang sering juga saya melewatinya. Suatu saat saya membeli 5 kg mangga. Sebenarnya mangga di kota itu terkenal manis dan bagus. Tapi saat itu si penjual dengan meyakinkan bahwa mangganya manis-manis. Untuk meyakinkan saya dan beberapa teman saya dia ambilkan acak dan memotongnya untuk kami makan. Hasilnya, mangga yang kami makan begitu manisnya. Teman-teman saya sekitar 5 orang masing-masing membeli 5 kg. Transaksi selesai, kami pulang.

Sampai di rumah kami berlima saling menelpon untuk menanyakan bagaimana mangga yang dibawa pulang ke rumah? Dengan geramnya seorang teman sambil mengumpat, kalau mangganya itu kecut atau masam dan tidak mungkin dimakan. Pengalaman itu sangat membekas dalam pikiran saya di mana setiap lewat di jalan di mana penjual mangga itu berada, selalu muncul bahwa penjual itu telah melakukan penipuan. Betapa kuatnya sebuah citra. 

Jadi, kalau kita sudah dianggap baik, reputasi itu sebaiknya dijaga, sekecil apapun kesalahan, kalau bisa dihindari. Ada kata-kata mutiara, NAMA BAIK LEBIH BERHARGA DARI PADA PERMATA. Karena harga sebuah citra dan reputasi itu mahal Bro!

Baca Juga:


     Seberapa CARE Pembeli kepada Penjual

Tunjukkan Barangmu

Ilustrasi Foto: Flickrs.com

Dalam komunikasi terkadang terjadi apa yang disebut dengan noise atau penghalang sebuah pesan untuk bisa sampai kepada  penerima pesan tersebut. Salah satu caranya adalah meminimalisir noise itu sendiri. Begitu juga tidak sedikit penjual yang bisa terjadi seperti ini:

  1. Barangnya penjual sebenarnya bagus, mantap, ship, hebat dan wah tapi karena ditampilkan apa adanya maka barang bagus itu seperti kelihatan tidak bagus. Apalagi kalau yang kita maksud adalah penjualan melalui dunia maya atau online.
  2. Barangnya penjual sebenarnya tidak bagus, kurang bermanfaat, atau tidak terlalu ship, tapi karena penjual memberi keyakinan yang tinggi kepada pembeli, entah itu dengan menggunakan iklan di Facebook, adsense google dan koran serta majalah atau di manapun sehingga barang yang kurang baik itu menjadi menarik dan orang akhirnya membelinya. Contoh nyatanya begini, saya pernah membeli sebuah setrika uap yang sampai sekarang barangnya hanya dipakai sekali, setelah itu barangnya sekarang mangkrak di gudang. Saya membeli barang tersebut ketika membuka sebuah iklan yang sangat menarik sekali yang menunjukkan di mana alat tersebut sangat berguna ketika bepergian ke luar kota. Sebenarnya saya pernah menggunakan alat tersebut, tapi sulitnya minta ampun, dan akhirnya saya menyerah. Makanya, setiap ke luar kota tidak pernah terlintas di benak saya untuk membawa barang tersebut.
  3. Barangnya penjual tidak bagus dan cara menjelaskannya pun juga asal-asalan. Sehingga lirikan pertama saja sudah membuat saya pindah ke lain hati. Dari barang tidak menarik, tapi juga tidak meyakinkan saya barang tersebut saya butuhkan

Baca Juga:

Produk Apple Watch Hanya Rp. 499999 Didiskon Lagi Hanya Rp. 177.000

Tidak Masuk Akal HP Spek Tinggi Dijual 500 Ribuan- 1 Jutaa

Sekarang, kalau kita memang memiliki produk yang bagus dan baik serta berguna bagi siapapun untuk dimiliki, maka biasanya perhatian saya tersandera ketika:

  • Adanya penjelasan detail mengenai barang yang ada di toko online tersebut. Saya benar-benar akan menjelajah barang tersebut sebelum saya memutuskan. Saya akan meneliti kelebihan-kelebihan dari barang tersebut sebelum berada di tangan saya. Saya akan mencocokkan dengan kebutuhan saya. Saya akan membandingkan dengan merk lain atau barang lain yang serupa. Detail itu juga menyangkut nama dan spesifikasi. Contohnya Redmi 8 akan berbeda dengan Redmi 8 Pro makanya dari segi harga juga berbeda. 
  • Kalau saya belum puas dan takut salah, maka saya tidak akan takut untuk bertanya mengenai barang yang sebenarnya dari penjual. Di sini saya tidak mau sungkan untuk berani membandingkan dengan barang serupa di tempat lain, atau dengan merk lain.
  • Kalau penjual merasa terganggu dengan pertanyaan saya, maka artinya penjual merasa tidak membutuhkan saya sebagai pembeli. Karena artinya saya tidak mendapatkan informasi lengkap mengenai barang tersebut.
  • Terkadang saya menawarkan untuk melakukan pertemuan langsung tapi masih dibawah transaksi toko online kalau situasinya memungkinkan, seperti satu kota atau satu wilayah. Hal ini khususnya ketika membeli barang second. 
Jadi, prinsipnya ketika saya ingin membeli sebuah kebutuhan atau keinginan terhadap sebuah barang, saya butuh penjelasan yang detail mengenail barang yang akan saya beli tersebut. Makanya para penjual online, tunjukkan barang terbaikmu untukku. Supaya aku secepatnya melakukan keputusan transaksi.

Baca Juga:


    Seberapa CARE Pembeli kepada Penjual

Sabtu, 07 Maret 2020

Inilah Marketplace Eksklusif dan Terbaik

Sumber Foto: flickr.com


Ketika kita membutuhkan sesuatu, dari persoalan barang elektronik, kebutuhan sehari-hari dan bahkan barang yang sifatnya remeh-temeh kita bisa menentukan untuk membeli di toko sebelah, atau ke mall dan toko-toko penyedia barang-barang yang dimaksud. Tapi kalau tidak mau repot dan tidak punya kesempatan untuk melangkahkan kaki ke tempat-temapt yang saya sebut tadi, pilihannya ada di jari kita. Membeli secara online. 

Tapi jangan anggap membeli barang di toko online semudah membeli nasi di warung padang yang dalam hitungan menit dari kita bersuara memesan, langsung muncul tumpukan piring dengan aneka lauk pauk yang menggugah selera. Karena toko online juga berfariasi dan saya rasa mereka yang punya mengalaman pertama kali menentukan startup unicorn yang mana yang akan dijadikan market place eksklusif. Bahkan pilihannya semakin membingungkan ketika kita punya alternatif lain yaitu toko online dalam negeri atau yang marketplace luar negeri. Makanya jangan heran, kalau kita buka di ponsel kita bisa deretan aplikasi e-commerce untuk dijadikan alternatif pilihan kita mencari semua kebutuhan dan keinginan.

Baca Juga:

Produk Apple Watch Hanya Rp. 499999 Didiskon Lagi Hanya Rp. 177.000


Tidak Masuk Akal HP Spek Tinggi Dijual 500 Ribuan- 1 Jutaa

Situasi ini juga yang ditangkap oleh toko online itu sendiri dengan beriklan di berbagai tempat di mana kita berada. Coba saja Anda yang senang membaca berita, di sana mereka muncul. Apa lagi bagi Anda yang suka game online, mereka nongol dalam iklan mereka. Lalu yang penyuka tv, di sanapun mereka menggelontorkan uang supaya mereka bisa hadir menyela acara-acara kesukaan kita. Bagi yang suka baca buku online gratis, sebenarnya tidak gratis juga, sebab terkadang di sana kita ditunggu oleh iklan para starup itu. Pokoknya, intinya, di manapun kita biasa berada, di situ juga mereka akan menunjukkan keberadaannya.  

Saya sendiri mungkin punya pandangan berbeda ketika ingin menentukan toko online yang mana yang akhirnya akan dijadikan tambatan hati? Setidak-tidaknya inilah yang saya catat mengapa saya akhirnya menjadikan toko online kesukaan saya menjadi toko online yang sangat ekslusif.

  1. Mudah menggunakan aplikasinya.
  2. Barang-barang yang tersedia variatif bukan hanya variasi dalam jenis barangnya, tapi variasi dalam soal tipenya.
  3. Toko online tersebut bisa menyelesaikan dengan mudah apabila ada persoalan yang saya hadapi dengan penjual lapak.
  4. Cara kerjanya juga cepat dan benar-benar membantu saya untuk bisa memperoleh apa yang saya mau. Kalau saya menginginkan satu barang, dan karena saya ingin cepat maka saya menggunakan kurir sehari sampai. Tapi ketika penjual menerima order, penjual masih ogah untuk langsung melayani, maka toko onlie tersebut bisa turun tangan mengingatkan.
  5. Pilihan cara bayar tidak kaku dan banyak ragam. 
  6. Apakah diskon 95% berpengaruh dengan saya? Bisa ya, tapi juga bisa tidak. Mengapa? Karena bila sebuah barang didiskon 90%, tapi tentu saja pembeli akan mengintip ke toko online sebelahnya harga barang tersebut. Kalau harganya mirip-mirip, itu mah bukan diskon, tapi menaikkan harga barang, lalu didiskon seperti harga normal. Diskon akan dianggap berharga bila memang benar-benar harga diskon dari harga normal.
  7. Banyak Points. Tapi poin tersebut benar-benar points yang diberikan ihklas oleh toko online. memangnya ada point yang diberikan tidak ikhlas? Ada, yaitu di mana masa berlakuknya point itu sendiri hanya sekejab, 1 atau 2 hari. Selebihnya hangus.
  8. Ongkir
  9. Bebas ongkir? Tidak juga menjadi alasan utama. Bebas ongkir adalah pilihan di mana menjadi daftar tambahan bagaimana memilih marketpace. Karena kalau di toko online itu ternyata tidak ada barang yang dicari, kemudian penanganan terhadap masalah juga lelet, ya bebas ongkir bisa jadi hitungan ke sekian. Artinya, kalau memang ada bebas ongkir itu menjadi pendukung.
  10. Toko online tersebut tidak berafiliasi dengan kelompok-kelompok keagamaan, kesukuan, golongan, apalagi warna politik tertentu. Dan sebenarnya bila itu terjadi sangat bisa dirasakan. Makanya toko online itu berada di wilayah netral yang dia berdiri untuk siapa saja tanpa pandang bulu.
Nah, saya tidak tahu mungkin pembaca bisa memiliki hal-hal yang lain yang bisa menjadi daftar panjang artikel ini untuk diulas bagaimana kita mau menjadikan toko online itu menjadi marketplace eksluksif. Sehingga kita bisa berjabat tangan dengan toko online untuk menciptakan hubungan yang dekat.

Baca Juga:


    Seberapa CARE Pembeli kepada Penjual


Kamis, 05 Maret 2020

Siap Mengiklankan Barang dan Toko Online Anda. GRATIS!

Foto Ilustrasi: Flickr.com

Ketika saya selesai melakukan transaksi dalam rangka pemesanan barang, tidak mungkin saya lalu melupakannya. Barang yang sudah diproses oleh penjual akan terus dipantau oleh pembeli. Artinya barang pesanan saya itu adalah barang berharga. Sehingga ketika barang itu diterima dengan kondisi baik, tanpa cacat, dan sesuai dengan diskripsi di toko penjual, maka kebahagiaan akan mengikutinya.

Makanya, namanya barang berharga, bila kurang dihargai baik oleh penjual atau kurir, maka pembeli pasti akan bereaksi negatif. Makanya juga penjual jangan tersinggung, atau bosan menjawab bila ditanya, "Gan, apakah sudah diproses transaksi ini?" Bukan apa? Tapi barang yang dibeli oleh pelanggan itu barang yang berharga.

Bayangkanlah bahwa sebagai pembeli, saya sudah menyisihkan waktu untuk meneliti satu per satu barang yang cocok dengan incaran saya. Kemudian, ketika sudah mendapatkan, saya harus mengeluarkan dana untuk proses pemesanan tersebut. Harga yang harus saya bayar adalah harga barang, plus harga kurir, ditambah lagi bila ada harga garansi pengiriman, belum lagi ada auto bayar yang kadang masuk untuk kerusakan barang dll. Ternyata banyak juga ya. 

Baca Juga:

Produk Apple Watch Hanya Rp. 499999 Didiskon Lagi Hanya Rp. 177.000


Tidak Masuk Akal HP Spek Tinggi Dijual 500 Ribuan- 1 Jutaa

Kalau barang yang akhirnya saya terima itu sangat memuaskan karena sesuai dengan bayangan awal, dan kondisinya juga cocok seperti yang diimpikan, keadaan paketnya yang muncul juga benar-benar mulus, maka ini balasannya; semua pihak yang membantu pengadaan barang saya akan mendapatkan iklan GRATIS.

Bagaimana cara saya mengiklankan dengan gratis? Saya akan memberikan bintang lima, akan menjamin kepada pembeli lainnya bahwa penjual adalah terpercaya, barangnya ciamik dan pujian-pujian lainnya yang bisa menjadi IKLAN GRATIS toko penjual. 

Bukan hanya itu, Toko Online tersebut juga terkena imbasnya di mana pembeli yang sedang gembira hatinya itu tidak akan segan-segan untuk merekomendasikan kepada siapapun, baik secara face to face maupun secara online.

Baca Juga:


    Seberapa CARE Pembeli kepada Penjual