TIDAK MASUK AKAL PONSEL SPEK TINGGI DIJUAL RP.500.00-1 JUTAAN

Rabu, 04 Desember 2019

TIDAK MASUK AKAL PONSEL SPEK TINGGI DIJUAL RP.500.00-1 JUTAAN

       

Ilustrasi Foto: Flickr.com

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2010 dan meninggalkan tahun 2019 ini. Sebagian orang tahun yang baru menjadi moment untuk mengganti handphone yang mungkin sudah mulai pudar warnanya dengan HP yang baru. Tentu saja banyak pertimbangan ketika akan membeli ponsel yang baru seperti, model terbaru, ingin mencoba merk HP baru karena melihat iklan, atau juga punya rencana besar dengan ponsel yang akan kita beli itu dilihat dari fitur, spek yang tinggi, kamera yang mumpuni, atau tampilan yang memukau sehingga kita tidak tahan lagi untuk memilikinya dengan moment Tahun Baru ini.

       Namun bila sementara keinginan yang begitu kuat untuk memiliki ponsel yang baru itu sudah tidak diikuti oleh akal sehat, maka pikirkan kembali niat kita dan tariklah nafas dalam-dalam. Contohnya, Anda sangat menginginkan ponsel dengan spek tinggi, dengan pabrikan terkenal dan ingin mendapatkan dengan harga yang murah di luar kewajaran, maka cara berpikir di luar nalar itulah yang harus dihindari. Karena mana mungkin hp dengan harga 10 juta tapi ada penawaran 7 juta atau bahkan separuhnya? Apapun alasannya. Contohnya dengan iming-iming karena cuci gudang di akhir tahun. Maka jangan langsung percaya. Seperti yang dilansir dari Media Kompas 3 Desember 2019 lalu di mana Polres Jakarta Utara telah menangkap seorang pelaku kejahatan dengan inisial NG dengan modus melakukan bisnis ponsel ilegal.

Makanya tindakan hati-hati dengan Ponsel yang akan kita beli dengan harga yang sangat murah tapi memiliki spek yang membuat kita ngeces karena sangat menggiurkan itu harus diwaspadai. Pihak Polres Metro Jakarta  Utara telah menyita lebih dari 18.000 telepon selular ilegal dengan berbagai merek terkenal di sebuah ruko di Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Bayangkan dengan harga Rp.500.00 sampai 1 jutaan kita sudah mendapatkan ponsel dengan spek yang sangat tinggi. Pelaku sebenarnya memiliki izin impor dan menjual aksesori telepon selular saja, namun demikian dari sekitar 15.000 ponsel hasil impor, 200 unit hasil rakitan sendiri sedangkan 2.800 unit masuk katagori ponsel yang sedang dalam perbaikan.

Pelaku yang berinisial NG itu rupanya mengimpor suku cadang ponsel itu dan kemudian dirakit di ruko tersebut. Selain itu ponsel yang dijual di ruko tersebut juga merupakan ponsel rusak, kemudian diperbaiki lalu dijual layaknya ponsel baru. Bagaimana dengan garansi? Tampaknya perakitan itu juga memberikan garansi bila terjadi kerusakan dari tangan konsumen lalu diganti dengan ponsel yang baru. Sementara ponsel yang dikembalikan karena kerusakan itu diperbaiki kembali dan dijual lagi ke pasaran. Jadi tindakan tersebut tentu saja merupakan tindakan ilegal karena pelaku hanya memiliki izin untuk mengimpor dan menjual aksesori ponsel, bukan menjual ponsel apalagi merakit. Tampaknya hal tersebut sudah berjalan dua tahun ini.

Jadi, yang perlu diperhatikan ketika kita akan membeli ponsel, carilah di toko-toko resmi dan bisa memberikan garansi resmi dari produsen. Kalaupun kita ingin membeli melalui toko online, maka mengerti betul ponsel yang akan kita ambil, tapi juga lihat dulu toko atau pelapak yang menawarkan barang kepada kita. Tapi yang paling penting ketika kita akan membeli ponsel, masuk akal adalah kunci kita berbelanja. Masuk akal harganya, masuk akal tokonya, masuk akal penjualnya dan masuk akal-masuk akal yang lainnya.


0 komentar:

Posting Komentar