Seberapa Care Pelapak dengan Pelanggan

Selasa, 10 Maret 2020

Seberapa Care Pelapak dengan Pelanggan




Sebenarnya sikap care atau peduli dengan pelanggan bisa dilihat dan dirasakan oleh saya sebagai pelanggan ketika saya tertarik dengan barang incaran saya. Namanya barang baru, tentu saya tidak banyak tahu mengenai barang tersebut. Kalau saya mengajukan pertanyaan inginnya saya mendapat jawaban yang jelas, lugas dan tidak ada yang disembunyikan. Kalau saya bertanya lalu diabaikan, lebih baik saya pindah ke toko lain, atau pindak ke lapak lain. Satu kata yang saya inginkan adalah penjual peduli dengan saya, peduli dengan apa yang saya inginkan.

Setelah saya puas menentukan berkat penjelasan yang detail dan memuaskan sebagai akibat CARE yang diberikan kepada penjual atau pelapak, barulah saya akan melakukan transaksi. Melakukan transaksi artinya saya harus mengeluarkan uang untuk barang yang saya idam-idamkan. Saya berharap ada orang CARE dengan saya dari segi kecepatan. Memang terkadang saya tidak mengerti bagaimana proses pembungkusan. Tapi cara saya mengira-ngira adalah dengan membandingkan pengalaman berbelanja di tempat lain baik di satu toko online atau di lain toko online, baik di pelapak lain. Kalau sekiranya cara menanggapinya dan melakukan proses menuju pembungkusan itu lama, artinya saya menganggap bahwa mereka tidak CARE dengan perasaan saya. Jadi di sini adalah pembanding toko.

Baca Juga:

Produk Apple Watch Hanya Rp. 499999 Didiskon Lagi Hanya Rp. 177.000

Tidak Masuk Akal HP Spek Tinggi Dijual 500 Ribuan- 1 Jutaan

Oklah, sekarang penjual sudah menjawab, dan bahkan sudah melakukan proses pembungkusan. Kalau pembungkusan itu barang yang mudah pecah, seharusnya pembungkusan itu juga dilakukan dengan cepat. Maafkan saya sebagai pembeli terkadang tidak perduli, apakah ternyata banyak pembeli yang mengantri untuk dibungkuskan. Dalam soal ini, memang tidak adil. Saya butuh penjual CARE, tapi sebagai pembeli hanya menuntut dan minus CARE.

Sekarang ketika pembungkusan atau packing sudah selesai dan siap-siap untuk dikirim. Pembeli masih minta lebih untuk diperhatikan, yaitu kapan barang saya bisa saya lacak ditracking yang biasanya akan muncul di toko online yang menjelaskan bahwa barang sudah dikirim. CARE di sini bisa saja tidak ada masalah berarti. Namun ketika barang yang sudah dikirim, tapi ketika dilacak masih dalam status DALAM PROSES padahal sudah melebihi ketentuan. Kalau biasanya dua hari sudah berada dalam perjalanan, tapi statusnya masih proses pengiriman. Tentu kembali pembeli menuntut penjual untuk CARE supaya bisa menanyakan ke pihak kurir. 

Memangnya pembeli tidak bisa bertanya kepada kurir cabang setempat atau di kantor pusat? Pastilah, pembeli akan bertanya terlebih dahulu. Tapi rupanya terkadang pembeli itu masih minta servis CARE supaya penjual menanyakan juga mengenai nasib barang yang belum juga datang padahal sudah melebihi ketentuan di peraturan perusahaan jasa kurirnya.

0 komentar:

Posting Komentar