Tunjukkan Barangmu

Minggu, 08 Maret 2020

Tunjukkan Barangmu

Ilustrasi Foto: Flickrs.com

Dalam komunikasi terkadang terjadi apa yang disebut dengan noise atau penghalang sebuah pesan untuk bisa sampai kepada  penerima pesan tersebut. Salah satu caranya adalah meminimalisir noise itu sendiri. Begitu juga tidak sedikit penjual yang bisa terjadi seperti ini:

  1. Barangnya penjual sebenarnya bagus, mantap, ship, hebat dan wah tapi karena ditampilkan apa adanya maka barang bagus itu seperti kelihatan tidak bagus. Apalagi kalau yang kita maksud adalah penjualan melalui dunia maya atau online.
  2. Barangnya penjual sebenarnya tidak bagus, kurang bermanfaat, atau tidak terlalu ship, tapi karena penjual memberi keyakinan yang tinggi kepada pembeli, entah itu dengan menggunakan iklan di Facebook, adsense google dan koran serta majalah atau di manapun sehingga barang yang kurang baik itu menjadi menarik dan orang akhirnya membelinya. Contoh nyatanya begini, saya pernah membeli sebuah setrika uap yang sampai sekarang barangnya hanya dipakai sekali, setelah itu barangnya sekarang mangkrak di gudang. Saya membeli barang tersebut ketika membuka sebuah iklan yang sangat menarik sekali yang menunjukkan di mana alat tersebut sangat berguna ketika bepergian ke luar kota. Sebenarnya saya pernah menggunakan alat tersebut, tapi sulitnya minta ampun, dan akhirnya saya menyerah. Makanya, setiap ke luar kota tidak pernah terlintas di benak saya untuk membawa barang tersebut.
  3. Barangnya penjual tidak bagus dan cara menjelaskannya pun juga asal-asalan. Sehingga lirikan pertama saja sudah membuat saya pindah ke lain hati. Dari barang tidak menarik, tapi juga tidak meyakinkan saya barang tersebut saya butuhkan

Baca Juga:

Produk Apple Watch Hanya Rp. 499999 Didiskon Lagi Hanya Rp. 177.000

Tidak Masuk Akal HP Spek Tinggi Dijual 500 Ribuan- 1 Jutaa

Sekarang, kalau kita memang memiliki produk yang bagus dan baik serta berguna bagi siapapun untuk dimiliki, maka biasanya perhatian saya tersandera ketika:

  • Adanya penjelasan detail mengenai barang yang ada di toko online tersebut. Saya benar-benar akan menjelajah barang tersebut sebelum saya memutuskan. Saya akan meneliti kelebihan-kelebihan dari barang tersebut sebelum berada di tangan saya. Saya akan mencocokkan dengan kebutuhan saya. Saya akan membandingkan dengan merk lain atau barang lain yang serupa. Detail itu juga menyangkut nama dan spesifikasi. Contohnya Redmi 8 akan berbeda dengan Redmi 8 Pro makanya dari segi harga juga berbeda. 
  • Kalau saya belum puas dan takut salah, maka saya tidak akan takut untuk bertanya mengenai barang yang sebenarnya dari penjual. Di sini saya tidak mau sungkan untuk berani membandingkan dengan barang serupa di tempat lain, atau dengan merk lain.
  • Kalau penjual merasa terganggu dengan pertanyaan saya, maka artinya penjual merasa tidak membutuhkan saya sebagai pembeli. Karena artinya saya tidak mendapatkan informasi lengkap mengenai barang tersebut.
  • Terkadang saya menawarkan untuk melakukan pertemuan langsung tapi masih dibawah transaksi toko online kalau situasinya memungkinkan, seperti satu kota atau satu wilayah. Hal ini khususnya ketika membeli barang second. 
Jadi, prinsipnya ketika saya ingin membeli sebuah kebutuhan atau keinginan terhadap sebuah barang, saya butuh penjelasan yang detail mengenail barang yang akan saya beli tersebut. Makanya para penjual online, tunjukkan barang terbaikmu untukku. Supaya aku secepatnya melakukan keputusan transaksi.

Baca Juga:


    Seberapa CARE Pembeli kepada Penjual

0 komentar:

Posting Komentar