Rahasia Terbuka, Mengapa Saya Membeli Barang Anda?

Selasa, 03 Maret 2020

Rahasia Terbuka, Mengapa Saya Membeli Barang Anda?


Beberapa artikel yang akan saya angkat ini bukan berdasarkan analisa atau hasil penelitian dari lembaga peneliti mengenai belanja atau apapun, tapi paparan ini berdasarkan dari pengalaman pribadi kenapa saya membeli barang Anda. Jadi saya ingin menjelaskan dan berdiri sebagai konsumen. Pengalaman ini tentu akan dihubungkan dengan keputusan untuk datang baik itu langsung ke toko barang tersebut, atau mulai mencari informasi mengenai barang Anda melalui google dan mau membeli melalui toko online.


  1. Awalnya tidak terlintas saya akan membeli sebuah barang, entah itu handphone, laptop, PC, tv dan lain sebagainya sampai saya memang akhirnya membutuhkan. Dalam hal ini barang saya beli itu karena belum saya miliki. Mungkin saya sudah mupnya ponsel, tapi rupanya ponsel saya sudah rusak, atau jadul. Mengapa saya harus mengganti HP saya yang jadul, karena saya ingin menggunakan aplikasi Whatsapp. Sementara HP lama saya sudah tidak bisa mendukung aplikasi WA tersebut.  Jadi saya butuh, sehingga saya ingin membeli barang Anda.
  2. Saya ingin. Keinginan untuk memiliki sebuah barang begitu kuat dalam diri saya sehingga saya berusaha untuk membelinya. Makanya saya membeli barang Anda.
  3. Sebenarnya awalnya tidak ada dalam benak saya untuk membeli barang Anda, karena tidak ada dalam pikiran, terbersit dalam perasaan. Tiba-tiba ketika saya sedang nonton sinetron di TV lokal muncul iklan barang. Tampilannya begitu memukau, gambar barang itu begitu sempurna, di mana penggunanya seorang cowok ganteng, sementara ceweknya begitu cantiknya. Semuanya mendukung barang itu. Muncullah pikiran, kalau saya pegang barang itu, kayaknya saya seganteng itu ya, atau kalau saya memakai bahan itu saya akan secantik pengguna di iklan tersebut. Muncullah saya ingin membeli barang Anda.
  4. Ketika saya bertemu dengan teman di kantor, dan teman saya itu kayaknya pas banget dia menentengnya. Lalu saya iseng, berapa harganya? Teman saya memberitahu sejumlah rupiah, dan saya pikir, kayaknya saya bisa membelinya. Apalagi teman saya sharing 'kebaikan' barangnya itu yang membuat saya ngiler. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli barang Anda.
  5. Saya jalan-jalan ke toko. Sebenarnya saya tidak punya niat untuk membeli barang, yah, hanya sekedar melepas penat dan ingin 'ngadem' ke mall. Tapi kok, saya lihat barang yang bagus. Akhirnya saya putuskan untuk membeli barang Anda.
  6. Saya sebenarnya punya aplikasi toko online. Kebetulan saya sedang menunggu seorang teman yang sedang kursus bahasa. Ketimbang bosan dan tidak ada yang saya lakukan, maka saya membuka-buka HP dan aplikasi toko online jadi pilihan. Ternyata setelah membuka sana sini, eh barang Anda nyantol di pikiran saya. Maka langsung saya melakukan transaksi dan membeli barang Anda.

0 komentar:

Posting Komentar