Penjual Online yang Paling Diburu Pembeli

Kamis, 05 Maret 2020

Penjual Online yang Paling Diburu Pembeli

Sumber Foto: Flickr.com

Kalau membeli barang di toko fisik maka akan sangat mudah kita menilai apakah penjual sangat ramah atau tidak. Keramahan itu akan langsung bisa dirasakan dan walaupun dibuat-buat agar penjual merasa nyaman, tapi keramahan tersebut akan menjadikan pembeli bisa menentukan, kalau saya beli sesuatu ke toko A. Alasannya, penjualnya ramah, enak, kalaupun menawar, dia dengan sopannya menolak secara halus. Tapi bagaimana dengan sikap penjual secara online. Batang hidungnya saja kita tidak tahu, sifatnya saja hanya dalam bayang-bayang, dan bagaimana menghadapi pelanggan juga samar dan bisa dikatakan gelap.

Kalau demikian, mungkinkah di toko online, pembeli, konsumen bisa menjadi pelanggan setia? Sangat memungkinkan. Dan salah satu informasi awal adalah bagaimana si penjual menghadapi pertanyaan customer, menjawab kritik, menilai ungkapan pembeli di ruang diskusi barang yang biasanya disediakan oleh toko online, atau di review pembeli. Kalau cara penjual kurang baik dan tidak ramah serta cepat emosi ketika mendapatkan kritikan, maka saya akan menghindar, dan lebih baik cari barang di penjual lainnya. Itu kalau dari penilaian verbal yang terungkap di tulisan.
Lalu bagaimana kita menilai dari segi dia melayani pembeli? Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal berikut:
  1. Bagaimana kesigapan penjual merespon peminat barangnya. Kalau kita membeli barang dan kita sudah melakukan transaksi lalu, apa jawaban penjual. Toko online biasanya memberi waktu untuk menanggapi untuk diproses. Pembeli seperti saya, pastilah ingin di mana ketika transaksi barang cepat diproses. Ada kalanya penjual masih membiarkan sampai hampir habis waktu pemrosesan. Dari sini kita sudah bisa menilai bahwa sikap penjual kurang sigap. Begitu juga dengan waktu pengiriman yang terkadang pembeli dipaksa menunggu sampai masa pengiriman akan berakhir. Baru ketika ditanya oleh pembeli, dia langsung melakukan pemrosesan barang. Padahal sebenarnya hal ini beresiko, yaitu pembeli bisa saja membatalkan pemesanan karena memang namanya pembeli, inginnya barang yang diidam-idamkan itu bisa cepat sampai di tangan. Memang, bisa jadi penjual memiliki kendala, yang tentu hal tersebut bisa diberikan alasan kepada pembeli.
  2. Kalau saya melihat banyak pembeli online yang memberikan komentar mengenai bagaimana penjual membungkus atau packing barang yang dikirim. Komentar itu bisa positif di mana pembeli dipuji-puji oleh pembeli hanya soal packing barangnya. Sebaliknya ada juga penjual yang akhirnya diberi bintang 2 karena cara packingnya atau membungkus barangnya yang asal-asalan. Nah, sebenarnya dari soal pembungkusan ini saja bisa dilihat bagaimana pemjual menghargai pembeli atau tidak. Sekarang mari kita melihat dari sisi pembeli. Pembeli sebenarnya berharap bahwa barangnya itu dihargai oleh pembeli dengan membungkus sampai rapi dan tidak mudah sobek oleh pengantar barang atau paket. Makanya, kalau paketnya itu sampai dengan utuh, di mana bungkusnya bagus, tidak ada sobekan, maka saya kira pembeli dengan entengnya berterima kasih kepada penjual.
  3. Kejujuran. Sebenarnya sama halnya dengan transaksi langsung dan transaksi secara online, kejujuran modal penting bagi penjual. Pembeli akan merasa mendapatkan informasi yang berharga apabila pembeli memberi penjelasan secara utuh dan tidak ada yang disembunyikan. Karena bila pembeli sengaja menyembunyikan sesuatu, dan di kemudian hari pembeli tahu, maka saya yakin pembeli akan beralih ke lain hati.

0 komentar:

Posting Komentar