Menampilkan postingan dari 2020

Kumpulan Berbagai Cara Menghadapi Masalah

Tips Mengenai Cara-cara Sederhana Menghadapi Masalah Kehidupan Sehari-hari dari yang Berat sampai yang Ringan.

Butuh Ketenangan Ketika Menghadapi Kesulitan Hidup

Tips Sederhana. Diamlah Sejenak dan Biarkan Pikiran Berhenti Hingga Muncul Kesegaran Baru Kemudian Berpikir Langkah-langkah Berikutnya

Jangan Lupa untuk Bahagia

Kunci Jawaban Hidup Bahagia, Tersenyumlah! Karena Akan Memberi Kebahagiaan Bagi Diri dan Kepada Orang Lain

Gerakan yang Tepat Menentukan Posisi

Perlu ada Gerakan Supaya Ada Semangat, Jangan Diam Bila Ingin Mencapai Sesuatu

Orang Lain Sangat Penting Bagi Keberhasilan Kita

Hidup ini Memang Bukan Hanya untuk Diri, Tapi Juga untuk Orang Lain. Mereka Begitu Penting Membentuk Karakter Kita

Rabu, 07 Oktober 2020

Benarkah Kecepatan Kendaraan Kita Dipantau di Jalan Tol?


Sebagai pelanggan dan pengguna jalan tol yang sering melintas di beberapa jalan tol, waktu berkendara yang terlintas dalam pikiran dan menjadi pertanyaan, benarkah kecepatan kendaraan saya dipantau? Atau plang yang menunjukkan bawah 60 km/jam dan atas 80 km/jam atau bawah 60 km/jam dan atas 100 km/jam sebagai peringatan saja atau menjadi aturan hukum, yang bila dilanggar akan ada sanksi. Mengapa pertanyaan itu sering muncul ketika saya berkendara? Karena saya belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri, ada kendaraan yang dihentikan atau mendengar kendaraan yang terkena denda karena berkendara melebihi kecepatan yang sudah ditentukan. Sementara, di area bawah 60/km dan atas 80 km/jam seringkali saya menyaksikan, begitu banyak kendaraan yang bukan hanya di atas 80 km/jam tapi bahkan perkiraan saya mencapai 120 km/jam. Makanya jujur saja ketika banyak kendaraan yang melebihi 80 km/jam di area tersebut terkadang saya terpancing untuk berkendara melebihi km yang sudah ditentukan. Apalagi jalan dalam keadaan sepi. Sambil bertanya dalam hati, "Apakah sebenarnya kita dipantau di jalan tol?

Penulis hanya mendengar pengalaman orang bahwa sebenarnya ada alat pemantau yang memang memantau setiap kendaraan yang lewat. Bila sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan melebihi apa yang ditetapkan di lokasi tersebut, maka akan diberitahukan dengan sebuah sinar bahwa kendaraan tersebut kecepatan sudah melebihi dari yang seharusnya. Memang cerita tersebut membuat saya waspada dalam arti akan berusaha untuk mengikuti ketentuan. Namun ketika banyak kendaraan yang searah kecepatannya sangat tinggi dengan tanpa ada pemberitahuan, kemudian muncul pertanyaan di atas.

Memang ada kalanya kita melewati jalan tol yang kecepatan maksimalnya 80 km/jam tapi juga ada yang 100 km/jam. Sesuai dengan kondisi lokasi. Biasanya untuk yang 80 km/jam kondisi dalam kota atau kondisi jalan yang berkelok atau tidak stabil dan 100 km/jam biasanya untuk luar kota. Namun sama saja, baik yang 80 km/jam kendaraan yang lewat tidak sedikit mencapai 100 km/jam, sedangkan yang maksimal kecepatan 100 km/jam bisa mencapai 120 km/jam dan seterusnya.

Ketika membuka website bpjt.pu.go.id di sana sebuah artikel ditunjukkan mengenai sebuah alat yang disebut speed gun. Alat ini merupakan alat canggih untuk mengukur sebuah kecepatan kendaraan dengan menggunakan tekhnologi laser. Tapi biasanya, menurut artikel website pemerintah tadi digunakan ketika mengadakan operasi penertiban kendaraan kecepatan berlebih dan kapasitas beban kendaraan yang melintas. Operasi tersebut dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol, Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Lalu bagaimana dengan keseharian keadaan jalan tol yang dikendarai oleh para pengendara yang melebihi kecepatan dari batas yang sudah ditentukan? Kan ada CCTV atau kamera pengawas yang bisa memperhatikan kecepatan pengendara di jalan tol? Tentu saja saya tidak tahu di mana titik-titik kamera pengawas tersebut dipasang. Namun, kembali kepada pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul ketika berkendara, ada mobil-mobil yang kecepatannya melibih yang ditentukan di area tol tersebut, benarkah kecepatan kendaraan kita dipantau di setiap jalan tol?

Kalau memang tujuannya untuk keselatan setiap pengendara, tentu pengawas menjadi penting untuk mengingatkan setiap pengendara. Karena kalau tidak, jangan sampai setiap pengendara terpancing untuk berkendara cepat karena orang lain melakukannya, mengapa saya tidak. Semoga kita dilindungi oleh Tuhan dalam setiap berkendara di jalan.

Saya Malas Mendatangi Usaha Anda Karena Ini


Didatangi banyak orang tentu menjadi idaman bagi mereka yang sedang membuka usaha apapun. Entah itu toko kelontong, mini market, rumah makan, warung kecil maupun tempat-tempat usaha lain, seperti tempat sablon, dan deretan usaha-usaha lainnya yang memang menunggu pelanggan untuk bisa muncul ke tempatnya. Walaupun alamat lengkap dan mudah dijangkau serta gampang didapatkan lokasinya tapi bila yang satu ini tidak ada maka jangan harap orang akan datang ke tempat usaha Anda. Apalagi kalau mau berharap orang yang datang itu kita proyeksikan menjadi pelanggan tetap, tapi bila yang satu ini sangat minim, maka tentu orang bisa menjadi kapok untuk kembali. Apa itu? Tempat Parkir.

Kalau memperhatikan minimarket-minimarket moderen, pastilah dia berusaha sedapat mungkin untuk menyediakan tempat parkir. Lebih baik memundurkan bentuk bangunan yang berakibat akan lebih kecil, ketimbang toko minimarketnya besar, tapi tidak ada tempat parkir bagi pengunjung. Tentu saja penulis bukan berdasarkan ilmu apapun, tapi berdasarkan pengalaman selama ini bila saya sebagai konsumen ingin mendatangi sebuah tempat usaha, pastilah yang saya pikirkan adalah, adakah tempat parkir bagi kendaraan saya?

Terus terang saya sering berselisih pendapat dengan pasangan saya di sekitar pilihan tempat makan. Bagi pasangan saya, pokoknya tempatnya kelihatan bagus, bersih dan mempesona, maka dia tinggal bilang, "Makan di situ saja." Sementara saya yang mengurusi kendaraan, maka yang saya pikirkan adalah, apakah ada tempat parkir yang nyaman, aman dan mudah dijangkau. Karena tentu saja, saya tidak mau diganggu kenyamanan makan saya hanya gara-gara saya harus mengatur lagi kendaraan saya. Acara makan menjadi terputus, maka tentu makanan yang saya tinggal tidak akan menarik lagi. Atau kalau saya berkendara roda dua, apakah kendaraan saya sudah aman, mudah dilihat dan tidak perlu dipindah ke sana kemari.

Tempat parkir juga bagi saya begitu penting karena saya tentu harus menjaga bagaimana kendaraan saya akan tetap kinclong di saat saya meninggalkan tempat tersebut. Makanya pengalaman mengunjungi entah tempat makan, minimarket atapu apapun, tentu yang menjadi pertimbangan berikutnya, apakah saya akan kembali ke tempat tersebut atau tidak, atau mau menjadi pelanggan atau tidak, salah satu faktor penentunya adalah tempat parkir.

Kalau seumpamanya tempat parkirnya cukup jauh, sementara tidak ada tukang parkir yang menjaga di situ, tentu ini akan menjadi persoalan lagi bagi saya karena saya akan melakukan aktifitas dengan ketidaktenangan. Jangan-jangan kendaraan saya lenyap, atau tergores atau juga kesenggol kendaraan lain. Sehingga bila kita mencari pelanggan, maka pemilik-pemilik usaha perlu memikirkan untuk tempat parkir.

Tapi bagaimana kalau tempat usaha saya di perumahan? Persoalan bisa bertambah karena bila pelanggan seperti saya tidak seenaknya untuk memarkir kendaraan saya. Bagaimana dengan pemilik rumah bila di depan rumahnya kita memarkir kendaraan dan seterusnya, dan seterusnya. Jadi, pikirkanlah, sebelum memulai usaha yang membutuhkan kunjungan para pelanggan Anda, tempat parkir, walaupun itu akan membuat sempit tempat usaha Anda. Yang membuat Anda mungkin tidak nyaman, tapi tentu jadikan pelanggan menjadi nyaman.

Selasa, 06 Oktober 2020

SJ88 Tempat Tersembunyi untuk Memancing Adrenalina


Bagi yang ingin memancing adrenalina ketinggian sambil berwisata untuk menghirup udara segar serasa di awan, maka SJ88 bisa menjadi tempat alternatif. Bukit yang indah yang terletak di Desa Sucopangepok kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember itu memang menawarkan pemandangan luas ke berbagai arah yang masih hijau itu bisa dilihat di sebuah batu besar di atas bukit. Makanya tempat tersebut dijuluki Pesona Bukit di Atas Awan. 

Memancing adrenalina mungkin bagi mereka yang takut dengan ketinggian. Karena untuk menuju ke paling puncak di atas batu besar tersebut harus melewati tangga tanah dengan bantuan tali rantai. Kemudian bila ingin menuju ke puncak batu maka ada bantuan tangga naik yang memang mudah untuk dilewati. Namun tentu saja, sekali lagi bagi mereka yang takut dengan ketinggian, ada baiknya batas akhir ketinggian sampai di bawahnya batu puncak tersebut. Karena di sana juga disediakan banyak tempat-tempat untuk mengambil gambar dengan pemandangan luas yang menghijau dan lepas pandangan mata sejauh memandang ke berbagai penjuru sekitar bukit.

Penulis ketika baru pertama kali menaiki SJ88 memang bertemu dengan beberapa orang tua muda yang berjalan menurun. Banyak dari antara mereka yang ingin bercerita dan memberikan pesan kepada saya dan teman-teman supaya hati-hati. Kebanyakan yang memberi pesan seperti itu mereka yang sudah berumur lebih dari 50 tahun. Mereka berpesan, kalau tidak siap, ya di bawahnya saja." Kata-kata tersebut tentu menimbulkan keingintahuan lebih, ada apa di atas SJ88 itu? "Terkadang kalau orang tidak siap bisa pusing ketika ada di atas sana, sambil menunjuk ke atas," ungkap seorang pendaki mengingatkan. 

Menambah penasaran saja para pendaki yang baru menyelesaikan pendakiannya ke atas batu yang paling puncak itu memberi semangat untuk segera sampai. Benar saja, setelah mendaki dengan menyusuri jalan setapak yang semakin lama semakin menanjak, akhirnya tibalah ke area bukit yang rindang oleh pohon-pohon. Lokasi area tersebut lebih menyerupai sebuah taman yang sejuk yang memang cocok untuk taman bermain anak-anak seusia SD dan SMP.


Untuk sekedar beristirahat sejenak di area taman tersebut tersedia beberapa balai di mana bukan saja kita bisa duduk-duduk santai, tapi juga bisa untuk sekedar rebahan sambil mengatus nafas akibat jalan yang mendaki semenjak dari perkampungan masyarakat yang ramah. Bila kebetulan Anda kehabisan air minum, di area tersebut berdiri sebuah warung kecil yang dijaga oleh penjaga bukit tersebut. Namanya Pak Is yang sehari-hari tinggal di bukit tersebut sambil menarik dana dari para pengunjung. Besaran yang harus kita serahkan kala itu Rp. 5.000 per orang. Dana tersebut tentu sangat diperlukan karena selain untuk kas desa, tapi juga untuk kebersihan area bukit yang indah tersebut. Karena terkadang pengunjung seenaknya membuang sampah plastik berupa botol air mineral maupun sampah plastik lainnya. Tentu ini akan mengurangi keindahan dari Bukit SJ88 itu sendiri. Pak Is bukan tidak bekerja, dengan bukti, di dekat gubuk rumahnya yang ditempatinya ada tumpukan botol plastik yang cukup banyak dari para pengunjung.

Nah, warung tersebut tentu satu-satunya warung di tempat itu yang menyediakan air botol mineral. Kalaupun Anda lapar setelah perjalanan menanjak Anda yang tenaganya terkuras, Anda bisa minta direbuskan mie rebus instan yang siap disediakan oleh penjaga warung tersebut.

                                           Seharusnya Sampah Tidak Dibuang Sembarangan

Setelah Anda siap untuk mendaki ke puncak bukit maka Anda tinggal melangkahkan kaki mungkin hanya butuh tiga menit saja dari area itu. Memang mendekati puncak bukit itu sebenarnya tersedia berbagai posisi di mana kita bisa mengambil gambar yang indah dengan pemandangan alam nan hijau. Beberapa peringatan di pampang di beberapa tempat di atas baru besar itu demi keamanan. Seperti pengunjung di tempat tertentu tidak boleh berdiri melebihi lima atau tujuh menit. Juga disediakan sebuah tempat berupa rumah panggung yang dicat berwarna-warni di mana kita bisa bergaya untuk mengambil gambar foto dengan background ketinggian.

Bila Anda belum puas juga maka puncak bukit di mana berdiri kokoh sebuah batu besar bisa kita gapai. Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa untuk sampai ke puncak bukit tersebut Anda harus menyusuri tanjakan yang kemiringannya cukup tajam. Tapi Anda jangan khawatir, karena Anda bisa berpegangan dengan tali rantai yang sengaja dipasang dari puncak. Tidak sampai di situ, bila adrenalina masih kuat dan Anda masih tertantang, maka Anda bisa naik ke puncak melewati tangga besi menuju ke paling puncak kenikmatan menghirup udara bebas tanpa penghambat. Itulah puncak tertinggi dari SJ88. 

Jadi kalau Anda pergi ke Jember, cobalah mampir ke SJ88. Oh ia, untuk menuju ke SJ88 sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda 4 apalagi roda 2. Dari Kota Jember kita menuju ke arah Bondowoso di mana kita melewati Kecamatan Arjasa, kemudian Kecamatan Jelbuk sampai ke Desa Suko. Pintu masuk ke SJ88 itu bisa ditandai dengan tanda 700m setelah Polsek Jelbuk ke jalan masuk ke kiri menuju Sucopangepok. Di sana banyak rambu-rambu yang menunjuk ke SJ88. Kita bisa parkir kendaraan kita di rumah penduduk yang sangat ramah.

Selasa, 22 September 2020

Sukses Belanja Online, Kuncinya Bertanyalah Terlebih Dahulu


Belanja online yang dimaksud adalah belanja online di tempat-tempat yang memang sudah terpercaya, karena kalau tidak, tentu jangan mengambil resiko membeli barang di tempat-tempat yang tidak diketahui keberadaan penjualnya, dan tidak ada pihak yang mengatur bila ada persoalan ketika berbelanja. Yang dimaksud mengatur jual beli itu seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan seterusnya sebagai penyedia jasa mengatur antara kepentingan pembeli dan penjual. Bila ada masalah e-commerce itu memiliki aturan-aturan jelas bagaimana menyelesaikannya. Karena masing seringkali kita membaca berita seseorang tertipu belanja secara online tanpa kejelasan di mana alamat dan pengirimnya dari sang penjual. Karena harga yang sangat murah dan bujukan bonus yang berjibun, lalu kita melupakan siapa penjual barang tersebut. Kalaupun kita sudah mempeli di sebuah toko online ternama, bukan berarti semua barang yang ingin kita beli akan selalu tersedia. Makanya kunci untuk membeli yang berhasil adalah dengan bertanya terlebih dahulu barang yang akan kita inginkan untuk dibayar. Setiap toko online biasanya menyediakan berbagai media orang bisa berkomunikasi termasuk bertanya.

Adakalanya penjual di diskripsi barang-barangnya menyertakan kalimat, tidak perlu bertanya, barang selalu ready. Tapi tentu saja bertanya bukan hanya, apakah barangnya ada atau tidak tersedia. Namun lebih dari itu kita ingin barang yang akan kita beli itu adalah barang yang sesuai dengan spesifikasi, keadaan, warna dan seterusnya sesuai dengan apa yang kita bayangkan.

Adagium atau pepatah pengatakan, "malu bertanya sesat di jalan" sangat tepat juga untuk disematkan dengan perilaku kita dalam berbelanja. Memang ada sih penjual yang merasa terganggu bila pembeli yang mengirimkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada di keterangan diskripsi. Tapi, bila itu terjadi, lebih baik mencari toko lainnya yang penjualnya ramah. 

Keramahan dalam bertanya tentu juga akan menghasilkan barang yang pasti akan dikhususkan (semoga). Karena bila kita tidak ramah dalam bertanya, pasti hasilnya juga tidak baik. Apalagi bila jumpa dengan penjual yang sama-sama tidak ramah, maka jadilah suasana yang tidak baik. 

Sebenarnya kata netral dalam penyebutan atau sapaan atau panggilan dalam dunia jual beli secara online adalah GAN kependekan dari juragan. Panggilan ini memang mencairkan suasana dan mendekatkan antara pembeli dan penjual. Tentu saja panggilan tersebut ingin menjauhkan sikap formal dan kaku bila menggunakan panggilan bapak atau ibu. "Gan, barang ini ready berapa?" Dan jangan kaget juga bila sang penjual terkadang menjawab dengan panggilan yang sama yaitu, GAN. "Tinggal satu gan."

Kembali kepada adagium tadi, malu bertanya sesat di jalan itu memang akan berlaku ketika kita malu atau malas bertanya mengenai barang yang akan kita beli. Karena bila penjual mengira-mengira saja apa yang dikirim, tentu bila cocok, puji Tuhan, alhamdulilah, tapi bila tidak sesuai maka kita akan kecewa dalam berbelanja. Kalau belanja barang-barang yang harganya di bawa Rp. 50.000 mungkin tidak jadi kepikiran, tapi bila bila harganya mahal, itu memanng akan menyakitkan. Jadi bertanyalah dengan detail mengenai barang yang akan kita beli.

Seorang teman berkata, "tapi bertanya itu seperti menjadi pengikat harus beli." Tidak juga. Bertanya seperti kita berbelanja di toko-toko fisik yang membuka peluang orang bertanya. Berbeda dengan market-market moderen di mana kontak tanya jawab itu minim karena semuanya seperti sudah tersedia. Baru bila barang yang kita cari itu tidak ada, kita akan bertanya kepada SPGnya. Jadi bertanya ketika berbelanja online itu satu keharusan untuk mendapatkan kepuasan ketika kita berbelanja secara daring. Dan sekali lagi, kita tidak perlu takut, kalau nantinya kita tidak merasa cocok dengan barang yang tertera di toko tersebut. Kita tinggal pilih yang lain. Tapi setidaknya kita sudah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai barang apa yang kita akan beli.

Jumat, 18 September 2020

Wisata Petik Apel dengan Bebas Makan Sepuasnya, Hanya Ini Syaratnya!

Bagi sebagian orang yang pernah melakukan kunjungan wisata ke Kota Wisata andalan Jawa Timur yaitu Batu, Malang mungkin pernah mendengar wisata petik apel. Waktu booming pertama kali yang diselenggarakan oleh sebuah tempat wisata besar di Batu tahun 2000an orang begitu inginnya untuk merasakan bagaimana memetik apel langsung di kebun apelnya. Namun kemudian hal tersebut dibatasi, karena bisa jadi besarnya minat masyarakat yang tidak menampung keinginan banyak orang untuk praktek petik apel dari pohonnya. Tentu saat itu harus merogoh kocek yang tidak kecil. Di kemudian hari, wisata tersebut harus dibatasi.

Namun beberapa tahun belakangan ternyata wisata memetik apel langsung dari pohon ini kembali marak. Hanya sekarang penyelenggaranya pemilik lahan kebon apel itu sendiri, atau justru masyarakat yang mengadakan. Tulisan ini dibuat karena memang penulis baru pulang dari wisata memetik apel di perkebunan apel yang masuk wilayah Kota Batu.

Di Mana Lokasi Wisata Petik Apel di Batu?

Sebenarnya sudah beberapa kali saya mengunjungi petik apel di wilayah Batu ini, baik yang di sebuah tempat pariwisata besar maupun yang ada di masyarakat. Tapi saya akan bercerita mengenai yang ada di masyarakat. Lokasinya di daerah wilayah Selecta. Jadi kalau dari arah Malang atau Surabaya ke arah kanan menuju ke arah Selecta. Sebelum memasuki wilayah Selecta, di pinggir-pinggir jalan kita akan bertemu dengan tulisan yang dipampang di pinggir jalan Petik Apel. Silahkan Anda bertanya, maka mereka akan membawa Anda ke lokasi Petik Apel tersebut. Silahkan Anda tanya-tanya dengan detail, berapa karcis masuknya, dan bagaimana aturan mainnya.

Mereka akan membawa Anda ke lokasi di mana apel-apel bisa Anda petik dengan bebas. Saya sendiri sebenarnya sudah beberapa kali ke lokasi petik apel tersebut. Tapi lokasi-lokasi tersebut jangan jadi patokan karena setiap lokasi tidak selalu tersedia pohon apel yang sedang berbuah. Ini pengalaman saya hari ini. Saya pernah ke sebuah lokasi dua tahun lalu melakukan petik apel di sekitar Selecta, tapi ternyata setelah saya kunjungi sekarang, kebun apelnya sedang tidak berbuah. Makanya saya akhirnya mencari orang-orang yang bisa menunjukkan di mana kebun apel yang sedang siap dipanen.

Berapa Rupiah yang Harus Dibayar untuk Memetik Apel?

Dua tahun lalu saya membayar per orang untuk masuk ke kebun apel untuk memetik sebebasnya itu hanya Rp. 25.000/per orang. Hari ini ketika saya mengantar keluarga ke sebuah kebun apel, rupaya masih sama yaitu hanya membayar Rp. 25.000 saja per orang. Sebuah wisata yang tidak terlalu mahal kalau dibanding dengan kepuasan memasuki kebun apel yang sangat membuat riang gembira. Harga tersebut bahkan boleh dibilang murah ketika kita mengedukasi anak-anak mengenai tumbuhan apel dan bagaimana proses apel itu sendiri bisa sampai ke tangan kita dan ada di meja makan kita.

Tapi apakah tidak ada aturan lain mengenai wisata petik apel ini?

Begini, kita boleh memetik apel berapapun. Tentu saja yang harus diketahui adalah, apel yang kita petik itu adalah buah yang akan kita bawa pulang dengan membayar sesuai harga per kilonya. Jadi kalau kita karena semangat memetik lalu kita membawa sampai 10 kg, maka 10 kg itulah yang harus kita bayar dan kita bisa bawa pulang. Makanya, jangan lupa tanya terlebih dahulu kepada petugas penjaganya, berapa harga per kilo dari apel yang akan dipetik tersebut?


Seberapa Banyak yang Bisa kita Makan Apel yang Kita Petik?

Sepuasnya. Ia benar, Anda silahkan makan buah apel sesuka hati Anda, selama Anda berada di dalam kebun apel tersebut. Kalau Anda kuat bisa makan 1 kg, Anda tidak akan dihalang-halangi. Asalkan selama Anda di dalam kebun apel tersebut. Hanya untuk diperhatikan adalah, sebelum Anda menikmati buah apel yang bebas dimakan berapapun yang Anda suka, silahkan dicuci terlebih dahulu.


Senin, 07 September 2020

J*E YES, TAPI TIDAK YES


Tidak ingin bercerita dengan pengalaman-pengalaman kelam masa lalu yang dialami dalam menggunakan jasa pengiriman, tapi ingin mengungkapkan pengalaman yang benar-benar menjengkelkan, tidak mengenakkan yang baru saya alami ketika menggunakan jasa pengiriman J*E YES. Karena ingin segera menggunakan sebuah alat yaitu adaptor yang dibeli dari sebuah toko online di bawah salah satu e-commerce di Indonesia akhirnya saya memilih menggunakan jasa J*E YES. Alat itu sebenarnya akan digunakan untuk mengikuti sebuah kompetisi oleh pemesannya. 

Kisahnya dimulai oleh tiga orang yang minta dibelikan adaptor khusus dan setelah saya mencari sana-sini di sebuah e-commerce akhirnya menemukan sebuah toko yang harganya miring di Semarang. Karena yang memesan ingin segera sebagai uji coba untuk mengikuti sebuah kompetisi, maka saya ingin barang tersebut menggunakan jasa pengiriman yang cepat. Dan pilihan yang tersedia adalah J*E YES. Si penjual menyanggupi bahwa akan segera mengirimkan paket barang tersebut.

Saya melakukan pembayaran untuk transaksi tersebut pada tanggal 2 September pukul 9,41 WIB degan harapan paket tersebut segera dikirim pada hari itu juga. Dan benar, penjual rupanya mengerti betul dengan pilihan jasa pengiriman menggunakan J*E YES yang artinya butuh cepat. Maka di hari itu juga paket tersebut dikirim dan diterima pada pukul 23.41 sudah ada di Sorting Center J*E Semarang untuk siap dikirim ke alamat saya. Sebenarnya beberapa kali saya menggunakan jasa J*E YES ini dan saya tidak perlu menerangkan karena tentu saya tidak ada bukti-bukti lagi untuk menceritakan di sini. Singkat cerita sekarang saya tinggal menunggu tapi juga memantau di aplikasi di aplikasi toko online di mana saya memesan.

Pemantauan saya berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman yang memesan. "Apakah sudah datang?". Saya tidak terlalu berharap banyak paket tersebut akan datang esok paginya tanggal 3 September, tidak mungkin. Tapi harapan saya sore atau malam. Hal tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman beberapa kali menggunakan J*E YES ini. Setelah pemantauan menunjukkan pergerakan paket tidak beranjak dari Semarang hingga sore dan malam pada tanggal 3 September pukul 17.00 WIB sore hari membuat saya mulai tidak sabar mendapat pertanyaan pemesan. 


Semakin pesimis karena tanggal 3 pukul 21.00 ternyata masih transit di Surabaya, maka buyarlah harapan saya paket akan segera diterima di Malang dan saya harus menjelaskan kepada pemesan dengan alasan-alasan yang saya buat dan cenderung tidak jelas. Tapi untuk menghibur diri maka, saya cek lagi di mana sebenarnya batas pengiriman J*E YES sampai pukul 23.59 WIB, maka dengan gusar saya tidur dengan tidak tenang.

Maka saya menunggu paket dengan J*E YES pada pagi hari dengan harapan mereka pagi-pagi akan ke rumah dan mengantar di depan pintu pada tanggal 4 September itu. Bangun pagi saya langsung melakukan pengecekan pergerakan paket dengan J*E YES yang tidak lagi YES itu dan rupanya 00,08 tanggal 4 September baru tiba di Warehouse J*E Malang. Saya menunggu paket yang sudah telat itu, tapi benar-benar kekecewaan yang saya terima.

Tanggal 4 September pukul 02.09 paket tersebut dikirim ke J*E Pajajaran Malang dan entah paket tersebut statusnya tidak jelas lagi karena jam 11.04 barang yang saya harap tersebut penjelasannya ada di kurir. Penjelasan ini bagi saya membingungkan, karena sampai pukul 12.51 rupanya ada di Inbound Station Malang dan belum ada tanda-tanda sudah dibawa oleh kurir ke rumah.

Akhirnya kelalahan menunggu J*E YES yang sudah tidak YES itu membawa frustasi. Karena sampai pukul 15.00 paket itu belum datang dan sebenarnya saya sudah tidak perduli lagi dengan paket itu karena dikhianati oleh J*E. Tiba-tiba pukul 15.20, kurir J*E datang membawa paket tersebut dan seperti tanpa merasa bersalah dia menyampaikan paket tersebut kepada saya. Mungkin dia berharap saya ingin bilang terima kasih. Tapi buru-buru dia ingin cepat pergi, tapi secepat kilat saya mempertanyakan, kenapa paket ini terlambat?

Anda ingin tahu jawaban dari kurir sekelas J*E? Ia menjawab, "Waduh, saya tidak tahu." 

Saya sebenarnya tidak ingin mengejar jawabannya itu. Tapi saya tahu bahwa beginilah cara J*E mendidik kurirnya yang kelimpungan karena sebelum dia menyerahkan kepada saya, dia melihat dulu kalau paket tersebut merupakan paket prioritas, tapi ternyata menjadi paket dengan kelas regular. Tapi lebih dari itu tidak ada kata sedikitpun kata minta maaf. Kata maaf menunjukkan sebuah kesalahan, tetapi bila tidak ada kata itu, sama artinya kasus tersebut sebagai kasus biasa, yang di dalamnya tidak ada kesalahan sama sekali. Bagi saya pengalaman ini menjadi pengalaman yang berharga dalam mempertimbangkan kembali menggunakan J*E apalagi J*E YES.

Selasa, 01 September 2020

Maaf ya Kakak, atas Ketidaknyamanannya



Panggilan kakak tentu sudah tidak asing lagi kita dengar ketika kita berhubungan dengan pasar khususnya pasar melalui daring. Sering kali panggilan kakak itu menjadi panggilan netral oleh penjual kepada pembeli. Kalau kita panggil 'mas' ia kalau pembeli itu laki-laki, dipanggil 'mbak' juga demikian. Demikian juga bila dipanggil dengan penghormatan seperti 'bapak' atau 'ibu' oleh sebagian orang dianggap menjadikan usia tua seseorang. Jadi, sapaan 'kakak' benar-benar sapaan yang menjadikan komunikasi sangat lancar, tanpa ada hambatan dalam masalah presepsi mengenai seseorang.

Seorang ibu yang memesan makanan secara daring merasa senang ketika sang penjual menghubunginya untuk memastikan pesanan yang dipilih oleh sang ibu. Si penjual menyapanya, 'kakak' walaupun sang ibu tadi sudah berumur hampir kepala lima. Sang ibu bukannya merasa tersinggung dipanggil sapaan kakak, malahan ia merasa menjadi muda kembali. Sampai sebegitu besar pengaruhnya terhadap seseorang ketika panggilan kakak digunakan. Si ibu tadi hanya bercerita, "Aduh, saya dipanggil kakak, jadi kayak anak muda lagi ini."

Sebenarnya menarik juga kebiasaan baru ini di dunia perdagangan antara pembeli dan penjual khususnya di jual beli online. Padahal kalau kita mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di mana kata kakak itu bermakna; saudara tua, panggilan kepada orang (laki-laki atau perempuan) yang dianggap lebih tua; panggilan kepada suami. Namun dunia transaksi online dalam dialog untuk mencairkan suasana tentu saja tidak berpatokan dengan hal tersebut. Karena kakak telah menjadi ikon panggilan yang membuat semuanya merasa nyaman dan tidak canggung.


Kakak akhirnya bisa digunakan oleh mereka yang lebih tua kepada yang lebih muda, apalagi yang lebih mudah kepada yang lebih tua. Panggilan kakak merobohkan sekat-sekat perbedaan usia antara pembeli dan penjual, membuat nyaman baik yang menggunakannya maupun yang dipanggil. Semuanya menjadi tidak canggung.

Panggilan kakak benar-benar menjadi sebutan yang bisa digunakan dalam ruang gelap dalam arti dua pihak tidak mengerti sama sekali keadaan masing-masing, sehingga mereka menggunakan kata kakak untuk menjadi penyambung hubungan awal. Bila hal tersebut merasa nyaman di masing-masing pihak maka panggilan itu akan diteruskan.

Sebutan kakak yang secara makna bisa saja melangkahi adat kesopanan karena hal itu menghilangkan siapa yang lebih tua dan siapa yang lebih muda. Tapi karena ya itu tadi berada di ruang yang gelap maka panggilan kakak menjadi sapaan yang menyenangkan. Bahkan dalam situasi yang penuh emosi karena ada persoalan dalam hubungan jual beli dan hubungan bisnis tersebut akan menjadi reda karena sapaan ini. Penjual hanya bilang, Maaf ya kakak, atas ketidaknyamanannya.

Semua Marketplace Ingin Anda Menjadi Pelanggannya


Kalau Anda ditanya, marketplace atau website toko online mana bila Anda diminta untuk berbelanja? Kalau Anda menyebutkan sebuah toko online, maka artinya Anda yang sering berbelanja di tempat marketplace yang disebutkan tadi. Tentu bila ditelisik lebih dalam lagi mengapa Anda meyebutkan toko online tersebut? Maka pastilah Anda bisa memberikan alasan-alasan yang membuat Anda jatuh cinta dengan marketplace tersebut. Dan yakinlah bahwa semua marketplace ingin Anda menjadi pelanggan setianya. Kalau bisa setiap kebutuhan Anda larinya ke marketplace tersebut.

Menentukan marketplace menjadi pilihan favorit tentu bukanlah ujug-ujug jatuh cinta dan langsung menjadi pilihan utama. Memang tidak semua orang punya marketplace favorit. Ada yang loncat sana loncat sini. Tapi tentu saja pastilah ada marketplace yang menjadi jujugan bila dia ingat sesuatu yang dibutuhkan. Berdasarkan pengalaman saya, berbelanja online di marketplace. Awalnya saya berpindah-pindah dari satu marketplace satu ke marketplace lainnya, sampai akhirnya menambatkan di sebuah marketplace tertentu. Tapi saya ingin bercerita kenapa saya cenderung berpindah-pindah ketika melakukan pembelanjaan online di marketplace?

Berkenalan dengan sebuah marketplace dan mencoba berpengalaman untuk melakukan pembelanjaan elektronik. Awalnya saya kesengsem dengan penawaran diskon dan ongkir gratis. Setelah mencoba ternyata diskon dan penawaran gratisnya sedikit ribet untuk ditelusuri. Ribet terkadang masalah sepele di mana kita maunya yang mudah. Kalau memang diskon ya sudah langsung saja tanpa menggunakan kode dan otomatis langsung ketika melakukan klik pembelian. Akhirnya, sekali lagi karena tidak mau ribet ya sudah tidak jadi membeli di marketplace tersebut.

Sebenarnya kalau bisa kita disodorkan pilihan dalam aplikasi marketplace tersebut. Jadi, seperti pilihan, apakah ingin menggunakan ongkir gratis atau tidak. Apakah menggunakan diskon atau tidak. Apakah ingin mendapatkan point atau tidak. Tapi kalau ribet maka terkadang kita sudah mundur teratur sebelum berperang untuk berbelanja. Walau begitu ada kalanya orang memang mendalami betul dan punya niat untuk berburu, baik poin, diskon, dan ongkor gratis. Kalau bisa tiga-tiganya bisa didapat. Bila dianggap mudah dalam melakukan pencarian keuntungan tersebut, maka pastilah si dianya akan kembali dan bahkan memutuskan untuk menjadi jujugan. Bila orang sudah menganggap sebuah marketplace sudah menjadi jujugan, itulah yang diharapkan setiap pengelola website toko online. Orang bisa menjadi pelanggannya.

Terkadang saya kecentok (bisa disebut pengalaman tidak mengenakkan sehinggan enggan untuk kembali) dengan sebuah toko online. Pengalaman saya banyak penyebabnya. Bisa jadi karena toko online tidak bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Pengalaman berbelanja tidak mengenakkan ketika terlibat konflik online dengan penjual yang tidak ramah (padahal toko online tidak tahu menahu mana penjual yang ramah dan mana penjual yang galak, mana penjual yang jujur dan mana penjual yang kurang jujur dan seterusnya). 

Tapi taunya saya sebagai pembeli kan kita ingin berbelanja dengan senang hati dan bahagia tanpa menemui persoalan atau masalah dengan siapapun. Kita menganggap penjual sama dengan pemilik toko online. Walaupun sebenarnya bukan seperti itu situasinya. Marketplace hanya penyedia tempat, sedangkan pemakai tokonya adalah orang lain dengan segala macam corak dan karakter. Di sinilah seleksi penjual sangat dibutuhkan dan aturan yang ketat diberlakukan kepada penjual. Itu harapan kita sebagai pembeli.

Tapi kembali kepada pilihan untuk berbelanja secara online yang paling penting adalah pengalaman yang mengenakkan, kemudahan yang didapatkan serta keuntungan bonus yang diperoleh menjadi hasil akhir mengapa saya akhirnya membeli di sebuah toko online langganan saya. Makanya kembali kepada pertanyaan awal, toko online apa kalau Anda diminta untuk berbelanja online? Maka jawabannya pastilah beragam. Masa pembeli inilah yang menjadi rebutan toko-toko online yang mulai marak di negeri ini.

Senin, 24 Agustus 2020

Cara Mengembalikan Barang yang Bermasalah Ketika Belanja Online

Pernahkah Anda menerima barang pesanan Anda yang ternyata bermasalah? Bisa jadi barangnya jumlahnya kurang, atau penjual keliru dalam pengiriman dari segi salah barang? Setidaknya dalam dua minggu ini saya mengalaminya dua kali. Pertama saya membeli buku dan ternyata jumlahnya kurang. Sementara pengalaman yang waktunya tidak terlalu lama dari pengalaman pertama saya membeli busa peredam 10 lembar tapi ternyata hanya dikirim 5 lembar tapi justru malah dikirim barang lain yang walaupun harganya tidak terpaut jauh, tapi barang tersebut tidak saya butuhkan. Tentu kedua kasus tersebut memang beda perlakuan. Tapi yang penting, jangan panik, jangan takut dan jangan langsung emosi. Semuanya ada jalan keluarnya. Saya akan menceritakan pengalaman saya ini untuk menjadi contoh bagaimana saya menyelesaikan persoalan kesalahan barang yang diterima.

Dalam kasus pertama di mana saya membeli 20 eksemplar buku dengan beraneka ragam judul. Ada dua buku dengan judul yang sama tapi beda tahun terbitan. Setelah paket datang dan saya membukanya untuk menjadi laporan dan bukti kalau paket dari penjual sudah saya terima. Tapi ketika dihitung ternyata bukunya kurang satu judul. Harganya memang tidak terlalu besar yaitu Rp.35.000 tapi tentu saja ada sedikit kecewa. Namun karena toko yang saya beli di e-commerce tersebut merupakan toko langganan dan seringkali saya diberi bonus buku-buku lainnya yang tidak saya pesan, maka saya anggap selesai supaya duitnya bisa segera diserahkan kepada penjual. Namun demikian, saya segera menghubungi penjual lewat chating internal di tokonya untuk memberitahu kekurangan pesanan. Setelah saya mengirimkan foto dan bukti berupa gambar seluruh buku dengan minus buku yang belum dikirim maka akhirnya penjual mau mengirimkan segera buku yang kurang tersebut. Persoalan selesai.

Tapi, selang tidak lama dari kejadian kasus buku tersebut saya dikejutkan oleh paket yang ketika dibuka membuat saya sedikit emosi karena ketidaklengkapan pesanan saya di paket tersebut. Saya membeli 5 spon kedap suara untuk studio. Sebenarnya pesanan saya memang lima item spon, tapi per itemnya terdiri dari dua lembar. Jadi seharusnya yang saya terima sebanyak 10 lembar. Tapi ternyata yang datang hanya 5 lembar. Walaupun dalam paket itu ada dua gelondongan, tapi justru saya dikirimkan filter yang tidak saya pesan. Tentu saja saya tidak membutuhkan filter itu.

Saya kecewa sekali dengan kiriman yang salah ini, karena bukan hal sederhana cara penyelesaiannya. Perlu diketahui bahwa pengiriman busa kedap suara itu ketika dikirim oleh penjual sudah dipres hingga menjadi kecil. Tentu tujuannya supaya volumenya paket menjadi lebih kecil. Sekarang, saya komplain kepada penjual dengan sedikit emosi atas kesalahan ini. Karena selain barang itu segera akan dipakai, tapi juga ada proses di mana barang yang keliru itu harus dikembalikan supaya barang yang kurang segera dikirim kembali kepada saya.

Di penerimaan barang oleh pembeli saya melakukan komplain dengan berbagai alasan dan bukti-bukti paket. Pihak e-commerce ternyata berbaik hati menerima komplain saya dan saya berunding dengan pihak penjual. Pihak penjual sendiri juga melakukan penyelidikan ekspedisi dan karyawannya di bagian pengiriman dan dari fakta-faktanya memang ada kesalahan pengiriman. 

Saya sendiri sebenarnya putus asa karena kalau saya mengirimkan kembali ke pihak penjual maka tentu saya harus mengepak spon filter yang mengembang itu dengan cara dikecilkan. Kalau penjualnya punya alat lengkap untuk mengepres spon, sedangkan saya, harus manual dengan penuh perjuangan. Bayangkan ongkir ke Jakarta dari barang tersebut dengan menggunakan yang paling murah sebesar Rp. 70.000. Dengan sedikit memaksa supaya ongkir pengiriman karena kesalahan penjual itu ditanggung oleh penjual, akhirnya dalam diskusi tersebut disetujui.

Setelah selesai dikirimkan saya melaporkan ke pihak e-commerce bahwa pengiriman barang kembali sudah dilakukan dengan bukti resi pengiriman dan foto barang. Dan pihak e-commerce terus memantau perkembangan komplain tersebut. Sebelum penjual barangnya belum saya terima maka uang dari pembeli dalam status dikomplain dan belum bisa diserahkan kepada penjual. Sekarang, saya masih menunggu paket kedua dari kekurangan barang tersebut.


Diskripsi Barang, Seberapa Pentingkah?


Ketika seseorang mencari barang di supermarket, hypermarket, toko kelontong dan toko-toko tetangga, semua pancaindra kita akan bekerja. Mata akan mengawasi warna, corak, bentuk dan pola dari barang yang sedang diincar tersebut. Sementara rasa yang bisa diwakili oleh tangan, kulit dan seluruh badan akan mencoba sebenarap cocok dengan impian yang sedang diidam-idamkan? Kalau barang seperti headphone, earphone yang masih segel, tentu tidak bisa dicoba. Tapi terkadang ada toko yang menyediakan contoh untuk bisa dicoba. Kalau ponsel yang suka dengan suara keras akan mencobanya sambil memasang telinga baik-baik bagaimana merdu, enak, ngebas dan seterusnya dari suara yang keluar dari alat tersebut. 

Pokoknya, begitu sederhananya untuk memberitahu keadaan barang yang sedang ditimang-timang oleh calon pembeli. Tapi bagaimana dengan pembelian barang secara online? Semua informasi mengenai barang tersebut selain sudah pernah didengar sebelumnya oleh calon pembeli, tapi andalan kelebihan dari barang yang ditawarkan didapat dari diskripsi mengenai barang tersebut.

Kejelasan diskripsi atau penjelasan mengenai barang yang sedang dipajang itu sangat berarti bagi pembeli. Karena dari situlah pembeli nantinya bisa mengambil keputusan membeli atau mencari barang lainnya dan berpindah dari toko online kita. Bila diskripsi yang disampaikan di toko kita kurang jelas, maka saya sebagai pembeli bertambah tidak jelas. Karena diskripsi itu seperti menjadi panduan untuk membawa saya akhirnya mengeluarkan fulus untuk melakukan transaksi. 

Diskripsi itu ibarat mewakili kita untuk melihat barang yang sedang ditawarkan. Pembeli mempertaruhkan kepercayaan dengan penjual 1000 persen bahwa barang yang akan dikirim sesuai dengan apa yang sedang dilaporkan. Nah, kalau penjual tidak bisa memberikan diskripsi secara lengkap, maka saya tentu akan beralih ke toko lain untuk mencari kejelasan lebih lanjut. 

Tentu saja diskripsi itu harus jujur sejur-jujurnya. Karena kalau tidak, maka akan menjadi bumerang yang mencelakakan bisnis penjual. Mengapa? Kalau diskripsi kita yang sudah disertai foto lengkap dari barang yang ditawarkan, dengan pengambilan foto yang sangat bagus, tapi ketika barang diterima oleh ternyata tidak sesuai dengan diskripsi yang disampaikan, maka saya sebagai pembeli tentu akan melakukan unjuk rasa berupa protes. Caranya bagaimana? Dengan memberikan bintang 1, dan lebih dari itu juga akan disampaikan dengan protes yang bisa saja menjatuhkan toko.

Jadi, diskripsi barang rupanya harus berbanding lurus dengan keadaan barang yang sebenarnya. Kalau memang barang yang kita jual adalah barang bekas, sampaikan bahwa itu barang bekas. Kalau barang yang kita jual adalah barang cacat produksi, sampaikan bahwa keadaannya seperti itu dan seterusnya. Jadi diskripsi adalah keadaan real barang yang akan kita jual.

Kamis, 13 Agustus 2020

Seberapa Penting Saya Melihat Barang dari Sebuah Foto?


Ada dua perbedaan antara memilih barang karena kebutuhan dan keinginan untuk memiliki suatu barang. Keinginan terhadap sebuah barang adalah proses dari mendengar, melihat, dan merasakan akan barang yang dilaksud sampai ia mengingini. Tapi kalau kebutuhan berdasarkan kita butuh terhadap barang tersebut karena suatu hal. Contohnya kita membutuhkan laptop karena memang kita butuh untuk digunakan dalam suatu hal. Contohnya untuk kuliah kita butuh laptop untuk dijinjing ke kampus. Walaupun di rumah kita sudah punya PC tentu PC tersebut tidak bisa dibawa ke mana-mana. Makanya saya membutuhkan laptop supaya di kampus mudah mengerjakan tugas atau browsing berhubungan dengan perkuliahan. Walaupun terkadang keduanya bisa jadi tipis perbedaannya. 

Lalu bagaimana ketika kita ingin memenuhi baik keinginan dan kebutuhan itu? Bila obyek yang ingin dipenuhi itu berdasarkan keinginan itu salah satunya dengan cara mencarinya di toko online. Tapi bagaimana saya bisa dengan jelas, dan akurat, sesuai dengan keinginan maupun kebutuhan tersebut? Informasi yang saya cari bisa lewat tulisan, tapi juga lewat tampilan foto. Di sinilah pilihan dimulai.

Pengalaman saya, ketika saya melakukan perburuan untuk memenuhi keinginan saya, maka yang saya lakukan adalah membandingkan dengan apa yang pernah saya lihat. Kalau pemicu keinginan saya adalah karena melihat langsung, maka sayapun mencari di toko online seperti yang saya lihat. Kalau dipicu karena melihat foto maka sayapun mencari kemiripan seperti yang di foto. Artinya, betapa sebuah foto begitu penting bila hal tersebut ingin dipajang di toko online.

Seorang teman mengirimkan foto jualannya berupa tempat tissue untuk ditawarkan kepada saya. Saat saya melihat bentuk dari tempat tissue itu, sebenarnya menarik hati saya. Tapi sayang, saya merasa kesulitan untuk melihat detailnya dari barang tersebut karena fotonya yang cenderung kabur dan kurang fokus. Belum lagi background dari foto yang dikirimkan itu berupa rerumputan yang menjadikan tampilan foto tersebut sehingga membuyarkan fokus saya untuk melihat lebih lengkap mengenai tempat tissue tersebut. Pengalaman saya sebagai pembeli, biasanya mata saya akan terhenti ketika melihat barang yang tampilannya menarik dengan tanpa diganggu oleh barang lainnya. Kalau tidak, maka mata saya akan terus mencari dengan menyuruh secara reflek jari untuk terus melihat-lihat barang serupa. 

Memang sudah sewajarnya setiap kita itu tertarik dengan keindahan, fokus dan kejelasan sebuah barang ketika kita ingin membelinya. Jika tampilan foto kurang menarik maka otomatis akan dilewati begitu saja. Sebaliknya foto yang tampil menawan, terang dengan pencahayaan yang cukup serta menarik hati, maka itulah yang akan kita pilih. Tentu saja foto bukan segala-galanya, tapi foto salah satu penarik minat terhadap barang yang sedang kita cari. 


Memang berbeda dengan toko fisik di mana kita sebagai pembeli akan melihat langsung. Bila barangnya bagus, dan pas serta warnanya cocok, langsung kita ke kasir untuk membayarnya. Tapi kalau di toko online kitalah yang mewakilinya untuk menunjukkan bahwa barang kita itu baik, barang kita layak untuk dibeli. 

Menyadari hal ini ketika saya meminta seorang rekan membantu saya untuk berjualan online melalui toko online, saya menyuruh untuk membeli beberapa alat bantu untuk pengambilan gambar, seperti studio minibox, atau lampu-lampu untuk membantu pencahayaan ketika pengambilan gambar produk. Tujuan saya adalah memperjelas tampilan barang dalam foto. 

Memang walaupun kita tidak secara khusus sekolah di jurusan yang berhubungan dengan potret memotret, tapi naluri keindahan dalam diri akan selalu muncul untuk pengambilan gambar yang diambil rekan saya itu. 





Rabu, 12 Agustus 2020

Barang Apa Saja yang Bisa Dijual di Toko Online?


Yakinlah, selama kita tidak ingin berjualan di toko online, maka barang-barang yang ingin dijualpun seperti bersembunyi, tidak kelihatan di depan mata. Kalaupun ada barang berwujud di depan hidung, tapi barang tersebut bukan dianggap sebagai barang yang layak dijual. Baru setelah muncul dan tersedia jalan untuk berjualan melalui toko online, muncullah barang-barang tersebut. Barang yang sebelumnya dianggap sebagai barang biasa, bahkan barang yang dianggap tak ada guna, barang yang berserakan di dekat kita dan tidak kita perdulikan, kini menjadi barang yang berharga.

Cerita ini mungkin bisa mendekati kebenarannya. Tahukah Anda bahwa kelanceng bagi sebagian orang khususnya yang ada di kampung sebagai hewan yang keberadaannya kurang dianggap bila membuat rumah koloni di dekat kita. Hewan yang dalam bahasa kerennya disebut Trigona itu sering bersarang di tempat-tempat tersembunyi dan bahkan dianggap mengganggu saja. Ini saya buktikan ketika saya pulang kampung, kelanceng masih dianggap sebagai hewan liar yang tidak perlu diurus keberadannya. Sampai saya memberitahu bahwa madu kelanceng sangat mahal harganya bila kita bisa mengumpulkan. Bahkan kelancengnya sendiri dalam satu tempat bambu atau sudah dikotak bisa berharga ratusan ribu per koloni. Barulah mereka berpikir untuk mengumpulkan hewan terbang tersebut.

Berjualan barang di toko online memang bentuk barangnya tidak dibatasi selama tidak melanggar aturan-aturan hukum dan aturan-aturan dari toko online yang bersangkutan. Contohnya narkoba, minuman keras dan seterusnya. Lalu, hal penting bila ingin berjualan barang yang perlu dipikirkan adalah ketersediaan barang. Artinya bahan-bahan atau barang yang akan kita jual memang ada di dekat kita. Memang ada barang yang sifatnya insidentil seperti hp bekas, tv bekas, laptop bekas, dan bahkan barang-barang bekas yang ada di rumah yang tidak terpakai, tapi masih bisa digunakan, bisa menjadi barang yang bisa dijual.

Pikirkanlah bahwa, barang yang kita anggap tidak dipakai karena kita memiliki yang baru, atau sudah dianggap jadul, atau karena barang itu tidak bisa terpakai lagi, bisa dibutuhkan orang lain. Hp bekas yang ramnya masih 1gb mungkin bagi kita tak bisa dipertahankan lagi karena kita sudah punya yang 6gb. Tapi, tahukah Anda bahwa hp-hp bekas seperti itu masih diburu oleh mereka yang selama ini masih menggunakan hp jadul. 

Namun demikian ada kalanya kita punya barang yang keberadaannya cukup banyak. Seperti beras jagung umpamanya. Atau bahkan kotoran hewan yang mungkin oleh sebagian orang dianggap menjijikkan dan dihindari untuk dipegang, bisa menjadi barang yang bisa kita jual melalui online. Caranya bagaimana? Jadikan kotoran hewan, entah itu kambing, sapi atau apapun kemudian dicampur dengan tanah dan dijadikan pupuk organik. Dibungkus rapi dan diberi label yang baik lalu kita tawarkan di toko online.

Saya pernah diminta seseorang untuk mencari Bunga Lidah Mertua. Bunga tersebut sebenarnya mudah hidup dan tahan terhadap panas matahari serta dalam keadaan kering dia akan bertahan hidup. Bunga tersebut sebenarnya pernah hidup di halaman saya dan berkembang menjadi rimbunan. Karena terlalu banyak akhirnya saya cabut semuanya. Kini bunga tersebut justru dicari. Saya datang ke beberapa tetangga yang memiliki bunga tersebut untuk sekedar meminta sedikit 'nempil'. Tapi ternyata bunga tersebut biasanya hanya ditanam sedikit. Dan pelarian saya adalah toko online. Anda tahu dijual berapa bunga yang terkadang dibuang-buang oleh sebagian orang tersebut? Harganya beragam. Ada yang Rp. 4000-7000 per batang. Itulah yang terjadi dengan toko online. 

Jadi, kembali kepada pembuka artikel ini, ketika kita ingin jualan di toko online, maka barang itu akan terlihat banyak. Tapi ketika kita sedang tidak ingin berbisnis jualan di toko online, semuanya terlihat tidak laku.


Setelah Lama Menjadi Pembeli, Sekarang Ingin Menjadi Penjual


Pengalaman membeli beberapa barang di e-commerce dalam negeri dan baru membeli sebuah buku menarik mengenai jualan di toko online menantang juga untuk ikut meramaikan untuk menjual barang. Ikut meramaikan mengadu keberuntungan dengan ribuan penjual lainnya. Ingin seperti juragan-juragan tajir yang sudah berhasil membuka toko dan menjalankan bisnisnya dengan lancar melalui toko online. Hanya saya minta bantuan seseorang untuk melakukan semuanya dengan melakukan beberapa persiapan penting guna menyiapkan segala sesuatunya di antaranya:

  1. Nama Toko. Orang yang akan mengurus toko online saya ini berdiskusi dengan saya, nama sebaliknya bisa digunakan. Muncul ide, nama orang, nama tempat, nama alamat, nama keren yang umum digunakan. Saya memilih, karena barang-barang yang rencananya akan dijual di sekitaran barang-barang elektronik, maka saya mengusulkan untuk menggunakan nama-nama yang berhubungan dengan elektonik. Saya kira, nama toko memang bisa memberi gambaran apa yang akan dijual. Walaupun ada saja nama umum yang bisa dipakai seperti Subur Jaya yang sifatnya umum. Bisa menjual alat elektronik, bisa menjual pakaian, bisa menjual ponsel dan seterusnya. Apalagi kalau mau menggunakan nama orang atau penjual, atau karena kita sayang istri lalu menamakan nama istri atau sebaliknya, atau malah dinamakan nama anak karena saking cintanya terhadap anak sehingga mau dijadikan moment menamainya dengan nama anak yang kita sayangi.
  2. Diskripsi Toko. Diskripsi toko tidak kalah penting dari lainnya karena di sinilah tempat di mana kita bisa menjelaskan semua ide, gagasan dan bahkan apa yang ingin kita sampaikan dalam diskripsi ini. Contohnya, kita punya komitmen untuk melayani pelanggan dengan baik. Atau kita mengungkapkan prinsip-prinsip bisnis kita yang menghargai orang dll.. Tapi juga di dalamnya ada prinsip bahwa produk yang akita sediakan hanya menyediakan yang original. Juga kecepatan dalam melayani pelanggan dan bahkan promosi toko dengan segala kelebihannya.
  3. Menyediakan barang dipajang di toko. Tentu kalau di toko online barang-barang dipajang berjejer dengan rapi dan mudah dijangkau, tidak tersembunyi, maka demikian juga kalau kita menyediakan barang yang akan dijual harus dipajang dengan terang benderang serta tidak tersembunyi serta semenarik mungkin. Bagaimana kalau di toko online? Kita harus mengandalkan photo dan gambar sedetail mungkin, serta semenarik mungkin. Bayangkan, kalau tampilan photo yang kita tunjukkan kurang menarik, maka tentu orang juga tidak akan tertarik untuk membukanya. Makanya mengapa tampilan iklan apa saja yang kita saksikan, entah itu di baliho atau di koran atau di tv serta di photo-photo produk selalu cerah, menarik dan bahkan membuat kita ngiler untuk memilikinya, menikmatinya.
  4. Account email khusus. Ketika saya berdiskusi dengan teman yang akan mengurus toko online tersebut menganggap bahwa email khusus tersebut adalah email bisnis yang bila perlu berbeda dengan account email lainnya. Jadi, alamat email ini kalau bisa juga namanya sama dengan nama toko dan seterusnya.
  5. Nomor ponsel khusus. Tentu saja e-commerce dan toko online selalu meminta nomor ponsel, karena banyak hal. Seperti untuk berkomunikasi dengan toko online, tapi juga bisa menjadi alat untuk pengiriman pesan-pesan rahasia entara penyedia toko dan pemilik toko.
  6. Buku catatan yang khusus berhubungan dengan toko yang akan dibuka. Buku ini penting untuk mencatat semua data-data supaya suatu saat nantinya bila kelupaan, dengan mudah kita sudah punya catatannya.
Jadi itulah yang kami persiapkan untuk memulai membuka toko online di e-commerce. 

Selasa, 14 Juli 2020

Seberapa Penting Testimoni Pembeli?


Kalau Anda membeli barang melalui online shop dan ketika proses pembelian itu sudah selesai, kemudian Anda melupakannya begitu saja, maka hal tersebut mungkin kurang "disukai" oleh toko online. Walaupun demikian sebenarnya cukup banyak orang yang memiliki sikap seperti Anda. Ketika membeli barang dan kita sudah mendapatkan barang tersebut, urusannya sudah selesai. Saya yakin setiap online shop berharap setiap pembeli akan memberikan testimoni atau kesaksian bagaimana pengalaman berbelanjanya. Hal ini bisa diketahui dari iming-iming, point dan penghargaan dari online shop kepada siapapun yang mau memberikan testimoni tersebut.

Memang pemberian testimoni itu ditujukan kepada penjual atau pelapak. Walaupun kesaksian tersebut bisa berupa negatif ataupun positif. Tapi testimoni itu sendiri sangat bermanfaat untuk mengangkat nama baik pelapak tapi terlebih juga online shop itu sendiri. Misalnya saja, Tokopedia memberikan Rp.500 kepada mereka yang rela memberikan testimoni dengan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti harus berapa huruf dan juga lengkap dengan foto yang diupload dari barang yang dibeli. Demikian juga dengan online shop Shopee yang memberikan rewards bagi mereka yang rela menulis kesaksian dan pengalaman berbelanjanya serta disertai bukti foto dari barang yang diterima untuk memperkuat kesaksiannya.

Testimoni itu sendiri berisi bagaimana perasaan pembeli dengan pengalaman membeli. Ada tiga hal yang bisa disinggung dalam testimoni tersebut. 


  1. Barang yang diterima. Barang yang diterima itu menyangkut kwalitas barang, apakah sesuai dengan diskripsi produk. Diskripsi produk bisa jadi berhubungan dengan original barang atau barang tembaan (non ori). Kalau memberi kepuasan kepada pembeli maka dia tak akan segan-segan untuk memuji-muji bukan hanya barangnya, tapi juga penjual dan bahkan online shop itu sendiri. Sebaliknya bila barang yang dijual mengecewakan, maka tentu saja kesaksian pembeli bisa menjadi palu godam yang menghancurkan bukan hanya toko atau pelapak bahkan juga akan merusak reputasi online shop itu sendiri.
  2. Pelapak. Pelapak berhubungan dengan berbagai hal, seperti, kecepatan merespon pembeli, kecepatan melayani (dalam hal ini membungkus dan mengirim) tapi juga lebih dari pada itu kesopanan, kebaikan penjual ketika melakukan komunikasi dengan pembeli akan berpengaruh juga ketika menyampaikan testimoni. Jadi testimoni itu benar-benar mengungkap rasa (senang, tidak senang, kecewa, sakit hati, tersinggung dll) terhadap pengalaman yang dijumpainya ketika membeli kepada sebuah pelapak.
  3. Toko online. Testimoni yang baik akan memberikan ikatan yang dekat dengan toko online. Pembeli bisa menjadikan langganan di online shop tersebut. Dia bisa kembali bukan hanya kepada pelapak, tapi juga akan kembali kepada toko online tersebut. Bila pembeli sampai menyatakan KAPOK membeli di toko online yang dimaksud, maka inilah awal larinya pembeli dari online shop tersebut.
Jadi ternyata pengaruh dari sebuah testimoni itu tidak sederhana dan bahkan bisa jadi menjadi pemicu bagi orang lain untuk datang dan membeli, tapi juga menjadi palu godam yang akan menjadi momen jatuhnya sebuah toko online karena kekecewaan pembeli yang diungkap dalam testimoni atau kesaksian mereka.

Testimoni adalah tempat orang jujur mengungkapkan perasaan yang dialami oleh pembeli. Tetimoni yang disampaikan adalah hasil dari pengalaman nyata. Dan pengalaman itu tentu saja berhubungan dengan banyak hal seperti yang telah disinggung di atas.


Selasa, 07 Juli 2020

Kalau Ada Toko Terdekat, Kenapa Harus Pilih yang Jauh?


Memang online shop atau toko online memberikan banyak pilihan yang sangat beragam. Apa saja bisa dicari. Kalau tidak ada di toko online yang satu maka bisa memilih online shop yang lain dan bahkan bisa banyak pilihan. Kalau kita mau berbelanja sebuah jam tangan, dan kita menuliskan di pencaharian online shop yang kita pilih, maka akan muncul puluhan bahkan ratusan jam tangan sesuai dengan apa yang sedang kita cari. Banyaknya pilihan ini tentu saja sangat menguntungkan karena di sinilah kita bisa memilih dari segi, harga, originalitas, dan jarah toko dari rumah kita.

Saya menyebutkan jarak toko, karena inilah yang harus menjadi pertimbangan kita juga. Kalau ada flash sale sebuah barang murah, contohnya barang kebutuhan shampo misalnya. memang harganya yang dari Rp. 50.000 satu paket misalnya, menjadi Rp. 25.000 tapi ternyata sang lapaknya ada di Jakarta, sementara kita di Bali, maka harganya akan menjadi sama dengan toko kelontong sebelah rumah. Kenapa? Karena memang harga tersebut berdiskon 50% tapi ongkirnya bisa melebihi harga pasaran yang ada di wilayah kita.

Makanya, jarah toko seharusnya menjadi pertimbangan penting karena berhubungan dengan ongkos kirim. Makanya jangan senang dulu bila ada flash sale tapi barang diflash sale itu beratnya yang harus ditanggung ongkirnya melibihi dari harganya itu sendiri. Tapi kan ada ongkir gratis? Ongkir gratis akan berguna banyak bila berat barang yang kita beli tidak melibihi batas minimal pemberian ongkir gratis tersebut. Contohnya, biasanya yang ditanggung ongkir gratis itu sekitar Rp. 20.000, selebihnya, maaf ya say, ente harus membayar sendiri. 
Untuk menyiasati hal ini maka yang kita lakukan adalah mencari lokasi toko di online shop seperti di Shopee.com misalnya akan membantu biaya ongkos kirim. Contohnya, kalau lokasi rumah kita di Malang, bila ada barang yang kita cari di toko di satu daerah bersyukur, artinya sangat kecil ongkirnya. Tapi kalaupun tidak maka kita bisa mencari lokasi toko di Surabaya atau kalaupun tidak ada di Yogyakarta. Bagaimana mengetahui lokasi toko lapak di toko online tersebut? Tinggal membuka profil tokonya maka di situ akan tertera alamat daerah atau wilayah toko.

Makanya di sinilah kita bisa menimbang-nimbang antara yang paling murah tapi kalau jauh lokasinya, atau kita memilih yang tidak terlalu mahal tapi toko penjualnya tidak jauh dari lokasi kita.

Memang ongkos kirim ini memang menjadi biaya tambahan bagi para pembelanja online. Karena yang menanggung ongkirnya kita bukan penjual. Berbeda kalau kita membeli di toko fisik. Apalagi toko fisik itu sepelemparan batu saja, yaitu di tetangga kita. Tapi kan tidak semua apa yang kita butuhkan itu tersedia di sekitar kita. Makanya online shop menjadi solusi yang mantap. 

Terkadang saya juga berhitung, kalau kita ingin membeli sebuah barang dengan perhitungan kita keluar rumah, selain juga ada uang parkir, uang bensin. Berbada dengan online shop, kita hanya mengeluarkan ongkir, kita tinggal menunggu di rumah. Tapi, tentu saja kita juga mempertimbangkan segi sosialnya dalam pengertian, kalau kebutuhan itu menyangkut kebutuhan sehari-hari, seperti shampo, minyak goreng, mie, makanan ringan, maka alangkah baiknya kalau kita membeli di warung sebelah kiri dan kanan serta depan dan belakang rumah kita, samberi kita mengenal lebih dekat tetangga kita. Karena bagaimanapun tetangga itu adalah saudara yang paling dekat.

Senin, 06 Juli 2020

Bagaimana Kalau Barang Pesanan Online Kurang?


Kalau barang pesanan yang kita beli secara online di suatu online shop ternyata kurang? Pesan lima, tapi yang dikirim empat. Pesan dua barang ternyata yang dikirim hanya satu. Apa yang harus saya lakukan? 

Sebenarnya, ketidaksempurnaan memang menjadi milik manusia, kita dan kita. Jadi bisa saja penjual khilaf dengan mengirimkan barang yang ternyata jumlahnya kurang. Terus terang dalam setengah bulan ini saya mengalaminya sebanyak dua kali. Dan pengalaman tidak mengenakkan sekali yang terjadi beberapa tahun yang lalu. 
Pengalaman Pertama saya membeli sebuah mini photo studio di sebuah toko online. Membeli Mini Photo Studio ini kan berbentuk kotak dan sudah paket dengan lampu led dan juga sebuah background. Ketika barang datang sudah saya pasang semuanya, tinggal satu alat pendukung yaitu lampu LED. Tentu saja saya kembali mencari lampu tersebut ternyata tidak diketemukan.

Ini yang saya lakukan, untungnya saya belum memberi penilaian dengan barang tersebut sampai benar-benar berfungsi dengan baik. Makanya, secepatnya saya menghubungi pihak penjual dengan memberi keyakinan bahwa memang dalam paket tersebut tidak ada lampu LEDnya. Puji Tuhan, penjual dengan cepat minta diambil gambar paket beserta isinya. Setelah saya menunggu akhirnya pihak penjual sangat responsif meminta maaf atas ketidaknyamanan berbelanja saya. 

Sebenarnya pengalaman seorang dengan yang lain bisa jadi berbeda karena memang tidak mudah menyampaikan informasi yang tidak bisa kita lihat oleh penjual. Kalau penjual memang baik tentu saja akan ditanggapinya dengan mencari bukti-bukti. Sebab artinya, kalau memang kurang, karena kesalahan penjual, yah pihak penjuallah yang menanggung biaya keseluruhan, seperti pengepakan, pengiriman. 

Pengalaman kedua adalah ketima berbelanja di sebuah lapak toko online dengan melakukan pembelian portable light stand tripod sebanyak dua buah. Setelah menunggu tiga hari barang tersebut akhirnya datang juga. Tapi ketika saya terima paket tersebut sedikit bertanya-tanya, sebesar apakah tripod tersebut, kok bentuk paketnya kecil memanjang? Logikanya, kalau memang dua tripod yang dikirim pastilah akan lebih besar bentuknya. Nah, ketika kecurigaan awal muncul, saya siap-siap menggunakan kamera ponsel saya ketika melakukan pembongkaran paket. Benar saja, portable light stand tripod tersebut hanya satu. Maka tanpa ba bi bu saya langsung menghubungi penjual lewat chat pribadi dengan mengirimkan bukti foto paket yang saya terima.

Alhamdulillah penjual tidak melakukan pembelaan atas keteledoran tersebut. Hanya saja otomatis ada biaya tambahan bagi penjual yang harus ditanggung. Tampaknya penjual tidak mau rugi kehilangan uang untuk pengiriman. Sementara saya sendiri tentu angkat tangan karena bukan kesalahan saya. Solusi yang ditawarkan adalah saya diminta untuk membeli barang-barang yang sifatnya murah dan kecil di toko tersebut kemudian barang yang ketinggalan tersebut akan diikutsertakan.

Bagi saya ketimbang urusannya panjang, dan saya ingin mengerti si penjual, maka solusi yang diberikan itu saya terima. Akhirnya saya membeli sebuah tablet stand mini. Tentu saja akhirnya saya berterima kasih dengan respon yang baik dari penjual.

Ketiga, ini merupakan pengalaman yang tidak mengenakkan di mana saya membeli sebuah ponsel bekas, tapi penjual mungkin pemain baru dalam melakukan penjualan secara online. Setelah paket saya terima ternyata keadaan ponsel tersebut LCDnya pecah. Bagaimana tidak pecah, cara membungkusnya hanya dengan bungkus kardus bekas, kemudian diisolasi keliling sampai penuh. sementara ponselnya sendiri tergoncang ketika digerakkan.

Saya berusaha untuk bersikap tenang dan segera menghubungi penjual. Tapi penjual langsung reaktif dengan mengatakan, saya sudah berusaha untuk membungkusnya dengan baik. Kalau sudah seperti itu saya tidak bisa berbuat apa-apa. 

Senin, 29 Juni 2020

Cerdas Berburu Barang di Flash Sale


Berburu barang di momen flash sale di e-commerce atau di toko-toko online yang bertebaran di Indonesia memang mengasyikkan dan penuh dengan tantangan, apalagi diskon yang diberikan mencapai 90-95% dan ketersediaan barang tidak banyak atau limit stock (tentunya tidak diberitahu oleh penjual berapa barang yang tersedia). Penulis pernah berburu sebuah camera sport action dengan harga normal Rp. 750.000 dan dijual pada momen flash sale hanya Rp. 10.000. Bayangkan, berapa orang yang akan memperebutkan barang tersebut? Saya yakin pasti ratusan atau malah jutaan yang memperebutkan barang terbatas tersebut. Sayapun gagal. Dan bahkan banyak yang mengalami nasih yang sama dengan saya.

Hal tersebut saya ketehui dari respon di chatting terbuka di toko online tersebut yang melakukan "unjuk rasa" dengan menyampaikan omelan, gerutuan, kejengkelan, kekecewaan dan uangkapan-ungkapan ketidakpuasan yang disampaikan. Terkadang saya membacanya sangat lucu yang disampaikan dalam komentar-komentar yang muncul tersebut. Hampir semua yan gagal mempertanyakan kegagalannya. Coba perhatikan komentar berikut, "Masa ia sih, langsung habis?" Sementara yang lain berujar, "Kok, tiga detik langsung habis?" Seorang pemburu juga nimbrung, "Kok tiga detik, setengah detik langsung amblas." Bahkan ada yang curiga, "Kayaknya hanya satu barang." Beruntung seller berusaha menjawab dengan sabar semua gerutuan dan kecurigaan pembeli dengan memberitahu bahwa ada 10 pcs yang menjadi rebutan.

terus terang saya beberapa kali membeli barang hasil dari flash sale yang tentu murah dari harga normalnya. Tapi itu berhasil karena berbagai pengalaman gagal dalam berburu flash sale. Kegagalan itu dikarenakan tidak disiapkan dana yang tersedia di e-commerce tersebut yang disimpan di dompet elektronik, sehingga ketika memasukkan barang di keranjang dan kemudian ingin melakukan pembayaran, sudah keburu disabet orang lain. Karena prinsipnya, siapa cepat dia yang dapat dalam prosesi flash sale tersebut. Memang prakteknya berbeda dengan berburu flash sale secara offline di toko langsung. Ketika barang sudah dipegang, maka pembayaran bisa kemudian. Tapi di e-commerce, terkadang, pembayaran juga menjadi faktor kekalahan kita mendapatkan barang flash sale tersebut.

Makanya, sedikit tips bila ingin berburu barang pada masa-masa flash sale. Silahkan Anda isi dompet elektronik yang disediakan oleh toko online tersebut, sehingga ketika dilangsungkan flash sale, Anda tinggal melakukan klik beli, lalu bayar. Bayangkan, kalau Anda masih repot transfer dari elektronic banking apapun itu, maka akan kalah cepat dengan mereka yang sudah memasukkan uang untuk pembayaran. Tapi kalaupun ini gagal, artinya keburuntungan berburu flash sale tidak berpihak kepada Anda.

Flash sale memang momen di mana penjual menawarkan barangnya dengan harga yang sangat rendah dalam waktu yang dibatasi tapi juga barang yang sudah ditentukan. Biasanya flash sale mengikuti momen-momen tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan momen-momen khusus di mana momen tersebut istimewa. Walaupun saat ini flash sale bukan lagi di waktu-waktu tertentu lagi, bahkan setiap hari selalu ada flash sale. Promosinya, juga jangan ditanya. Setiap kita membuka aplikasi apapun terkadang muncul di sana. Membuka email muncul promosi flash sale, membaca berita, juga ada di sana, membuka aplikasi android, di sanapun terpampang.

Hanya saja terkadang kita sering terhipnotis dengan rayuan flash sale tersebut. Terhipnotisnya bagaimana? Terkadang barang yang muncul dan ditawarkan itu adalah barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sehingga yang terjadi adalah kita berburu barang bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan dan bahkan sekedar karena promosi yang lewat di muka kita. Kalau fulus banyak, tentu tidak jadi masalah kita berburu flash sale, tapi bila keinginan itu melebihi pikiran sehat di mana uang kita pas-pasan, maka flash sale seharusnya dihindari.

Tawaran Gratis Ongkir? Kenali Dulu Syarat-syaratnya


Promosi penawaran gratis ongkos kirim (ongkir) tentu menjadi daya tarik tersendiri karena hitung-hitung kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan ongkir dan hanya membayar harga barang saja. Toko-toko online besar yang sudah ternama pasti akan berusaha untuk menyediakan layanan ongkir gratis ini untuk menarik minat pembeli melalui toko onlinenya.  Mereka berlomba-lomba menyediakan ongkir gratis ini. Tentu saja yang diuntungkan adalah pembeli. Kalau selama ini pembeli yang melakukan transaksi melalui toko online harus dibebani dengan ongkos kirim, maka penawaran ongkir gratis itu seperti malaekat penolong memotong tambahan dana pengiriman.

Tapi tentu saja, ongkir gratis itu berita besarnya dan berita baiknya, tapi bukan berarti pihak toko online mau rugi dengan menanggung biaya ongkir, atau ada jasa pengiriman yang melakukan promosi dengan menawarkan penghantaran barang secara gratis. Karena merekapun punya beban biaya yang cukup besar untuk dikeluarkan dalam melakukan bisnisnya. Tentu saja bukan domain saya untuk menjelaskan skema yang dipakai oleh mereka dengan promosi ongkir gratis itu. 

Tapi yang ingin saya jelaskan adalah penawaran ongkir gratis itu memiliki syarat-syarat tertentu hingga diketemukan apa yang disebut dengan ongkos kirim gratis tersebut. Makanya saya menulis berdasarkan orang yang membeli barang melalui online dengan menggunakan ongkir gratis. Syukur-syukur kalau ada yang bisa menjelaskan detail di kolom komentar mengenai ongkir gratis oleh jasa pengiriman yang bekerjasama dengan toko online.

Ongkos kirim gratis tentu saja tidak berdiri sendiri di mana setiap pembeli di sebuah toko online akan secara otomatis akan mendapatkan layanan ongkos kirim gratis. Makanya jangan kecewa kalau awalnya kita tertarik dengan ongkir gratis, tapi ketika melakukan transaksi ternyata kita tetap kena biaya pengiriman. Makanya ongkos kirim gratis biasanya berhubungan dengan beberapa hal berikut ini:
  1. Mereka memberi syarat minimal pembelian. Maksudnya, ada toko online (kebanyakan) memberlakukan, kalau Anda ingin menggunakan ongkos kirim gratis tapi barang yang Anda beli hanya Rp. 20.000 saja, jangan harap Anda akan mendapatkan fasilitas tersebut. Biasanya ongkir gratis berlaku ketika pembeli mencapai pembelian Rp. 50.000 ke atas. Bahkan kalaupun Anda melakukan order pembelian sampai Rp. 49.950,- Anda tidak akan mendapatkan ongkir gratis itu. Tentu ini memancing kita untuk menambah barang pembelian sampai mencapai minimal order tersebut. Cilakanya, kita sering terpancing untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan hanya berburu ongkir gratis ini. 
  2. Ongkir gratis yang ditanggung biasanya dalam jumlah tertentu. Contohnya, kalau Anda membeli barang yang beratnya melebihi jumlah yang ditentukan, maka Anda harus menanggung lebihnya dari jumlah yang ditentukan. Misalnya, kalau jumlah ongkir gratis itu maksimal Rp. 20.000,- maka bila barang yang Anda beli itu melebihi jumlah tersebut, ya siap-siap saja Anda menambah ongkir. Contohnya ongkir yang harus dibayar Rp. 40.000 maka Anda harus membayar sejumlah Rp. 20.000 lagi.
  3. Kalau Anda membeli banyak item barang, di tempat toko berbeda, dalam satu transaksi tentu saja ongkir yang diberlakukan, misalnya ketetapannya Rp. 20.000 ya sejumlah itulah ongkir gratisnya. Selebihnya, silahkan Anda membayar.
  4. Ongkir gratis biasanya dibatasi dalam satu bulan beberapa kali saja sesuai dengan ketetapan toko online tersebut.
  5. Ada kalanya di beberapa toko online ongkir gratis menggunakan kode kupon yang disediakan oleh toko tersebut. Sementara toko lainnya hanya menggunakan tanda khusus dari toko pelapak.
  6. Terkadang ongkir gratis tidak berlaku bagi semua pelapak, hanya pelapak-pelapak tertentu yang bertanda khusus ONGKIR GRATIS yang tentu berhubungan dengan penggunaan jasa pengriman tertentu atau yang sudah bekerjasama dengan toko online yang dimaksud.
  7. Terkadang juga ongkir gratis berlaku dengan pembayaran tertentu, misalnya dari e-wallet atau dompet elektronik tertentu. Kalau kita punya banyak point di toko online tertentu, maka kalau mau menggunakan point itu sebagai pembayaran, maka terkadang kita tidak boleh berharap mendapatkan ongkir gratis.
Jadi, tawaran ongkos kirim gratis memang menggiurkan, hanya saja, jangan senang seratus persen dengan penawaran tersebut, karena Anda akan bertemu dengan banyak syarat berikutnya.



Sabtu, 27 Juni 2020

Menolak Pembeli Online Sama Dengan Merusak Reputasi Diri


Apakah Anda pernah ditolak pembeli karena berbagai alasan oleh penjual online? Kalau ia, kita pernah senasib sebab sayapun pernah dan bahkan bukan sekali dua kali, tapi sering. Bagi saya, penolakan itu mendatangkan konsekuensi yang rumit dalam mengurus banyak hal. Kerumitannya adalah, kita harus mencari barang lain yang serupa. Tapi kalau kita ogah untuk meneruskan ingin membeli barang tersebut, maka bukan dengan cara semudah Anda melakukan transfer uang bisa kembali. Uang tersebut bisa masuk ke saldo, atau apapun di toko online tersebut, jadi tidak otomatis kembal ke rekening kita dana tersebut. Apalagi kalau barang tersebut ternyata hanya beberapa yang langsung kita bandingkan dengan toko online yang lain, maka tidak semudah membalikkan tangan dana akan kembali.

Makanya kalau saya sebagai orang baru dalam berbelanja secara online maka bisa saja saya akan segera memberi cap kepada penjual sebagai orang yang tidak konsisten. Apalagi kita sulit untuk mencari alasannya kenapa ditolak. Kalau alasan yang masuk akal, tentu kita bisa memaklumi. Tapi kebanyakan tidak beralasan. Kalau saya ingin berada di pihak penjual maka diberikan label atau memberi cap kepada penjual oleh satu orang itu seperti mennghentikan satu pelanggan untuk bisa kembali kepada tokonya. Kalau sepuluh orang yang ditolak, maka 10 orang juga yang memberi cap tidak konsisten, tidak niat untuk berbisnis, dan segala macam cap yang harus disandangnya.

Penjual bisa saja beralasan, kita kan bukan Superman yang bisa siap kapan saja memenuhi apa yang menjadi permintaan pelanggan. Persoalannya, kalau secara online, tentu sistim mengatur semua keluar dan masuk barang, sehingga penjual tinggal melakukan pantauan saja, antara permintaan barang dengan ketersediaan di gudang. Kalau memang barangnya ada 10, tentu sistim di toko online tersebut akan memberitahu jumlah ketersediaan tersebut, dan bila ada yang sudah melakukan trannsaksi pembayaran, maka secara otomatis barang akan berkurang.

Mungkin tidak sesederhana itu, tapi penolakan terhadap pembeli dengan alasan-alasan tertentu akan mengecewakan. Makanya, banyak toko online memberi pesan di deskripsi barangnya dengan menulis, silahkan menanyakan dulu ketersediaan barang sebelum melakukan pembelian. Celakanya, saya punya pengalaman lebih menyakitkan lagi di mana, walaupun saya sudah menanyakan ketersediaan barang dengan chat yang disediakan, dan dijawab, masih tersedia, tapi setelah melakukan transaksi pembayaran, dan kemudian pembelian barang tidak segera diproses.

Saya tidak tahu apakah toko-toko online itu punya aturan tertentu kepada penjual yang beberapa kali melakukan penolakan terhadap pembeli yang sudah melakukan pembayaran. Tapi yang jelas, kalau hal tersebut sering dialami oleh pembeli maka jangan kaget bila akhirnya pembeli online mencari toko online yang banyak tersebar di beberapa tempat di Indonesia ini dan bahkan bisa memesan atau membeli di toko online luar negeri.

Memang beberapa faktor yang membuat pembelian kita mengalami penolakan. Bisa jadi karena memang ketersediaan barang terbatas, sehingga penjual tidak bisa melayani. Atau juga penjual tidak memiliki managemen yang baik di mana bisa saja dia membuka lapak di beberapa toko online, dan tidak diperhitungkan ketersediaannya. Ketersediaan barang itu juga beragam, bisa jadi barang yang ada tidak sesuai dengan yang direquest oleh pembeli dalam soal warna, atau tipe dan jenis dan seterusnya.

Benar, bahwa penjual memberi pesan besar-besar supaya sebelum melakukan pembelian, ditanyakan dulu. Tapi tidak semua orang memiliki kebiasaan bertanya dulu kepada penjual, tapi sebaliknya ia sudah memiliki keyakinan, bahwa apa yang terpampang lengkap dengan photo dan diskripsi yang jelas itu bentuk penjual menyediakan barangnya.

Jadi kalau terjadi penolakan dalam melakukan pembelian secara online, siapa yang harus disalahkan? Tidak ada. Tapi kembali bahwa pembeli adalah raja, dialah yang menentukan dan dia punya hak untuk pindah ke toko lain, atau bahkan memberi cap sebagai penjual yang tidak bisa dipercaya. Seperti halnya penjual yang punya hak untuk menolak pembelian dari customer atau bahkan pelanggannya. Masinng-masing ada resiko, seperti hidup ini juga penuh dengan resiko.