Menampilkan postingan dari 2020

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Kamis, 13 Agustus 2020

Seberapa Penting Saya Melihat Barang dari Sebuah Foto?


Ada dua perbedaan antara memilih barang karena kebutuhan dan keinginan untuk memiliki suatu barang. Keinginan terhadap sebuah barang adalah proses dari mendengar, melihat, dan merasakan akan barang yang dilaksud sampai ia mengingini. Tapi kalau kebutuhan berdasarkan kita butuh terhadap barang tersebut karena suatu hal. Contohnya kita membutuhkan laptop karena memang kita butuh untuk digunakan dalam suatu hal. Contohnya untuk kuliah kita butuh laptop untuk dijinjing ke kampus. Walaupun di rumah kita sudah punya PC tentu PC tersebut tidak bisa dibawa ke mana-mana. Makanya saya membutuhkan laptop supaya di kampus mudah mengerjakan tugas atau browsing berhubungan dengan perkuliahan. Walaupun terkadang keduanya bisa jadi tipis perbedaannya. 

Lalu bagaimana ketika kita ingin memenuhi baik keinginan dan kebutuhan itu? Bila obyek yang ingin dipenuhi itu berdasarkan keinginan itu salah satunya dengan cara mencarinya di toko online. Tapi bagaimana saya bisa dengan jelas, dan akurat, sesuai dengan keinginan maupun kebutuhan tersebut? Informasi yang saya cari bisa lewat tulisan, tapi juga lewat tampilan foto. Di sinilah pilihan dimulai.

Pengalaman saya, ketika saya melakukan perburuan untuk memenuhi keinginan saya, maka yang saya lakukan adalah membandingkan dengan apa yang pernah saya lihat. Kalau pemicu keinginan saya adalah karena melihat langsung, maka sayapun mencari di toko online seperti yang saya lihat. Kalau dipicu karena melihat foto maka sayapun mencari kemiripan seperti yang di foto. Artinya, betapa sebuah foto begitu penting bila hal tersebut ingin dipajang di toko online.

Seorang teman mengirimkan foto jualannya berupa tempat tissue untuk ditawarkan kepada saya. Saat saya melihat bentuk dari tempat tissue itu, sebenarnya menarik hati saya. Tapi sayang, saya merasa kesulitan untuk melihat detailnya dari barang tersebut karena fotonya yang cenderung kabur dan kurang fokus. Belum lagi background dari foto yang dikirimkan itu berupa rerumputan yang menjadikan tampilan foto tersebut sehingga membuyarkan fokus saya untuk melihat lebih lengkap mengenai tempat tissue tersebut. Pengalaman saya sebagai pembeli, biasanya mata saya akan terhenti ketika melihat barang yang tampilannya menarik dengan tanpa diganggu oleh barang lainnya. Kalau tidak, maka mata saya akan terus mencari dengan menyuruh secara reflek jari untuk terus melihat-lihat barang serupa. 

Memang sudah sewajarnya setiap kita itu tertarik dengan keindahan, fokus dan kejelasan sebuah barang ketika kita ingin membelinya. Jika tampilan foto kurang menarik maka otomatis akan dilewati begitu saja. Sebaliknya foto yang tampil menawan, terang dengan pencahayaan yang cukup serta menarik hati, maka itulah yang akan kita pilih. Tentu saja foto bukan segala-galanya, tapi foto salah satu penarik minat terhadap barang yang sedang kita cari. 


Memang berbeda dengan toko fisik di mana kita sebagai pembeli akan melihat langsung. Bila barangnya bagus, dan pas serta warnanya cocok, langsung kita ke kasir untuk membayarnya. Tapi kalau di toko online kitalah yang mewakilinya untuk menunjukkan bahwa barang kita itu baik, barang kita layak untuk dibeli. 

Menyadari hal ini ketika saya meminta seorang rekan membantu saya untuk berjualan online melalui toko online, saya menyuruh untuk membeli beberapa alat bantu untuk pengambilan gambar, seperti studio minibox, atau lampu-lampu untuk membantu pencahayaan ketika pengambilan gambar produk. Tujuan saya adalah memperjelas tampilan barang dalam foto. 

Memang walaupun kita tidak secara khusus sekolah di jurusan yang berhubungan dengan potret memotret, tapi naluri keindahan dalam diri akan selalu muncul untuk pengambilan gambar yang diambil rekan saya itu. 





Rabu, 12 Agustus 2020

Barang Apa Saja yang Bisa Dijual di Toko Online?


Yakinlah, selama kita tidak ingin berjualan di toko online, maka barang-barang yang ingin dijualpun seperti bersembunyi, tidak kelihatan di depan mata. Kalaupun ada barang berwujud di depan hidung, tapi barang tersebut bukan dianggap sebagai barang yang layak dijual. Baru setelah muncul dan tersedia jalan untuk berjualan melalui toko online, muncullah barang-barang tersebut. Barang yang sebelumnya dianggap sebagai barang biasa, bahkan barang yang dianggap tak ada guna, barang yang berserakan di dekat kita dan tidak kita perdulikan, kini menjadi barang yang berharga.

Cerita ini mungkin bisa mendekati kebenarannya. Tahukah Anda bahwa kelanceng bagi sebagian orang khususnya yang ada di kampung sebagai hewan yang keberadaannya kurang dianggap bila membuat rumah koloni di dekat kita. Hewan yang dalam bahasa kerennya disebut Trigona itu sering bersarang di tempat-tempat tersembunyi dan bahkan dianggap mengganggu saja. Ini saya buktikan ketika saya pulang kampung, kelanceng masih dianggap sebagai hewan liar yang tidak perlu diurus keberadannya. Sampai saya memberitahu bahwa madu kelanceng sangat mahal harganya bila kita bisa mengumpulkan. Bahkan kelancengnya sendiri dalam satu tempat bambu atau sudah dikotak bisa berharga ratusan ribu per koloni. Barulah mereka berpikir untuk mengumpulkan hewan terbang tersebut.

Berjualan barang di toko online memang bentuk barangnya tidak dibatasi selama tidak melanggar aturan-aturan hukum dan aturan-aturan dari toko online yang bersangkutan. Contohnya narkoba, minuman keras dan seterusnya. Lalu, hal penting bila ingin berjualan barang yang perlu dipikirkan adalah ketersediaan barang. Artinya bahan-bahan atau barang yang akan kita jual memang ada di dekat kita. Memang ada barang yang sifatnya insidentil seperti hp bekas, tv bekas, laptop bekas, dan bahkan barang-barang bekas yang ada di rumah yang tidak terpakai, tapi masih bisa digunakan, bisa menjadi barang yang bisa dijual.

Pikirkanlah bahwa, barang yang kita anggap tidak dipakai karena kita memiliki yang baru, atau sudah dianggap jadul, atau karena barang itu tidak bisa terpakai lagi, bisa dibutuhkan orang lain. Hp bekas yang ramnya masih 1gb mungkin bagi kita tak bisa dipertahankan lagi karena kita sudah punya yang 6gb. Tapi, tahukah Anda bahwa hp-hp bekas seperti itu masih diburu oleh mereka yang selama ini masih menggunakan hp jadul. 

Namun demikian ada kalanya kita punya barang yang keberadaannya cukup banyak. Seperti beras jagung umpamanya. Atau bahkan kotoran hewan yang mungkin oleh sebagian orang dianggap menjijikkan dan dihindari untuk dipegang, bisa menjadi barang yang bisa kita jual melalui online. Caranya bagaimana? Jadikan kotoran hewan, entah itu kambing, sapi atau apapun kemudian dicampur dengan tanah dan dijadikan pupuk organik. Dibungkus rapi dan diberi label yang baik lalu kita tawarkan di toko online.

Saya pernah diminta seseorang untuk mencari Bunga Lidah Mertua. Bunga tersebut sebenarnya mudah hidup dan tahan terhadap panas matahari serta dalam keadaan kering dia akan bertahan hidup. Bunga tersebut sebenarnya pernah hidup di halaman saya dan berkembang menjadi rimbunan. Karena terlalu banyak akhirnya saya cabut semuanya. Kini bunga tersebut justru dicari. Saya datang ke beberapa tetangga yang memiliki bunga tersebut untuk sekedar meminta sedikit 'nempil'. Tapi ternyata bunga tersebut biasanya hanya ditanam sedikit. Dan pelarian saya adalah toko online. Anda tahu dijual berapa bunga yang terkadang dibuang-buang oleh sebagian orang tersebut? Harganya beragam. Ada yang Rp. 4000-7000 per batang. Itulah yang terjadi dengan toko online. 

Jadi, kembali kepada pembuka artikel ini, ketika kita ingin jualan di toko online, maka barang itu akan terlihat banyak. Tapi ketika kita sedang tidak ingin berbisnis jualan di toko online, semuanya terlihat tidak laku.


Setelah Lama Menjadi Pembeli, Sekarang Ingin Menjadi Penjual


Pengalaman membeli beberapa barang di e-commerce dalam negeri dan baru membeli sebuah buku menarik mengenai jualan di toko online menantang juga untuk ikut meramaikan untuk menjual barang. Ikut meramaikan mengadu keberuntungan dengan ribuan penjual lainnya. Ingin seperti juragan-juragan tajir yang sudah berhasil membuka toko dan menjalankan bisnisnya dengan lancar melalui toko online. Hanya saya minta bantuan seseorang untuk melakukan semuanya dengan melakukan beberapa persiapan penting guna menyiapkan segala sesuatunya di antaranya:

  1. Nama Toko. Orang yang akan mengurus toko online saya ini berdiskusi dengan saya, nama sebaliknya bisa digunakan. Muncul ide, nama orang, nama tempat, nama alamat, nama keren yang umum digunakan. Saya memilih, karena barang-barang yang rencananya akan dijual di sekitaran barang-barang elektronik, maka saya mengusulkan untuk menggunakan nama-nama yang berhubungan dengan elektonik. Saya kira, nama toko memang bisa memberi gambaran apa yang akan dijual. Walaupun ada saja nama umum yang bisa dipakai seperti Subur Jaya yang sifatnya umum. Bisa menjual alat elektronik, bisa menjual pakaian, bisa menjual ponsel dan seterusnya. Apalagi kalau mau menggunakan nama orang atau penjual, atau karena kita sayang istri lalu menamakan nama istri atau sebaliknya, atau malah dinamakan nama anak karena saking cintanya terhadap anak sehingga mau dijadikan moment menamainya dengan nama anak yang kita sayangi.
  2. Diskripsi Toko. Diskripsi toko tidak kalah penting dari lainnya karena di sinilah tempat di mana kita bisa menjelaskan semua ide, gagasan dan bahkan apa yang ingin kita sampaikan dalam diskripsi ini. Contohnya, kita punya komitmen untuk melayani pelanggan dengan baik. Atau kita mengungkapkan prinsip-prinsip bisnis kita yang menghargai orang dll.. Tapi juga di dalamnya ada prinsip bahwa produk yang akita sediakan hanya menyediakan yang original. Juga kecepatan dalam melayani pelanggan dan bahkan promosi toko dengan segala kelebihannya.
  3. Menyediakan barang dipajang di toko. Tentu kalau di toko online barang-barang dipajang berjejer dengan rapi dan mudah dijangkau, tidak tersembunyi, maka demikian juga kalau kita menyediakan barang yang akan dijual harus dipajang dengan terang benderang serta tidak tersembunyi serta semenarik mungkin. Bagaimana kalau di toko online? Kita harus mengandalkan photo dan gambar sedetail mungkin, serta semenarik mungkin. Bayangkan, kalau tampilan photo yang kita tunjukkan kurang menarik, maka tentu orang juga tidak akan tertarik untuk membukanya. Makanya mengapa tampilan iklan apa saja yang kita saksikan, entah itu di baliho atau di koran atau di tv serta di photo-photo produk selalu cerah, menarik dan bahkan membuat kita ngiler untuk memilikinya, menikmatinya.
  4. Account email khusus. Ketika saya berdiskusi dengan teman yang akan mengurus toko online tersebut menganggap bahwa email khusus tersebut adalah email bisnis yang bila perlu berbeda dengan account email lainnya. Jadi, alamat email ini kalau bisa juga namanya sama dengan nama toko dan seterusnya.
  5. Nomor ponsel khusus. Tentu saja e-commerce dan toko online selalu meminta nomor ponsel, karena banyak hal. Seperti untuk berkomunikasi dengan toko online, tapi juga bisa menjadi alat untuk pengiriman pesan-pesan rahasia entara penyedia toko dan pemilik toko.
  6. Buku catatan yang khusus berhubungan dengan toko yang akan dibuka. Buku ini penting untuk mencatat semua data-data supaya suatu saat nantinya bila kelupaan, dengan mudah kita sudah punya catatannya.
Jadi itulah yang kami persiapkan untuk memulai membuka toko online di e-commerce. 

Selasa, 14 Juli 2020

Seberapa Penting Testimoni Pembeli?


Kalau Anda membeli barang melalui online shop dan ketika proses pembelian itu sudah selesai, kemudian Anda melupakannya begitu saja, maka hal tersebut mungkin kurang "disukai" oleh toko online. Walaupun demikian sebenarnya cukup banyak orang yang memiliki sikap seperti Anda. Ketika membeli barang dan kita sudah mendapatkan barang tersebut, urusannya sudah selesai. Saya yakin setiap online shop berharap setiap pembeli akan memberikan testimoni atau kesaksian bagaimana pengalaman berbelanjanya. Hal ini bisa diketahui dari iming-iming, point dan penghargaan dari online shop kepada siapapun yang mau memberikan testimoni tersebut.

Memang pemberian testimoni itu ditujukan kepada penjual atau pelapak. Walaupun kesaksian tersebut bisa berupa negatif ataupun positif. Tapi testimoni itu sendiri sangat bermanfaat untuk mengangkat nama baik pelapak tapi terlebih juga online shop itu sendiri. Misalnya saja, Tokopedia memberikan Rp.500 kepada mereka yang rela memberikan testimoni dengan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti harus berapa huruf dan juga lengkap dengan foto yang diupload dari barang yang dibeli. Demikian juga dengan online shop Shopee yang memberikan rewards bagi mereka yang rela menulis kesaksian dan pengalaman berbelanjanya serta disertai bukti foto dari barang yang diterima untuk memperkuat kesaksiannya.

Testimoni itu sendiri berisi bagaimana perasaan pembeli dengan pengalaman membeli. Ada tiga hal yang bisa disinggung dalam testimoni tersebut. 


  1. Barang yang diterima. Barang yang diterima itu menyangkut kwalitas barang, apakah sesuai dengan diskripsi produk. Diskripsi produk bisa jadi berhubungan dengan original barang atau barang tembaan (non ori). Kalau memberi kepuasan kepada pembeli maka dia tak akan segan-segan untuk memuji-muji bukan hanya barangnya, tapi juga penjual dan bahkan online shop itu sendiri. Sebaliknya bila barang yang dijual mengecewakan, maka tentu saja kesaksian pembeli bisa menjadi palu godam yang menghancurkan bukan hanya toko atau pelapak bahkan juga akan merusak reputasi online shop itu sendiri.
  2. Pelapak. Pelapak berhubungan dengan berbagai hal, seperti, kecepatan merespon pembeli, kecepatan melayani (dalam hal ini membungkus dan mengirim) tapi juga lebih dari pada itu kesopanan, kebaikan penjual ketika melakukan komunikasi dengan pembeli akan berpengaruh juga ketika menyampaikan testimoni. Jadi testimoni itu benar-benar mengungkap rasa (senang, tidak senang, kecewa, sakit hati, tersinggung dll) terhadap pengalaman yang dijumpainya ketika membeli kepada sebuah pelapak.
  3. Toko online. Testimoni yang baik akan memberikan ikatan yang dekat dengan toko online. Pembeli bisa menjadikan langganan di online shop tersebut. Dia bisa kembali bukan hanya kepada pelapak, tapi juga akan kembali kepada toko online tersebut. Bila pembeli sampai menyatakan KAPOK membeli di toko online yang dimaksud, maka inilah awal larinya pembeli dari online shop tersebut.
Jadi ternyata pengaruh dari sebuah testimoni itu tidak sederhana dan bahkan bisa jadi menjadi pemicu bagi orang lain untuk datang dan membeli, tapi juga menjadi palu godam yang akan menjadi momen jatuhnya sebuah toko online karena kekecewaan pembeli yang diungkap dalam testimoni atau kesaksian mereka.

Testimoni adalah tempat orang jujur mengungkapkan perasaan yang dialami oleh pembeli. Tetimoni yang disampaikan adalah hasil dari pengalaman nyata. Dan pengalaman itu tentu saja berhubungan dengan banyak hal seperti yang telah disinggung di atas.


Selasa, 07 Juli 2020

Kalau Ada Toko Terdekat, Kenapa Harus Pilih yang Jauh?


Memang online shop atau toko online memberikan banyak pilihan yang sangat beragam. Apa saja bisa dicari. Kalau tidak ada di toko online yang satu maka bisa memilih online shop yang lain dan bahkan bisa banyak pilihan. Kalau kita mau berbelanja sebuah jam tangan, dan kita menuliskan di pencaharian online shop yang kita pilih, maka akan muncul puluhan bahkan ratusan jam tangan sesuai dengan apa yang sedang kita cari. Banyaknya pilihan ini tentu saja sangat menguntungkan karena di sinilah kita bisa memilih dari segi, harga, originalitas, dan jarah toko dari rumah kita.

Saya menyebutkan jarak toko, karena inilah yang harus menjadi pertimbangan kita juga. Kalau ada flash sale sebuah barang murah, contohnya barang kebutuhan shampo misalnya. memang harganya yang dari Rp. 50.000 satu paket misalnya, menjadi Rp. 25.000 tapi ternyata sang lapaknya ada di Jakarta, sementara kita di Bali, maka harganya akan menjadi sama dengan toko kelontong sebelah rumah. Kenapa? Karena memang harga tersebut berdiskon 50% tapi ongkirnya bisa melebihi harga pasaran yang ada di wilayah kita.

Makanya, jarah toko seharusnya menjadi pertimbangan penting karena berhubungan dengan ongkos kirim. Makanya jangan senang dulu bila ada flash sale tapi barang diflash sale itu beratnya yang harus ditanggung ongkirnya melibihi dari harganya itu sendiri. Tapi kan ada ongkir gratis? Ongkir gratis akan berguna banyak bila berat barang yang kita beli tidak melibihi batas minimal pemberian ongkir gratis tersebut. Contohnya, biasanya yang ditanggung ongkir gratis itu sekitar Rp. 20.000, selebihnya, maaf ya say, ente harus membayar sendiri. 
Untuk menyiasati hal ini maka yang kita lakukan adalah mencari lokasi toko di online shop seperti di Shopee.com misalnya akan membantu biaya ongkos kirim. Contohnya, kalau lokasi rumah kita di Malang, bila ada barang yang kita cari di toko di satu daerah bersyukur, artinya sangat kecil ongkirnya. Tapi kalaupun tidak maka kita bisa mencari lokasi toko di Surabaya atau kalaupun tidak ada di Yogyakarta. Bagaimana mengetahui lokasi toko lapak di toko online tersebut? Tinggal membuka profil tokonya maka di situ akan tertera alamat daerah atau wilayah toko.

Makanya di sinilah kita bisa menimbang-nimbang antara yang paling murah tapi kalau jauh lokasinya, atau kita memilih yang tidak terlalu mahal tapi toko penjualnya tidak jauh dari lokasi kita.

Memang ongkos kirim ini memang menjadi biaya tambahan bagi para pembelanja online. Karena yang menanggung ongkirnya kita bukan penjual. Berbeda kalau kita membeli di toko fisik. Apalagi toko fisik itu sepelemparan batu saja, yaitu di tetangga kita. Tapi kan tidak semua apa yang kita butuhkan itu tersedia di sekitar kita. Makanya online shop menjadi solusi yang mantap. 

Terkadang saya juga berhitung, kalau kita ingin membeli sebuah barang dengan perhitungan kita keluar rumah, selain juga ada uang parkir, uang bensin. Berbada dengan online shop, kita hanya mengeluarkan ongkir, kita tinggal menunggu di rumah. Tapi, tentu saja kita juga mempertimbangkan segi sosialnya dalam pengertian, kalau kebutuhan itu menyangkut kebutuhan sehari-hari, seperti shampo, minyak goreng, mie, makanan ringan, maka alangkah baiknya kalau kita membeli di warung sebelah kiri dan kanan serta depan dan belakang rumah kita, samberi kita mengenal lebih dekat tetangga kita. Karena bagaimanapun tetangga itu adalah saudara yang paling dekat.

Senin, 06 Juli 2020

Bagaimana Kalau Barang Pesanan Online Kurang?


Kalau barang pesanan yang kita beli secara online di suatu online shop ternyata kurang? Pesan lima, tapi yang dikirim empat. Pesan dua barang ternyata yang dikirim hanya satu. Apa yang harus saya lakukan? 

Sebenarnya, ketidaksempurnaan memang menjadi milik manusia, kita dan kita. Jadi bisa saja penjual khilaf dengan mengirimkan barang yang ternyata jumlahnya kurang. Terus terang dalam setengah bulan ini saya mengalaminya sebanyak dua kali. Dan pengalaman tidak mengenakkan sekali yang terjadi beberapa tahun yang lalu. 
Pengalaman Pertama saya membeli sebuah mini photo studio di sebuah toko online. Membeli Mini Photo Studio ini kan berbentuk kotak dan sudah paket dengan lampu led dan juga sebuah background. Ketika barang datang sudah saya pasang semuanya, tinggal satu alat pendukung yaitu lampu LED. Tentu saja saya kembali mencari lampu tersebut ternyata tidak diketemukan.

Ini yang saya lakukan, untungnya saya belum memberi penilaian dengan barang tersebut sampai benar-benar berfungsi dengan baik. Makanya, secepatnya saya menghubungi pihak penjual dengan memberi keyakinan bahwa memang dalam paket tersebut tidak ada lampu LEDnya. Puji Tuhan, penjual dengan cepat minta diambil gambar paket beserta isinya. Setelah saya menunggu akhirnya pihak penjual sangat responsif meminta maaf atas ketidaknyamanan berbelanja saya. 

Sebenarnya pengalaman seorang dengan yang lain bisa jadi berbeda karena memang tidak mudah menyampaikan informasi yang tidak bisa kita lihat oleh penjual. Kalau penjual memang baik tentu saja akan ditanggapinya dengan mencari bukti-bukti. Sebab artinya, kalau memang kurang, karena kesalahan penjual, yah pihak penjuallah yang menanggung biaya keseluruhan, seperti pengepakan, pengiriman. 

Pengalaman kedua adalah ketima berbelanja di sebuah lapak toko online dengan melakukan pembelian portable light stand tripod sebanyak dua buah. Setelah menunggu tiga hari barang tersebut akhirnya datang juga. Tapi ketika saya terima paket tersebut sedikit bertanya-tanya, sebesar apakah tripod tersebut, kok bentuk paketnya kecil memanjang? Logikanya, kalau memang dua tripod yang dikirim pastilah akan lebih besar bentuknya. Nah, ketika kecurigaan awal muncul, saya siap-siap menggunakan kamera ponsel saya ketika melakukan pembongkaran paket. Benar saja, portable light stand tripod tersebut hanya satu. Maka tanpa ba bi bu saya langsung menghubungi penjual lewat chat pribadi dengan mengirimkan bukti foto paket yang saya terima.

Alhamdulillah penjual tidak melakukan pembelaan atas keteledoran tersebut. Hanya saja otomatis ada biaya tambahan bagi penjual yang harus ditanggung. Tampaknya penjual tidak mau rugi kehilangan uang untuk pengiriman. Sementara saya sendiri tentu angkat tangan karena bukan kesalahan saya. Solusi yang ditawarkan adalah saya diminta untuk membeli barang-barang yang sifatnya murah dan kecil di toko tersebut kemudian barang yang ketinggalan tersebut akan diikutsertakan.

Bagi saya ketimbang urusannya panjang, dan saya ingin mengerti si penjual, maka solusi yang diberikan itu saya terima. Akhirnya saya membeli sebuah tablet stand mini. Tentu saja akhirnya saya berterima kasih dengan respon yang baik dari penjual.

Ketiga, ini merupakan pengalaman yang tidak mengenakkan di mana saya membeli sebuah ponsel bekas, tapi penjual mungkin pemain baru dalam melakukan penjualan secara online. Setelah paket saya terima ternyata keadaan ponsel tersebut LCDnya pecah. Bagaimana tidak pecah, cara membungkusnya hanya dengan bungkus kardus bekas, kemudian diisolasi keliling sampai penuh. sementara ponselnya sendiri tergoncang ketika digerakkan.

Saya berusaha untuk bersikap tenang dan segera menghubungi penjual. Tapi penjual langsung reaktif dengan mengatakan, saya sudah berusaha untuk membungkusnya dengan baik. Kalau sudah seperti itu saya tidak bisa berbuat apa-apa. 

Senin, 29 Juni 2020

Cerdas Berburu Barang di Flash Sale


Berburu barang di momen flash sale di e-commerce atau di toko-toko online yang bertebaran di Indonesia memang mengasyikkan dan penuh dengan tantangan, apalagi diskon yang diberikan mencapai 90-95% dan ketersediaan barang tidak banyak atau limit stock (tentunya tidak diberitahu oleh penjual berapa barang yang tersedia). Penulis pernah berburu sebuah camera sport action dengan harga normal Rp. 750.000 dan dijual pada momen flash sale hanya Rp. 10.000. Bayangkan, berapa orang yang akan memperebutkan barang tersebut? Saya yakin pasti ratusan atau malah jutaan yang memperebutkan barang terbatas tersebut. Sayapun gagal. Dan bahkan banyak yang mengalami nasih yang sama dengan saya.

Hal tersebut saya ketehui dari respon di chatting terbuka di toko online tersebut yang melakukan "unjuk rasa" dengan menyampaikan omelan, gerutuan, kejengkelan, kekecewaan dan uangkapan-ungkapan ketidakpuasan yang disampaikan. Terkadang saya membacanya sangat lucu yang disampaikan dalam komentar-komentar yang muncul tersebut. Hampir semua yan gagal mempertanyakan kegagalannya. Coba perhatikan komentar berikut, "Masa ia sih, langsung habis?" Sementara yang lain berujar, "Kok, tiga detik langsung habis?" Seorang pemburu juga nimbrung, "Kok tiga detik, setengah detik langsung amblas." Bahkan ada yang curiga, "Kayaknya hanya satu barang." Beruntung seller berusaha menjawab dengan sabar semua gerutuan dan kecurigaan pembeli dengan memberitahu bahwa ada 10 pcs yang menjadi rebutan.

terus terang saya beberapa kali membeli barang hasil dari flash sale yang tentu murah dari harga normalnya. Tapi itu berhasil karena berbagai pengalaman gagal dalam berburu flash sale. Kegagalan itu dikarenakan tidak disiapkan dana yang tersedia di e-commerce tersebut yang disimpan di dompet elektronik, sehingga ketika memasukkan barang di keranjang dan kemudian ingin melakukan pembayaran, sudah keburu disabet orang lain. Karena prinsipnya, siapa cepat dia yang dapat dalam prosesi flash sale tersebut. Memang prakteknya berbeda dengan berburu flash sale secara offline di toko langsung. Ketika barang sudah dipegang, maka pembayaran bisa kemudian. Tapi di e-commerce, terkadang, pembayaran juga menjadi faktor kekalahan kita mendapatkan barang flash sale tersebut.

Makanya, sedikit tips bila ingin berburu barang pada masa-masa flash sale. Silahkan Anda isi dompet elektronik yang disediakan oleh toko online tersebut, sehingga ketika dilangsungkan flash sale, Anda tinggal melakukan klik beli, lalu bayar. Bayangkan, kalau Anda masih repot transfer dari elektronic banking apapun itu, maka akan kalah cepat dengan mereka yang sudah memasukkan uang untuk pembayaran. Tapi kalaupun ini gagal, artinya keburuntungan berburu flash sale tidak berpihak kepada Anda.

Flash sale memang momen di mana penjual menawarkan barangnya dengan harga yang sangat rendah dalam waktu yang dibatasi tapi juga barang yang sudah ditentukan. Biasanya flash sale mengikuti momen-momen tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan momen-momen khusus di mana momen tersebut istimewa. Walaupun saat ini flash sale bukan lagi di waktu-waktu tertentu lagi, bahkan setiap hari selalu ada flash sale. Promosinya, juga jangan ditanya. Setiap kita membuka aplikasi apapun terkadang muncul di sana. Membuka email muncul promosi flash sale, membaca berita, juga ada di sana, membuka aplikasi android, di sanapun terpampang.

Hanya saja terkadang kita sering terhipnotis dengan rayuan flash sale tersebut. Terhipnotisnya bagaimana? Terkadang barang yang muncul dan ditawarkan itu adalah barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sehingga yang terjadi adalah kita berburu barang bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan dan bahkan sekedar karena promosi yang lewat di muka kita. Kalau fulus banyak, tentu tidak jadi masalah kita berburu flash sale, tapi bila keinginan itu melebihi pikiran sehat di mana uang kita pas-pasan, maka flash sale seharusnya dihindari.

Tawaran Gratis Ongkir? Kenali Dulu Syarat-syaratnya


Promosi penawaran gratis ongkos kirim (ongkir) tentu menjadi daya tarik tersendiri karena hitung-hitung kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan ongkir dan hanya membayar harga barang saja. Toko-toko online besar yang sudah ternama pasti akan berusaha untuk menyediakan layanan ongkir gratis ini untuk menarik minat pembeli melalui toko onlinenya.  Mereka berlomba-lomba menyediakan ongkir gratis ini. Tentu saja yang diuntungkan adalah pembeli. Kalau selama ini pembeli yang melakukan transaksi melalui toko online harus dibebani dengan ongkos kirim, maka penawaran ongkir gratis itu seperti malaekat penolong memotong tambahan dana pengiriman.

Tapi tentu saja, ongkir gratis itu berita besarnya dan berita baiknya, tapi bukan berarti pihak toko online mau rugi dengan menanggung biaya ongkir, atau ada jasa pengiriman yang melakukan promosi dengan menawarkan penghantaran barang secara gratis. Karena merekapun punya beban biaya yang cukup besar untuk dikeluarkan dalam melakukan bisnisnya. Tentu saja bukan domain saya untuk menjelaskan skema yang dipakai oleh mereka dengan promosi ongkir gratis itu. 

Tapi yang ingin saya jelaskan adalah penawaran ongkir gratis itu memiliki syarat-syarat tertentu hingga diketemukan apa yang disebut dengan ongkos kirim gratis tersebut. Makanya saya menulis berdasarkan orang yang membeli barang melalui online dengan menggunakan ongkir gratis. Syukur-syukur kalau ada yang bisa menjelaskan detail di kolom komentar mengenai ongkir gratis oleh jasa pengiriman yang bekerjasama dengan toko online.

Ongkos kirim gratis tentu saja tidak berdiri sendiri di mana setiap pembeli di sebuah toko online akan secara otomatis akan mendapatkan layanan ongkos kirim gratis. Makanya jangan kecewa kalau awalnya kita tertarik dengan ongkir gratis, tapi ketika melakukan transaksi ternyata kita tetap kena biaya pengiriman. Makanya ongkos kirim gratis biasanya berhubungan dengan beberapa hal berikut ini:
  1. Mereka memberi syarat minimal pembelian. Maksudnya, ada toko online (kebanyakan) memberlakukan, kalau Anda ingin menggunakan ongkos kirim gratis tapi barang yang Anda beli hanya Rp. 20.000 saja, jangan harap Anda akan mendapatkan fasilitas tersebut. Biasanya ongkir gratis berlaku ketika pembeli mencapai pembelian Rp. 50.000 ke atas. Bahkan kalaupun Anda melakukan order pembelian sampai Rp. 49.950,- Anda tidak akan mendapatkan ongkir gratis itu. Tentu ini memancing kita untuk menambah barang pembelian sampai mencapai minimal order tersebut. Cilakanya, kita sering terpancing untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan hanya berburu ongkir gratis ini. 
  2. Ongkir gratis yang ditanggung biasanya dalam jumlah tertentu. Contohnya, kalau Anda membeli barang yang beratnya melebihi jumlah yang ditentukan, maka Anda harus menanggung lebihnya dari jumlah yang ditentukan. Misalnya, kalau jumlah ongkir gratis itu maksimal Rp. 20.000,- maka bila barang yang Anda beli itu melebihi jumlah tersebut, ya siap-siap saja Anda menambah ongkir. Contohnya ongkir yang harus dibayar Rp. 40.000 maka Anda harus membayar sejumlah Rp. 20.000 lagi.
  3. Kalau Anda membeli banyak item barang, di tempat toko berbeda, dalam satu transaksi tentu saja ongkir yang diberlakukan, misalnya ketetapannya Rp. 20.000 ya sejumlah itulah ongkir gratisnya. Selebihnya, silahkan Anda membayar.
  4. Ongkir gratis biasanya dibatasi dalam satu bulan beberapa kali saja sesuai dengan ketetapan toko online tersebut.
  5. Ada kalanya di beberapa toko online ongkir gratis menggunakan kode kupon yang disediakan oleh toko tersebut. Sementara toko lainnya hanya menggunakan tanda khusus dari toko pelapak.
  6. Terkadang ongkir gratis tidak berlaku bagi semua pelapak, hanya pelapak-pelapak tertentu yang bertanda khusus ONGKIR GRATIS yang tentu berhubungan dengan penggunaan jasa pengriman tertentu atau yang sudah bekerjasama dengan toko online yang dimaksud.
  7. Terkadang juga ongkir gratis berlaku dengan pembayaran tertentu, misalnya dari e-wallet atau dompet elektronik tertentu. Kalau kita punya banyak point di toko online tertentu, maka kalau mau menggunakan point itu sebagai pembayaran, maka terkadang kita tidak boleh berharap mendapatkan ongkir gratis.
Jadi, tawaran ongkos kirim gratis memang menggiurkan, hanya saja, jangan senang seratus persen dengan penawaran tersebut, karena Anda akan bertemu dengan banyak syarat berikutnya.



Sabtu, 27 Juni 2020

Menolak Pembeli Online Sama Dengan Merusak Reputasi Diri


Apakah Anda pernah ditolak pembeli karena berbagai alasan oleh penjual online? Kalau ia, kita pernah senasib sebab sayapun pernah dan bahkan bukan sekali dua kali, tapi sering. Bagi saya, penolakan itu mendatangkan konsekuensi yang rumit dalam mengurus banyak hal. Kerumitannya adalah, kita harus mencari barang lain yang serupa. Tapi kalau kita ogah untuk meneruskan ingin membeli barang tersebut, maka bukan dengan cara semudah Anda melakukan transfer uang bisa kembali. Uang tersebut bisa masuk ke saldo, atau apapun di toko online tersebut, jadi tidak otomatis kembal ke rekening kita dana tersebut. Apalagi kalau barang tersebut ternyata hanya beberapa yang langsung kita bandingkan dengan toko online yang lain, maka tidak semudah membalikkan tangan dana akan kembali.

Makanya kalau saya sebagai orang baru dalam berbelanja secara online maka bisa saja saya akan segera memberi cap kepada penjual sebagai orang yang tidak konsisten. Apalagi kita sulit untuk mencari alasannya kenapa ditolak. Kalau alasan yang masuk akal, tentu kita bisa memaklumi. Tapi kebanyakan tidak beralasan. Kalau saya ingin berada di pihak penjual maka diberikan label atau memberi cap kepada penjual oleh satu orang itu seperti mennghentikan satu pelanggan untuk bisa kembali kepada tokonya. Kalau sepuluh orang yang ditolak, maka 10 orang juga yang memberi cap tidak konsisten, tidak niat untuk berbisnis, dan segala macam cap yang harus disandangnya.

Penjual bisa saja beralasan, kita kan bukan Superman yang bisa siap kapan saja memenuhi apa yang menjadi permintaan pelanggan. Persoalannya, kalau secara online, tentu sistim mengatur semua keluar dan masuk barang, sehingga penjual tinggal melakukan pantauan saja, antara permintaan barang dengan ketersediaan di gudang. Kalau memang barangnya ada 10, tentu sistim di toko online tersebut akan memberitahu jumlah ketersediaan tersebut, dan bila ada yang sudah melakukan trannsaksi pembayaran, maka secara otomatis barang akan berkurang.

Mungkin tidak sesederhana itu, tapi penolakan terhadap pembeli dengan alasan-alasan tertentu akan mengecewakan. Makanya, banyak toko online memberi pesan di deskripsi barangnya dengan menulis, silahkan menanyakan dulu ketersediaan barang sebelum melakukan pembelian. Celakanya, saya punya pengalaman lebih menyakitkan lagi di mana, walaupun saya sudah menanyakan ketersediaan barang dengan chat yang disediakan, dan dijawab, masih tersedia, tapi setelah melakukan transaksi pembayaran, dan kemudian pembelian barang tidak segera diproses.

Saya tidak tahu apakah toko-toko online itu punya aturan tertentu kepada penjual yang beberapa kali melakukan penolakan terhadap pembeli yang sudah melakukan pembayaran. Tapi yang jelas, kalau hal tersebut sering dialami oleh pembeli maka jangan kaget bila akhirnya pembeli online mencari toko online yang banyak tersebar di beberapa tempat di Indonesia ini dan bahkan bisa memesan atau membeli di toko online luar negeri.

Memang beberapa faktor yang membuat pembelian kita mengalami penolakan. Bisa jadi karena memang ketersediaan barang terbatas, sehingga penjual tidak bisa melayani. Atau juga penjual tidak memiliki managemen yang baik di mana bisa saja dia membuka lapak di beberapa toko online, dan tidak diperhitungkan ketersediaannya. Ketersediaan barang itu juga beragam, bisa jadi barang yang ada tidak sesuai dengan yang direquest oleh pembeli dalam soal warna, atau tipe dan jenis dan seterusnya.

Benar, bahwa penjual memberi pesan besar-besar supaya sebelum melakukan pembelian, ditanyakan dulu. Tapi tidak semua orang memiliki kebiasaan bertanya dulu kepada penjual, tapi sebaliknya ia sudah memiliki keyakinan, bahwa apa yang terpampang lengkap dengan photo dan diskripsi yang jelas itu bentuk penjual menyediakan barangnya.

Jadi kalau terjadi penolakan dalam melakukan pembelian secara online, siapa yang harus disalahkan? Tidak ada. Tapi kembali bahwa pembeli adalah raja, dialah yang menentukan dan dia punya hak untuk pindah ke toko lain, atau bahkan memberi cap sebagai penjual yang tidak bisa dipercaya. Seperti halnya penjual yang punya hak untuk menolak pembelian dari customer atau bahkan pelanggannya. Masinng-masing ada resiko, seperti hidup ini juga penuh dengan resiko.

Di Manakah Tukang Bangunan Kalau P*p*s Ketika Bekerja?



Ke manakah tukang bangunan yang kita sewa untuk bekerja memperbaiki rumah kita kalau mau p*p*s atau malah buang air besar? Pertanyaan ini muncul ketika sekitar satu tahunan merenovasi rumah dan memperhatikan tukang-tukang yang bekerja itu dengan luar biasa. Jadi situasinya, tukang bangunan itu sedang merenovasi rumah yang mana si empunya rumah masih ada di rumah tersebut. Kamar mandi hanya dua dan itupun kamar mandi utama yang biasa dipakai oleh tuan rumah. Mereka enggan menggunakan kamar mandi karena dianggap tidak sopan dengan tuan rumah.

Kalau bangunan yang sedang dikerjakan masih berupa bangunan-bangunan yang tanpa penghuni, mereka bisa saja lanngsung di sela-sela rumah atau di belakang rumah yang tersembunyi tidak kelihatan orang. Tapi bagaimana kalau bangunan yang sedang dikerjakan itu bangunan sudah jadi dan sifatnya sudah tinggal finishing? Sementara yang empunya rumah sudah mulai menempati.

Ada kalanya mereka justeru pergi ke luar dan mencari tempat seperti sungai di sekitar bangunan tersebut. Tapi bagaimana kalau hal tersebut terjadi di kota-kota besar di mana sulit untuk mencari tempat yang sepi untuk membuang h*j*t? Tulisan ini justru ingin memancing siapapun untuk memikirkan sesuatu yang mungkin lepas dari pemikiran pemborong atau si empunya rumah atau siapapun.

Karena kebanyakan para tukang merasa tidak enak bila menggunakan kamar mandi utama dari si empunya rumah. Selain merasa tidak pantas, tapi juga keadaan mereka kan pastilah berdebu yang bila masuk ke kamar mandi otomatis akan mengotori jalan ke kamar mandi tersebut. Puji syukur bila ada kamar mandi luar di mana kamar mandi tersebut bersifat umum dipakai oleh banyak orang. Tapi kalau tidak tersedia kamar mandi seperti itu, ke manakah mereka akan p*p*s atau buang h*j*t?

Inilah yang perlu dipikirkan. Karena tidak baik juga bila mereka menahan keinginan untuk buang air itu? dari segi kesehatan pastilah itu sangat berbahaya bagi para tukang

Walau Ada 1000 Bintang Lima Tapi Bintang Satu Akan Dievaluasi


Memang karakter pembeli itu seperti raja yang menuntut yang TERbaik dan TERhebat, TERbagus serta yang WAH dalam pelayanan sebuah toko online. Makanya dalam pencarian semua yang TER tadi akan mengevaluasi sebuah toko untuk membeli sebuah barang. KAlau sebuah toko online berhasil mengumpulkan 1000 bintang lima, tapi dia akan mendalami 2 atau 3 BINTANG SATUnya. Kenapa? Karena faktor ingin meneliti, ingin mendapatkan barang terbaik, ingin mendapatkan barang yang memuaskan. Jadi, kalau bisa, sebuah toko online meminimalisir mendapatkan penilaian buruk walaupun itu hanya SATU saja.

Pengalaman ini tentu bukan pengalaman orang lain, tapi pengalaman pribadi di mana ketika kita ingin mengeluarkan duit untuk membeli sebuah barang, dan sudah menentukan barang tersebut, maka pertanyaan terakhir, seberapa puaskah orang dengan toko yang menjual barang tersebut? Boleh jadi banyak orang yang merasa puas dengan memberikan respon positif dari pengalaman berbelanja dan membeli barang di toko tersebut, tapi bukan berarti itu menjadi pongah. Sebab ternyata saya kalau mau menentukan barang dan melihat pengalaman orang membeli barang yang sama seberapa puaskah. 1000 orang mungkin merasa puas, tapi ternyata ada 5 orang yang memberikan pengalaman negatif, maka pengalaman negatif itu akan dilihat, mengapa dia memberikan pengalaman buruk tersebut?

Pembeli memberikan buruk itu tentu berangkat dari pengalaman tidak nyaman, kurang enak dan bahkan buruk, dan apa yang pernah menimpanya itu adalah sebuah kejujuran. Tentu saya tidak berbicara mengenai pesaing, atau kompetitor dengan barang yang sama. Tapi, tentu saja, bila barang yang diterima itu adalah baik dan memuaskan, maka hal tersebut akan terungkap dalam pemberian bintang. Makanya, terkadang kita menjumpai sebuah toko pelapak yang meminta kepada pembeli, ketika sudah menerima barang, difoto dan bahkan kalau perlu divideo. Karena jangan-jangan ada kekeliruan atau ada barang yang rusak dan seterusnya yang menjadi bukti yang bisa diklaim kepada pejual.

Tapi kembali kepada pembeli, yang walaupun banyak orang sudah memberikan bintang lima, maka bisa saja akan memperhatikan, kenapa ada orang yang memberikan bintang satu. Bisa jadi pengalaman buruk itu berupa, pengiriman agak lama, walaupun barangnya bagus. Bisa saja, dalam menanggapi pembeli yang bertanya-tanya mengenai barang dengan nada negatif lalu dibalas dengan emosi marah-marah, walaupun pelayanan penjual berusaha sebaik-baiknya. Bisa jadi cara pembungkusan atau packing yang serampangan dan kurang menarik, walaupun responnya cepat dan seterusnya.

Artinya, rupanya pelayanan yang prima terhadap pembeli akan menjadikan penjual merasa puas. Bila pembeli puas, rasanya tidak mungin pembeli akan memberikan bintang hanya satu. Jadi, walaupun sudah ada 1000 bintang, tapi hindarilah orang atau pembeli memberikan bintang 1. Karena bintang satu itulah yang akan ditelitinya, selain respon positif yang menjadi rekomendasi bagi pembeli memutuskan untuk mengeluarkan dananya.

Jumat, 19 Juni 2020

Menurunkan Kwalitas Pelayanan, Jadi Iklan Buruk


Kalau kita sudah masuk ke dalam tahap menjadi pelanggan, maka itu menjadi harapan dari para pelapak dan toko online serta jasa pengiriman. Karena jika seseorang memutuskan untuk menjadi pelanggan, artinya orang tersebut sudah merasakan ada nilai lebih dari tempat yang akan dijadikan langganan itu sendiri. Ini tidak terbatas kepada barang saja, tapi juga tempat atau toko online, dan juga tentu saja jasa. Makanya kalau kita ke toko fisik, seringkali kita berkata, sudah langganan bos!

Menjadi pelanggan itu seharusya menguntungkan kedua belah pihak. Pihak tempat yang dijadikan langganan di mana barangnya akan cepat habis, dan bahkan semakin tahu barang yang harus disediakan atau distok dan seterusnya. Semakin banyak barang yang berputar, tentu semakin banyak pula fulus yang masuk dari keuntungan perputaran barang ataupun jasa. Walaupun tetap memburu pembeli dadakan, dan biasanya kita melakukan servis dengan baik supaya dia bisa menjadi pelanggan tetap. Pembeli dadakan memang diharapkan, tapi pembeli yang berlangganan menjadi tujuan akhirnya.

Keuntungan yang didapatkan dari pelanggan tentu saja pelanggan yang menentukan jadi pelanggan itu karena bisa jadi pernah merasa senang sekali punya pengalaman berbelanja yang terpatri di hatinya. Entah itu karena banyak bonusnya, banyak mendapatkan keuntungan lainnya, baragnya luar biasa, pelayanannya ramah, dan seabrek kwalitas yang menjadikan orang akhirnya memutuskan untuk berlangganan tetap. Tapi ingat bahwa menjadi pelanggan juga adalah sifatnya bebas, tanpa ada yang mengikat. Yang mengikat adalah dirinya sendiri orang tersebut pada akhirnya. Tapi celakanya, semakin hari penawaran-penawaran dan promosi-promosi selalu hadir di setiap waktu yang menggoda supaya seseorang pindah menjadi pelanggannya.

Di sinilah sihir iklan dan magic promosi bisa mengubah seseorang yang semula menjadi pelanggan sebuah produk, atau toko online, atau penggunaan jasa pengiriman akhirnya "mengkhianati" tempat langgananannya dan beralih karena ada iming-iming baru datang. Makanya pelayanan yang berkwalitas sangat dituntut supaya orang menjadi "terikat" dengan pilihannya, kalau bisa seperti menjadi opium atau candu terhadap langganannya.

Setidak-tidaknya inilah yang pernah saya alami secara khusus ketika menggunakan jasa pengiriman tertentu. dua atau lima tahun lalu, kalau ingin mengirimkan sebuah barang, maka yang diingat adalah jasa pengiriman tertentu (tidak berani menyebut) karena selalu konsisten sesuai dengan perkiraan. Biasanya kalau dari jakarta ke Surabaya atau Malang, maka dua hari pasti akan muncul. Saya tidak perlu lagi untuk selalu mengecek tracking yang disediakan di website mereka. Karena saya yakin bahwa mereka akan berkerja dengan penuh kwalitas yang mumpuni. 

Sekarang, kalau saya membeli barang secara online, dan si penjual atau pelapak tidak menyediakan jasa pengiriman lainnya, maka setelah dua hari selalu mengecek tracking, sampai di mana barang saya. Yang biasanya dua atau tiga hari tiba, bisa-bisa sampai lima atau enam hari. Padahal ongkos kirimnya semakin meningkat harganya. Mengapa, karena kwalitasnya diturunkan. Kita tidak tahu apakah di managemen atau di bagian apa, tapi yang pasti kwalitas yang disodorkan bukan kwalitas yang terbaik lagi.

Kwalitas sebuah barang atau jasa, atau apapun, itu memang real menurun ketika keluhan itu bukan hanya diborong oleh saya pribadi. Tapi ternyata juga dirasakan oleh orang lain. Kalau orang lain juga megalami seperti apa yang saya alami, maka pastilah perusahaan atau toko atau apapun namanya sudah semuanya setuju, kwalitasnya turun. Padahal menurunkan kwalitas akan menjadi iklan buruk yang akan ditularkan dari mulut ke mulut. Komentarnya orang bisa jadi berupa:

  1. Sekarang tidak bisa diandalkan, walaupun kita memesan yang paling cepat
  2. Tidak seperti dulu, yang selalu tepat waktu.
  3. Barangnya kwalitasnya jelek.
  4. Kapok saya menggunakan jasa ini.
  5. Emoh saya belanja di tempat itu.
  6. Saya punya pengalaman buruk dengan toko online tersebut
  7. Toko online tersebut tidak bisa menyelesaikan persoalan yang saya hadapi
  8. dan seterusnya, dan seterusnya.

Rabu, 17 Juni 2020

Belanja Online itu Kayak Orang Jatuh Cinta


Percaya atau tidak kalau judul di atas diinspirasi oleh komentar seorang pembeli yang begitu penasaran terhadap barangnya  yang dipesan di sebuah toko online di Indonesia. Tapi komentar tersebut bernada negatif karena dia merasa kecewa terhadap dua hal dengan pengalaman belanja online orang tersebut. Pertama, kecewa dengan penjual, karena dianggap lelet dalam merespon transaksi yang dilakukan. Kedua kecewa dengan Jasa Pengiriman yang menambah jengkelnya orang tersebut karena menambah lebih lama tibanya barang yang dipesan itu.

Ibaratnya, kalau seseorang sedang jatuh cinta, maka yang ada adalah keinginan untuk segera bertemu dengan sang pujaan hatinya. Semua peristiwa akan dihitungnya. Dari hari, jam dan bahkan bayangan akan pujaan hatinya itu juga menjadi pertimbangan untuk tidak dilewatkan. Mungkin ini bombastis. Tapi ini nyata di mana orang yang berbelanja dan menentukan barang yang dipesannya itu bukannya tanpa perasaan suka terhadap barang tersebut. Justru karena dia suka dari pandangan pertamanya kemudian ditelitinya itulah yang akhirnya dia memutuskan untuk menyukainya.

Sekarang ketika barang pujaan hatinya itu sudah diputuskan untuk segera dimilikinya, maka dia akhirnya melakukan transaksi dengan harapan, barang itu segera ada di tangannya. Dia akan segera menghitung harinya. Kalau dia melakukan transaksi hari Senin, maka dihitunglah berapa lama barang itu akan sampai ke tangannya. Dia melakukan perhitungan melalui pengalaman sebelumnya. kalau dari Jakarta ke kotanya biasanya dua hari, maka itulah yag akan menjadi patokannya. Begitupun ketika tiba hari H yang biasanya paket akan tiba, tapi ternyata oleh penjual belum diproses, maka mulailah ia merasa dongkol dengan penjual.

Ingat biasanya pembeli berharap, dengan hitungan bim salabim, aba kadabra, barang langsug dibungkus, dan hari itu juga dikirim. Makanya, banyak orang yang akan memuji penjual yang sangat responsif dalam menangani pembeli. Pujiannya itu setinggi langit. Sebaliknya, pembeli akan merasa terganggu bila penjual lelet dalam menangani barang yang akan dikirim. Memang, sisi buruknya, terkadang pembeli tidak mau tahu berbagai halangan dan rintangan yang dialami oleh penjual. Yang saya tahu, saya ingin membeli, dan langsung dikirim.

Jangan Sampai Pembeli Memberi Tanda

Kalau pembeli yang ibaratnya seperti orang yang sedang jatuh cinta itu merasa terganggu dengan perasaannya untuk segera memegang dan menikmati barang yang sudah lama diidam-idamkan itu, entah itu karena penjual yang kurang rensposif, atau jasa pengiriman yang ngadat, maka beberapa hal ini bisa saja terjadi.

  1.  Aku akan menandai toko pelapak ini. Aku tidak akan kembali membeli barang-barangnya lagi apapun alasannya.
  2. Kalau bertemu dengan orang lain, aku akan bercerita pengalaman saya yang tidak mengenakkan, dan memberitahu jangan membeli di toko ini. Apalagi toko fisiknya juga jelas ini akan berdampak buruk.
  3. Aku akan memberikan respon dan komentar negatif mengenai toko pelapak ini berdasarkan pengalaman yang tidak mengenakkan yaitu menghalangi perasaan saya yang sedang jatuh cinta.
  4. Bila ditambah dengan jasa pengirimannya juga menambah runyam, yah akan diseret-seret ketidakpuasan
  5. Celakanya, kalau sudah gelap mata, bisa saja toko onlinenya menjadi catatan untuk tidak dikunjungi lagi.


Menggunakan Points di Tokopedia


Memang mendapatkan hadiah berupa point sudah menjadi trend saat ini. Tempat-tempat perbelanjaan selalu menawarkan points untuk menarik minat dan cara menggaet orang untuk tetap berbelanja di tokonya atau kembali berbelanja di tempat tersebut. Tidak sedikit bahkan pelanggan diberikan kartu belanja untuk digunakan sebagai pengikat yang di dalamnya juga berisi berapa points yang sudah didapat dari hasil belanja tersebut.

Memang tak dapat disangkal bahwa banyak orang tertarik untuk berburu points tersebut. Semakin banyak berbelanja di suatu tempat maka semakin banyak pula points yang bisa didapat. Dan jangan salah, di toko kelontongpun, sekarang ada juga yang menggunakan pola tersebut untuk menarik minat orang berbelanja di toko tersebut sebagai loyalty reward.

Sementara toko-toko online juga tentu tidak ketinggalan di mana points bisa menjadi penarik tersendiri seperti bukalapak.com, shopee.com atau tokopedia.com. Tapi sebenarnya seberapa jauh penggunaan points itu sendiri untuk dipakai? Masing-masing toko online berbeda-beda dalam menerapkan points itu sendiri. Dan tentu hal tersebut menyangkut kebijakan yang diatur dalam aturan bagi pengguna. Ada yang sifatnya ditentukan oleh waktu, di mana bila melebihi waktu tertentu, maka points itu akan hangus dan hilang yang otomatis tidak dapat digunakan. Tapi juga ada yang terbatas dalam penggunaannya dll.

Dari Mana Points Didapat?

Sebenarnya points didapat dari berbagai aktifitas pengguna atau pelanggan di toko online tersebut. Shopee memang selangkah lebih maju di mana pelanggan dalam cara mendapatkan points cukup beragam. Selain dari aktifitas berbelanja dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya harus menyertakan kupon yang tersedia di toko lapaknya, atau juga melalui permainan-permainan yang disediakan, serta penilaian berbelanja di toko online tersebut yang dilengkapi dengan photo-photo lengkap barang yang sudah diterima.

Sementara di toko-toko online lainnya selain yang disebutkan di atas, juga aktifitas pembayaran harian atau bulanan hidup kita, seperti pembayaran listrik, PDAM, pulsa, data, tv berbayar, travel, kartu kredit, Pajak Bumi Bangunan, bahkan electronik SAMSAT yaitu pembayaran perpanjangan surat kendaraan juga tidak perlu antri. Jadi semuanya tersedia, dan iming-iming lainnya adalah kalau kita membayar di sebuah toko online, maka kita akan mendapatkan points.

Memang ini menjadi sorga bagi mereka yang ingin menggunakan aplikasi toko online. Yang diuntungkan memang para pengguna. Mengapa? Karena dengan demikian, banyak pilihan kita mau belanja di mana, dan mau membayar semua tagihan itu di toko online mana. Iming-imingnya yaitu tadi, toko apa yang paing besar memberi points tersebut.

Tokopedia

Sekarang secara khusus untuk Tokopedia dalam penggunaan points. Points memang bisa digunakan untuk berbelanja segala macam, termasuk bisa digunakan untuk pulsa dan data dan apapun termasuk pembeliann barang. Hanya saja, bukan berarti kita bebas sebebas-bebasnya dalam menggunakan points tersebut. Contohnya begini. Kalau kita mau menggunakan fasilitas ongkos kirim gratis yang beberapa waktu ini Tokopedia menggunakan jargon BEBAS ONGKIR. 

Tapi tunggu dulu bila kita ingin menggunakan points untuk berbelanja. Contohnya, kita sudah punya points 1 juta. Kita ingin membeli gitar. Karena namanya gitar tentu berat menjadi pertimbangan khususnya untuk masalah ongkos kirim. Lalu karena kita punya points kita ingin membayar dengan points tersebut dengan harapan, Tokopedia membantu dengan ongkir gratis. Maka, hal ini tidak bisa dilakukan. Kita harus menggunakan cara pembayaran lain selain pembayaran dengan points tersebut.

Kita juga tidak bisa menggunakan points untuk mendapatkan points lainnya. Istilahnya, points itu memang khusus untuk pembayaran tanpa ada embel-embel seperti ongkir gratis, atau ingin mendapatkan points lainnya. Kalau ingin mendapatkan points lainnya maka harus menggunakan cara pembayaran lainnya seperti transfer, atau menggunakan dompet digital.

Dompet digital itu sendiri terkadang menjadi cara di mana kita dipancing untuk mengisinya supaya bisa digunakan dengan tujuan mendapatkan points besar. Lalu bagaimana dengan Bebas Ongkos Kirim?

Benarkah Bebas Ongkir?

Siapa yang tidak senang kita mendapatkan bebas ongkir dari kita berbelanja. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri juga kita ingin berbelanja secara online. Tapi, sekali lagi, jangan senang dulu. Karena ini yang harus diperhatikan kalau kita ingin berburu bebas ongkir tadi. Bebas ongkir itu harus dilihat KETENTUAN DAN SYARAT YANG BERLAKU menjadi pasal yang tidak boleh diabaikan. 

  1. Bebas ongkir itu diberlakukan terhadap penggunaan jasa pengiriman tertentu. Kalau menggunakan jasa pengiriman lainnya dari yang sudah ditentukan, maka tentu saja kita tidak bisa menggunakan fasilitas bebas ongkir.
  2. Bebas ongkir tentu tidak bisa menggunakan pembayaran points
  3. Bebas ongkir itu ada batasnya, bukan semua ditanggung, tapi dibatasi dengan jumlah tertentu seperti ditanggung Rp. 20.000, selebihnya kita harus membayar. Tapi kan lumayan juga sih.
  4. Kalau pembelian kita tidak sampai Rp. 50.000, he he he he he he he, jangan harap kita akan otomatis mendapatkan bebas Ongkir walaupun ada jasa pengiriman itu ada bebas ongkir. Jadi walau kita membeli barang seharga Rp. 49.950, tetap Anda tidak berhak untuk bisa menggunakan ongkir gratis.
  5. Satu lagi berhubungan dengan points. Kita tidak bisa menggunakan points di sembarang toko lapak, tapi di lapak-lapak tertentu yang sudah ditandai oleh pihak Toko Online. 
Jadi, berbelanjalah dengan bijak, dan ikuti aturannya.

Cek Kebenarannya adalah Kunci Terhindar dari Penipuan Online


Pagi-pagi tadi muncul pesan pendek melalui aplikasi Whatsapp dari rekan kerja yang memberitahukan adanya sebuah aplikasi duit gratis online di Playstore. Sebenarnya saya kurang menanggapi karena bertahun-tahun saya secara sampingan mengikuti dan mendaftar untuk mendapatkan duit gratis ini. Taruhlah seperti neobux.com, donkeymails.com, clixsense.com dan sederet website-website yang menawarkan dollar gratis, atau bitcoin gratis. Tapi sebagai penghargaan terhadap teman saya yang menawarkan dana gratis, istilah yang dipakai, maka akhirnya saya ikuti sarannya. Apa itu?

Jadi saya disarankan untuk mendownload vtube di aplikasi Playstore. Semangat teman saya mendorong saya isinya adalah, hanya dengan melihat konten Youtube maka akan dibayar. Kemudian saya sekedar bertanya, yang mana yang perlu didownload, dan dengan semangat 45 juga dia memberitahukan linknya kepada saya. Berbekal pegalaman saya mengikuti banyak situs berburu $ gratisan melalui Pay to Click (PTC) yang terkadang memang membayar, tapi juga tidak sedikit yang SCAM atau penipuan yang emoh membayar pendaftar atau anggotanya. Makanya sebelum mendaftar saya searching dulu mengenai situs yang direkomendasikan itu. Hasilnya, sedikit mengkhawatirkan di mana kita akan bekerja rodi saja tanpa dibayar, ataupun bila ada yang dibayar, perjuangannya juga tidak mudah. Seperti yang dijelaskan oleh situs bahasbisnis.com.

Sebenarnya sampai sekarang saya masih mengikuti situs-situs yang menawarkan dollar gratis sebagai sampingan saja, bukan sebagai tujuan utamanya. Contohnya seperti ysense.com yang sampai hari ini saya terus mendapatkan gajian dollar hanya dengan mengikuti survei-survei yang disediakan cukup banyak setiap harinya. Yah, isi survei paling banter antara 10 menit sampai 25 menit dan kita dibayar bila berhasil menyelesaikannya. Atau saya mendaftar di perusahaan periklanan Jerman bernama ojooo.com (kayak nama Jawa) yang cukup lama saya mendaftar dan sudah terbukti membayar saya. Ada juga kalau yang interest dengan uang virtual Bitcoin maka saya mendaftar di btcclicks.com yang juga rutin mengisi account Bitcoin saya.

Jadi, kembali kepada judul artikel ini di mana, bila datang penawaran adanya dana gratis yang mudah, silahkan cek kebenarannya, dan silahkan pastikan, apakah memang benar yang mendaftar itu sudah mendapatkan manfaat dari penawaran tersebut? Atau kita malah akan dirugikan, baik waktu, tenaga bahkan bisa jadi dana. karena kalau meliat analisanya bahasbisnis.com, ternyata sedikit rumit dan bisa jadi itu perlu dikritisi. Hal lain adalah penyerahan data pribadi sampai kepada Kartu Tanda Penduduk (KTP) mungkin sedikit mengganggu, tapi sekali lagi, Andalah pembaca yang menentukan. Bila Anda yakin dengan vtube, silahkan.


Selasa, 28 April 2020

Dana Gratis Tanpa Kerja Apapun. Hanya Sulit di Awal


Semoga Anda tidak langsung apriori dengan judul tulisan ini. Tulisan ini bukan berdasarkan karangan, tapi berdasarkan realitas yang sekarang sedang saya alami. Makanya, saya sebutkan langsung saja supaya tulisan ini tidak dianggap ngibul atau ngarang supaya saya mendapatkan referal atau pengikut atau apapun. Jadi pengalaman ini berdasarkan apa yang sedang saya alami. Jadi, saya memperoleh dana gratis itu dari website ysense.com.

Lalu bagaimana saya mendapatkan uang gratis secara nyata dan bukan berdasarkan karangan semata. Dana tersebut saya masukkan ke account Paypal saya bila sudah memenuhi syarat untuk bisa ditarik. Sebenarnya penarikan bukan hanya dari Paypal saja, ada beberapa pilihan yang bisa dijadikan cara untuk bisa menarik dana gratis tadi. Contohnya bisa ditarik ke account dana kita yang lain dengan masing-masing punya minimal penarikan. Account-account itu adalah Skrill yang jumlah penarikan $5,05, Amazon $5.00, Amazon ES $20.00, Amazon FR $5.00, Amazon GBP $32,50, Amazon IT $10.00, Payoneer $52.00, Paypal $10.00, Reward Link Preferred Italy $10.00.

Kembali kepada dana gratis yang dimaksud tadi. Perlu diketahui bahwa saya sudah lama mengikuti ysense.com yang punya prinsip Earn Free Cash Online. Make Extra Money with Ysense. Bagaimana bisa saya mendapat pemasukan gratis tanpa harus saya melakukan apa-apa? Ceritanya begini. Dulu website ini bernama clixsense yang berubah menjadi ysense. Ternyata yang menjadikan pemasukan saya terus mengalir ke account saya itu adalah teman-teman yang mendaftar melalui link saya. Merekalah yang terus bekerja dan saya mendapatkan bagiannya.

Cara kerjanya sebenarnya bagaimana? Cara kerjanya adalah dengan mengikuti semua survei yang ditawarkan kepada kita. Surveinya itu sebenarnya dalam bahasa Indonesia dan obyek surveinya di sekitar kebiasaan kita dalam keseharian. Contohnya dalam kita berbelanja, ketika kita menyukai sebuah produk, atau banyak bentuk survei yang ditawarkan kepada kita. Saya rasa, semua pertanyaan pasti akan mudah diselesaikan. Lama surveinyapun beragam, dan per surveinya juga beragam. Ada yang dibayar $0.50, $1, $2 dan bahkan $7, lumayan kan.

Sekarang supaya kita lebih mudah memantau maka kita tinggal mendownload browser addon domain di browser andalan kita supaya dengan mudah kita bisa memantau semua hal yang berhubungan dengan munculnya. Browser addon itu bisa didownload di SINI. Tapi tentu saja kita mendaftar dulu supaya nantinya kita mulai melakukan kerja ketika survei muncul, atau kita melihat perkembangan, sudah berapa dollar yang sudah masuk dari refferal kita, dan bahkan apa yang yang ditawarkan oleh website tersebut.

Jumat, 24 April 2020

Cara Melaporkan Posisi Meteran Listrik ke PLN


Coronavirus atau COVID-19 memang menghentikan banyak kegiatan termasuk pengecekan meteran listrik yang setiap bulan selalu hadir melakukan pencatatan posisi meteran yang ada di rumah kita. Penulis .memperkirakan ini merupakan penerapan membuatan jarak satu dengan yang lain atau physical distancing. Kalau biasanya mereka datang dan terkadang tidak bertemu dengan pemilik rumah karena bekerja, tapi justru sekarang pemilik rumah selalu ada justru mereka enggan untuk datang. Belum lagi kedatangan mereka tidak menentu tanggal pastinya. Ini setidak-tidaknya yang ditangkap dari group WA. Kini mungkin mereka juga melakukan kegiatan KERJA DARI RUMAH. Persoalannya, bila meteran listrik kita tidak dilakukan pencatatan, maka biasanya jumlah pembayarannya disamakan dengan bulan yang sudah lewat atau dibuat rata-rata.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh pihak PLN bahwa bagi pelanggan yang tidak melaporkan  angka kWh meter listrik, dasar perhitugan tagihan dengan menggunakan rata-rata pemakaian lsitrik selama 3 bulan terakhir. Persoalannya adalah justru ketika pemerintah menyarankan semuanya di rumah maka otomatis pennggunaan energi listrik di rumah akan semakin meningkat. Makanya, kalau tidak ada pengecekan oleh petugas, maka bisa-bisa tagihan listrik bisa meninggi karena aktifitas sangat tinggi di rumah, tapi akan menurun bila rumah tersebut ditinggal pulang kampung.

Kalau biasanya kegiatan bekerja di luar rumah, entah itu di kantor, atau di manapun yang sifatnya di luar rumah, kini ketika bekerja dari rumah, berkegiatan di dalam rumah, otomatis penggunaan listrik meningkat. Penggunaan komputer, laptop ataupun PC tentu akan menyerap banyak tenaga listrik. Kalau dasar penghitungannya adalah dibuat rata-rata tiga bulan berjalan, ini bisa-bisa dibuat kaget. Makanya PLN melakukan layanan melalui Whatsapp bagi pelanggan yang mau melakukan pembayaran khususnya pelanggan pasca bayar.

Bagaimana caranya melakukan pelaporan kWh meter listrik kita? Ini langkah-langkahnya.


  1. Silahkan catat nomor yang disediakan oleh pihak PLN ini: 08122123123
  2. Ketik saja "halo" dikirim ke nomor di atas
  3. Ketik 2 untuk melakukan baca meter
  4. Muncul informasi yang perlu dibaca untuk panduan
  5. Masukkan ID Pelanggan (ini biasanya dipakai untuk kita membayar - bisa dicek di kertas pembayaran bila biasa membayar di kantor-kantor yang ditunjuk PLN, atau kalau membayar menggunakan online kita diminta untuk menunjukkan nomor pelaggan)
  6. Bila sudah benar, biasanya akan muncul maka silahkan ketik angka stand kWh meter (biasanya ini ada di meteran di posisi tengah)
  7. Silahkan foto kWh sampai jelas dan kirim
BAGAIMANA HASILNYA?

Penulis sudah mencoba sesuai tahapan-tahapan di atas, dan saya mencoba mengirimkan tanggal 24 April 2020. Hasilnya? Ini jawabannya!

Dear Electrizen, terima kasih  atas partisipasi Anda, untuk ID Pelanggan XXXXXXXXXXX jadwal pelaporan stand meter Anda adalah tanggal 30 sd 30. Mohon dapat melaporkan pada jadwal tersebut.

Kira-kira bagaimana menurut pendapat pembaca?

Kamis, 23 April 2020

Membayar Pajak Bermotor Bisa dari Rumah Ada Bonus Lagi

Gambar illustrasi Google

Masih ingat saat istilah pembayaran online belum dikenal seperti saat ini, rasanya kita begitu bingung di saat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) terlambat diperpanjang karena lupa atau karena kita sangat sibuk untuk datang ke Samsat atau ke tempat-tempat pembayaran pajak bermotor termasuk STNK Keliling. Kini pemerintah seperti mau turun ke masyarakat dan memudahkan semua urusan yang berhubungan dengan perpanjangan STNK tersebut. Caranya dengan pembayaran melalui online. Karena apa yang saya sampaikan ini berdasarkan pengalaman, maka saya menggunakan apikasi Toko Online yaitu Tokopedia. Dan saya melakukannya tidak lebih dari 10 menit saja semuanya beres, asalkan semuanya sudah disiapkan. 

Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk pembayaran perpanjangan STNK?

1. STNK lama (karena di dalamnya ada data-data legkap sebagai persyarakatan pembayaran)
2. KTP (untuk data Nomor Induk Kependudukan - NIK) sang pemilik kendaraan
3. Uang

Begini langkah-langkah pembayaran STNK dari Rumah


  1. Silahkan buka aplikasi Tokopedia dan di kotak pencarian, tulis saja e-samsat, maka biasanya akan muncul e samsat.
  2. Silahkan klik aplikasi pembayaran tersebut maka kemudian akan muncul Pembayaran E-Samsat di Tokopedia.
  3. Pilih Wilayah (sayang untuk saat ini hanya ada 3 wilayah saja yang bisa yaitu, Jabar, Jateng dan Jatim)
  4. Tulis Nomor Polisi (Nopol) kendaraan, lalu tekan warna merah di bagian bawah bertuliskan BAYAR.
  5. Silahkan mengisi data-data Nopol, Nomor Mesin dan Nomor KTP atau NIK pemilik.
  6. Setelah semuanya lengkap maka klik BAYAR maka akan muncul data-data kendaraan bermotor lengkap. Bila semuanya data-data itu benar, maka tinggal membayar. 
  7. Untuk mendapatkan bonus, silahkan tulis di bagian PROMO Pembayaran kode BAYARTERUS. Memang bonusnya kecil sekali yaitu Rp. 750 yang akan masuk ke poin OVO.
  8. Setelah pembayaran selesai, maka kita tinggal menunggu SMS dari Samsat.
Bagaimana Cara Memperoleh STNK Fisik melalui Online?

Setelah kita merampungkan pembayaran

  1.  Sekarang menunggu SMS masuk ke Nomor HP pemilik account Tokopedia (jadi bukan hp pemilik kendaraan)
  2. Pengalaman saya ketika melakukan pembayaran SMS tidak langsung masuk. Tapi jangan paik dulu. Karena SMS akan dikirim dalam waktu 1 kali 24 jam.
  3. Bila SMS belum masuk, maka silahkan Anda mengirimkan pesan SMS ke nomor yang sudah disediakan, yang biasanya setiap daerah berbeda.
  4. Bila SMS pemberitahuan masuk ke SMS kita maka silahkan buka link gambar dengan melakukan klik yang ditandai dengan link yang bergaris bawah. Maka akan muncul gambar STNK kita.
  5. Silahkan Gambar tersebut diprint dan jadi deh.


Selasa, 21 April 2020

Betapa Pentingnya VALIDASI DATA Bantuan ke Masyarakat


Berita ditemukannya dua anak kakak beradik yang kelaparan di Muara Enim, Sumatera Selatan menambah daftar panjang orang kelaparan karena Coronavirus. Menariknya adalah dua anak kelaparan itu diketemukan oleh aparat keamanan yang melakukan bakti sosial kepada masyarakat. Walaupun dibantah oleh beberapa pihak bahwa dua anak tersebut sudah lama mengalami kelaparan karena faktanya masyarakatlah yang selama ini membantu kedua anak tersebut untuk kebutuhan makan kesehariannya. Bahkan menurut liputan6 yang melansir berita ini mengungkapkan sebenarnya pemerintah memperhatikan mereka dengan aneka bantuan. Tapi fakta tidak bisa dibantah dalam tayangan video yang sedang viral menunjukkan bahwa keadaan badan kedua anak tersebut kurus kering.  

Validasi data sangat penting untuk melihat kembali masyarakat miskin akibat Coronavirus supaya pemerintah daerah bukan hanya mendengar saja dari bawah. Berita terbaru di mana sebuah keluarga di Banten terpaksa menahan lapar selama dua hari karena tidak ada lagi yang bisa dimakan seperti yang diberitakan oleh Kompas.tv baru-baru ini. Pemerintah seharusnya melakukan pengecekan ulang siapa-siapa yang berhak mendapatkan bantuan di saat-saat sulit seperti sekarang ini. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pihak pemerintah yang di atasnya jangan hanya puas mendengar laporan dari bawahannya. Hirarki memang perlu tapi validasi data lebih dipentingkan.


Sementara itu di DKI Jakarta terjadi pengembalian bantuan oleh sebagian masyarakat kepada pemerintah yang terjadi di wilayah DKI Jakarta menunjukkan kurangnya data yang akurat dan tepat siapa-siapa yang berhak menerima bantuan. Beruntung masyarakat yang sadar kemudian mengembalikan bantuan tersebut. Dalam hal ini pemerintah tidak boleh tutup mata dengan persoalan ini karena hal tersebut menyangkut keadilan dan tentu mencidrai rakyat miskin yang terdampak COVID-19 ini. Makanya beberapa pengamat mengatakan bahwa tepatnya sasaran pemberian bantuan kepada rakyat miskin tentu akan mengurangi angka kemiskinan itu sendiri.

Sudah saatnya pemerintah bersungguh-sungguh untuk menjalankan pendataan yang tepat dan akurat dalam menentukan rakyat miskin di Indonesia. Dalam beberapa kasus tidak sedikit pemberian bantuan itu malah jatuh kepada orang-orang yang tidak berhak menerimanya, termasuk bantuan-bantuan dalam berbagai bentuk yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Karena sebagai mana kita bahwa beberapa bentuk bantuan pemerintah itu seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), dan kartu sembako. Bayangkan, kalau bantuan yang digelontorkan itu tidak tepat sasaran, maka jangankan berniat untuk membantu si miskin, hal ini malah semakin menyakitkan mereka yang kekurangan.

Di sinilah pemerintah bukan hanya duduk di kursi dan menunggu data-data yang masuk berapa dana yang sudah diturunkan dan tinggal melaporkan. Pemerintah dituntut serius untuk membuat pemetaan yang tepat dan jujur mengenai keberadaan orang yang kekurangan. Cerita mengenai hal ini tentu bukanlah isapan jempol di mana bantuan pemerintah tersebut tidak menyentuh rakyat yang seharusnya berhak menerimanya. Kalau Anda membuka link di google.com mengenai salah sasaran itu, sering terjadi mengenai luputnya orang-orang yang berhak menerima bantuan.

Seperti yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah seperti yang diungkap oleh KICAUNEWS.COM yang menunjukkan bagaimana bantuan-bantuan tersebut tidak jatuh kepada mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan. Makanya di sini dituntut keseriusan pemerintah, untuk memastikan, ingat memastikan kalau bantuan-bantuan itu sampai ke tangan yang tepat. Terkadang dalam pemberian bantuan itu bukan berdasarkan data yang ada tapi bisa saja karena bertdasar kekerabatan dan perkoncoan. Bukankah pemerintah sudah menggodok termasuk pemerintah daerah tentunya katagori-katagori miskin yang harus dibantu.

Sudah saatnya pemerintah benar-benar melakukan pengecekan secara langsung kepada masyarakat, atau membuka posko-posko di mana data-data itu bukan berdasarkan analisa RT dan analisa RW saja, tapi bisa dicek langsung ke penerima dan kepada rakyat tidak mampu. Sekali-kali saja, tidak perlu setiap hari. Karena kitapun tahu pekerjaan bapak-bapak yang di atas itu orang sibuk, tidak ada waktu untuk turun ke bawah, sibuk bekerja untuk rakyatnya. Tapi ya mbok jangan hanya mendengar kata-kata laporan kertas saja atau katanya ini, dan katanya itu.

Kalau tidak maka, jangan disalahkan kalau orang di desa ditanya, bagaimana keadaan sekarang? "Ah, sama saja." Atau jawaban, "Tidak ada bedanya." Juga, menjadi apatis dengan pemerintah.